spot_imgspot_img
Minggu 30 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Teater Bolon Tasikmalaya Rayakan 30 Tahun, Sajak Sunda hingga Wayang Golek Semarakkan Kota

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Jalan Argasari, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya berubah menjadi panggung budaya. Teater Bolon Tasikmalaya merayakan Milangkala Ke-30 dengan menggelar Pasanggiri Lomba Maca Sajak Sunda serta pertunjukan seni budaya yang menyedot perhatian ratusan warga.

Lantunan sajak berbahasa Sunda dan tabuhan musik tradisional menggema di tengah hiruk pikuk kota. Perayaan ini membuktikan eksistensi tiga dekade Teater Bolon yang kian solid merawat akar budaya lokal.

Baca Juga: OJK Ungkap 15.226 Entitas Keuangan Ilegal Ditutup, Warga Ciamis Diminta Waspada

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menyaksikan langsung gelaran tersebut bersama Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Habib Qosim Nurwahab, Ketua DKKT Tatang Pahat, dan Kabid Kebudayaan Disporabudpar Kota Tasikmalaya Agus Fauzi.

“Sudah seharusnya ada program pelestarian budaya. Bisa pemerintah gerakkan, bisa juga lewat dukungan perusahaan melalui program CSR. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan dan mendapat dukungan semua pihak, terutama pemerintah, agar budaya ini manfaatnya mampu masyarakat luas rasakan,” ungkapnya, Minggu (30/8/2026).

Ia mengingatkan generasi muda agar tidak mengesampingkan identitas daerah di tengah gempuran budaya asing.

“Budaya luar boleh masuk, tapi jangan sampai kita kehilangan jati diri. Budaya daerah Sunda harus tetap hidup dan menggema di Jawa Barat termasuk di Tasikmalaya,” pintanya.

Inisiasi Anak Muda Bentengi Bahasa dan Sastra Sunda

Ketua Panitia Pasanggiri, Ahmad Sahid, menyebut lomba ini lahir dari keresahan atas meredupnya penggunaan bahasa Sunda di kalangan anak muda.

“Pasanggiri ini bentuk upaya kami mengenalkan kembali dan menumbuhkan rasa cinta anak-anak muda pada budaya sendiri. Sekarang banyak dari kita yang sudah jarang menggunakan bahasa Sunda, apalagi membaca sajak Sunda,” ungkapnya.

Panitia membagi peserta asal Kota Tasikmalaya ini ke dalam empat gelombang unjuk kebolehan. Pemenang dari tiap gelombang kemudian bertarung di babak final pada malam puncak acara.

Gaet Sastrawan Top dan Tutup Pentas Lewat Wayang Golek

Panitia melibatkan deretan budayawan serta sastrawan ternama sebagai dewan juri, antara lain Godi Suwarna asal Ciamis, Acep Zamzam Noor, Nazarudin Azhar, dan Saeful Badar.

Ke depan, panitia merancang Pasanggiri Maca Sajak Sunda tingkat Priangan Timur yang menjangkau peserta dari Tasikmalaya, Garut, Ciamis, hingga Banjar.

Kemeriahan pesta budaya ini berlanjut hingga malam hari melalui pertunjukan Wayang Golek. Tata lampu ciamik dan iringan musik tradisional membuat warga betah bertahan menikmati pagelaran.

Milangkala ke-30 menjadi bukti komitmen Teater Bolon dalam menyediakan ruang berekspresi bagi kesenian lokal. Di Jalan Argasari malam itu, perpaduan sajak, musik, dan wayang mempertegas aksi nyata komunitas ini dalam merawat warisan Sunda.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru