spot_imgspot_img
Selasa 30 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wanoja Gatra Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora

GARUT, FOKUSJabar.id: Wanoja Gatra lahir sebagai ruang pengabdian perempuan Garut Utara untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga, melestarikan budaya Sunda serta menyiapkan generasi yang berakhlak, berilmu dan berkarakter.

Hal itu di katakan Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen. Dia menyebut, berlandaskan semangat “Limbangan Ngadaun Ngora,” Wanoja Gatra meyakini bahwa kemajuan sebuah bangsa berawal dari perempuan yang berdaya.

BACA JUGA:

Aep Saepudin: Wanoja Garut Utara Penjaga Peradaban Sunda

Bagaimana tidak, perempuan bukan hanya pendamping kehidupan. Tetapi pendidik pertama, penjaga nilai, pewaris budaya dan penggerak perubahan sosial.

Karenanya, Wanoja Gatra mengajak seluruh perempuan untuk terus belajar, berkarya, gotong royong serta menjaga jati diri Sunda yang santun, religius dan bermartabat.

“Pelestarian budaya bukan sekadar merawat tradisi melainkan menanamkan nilai luhur kepada generasi penerus agar mampu menghadapi masa depan tanpa kehilangan akar budaya,” kata Holil.

Menurut Dia, spirit “Limbangan Ngadaun Ngora” mengandung harapan agar setiap perempuan menjadi mata air kehidupan yang terus menumbuhkan semangat, melahirkan gagasan dan menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat serta pembangunan Garut Utara.

BACA JUGA:

MBG dan KDMP Tingkatkan Petumbuhan Ekonomi Garut Utara

Wanoja Gatra bukan sekadar organisasi perempuan. Tetapi sebuah gerakan peradaban. Yakni, perempuan berdaya, budaya terjaga, keluarga sejahtera dan Garut Utara semakin maju menuju masa depan yang bermartabat.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru