spot_imgspot_img
Selasa 30 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Aep Saepudin: Wanoja Garut Utara Penjaga Peradaban Sunda

GARUT, FOKUSJabar.id: Wakil Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) Bidang Pendidikan dan Budaya, Aep Saepudin (Kang Aep) menegaskan, di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan sosial yang begitu cepat, pelestarian budaya daerah menjadi tanggung jawab bersama.

Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya di ukur dari pembangunan jalan, gedung atau pertumbuhan ekonomi. Namun juga dari kemampuan masyarakatnya menjaga identitas, nilai dan jati diri yang di wariskan para leluhur.

BACA JUGA:

MBG dan KDMP Tingkatkan Petumbuhan Ekonomi Garut Utara

Dalam khazanah budaya Sunda, perempuan atau wanoja menempati posisi yang sangat terhormat. Sejak dahulu, perempuan Sunda bukan sekadar pendamping dalam kehidupan keluarga, melainkan pendidik pertama bagi anak, penjaga akhlak, pelestari bahasa ibu serta pewaris adat istiadat yang membentuk karakter masyarakat.

“Dari tangan seorang ibu lahir generasi yang mengenal tata krama, menghormati sesama, mencintai tanah kelahiran dan memahami akar budayanya,” kata Kang Aep, Selasa (20/6/2026).

Atas dasar itulah, keberadaan Wanoja Garut Utara memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sebuah organisasi perempuan. Mereka adalah ruang pengabdian yang di harapkan mampu menjadi motor penggerak pelestarian budaya Sunda.

“Perannya bukan sekadar mendukung kegiatan organisasi. Tetapi menjadi pelaku utama dalam menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat,” sebut Kang Aep.

Rencana penyelenggaraan Sawala Budaya Sunda merupakan langkah yang sangat strategis. Kegiatan ini bukan hanya sebuah seremoni budaya. Melainkan media pendidikan karakter, ruang silaturahmi antargenerasi sekaligus upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan warisan para karuhun.

Prosesi Melungsurkan Tujuh Pusaka Indung, Sungkeuman Indung, serta penggunaan Kebaya Lasminingrat bukan sekadar simbol atau pertunjukan budaya.

BACA JUGA:

Bupati Garut Perkuat Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

Di dalamnya terkandung pesan moral tentang penghormatan kepada orang tua, penghargaan terhadap perempuan sebagai sumber kehidupan serta komitmen menjaga nilai-nilai yang telah membentuk peradaban Sunda selama berabad-abad.

Namun pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Budaya harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Bahasa Sunda kata Kang Aep, harus tetap di gunakan dengan bangga. Nilai silih asih, silih asah dan silih asuh harus terus di praktikkan dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.

Gotong royong, musyawarah dan rasa hormat kepada orang tua harus tetap menjadi karakter masyarakat Garut Utara.

Karena itu, Dia mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, insan pendidikan, pemerintah dan generasi muda untuk memberikan dukungan terhadap gerakan pelestarian budaya yang di gagas PM Gatra.

Membangun Garut Utara bukan hanya membangun wilayah. Tetapi juga membangun manusianya.

“Membangun manusia berarti memperkuat pendidikan, moral, budaya serta jati diri bangsa,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Musda Golkar untuk Perubahan Nasib Rakyat Garut

Pihaknya ingin Garut Utara tumbuh sebagai daerah yang maju secara ekonomi, kuat secara sosial dan kokoh dalam mempertahankan identitas budaya.

Sebab masyarakat yang kehilangan budaya akan kehilangan arah. Sedangkan masyarakat yang menjaga budaya akan memiliki pijakan yang kuat dalam menghadapi perubahan zaman.

Dia berharap, Wanoja Garut Utara menjadi inspirasi lahirnya generasi perempuan Sunda yang cerdas, berakhlak, berbudaya serta mampu menjadi penjaga warisan leluhur bagi anak cucu di masa depan.

“Melestarikan budaya bukan berarti hidup di masa lalu, melainkan membawa nilai-nilai luhur masa lalu untuk menerangi masa depan,” imbuhnya.

Aep menyebut, menjaga budaya adalah menjaga martabat. Merawat tradisi adalah merawat peradaban. Dan memuliakan perempuan berarti memuliakan masa depan bangsa.

“Kesuksesan seorang pria yang berhasil menjadi pemimpin bangsa, di belakangnya ada seorang istri (wanoja). Dan perhiasan yang paling indah di dunia adalah istri shalehah,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru