spot_imgspot_img
Kamis 23 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ketua RW Sebut AR Tak Lagi Ikut Kegiatan Warga

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Ketua RW Dusun Cihawar Mekarsari, Desa Sukaharja Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar), Dadang, mengungkapkan ada perubahan perilaku yang di tunjukkan AR (43), warga yang di amankan Tim Densus 88 Antiteror Polri dalam operasi penindakan hukum.

Menurutnya, sekitar dua tahun terakhir AR mulai mengurangi keterlibatan dalam berbagai aktivitas sosial maupun keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya.

BACA JUGA:

Kades Sukaharja: Aktivitas Keagamaan AR Berubah

Dadang mengatakan, sebelum perubahan tersebut terjadi, AR di kenal sebagai warga yang aktif berbaur dengan masyarakat. Ia rutin mengikuti kegiatan gotong royong, menghadiri kegiatan lingkungan hingga melaksanakan ibadah berjamaah bersama warga.

“Dulu sangat baik. Dia aktif dalam kegiatan sosial, gotong royong dan sering ke masjid seperti warga lainnya,” ungkap Dadang.

Namun, sekitar dua tahun terakhir, mulai menarik diri dari aktivitas kemasyarakatan. Ia tidak lagi terlihat mengikuti kerja bakti maupun salat berjamaah di masjid.

“Yang paling terlihat itu Dia menjadi lebih tertutup. Sudah tidak ikut gotong royong, tidak lagi salat berjamaah di masjid. Ibadahnya di lakukan di rumah,” katanya.

Meski demikian, Dadang menuturkan hubungan AR dengan masyarakat dalam aktivitas ekonomi tetap berjalan seperti biasa. Setiap hari, AR tetap menjalankan usaha penggilingan padi dan kopi yang telah lama di kelolanya.

“Kalau untuk usaha tetap berjalan. Warga masih datang menggiling padi atau kopi. Jadi komunikasi dalam urusan pekerjaan tetap ada,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Keluarga Buka Suara soal Penangkapan AR dalam Operasi Densus 88 di Ciamis

Selain perubahan dalam aktivitas sosial, AR pernah mengajak beberapa warga berdiskusi mengenai pemahaman yang di yakininya. Namun, ajakan tersebut tidak mendapat respons dari masyarakat sekitar.

“AR pernah mengajak warga berdiskusi soal pemahamannya, tetapi tidak ada yang mengikuti,” tuturnya.

Dadang juga menjadi salah satu perangkat lingkungan yang hadir saat Tim Densus 88 Antiteror Polri melakukan penindakan terhadap AR.

Menurutnya, operasi berlangsung sekitar pukul 06.15 WIB dengan melibatkan aparat kepolisian serta unsur pemerintah setempat.

“Petugas datang bersama kepolisian. RT, RW dan Kepala Desa juga hadir. Saat itu tidak ada perlawanan,” katanya.

Ia menjelaskan, ketika petugas datang, AR sedang berada di luar rumah untuk menyiram tanaman sebelum akhirnya di amankan. Sementara itu, istri AR yang berada di rumah tampak terpukul dan menangis menyaksikan proses tersebut.

“Saat itu AR sedang keluar rumah menyiram tanaman. Kemudian langsung di amankan. Istrinya ada di rumah dan menangis,” ujarnya.

Dalam proses penggeledahan, Dadang mengaku melihat petugas membawa sejumlah barang dari dalam rumah berupa telepon genggam dan beberapa buku bertema tauhid.

Ia menegaskan tidak melihat adanya bahan peledak maupun barang berbahaya lainnya.

“Yang saya lihat petugas membawa telepon genggam dan buku-buku tentang tauhid. Kalau bahan peledak atau barang berbahaya lainnya saya tidak melihat,” jelasnya.

Peristiwa tersebut menjadi kejadian pertama yang terjadi di lingkungan RW yang di pimpinnya. Ia mengaku terkejut dan berharap masyarakat tetap tenang serta menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

“Sebagai Ketua RW tentu saya kaget. Selama ini baru pertama kali ada kejadian seperti ini. Kami berharap masyarakat tetap tenang dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” pungkasnya.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru