spot_imgspot_img
Kamis 23 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 103

Jalan Aceh Bandung Mendadak Lumpuh, Pohon Besar Tumbang Robohkan Tiang Listrik

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Sejumlah pohon besar tumbang dan merobohkan tiang listrik di kawasan Jalan Aceh, Kota Bandung, pada Selasa (30/6/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Akses lalu lintas di kawasan Jalan Aceh, Kota Bandung, mengalami lumpuh sementara, Selasa (30/6/2026) siang. Insiden tumbangnya sejumlah pohon berukuran besar yang turut merobohkan tiang listrik di lokasi memaksa petugas menutup jalur tersebut demi keselamatan umum.

Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Bandung, BPBD, dan PLN langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pembersihan material.

Baca Juga: Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men’s Volleyball Cup 2026, Delapan Pemain Berasal dari Jabar

Petugas Gabungan Sterilkan Jalur dan Potong Batang Pohon

Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmatan Kota Bandung, Adhli Al Afwan Izwar, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan bencana ini sekitar pukul 14.27 WIB. Disdamkarmatan langsung menerjunkan satu unit kendaraan rescue beserta lima personel ke lapangan.

“Kami bersama teman-teman dari BPBD langsung memotong dan merapikan pohon yang tumbang. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak PLN, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai potensi bahaya arus listrik di lokasi,” ujar Adhli di lokasi kejadian.

Guna mempercepat proses evakuasi, petugas menutup total Jalan Aceh mulai dari area perempatan hingga titik lokasi pohon tumbang. Pihak kepolisian dan petugas lapangan mengarahkan para pengendara untuk menggunakan jalur alternatif selama proses pembersihan berlangsung.

Kondisi Akar Rapuh Menjadi Dugaan Awal

Adhli menyebut bahwa peristiwa ini melibatkan lebih dari satu pohon. Dugaan awal menunjukkan bahwa pohon-pohon tersebut memiliki kondisi akar yang sudah lapuk dan tidak lagi kuat menopang bobot batang yang besar. Meski demikian, pemerintah kota akan melakukan kajian mendalam setelah jalur kembali normal.

“Kami belum bisa memastikan jumlah total pohon yang tumbang, namun yang jelas lebih dari satu. Fokus utama kami saat ini adalah penebangan dan pembersihan jalur. Setelah ini selesai, kami bersama dinas terkait akan mengevaluasi kondisi pohon-pohon di sekitar lokasi,” jelas Adhli.

Beruntung, hingga proses penanganan berjalan, petugas belum menerima laporan mengenai adanya korban jiwa maupun kerugian material dari masyarakat. Adhli memperkirakan seluruh proses pemotongan ranting dan pembersihan badan jalan akan rampung dalam kurun waktu 45 menit.

(Yusuf Mugni)

DKUKMPP Ciamis Gelar Pelatihan Manajemen untuk Pengurus KDMP

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Pelatihan manajemen koperasi yang digelar Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kabupaten Ciamis melakukan langkah strategis untuk membenahi tata kelola koperasi. Pihaknya baru saja menggelar pelatihan manajemen koperasi bagi puluhan pengurus dan anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Selasa (30/6/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus dalam menyusun laporan Rapat Anggota Tahunan (RAT) agar lebih efektif dan akuntabel. Selama ini, banyak pengurus menilai bahwa penyusunan laporan RAT merupakan pekerjaan rumit dan memusingkan.

Baca Juga: PT MUM dan Disnaker Ciamis Bekali 100 Pencari Kerja Hadapi Rekrutmen Modern

Ubah Kerumitan Jadi Kemudahan

Kabid Koperasi Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Industri Kabupaten Ciamis, Dini Kusliani, menyadari kendala teknis yang sering menghambat operasional koperasi. Oleh karena itu, dinas memfasilitasi pelatihan intensif agar pengurus memiliki pemahaman mendalam mengenai tata cara pelaporan.

“Kami melaksanakan pelatihan ini untuk membantu para pengurus supaya mereka memahami cara membuat laporan dengan benar,” tegas Dini.

Pihaknya berharap kegiatan ini mampu mengurai benang kusut dalam pengelolaan administrasi. Dini pun mengajak para peserta untuk bersikap proaktif selama sesi pelatihan berlangsung.

“Saya meminta para peserta memanfaatkan momentum ini untuk berdiskusi aktif dengan narasumber mengenai kendala teknis yang mereka temui di lapangan,” ujar Dini memberikan arahan.

Peserta Siap Terapkan Ilmu Baru

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara. Ahmad, salah satu pengurus koperasi, mengaku sangat terbantu dengan materi yang tersaji. Baginya, pelatihan ini menjadi solusi nyata untuk mengatasi hambatan administratif yang selama ini mereka alami.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Saya pribadi akan segera menerapkan ilmu manajemen ini dalam pengelolaan koperasi agar administrasi kami semakin sehat dan aktif,” ungkap Ahmad penuh semangat.

Melalui sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis menargetkan seluruh koperasi di wilayahnya mampu menyelenggarakan RAT secara tepat waktu dengan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel.

(Husen Maharaja)

SMKN 1 Pangandaran Resmi Jadi SMK Maung, Nilai di Bawah 80 Gugur

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Foto: Bangunan SMKN 1 Pangandaran tampak depan (by web).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan SMKN 1 Pangandaran sebagai salah satu dari 13 SMK Maung di Jawa Barat. Sekolah vokasi ini kini bertransformasi menjadi lembaga pendidikan unggulan dengan menerapkan standar seleksi yang sangat ketat, pembatasan kuota siswa, serta jaminan biaya pendidikan gratis tanpa pungutan apa pun.

Kepala SMKN 1 Pangandaran, Oo Kosidin, menjelaskan bahwa penunjukan ini melewati proses penilaian yang panjang dan objektif oleh Disdik Jabar melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XIII.

Baca Juga: PSI Pangandaran Dukung Bupati Citra Evaluasi Kuota Lokal PSDKU Unpad

Ambisi Gubernur Mencetak Manusia Unggul

Program SMK Maung merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melahirkan lulusan kompetitif yang siap merambah dunia kerja, dunia usaha, hingga menembus perguruan tinggi top.

“Bapak Gubernur ingin menghasilkan manusia-manusia unggul lewat sekolah unggulan ini. SMK Maung bukan program sesaat atau dadakan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan Jawa Barat,” ujar Oo Kosidin, Selasa (30/6/2026).

Oo menambahkan bahwa standar keunggulan ini tidak hanya menyasar para murid, melainkan wajib bermula dari kompetensi kepala sekolah, jajaran guru, manajemen, hingga proses pembelajaran yang jauh lebih disiplin daripada sekolah biasa. Bahkan, tim kurikulum segera berkumpul di Bandung untuk menyusun kurikulum khusus SMK Maung yang mengombinasikan kebijakan Gubernur dengan kurikulum nasional.

Sistem Seleksi Ketat: Nilai di Bawah 80 Otomatis Gugur

Ketatnya standar SMK Maung terlihat langsung pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. SMKN 1 Pangandaran hanya menyediakan kuota sebanyak 448 siswa baru dengan batasan maksimal 32 siswa per kelas.

Pihak sekolah membuka tiga jalur seleksi khusus, yaitu tes potensi akademik oleh tim psikolog, kompetensi akademik, serta jalur non-akademik. Untuk jalur kompetensi akademik, sekolah mematok syarat nilai rata-rata minimal 80.

Aturan main yang tinggi ini membuat ratusan pendaftar langsung gugur secara otomatis di awal sistem karena memiliki nilai rata-rata di bawah 80. Dari sekian banyak peminat, hanya 509 pendaftar yang berhasil lolos ke tahap seleksi berikutnya dengan nilai di atas batas minimum.

Selain kendala nilai, sekolah juga memberlakukan syarat domisili yang kaku. SMK Maung khusus menerima calon peserta didik yang ber-KTP atau berdomisili di Jawa Barat minimal selama satu tahun. Murid dari luar provinsi, seperti wilayah Cilacap, terpaksa harus gigit jari dan menunggu tahun depan setelah menyelesaikan administrasi kependudukan mereka.

Jaminan Gratis dan Aturan Disiplin Rambut

Oo Kosidin memastikan SMKN 1 Pangandaran mematuhi penuh arahan Gubernur Jawa Barat terkait larangan pungutan liar. Dalam rapat bersama orang tua murid, pihak sekolah sama sekali tidak membahas biaya sekolah maupun biaya personal.

Sekolah juga membebaskan orang tua untuk membeli atau membuat seragam secara mandiri di pasar atau penjahit pilihan mereka. Asalkan model dan warnanya sesuai dengan aturan sekolah.

Sebagai gantinya, sekolah menekankan penegakan aturan kedisiplinan yang sangat ketat terhadap para murid baru. Termasuk aturan fisik seperti potongan rambut pendek yang seragam bagi siswa laki-laki. Ke depan, selain mengandalkan APBD, SMKN 1 Pangandaran juga berpotensi menggaet dana stimulus non-APBD melalui kemitraan strategis dengan berbagai perusahaan besar.

(Sajidin)

PT MUM dan Disnaker Ciamis Bekali 100 Pencari Kerja Hadapi Rekrutmen Modern

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Caption foto: PT MUM gandeng Disnaker Ciamis, Forum BKK Ciamis, dan Kepala SMKN 1 Kawali menggelar Seminar Karir dan Persiapan Kerja di Aula SMKN 1 Kawali, Ciamis.

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Menekan angka pengangguran terbuka saat ini tidak lagi sekadar urusan menyediakan lowongan pekerjaan. Tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana membentuk mental dan amunisi para pencari kerja (pencaker) agar selaras dengan kebutuhan industri modern yang melaju cepat.

Merespons tantangan tersebut, PT Mitra Utama Madani (PT MUM) bergerak cepat melakukan sinergi bersama Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Ciamis dan Forum Bursa Kerja Khusus (BKK) Kabupaten Ciamis. Mereka menggelar Seminar Karir dan Persiapan Kerja Skala Regional di Aula SMKN 1 Kawal, Selasa (30/6/2026). Sebanyak 100 pencaker produktif Tatar Galuh, mulai dari lulusan baru (fresh graduate) SMA/SMK hingga masyarakat umum, hadir memadati lokasi untuk menyerap bocoran langsung dari praktisi korporasi.

Baca Juga: Ciamis Kini Jadi Daerah dengan Kampung Zakat Terbanyak di Jawa Barat

Industri Cari Kandidat Tangguh, Bukan Cuma Pintar di Atas Kertas

Kepala Divisi Pengelolaan Bisnis 1 PT MUM, Arman Al Qasas, membeberkan fakta menarik mengenai dinamika pasar kerja paruh kedua tahun 2026. Menurutnya, ganjalan utama yang kerap menyingkirkan talenta lokal di tahapan awal seleksi bukanlah minimnya lowongan, melainkan adanya jurang pemisah (gap) kualifikasi.

“Banyak kandidat potensial gugur di fase administrasi atau wawancara hanya karena kurang memahami sistem rekrutmen modern. Terlebih minimnya asahan soft skills,” ungkap Arman.

Arman menambahkan bahwa Dunia Kerja dan Dunia Industri (DUDI) saat ini tidak lagi sekadar silau oleh nilai akademik. Industri modern mencari sosok yang memiliki:

  • Kemampuan adaptasi tinggi dan cepat belajar.
  • Keahlian komunikasi yang baik dalam kerja sama tim.
  • Ketahanan mental yang kuat (resilience).
  • Etika profesional yang tinggi sejak hari pertama melamar.

Formula Lolos Seleksi: Kuasai CV ATS-Friendly dan Trik Wawancara

Para peserta seminar mendapatkan pembekalan materi taktis dan aplikatif yang sangat berguna untuk menembus dunia kerja, antara lain:

  1. Strategi Menghadapi Wawancara Kerja: Kepala Bagian Pengelolaan Bisnis Wilayah Jabar PT MUM, Fahrian Al Fauzi, menyajikan simulasi interaktif mengenai aturan emas (do’s and don’ts) saat menghadapi wawancara kerja, sekaligus memetakan peluang karir di Jawa Barat.
  2. Bedah CV Standar Modern: Ketua Forum BKK Ciamis, Susanti Amalia, memandu sesi bedah CV secara acak. Ia menguliti dokumen aplikasi milik peserta agar lolos sistem rekrutmen modern berbasis Applicant Tracking System (ATS).

Kepala SMKN 1 Kawali, Dede Fajriadi selaku tuan rumah mengapresiasi penuh kegiatan ini. Karena menurutnya memberikan dampak nyata bagi pemahaman para siswa terhadap kebutuhan dunia kerja sesungguhnya.

Efek Domino Bagi Roda Ekonomi Ciamis

Dari kacamata regulasi, Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Ciamis, Tedy Tresadi, menegaskan kolaborasi model triple-helix (Pemerintah, Swasta, dan Institusi Pendidikan) merupakan kunci utama mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Kolaborasi apik ini membidik tiga efek domino jangka panjang untuk ekosistem ketenagakerjaan di Ciamis:

  • Peluang Kerja Instan: 100 peserta yang telah mengantongi edukasi ini memiliki peluang kelulusan tinggi untuk langsung menempati posisi di jaringan bisnis PT MUM dan mitra strategisnya.
  • Standarisasi Baru SMK: Forum BKK Ciamis akan mengadopsi pola pembekalan taktis dari PT MUM ini menjadi Standard Operating Procedure (SOP) penyiapan kerja di seluruh SMK se-Kabupaten Ciamis.
  • Dampak Makro Ekonomi: Penempatan kerja yang tepat akan mendongkrak daya beli keluarga. Terlebih menggerakkan roda ekonomi daerah, dan menekan angka kerawanan sosial.

(Abdul Latif)

PSI Pangandaran Dukung Bupati Citra Evaluasi Kuota Lokal PSDKU Unpad

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Ketua DPD PSI Pangandaran, Ir. Yayan Sugiyantoro,

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pangandaran secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, dalam menyikapi polemik kuota lokal PSDKU Universitas Padjadjaran (Unpad). PSI menilai kebijakan Bupati bukan untuk membatasi anak daerah, melainkan sebuah upaya penyelamatan kualitas pendidikan sekaligus pembenahan kondisi fiskal daerah.

Ketua DPD PSI Pangandaran, Ir. Yayan Sugiyantoro, menegaskan bahwa pemenuhan kuota 50 persen bagi putra daerah jangan sampai mengorbankan standar mutu akademik.

Baca Juga: Libur Sekolah Dongkrak Pajak Watersport Pangandaran, Tembus Rp24,3 Juta dalam 5 Hari

Kualitas Mahasiswa Jauh Lebih Utama daripada Sekadar Kuota

Yayan menolak keras pemaksaan kuota lokal jika calon mahasiswa belum memiliki kesiapan akademik yang matang. Berdasarkan temuan di lapangan, standar nilai masuk calon mahasiswa asal Pangandaran melalui jalur afirmasi kerap berada jauh di bawah ambang batas reguler universitas.

“Keberpihakan pada putra daerah wajib kita dukung, namun harus bareng dengan peningkatan kualitas SDM. Jangan sampai niat baik ini justru menjerumuskan mahasiswa ke dalam kesulitan akademik. Karena tidak mampu mengikuti ritme perkuliahan di PTN-BH sekelas Unpad,” jelas Yayan, Selasa (30/6/2026).

Sebagai solusi yang lebih konstruktif, PSI mendukung penuh rencana Pemkab Pangandaran yang akan memfasilitasi bimbingan belajar (bimbel) khusus selama enam bulan bagi lulusan SMA lokal sebelum mereka menghadapi tes masuk Unpad.

Bupati Bereskan “Utang” Masa Lalu dan Raih Opini WTP

Selain urusan akademik, PSI melihat kebijakan evaluasi kerja sama dengan Unpad ini sebagai bagian dari bersih-bersih tata kelola keuangan daerah. Citra kini harus menanggung beban finansial masa lalu berupa tunggakan anggaran dari Pemkab Pangandaran kepada Unpad yang belum selesai pada periode kepemimpinan sebelumnya.

Yayan memuji keberanian Bupati dalam melakukan efisiensi dengan mengeliminasi belanja daerah yang tidak mendesak demi menyehatkan APBD. Langkah disiplin fiskal ini terbukti membuahkan hasil manis dengan keberhasilan Pemkab Pangandaran menaikkan opini laporan keuangan dari Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

Awal Mula Berdirinya PSDKU Unpad di Pantai Selatan

Sebelumnya, mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menggagas pendirian PSDKU Unpad ini untuk mendongkrak Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK-PT) di Priangan Timur. Saat itu, faktor jarak dan biaya menjadi penghalang utama bagi anak-anak pesisir untuk mengenyam pendidikan tinggi berkualitas.

Namun seiring pergantian rektorat dan kepemimpinan daerah, komitmen proteksi kuota 50 persen tersebut kini menghadapi tantangan nyata. Langkah Citra melakukan evaluasi total bertujuan agar anggaran pendidikan tepat sasaran dan menghasilkan lulusan yang benar-benar kompetitif di tingkat nasional.

(Sajidin)

Wanoja Gatra Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora

0
Wanoja gatra fokusjabar.id
Ketua Umum dan Wanoja Gatra

GARUT, FOKUSJabar.id: Wanoja Gatra lahir sebagai ruang pengabdian perempuan Garut Utara untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga, melestarikan budaya Sunda serta menyiapkan generasi yang berakhlak, berilmu dan berkarakter.

Hal itu di katakan Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen. Dia menyebut, berlandaskan semangat “Limbangan Ngadaun Ngora,” Wanoja Gatra meyakini bahwa kemajuan sebuah bangsa berawal dari perempuan yang berdaya.

BACA JUGA:

Aep Saepudin: Wanoja Garut Utara Penjaga Peradaban Sunda

Bagaimana tidak, perempuan bukan hanya pendamping kehidupan. Tetapi pendidik pertama, penjaga nilai, pewaris budaya dan penggerak perubahan sosial.

Karenanya, Wanoja Gatra mengajak seluruh perempuan untuk terus belajar, berkarya, gotong royong serta menjaga jati diri Sunda yang santun, religius dan bermartabat.

“Pelestarian budaya bukan sekadar merawat tradisi melainkan menanamkan nilai luhur kepada generasi penerus agar mampu menghadapi masa depan tanpa kehilangan akar budaya,” kata Holil.

Menurut Dia, spirit “Limbangan Ngadaun Ngora” mengandung harapan agar setiap perempuan menjadi mata air kehidupan yang terus menumbuhkan semangat, melahirkan gagasan dan menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat serta pembangunan Garut Utara.

BACA JUGA:

MBG dan KDMP Tingkatkan Petumbuhan Ekonomi Garut Utara

Wanoja Gatra bukan sekadar organisasi perempuan. Tetapi sebuah gerakan peradaban. Yakni, perempuan berdaya, budaya terjaga, keluarga sejahtera dan Garut Utara semakin maju menuju masa depan yang bermartabat.

(Bambang Fouristian)

Ciamis Kini Jadi Daerah dengan Kampung Zakat Terbanyak di Jawa Barat

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ciamis Kini Jadi Daerah dengan Kampung Zakat Terbanyak di Jawa Barat

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis kembali mencetak prestasi dalam tata kelola keagamaan dan sosial. Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, meresmikan Kelurahan Sindangrasa sebagai Kampung Zakat pertama tingkat kelurahan di Kabupaten Ciamis, Selasa (30/6/2026). Prosesi peresmian berlangsung meriah lewat penabuhan bedug dan pelepasan balon udara di halaman Kantor Kelurahan Sindangrasa.

Masyarakat menyambut momentum ini dengan antusiasme tinggi. Agenda besar tersebut turut menghadiri jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis, para Kepala Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta kepala desa se-Kecamatan Ciamis.

Baca Juga: Putri Alexandria Tembus Audisi D’Academy 8, Bupati Ciamis Kerahkan Dukungan ASN dan Warga

Siasat Bupati Mengatasi Keterbatasan Dana Daerah

Dalam sambutannya, Herdiat Sunarya blak-blakan mengenai kondisi keuangan daerah. Saat ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Ciamis berada pada peringkat ke-24 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Melihat keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), Herdiat menilai gerakan zakat massal bisa menjadi solusi alternatif untuk mendanai pembangunan dan mengentaskan kemiskinan. Jika seluruh warga Ciamis kompak menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, perolehan dana tahunan berpotensi mendekati sebagian nilai APBD Ciamis.

“Kalau hanya mengandalkan APBD, pembangunan tidak akan pernah terkejar. Peran serta masyarakat melalui zakat menjadi modal yang sangat luar biasa bagi Kabupaten Ciamis,” tegas Herdiat.

Namun, Herdiat memberikan catatan penting bagi pengelola zakat. Lembaga amil wajib membangun tata kelola yang profesional, transparan, akuntabel, dan terukur demi memupuk kepercayaan publik. Ketika warga meyakini bahwa dana mereka mengalir ke tangan yang tepat, mereka tidak akan ragu untuk terus berbagi.

Ciamis Rajai Jumlah Kampung Zakat se-Jawa Barat

Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Lili Miftah, mengapresiasi pencapaian Kelurahan Sindangrasa. Ia berharap kesuksesan kelurahan ini mampu menularkan semangat serupa ke wilayah-wilayah lain di Ciamis.

Lili membeberkan fakta menarik bahwa Kampung Zakat Sindangrasa merupakan titik ke-12 yang berdiri di Ciamis dari total 18 Kampung Zakat di seluruh wilayah Jawa Barat.

Kemudian catatan ini mengantarkan Kabupaten Ciamis sebagai daerah pemilik Kampung Zakat terbanyak di tingkat provinsi. Sementara pada level nasional, Kementerian Agama dan BAZNAS telah mengukuhkan sekitar 150 Kampung Zakat di berbagai pelosok Indonesia.

(Prokopim Ciamis)