spot_imgspot_img
Kamis 23 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 102

Nadiem Makarim Ungkap Sempat Dirawat di Rumah Sakit Jelang Sidang Putusan

0
Jakarta, FOKUSJabar.id
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (30/6/2026). (Istimewa)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Kondisi fisik mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menyedot perhatian besar publik dalam sidang vonis kasus korupsi proyek Chromebook. Meski mengeluhkan serangan komplikasi medis akibat reinfeksi berulang, Nadiem tetap melangkah masuk ke ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).

Sebelum mengetuk palu pembuka pembacaan dokumen putusan, Ketua Majelis Hakim Purwanto Abdullah terlebih dahulu mencecar Nadiem mengenai kesiapan fisiknya. Melalui percakapan singkat tersebut, pendiri Gojek ini membeberkan perjuangan beratnya melawan penyakit sebelum menghadapi meja hijau.

Baca Juga: Kasus Chromebook Kemendikbudristek, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara

“Saya sempat dua kali reinfeksi dan sempat lagi masuk rumah sakit. Ya, semoga tidak terlalu terhambat tetapi jelas ada komplikasi, hanya memberitahukan Yang Mulia,” ungkap Nadiem.

Hakim Pangkas Pembacaan Putusan 1.146 Halaman Demi Kemanusiaan

Mendengar pengakuan jujur dari terdakwa, majelis hakim langsung mengambil kebijakan khusus atas dasar kemanusiaan. Hakim menilai kondisi Nadiem yang masih dalam tahap pemulihan intensif membutuhkan efisiensi waktu persidangan.

Oleh karena itu, tim hakim memutuskan untuk tidak membacakan seluruh berkas putusan yang memiliki ketebalan fantastis mencapai 1.146 halaman. Hakim memangkas jalannya sidang dengan hanya membacakan sekitar 122 halaman saja, yang fokus pada poin-poin penting pertimbangan hukum serta amar putusan akhir.

“Mengingat kondisi terdakwa yang masih sakit, kami efisien bacakan putusannya,” ujar Ketua Majelis Hakim Purwanto Abdullah.

Tetap Tegak Mendengar Vonis 10 Tahun Penjara

Meskipun badannya lemas akibat komplikasi penyakit, Nadiem tetap duduk tegak mengikuti seluruh rangkaian persidangan hingga selesai. Ia mendengarkan langsung runtutan pertimbangan hukum hakim yang akhirnya menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar kepadanya.

Hakim menyatakan Nadiem lolos dari jeratan dakwaan primer jaksa penuntut umum. Namun, hakim menilai ia bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sesuai isi dakwaan subsider.

Usai menutup persidangan, Purwanto Abdullah menegaskan bahwa tim penasihat hukum, jaksa, maupun Nadiem sendiri bisa segera mengunduh berkas lengkap ribuan halaman tersebut untuk menyusun langkah hukum berikutnya. Dokumen digital akan tersedia pada sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) setelah tim hakim merampungkan proses verifikasi dan membubuhkan tanda tangan resmi.

(Jingga Sonjaya)

Kasus Chromebook Kemendikbudristek, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara

0
Jakarta, FOKUSJabar.id
Mendikbudristek periode 2019-2024 Nadiem Anwar Makarim dalam sidang pembacaan putusan majelis hakim di Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus, Selasa (30/6/2026). (Antara)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat resmi menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim. Hakim menyatakan Nadiem bersalah dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management pada sidang putusan hari Selasa (30/6/2026).

Kasus mega proyek digitalisasi pendidikan ini menyedot perhatian besar publik sejak awal bergulir. Selain hukuman badan, majelis hakim juga menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp1 miliar kepada pendiri Gojek tersebut. Dengan ketentuan masa kurungan pengganti (subsider) jika gagal membayar.

Baca Juga: Kapan Pendaftaran Magang Nasional 2026 Dibuka? Ini Timeline Lengkap dari Kemnaker

Lolos dari Dakwaan Primer, Kena Dakwaan Subsider

Ketua Majelis Hakim Purwanto Abdullah menjelaskan bahwa terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana isi dakwaan primer penuntut umum. Namun, hakim menilai Nadiem bersalah secara sah dan meyakinkan karena melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama berdasarkan dakwaan subsider.

“Menyatakan terdakwa Nadiem Anwar Makarim tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan primer. Menyatakan terdakwa Nadiem Anwar Makarim telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan subsider,” tegas Purwanto saat membacakan amar putusan.

Vonis hakim ini ternyata lebih rendah daripada tuntutan jaksa penuntut umum sebelumnya. Jaksa menuntut Nadiem dengan hukuman pidana penjara selama 18 tahun, denda Rp1 miliar, serta kewajiban membayar uang pengganti kerugian negara.

Hakim Pangkas Pembacaan Dokumen 1.146 Halaman karena Nadiem Sakit

Persidangan kali ini berlangsung lebih singkat daripada perkiraan awal. Majelis hakim mengonfirmasi bahwa dokumen putusan lengkap kasus ini sebenarnya memiliki ketebalan mencapai 1.146 halaman.

Namun, tim hakim hanya membacakan sekitar 122 halaman yang berisi poin-poin pertimbangan hukum serta amar putusan saja. Hakim mengambil kebijakan efisiensi ini demi kemanusiaan mengingat kondisi kesehatan Nadiem yang belum pulih total.

Sebelum sidang mengetuk palu pembuka, Nadiem sempat menjelaskan kepada hakim bahwa Ia baru saja keluar dari rumah sakit akibat mengalami serangan reinfeksi medis. Meski kondisi fisiknya lemah, ia tetap memaksakan hadir untuk mendengarkan langsung nasib hukumnya.

Salinan Putusan Siap Diakses Publik

Majelis hakim memastikan bahwa semua pihak, baik jaksa penuntut umum, tim penasihat hukum, maupun terdakwa dapat segera memperoleh dokumen lengkap kasus ini untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Setelah pembacaan putusan ini, pihak penuntut umum, advokat, dan terdakwa sudah bisa mengaksesnya melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) usai kami verifikasi dan tanda tangan,” pungkas Purwanto Abdullah sebelum menutup persidangan.

(Jingga Sonjaya)

Kapan Pendaftaran Magang Nasional 2026 Dibuka? Ini Timeline Lengkap dari Kemnaker

0
Jakarta, FOKUSJabar.id
Ilustrasi Timeline Program Magang Nasional 2026 (Sumber: Generative AI)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menggulirkan rangkaian pelaksanaan Program Magang Nasional 2026 untuk mendongkrak kualitas generasi muda. Pemerintah membuka tahapan awal berupa pendaftaran bagi pihak penyelenggara serta proses verifikasi lowongan sejak Senin (29/6/2026) melalui platform digital MagangHub.

Langkah strategis ini bertujuan memperluas kesempatan para pencari kerja usia produktif agar bisa memetik pengalaman kerja langsung di dunia industri. Kemnaker menargetkan total 150.000 peserta sepanjang tahun 2026 yang membagi pelaksanaannya ke dalam tiga gelombang besar. Untuk gelombang pertama, pemerintah menyediakan kuota sekitar 50.000 peserta yang akan menempati posisi di perusahaan swasta, BUMN, hingga berbagai kementerian dan lembaga.

Baca Juga: Harga Telur Terjun Bebas, P2APC Ciamis Dorong Intervensi Pemerintah Selamatkan Peternak Lokal

Menteri Yassierli Minta Pihak Industri Segera Mendaftar

Saat ini, fokus utama Kemnaker masih tertuju pada validasi perusahaan dan posisi magang yang tersedia. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengimbau para pelaku industri untuk memanfaatkan fase awal ini sebelum membuka pendaftaran bagi masyarakat umum.

“Fase pendaftaran penyelenggara dan lowongan serta verifikasi itu selesai tanggal 15 Juli. Pada hari itu juga, kami akan mulai membuka pendaftaran batch pertama untuk para peserta,” ujar Yassierli.

Yassierli menegaskan bahwa program ini memegang peranan penting sebagai sarana memperkuat kesiapan tenaga kerja muda menghadapi persaingan pasar global yang semakin kompetitif. Melalui program ini, generasi muda mendapatkan ruang luas untuk tumbuh dan berkembang secara profesional di lingkungan kerja yang nyata.

Strategi Memecah Penumpukan Lowongan di Pulau Jawa

Selain mengejar kuota besar, Kemnaker juga mengevaluasi sebaran lokasi pemagangan. Data dari platform MagangHub menunjukkan bahwa mayoritas peluang magang sejauh ini masih menumpuk di kota-kota besar Pulau Jawa. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen mendorong pemerataan agar masyarakat di luar Pulau Jawa bisa menikmati fasilitas yang sama.

Untuk mewujudkan misi tersebut, Kemnaker merancang peta target berbasis potensi sektor unggulan dan kapasitas industri lokal di setiap provinsi. Langkah ini memastikan bahwa penempatan peserta di daerah tetap selaras dengan kebutuhan pasar kerja setempat, bukan sekadar mengejar pemerataan angka di atas kertas.

Jadwal Lengkap Program Magang Nasional 2026 Batch 4

Masyarakat yang berminat mengikuti program ini wajib mencatat agenda penting berikut agar tidak ketinggalan momentum:

  • 29 Juni – 15 Juli 2026: Tahap pendaftaran bagi perusahaan/kementerian/lembaga sekaligus verifikasi lowongan oleh tim Kemnaker.
  • 15 Juli – 28 Juli 2026: Pembukaan pendaftaran bagi peserta umum melalui MagangHub menggunakan akun SIAPkerja. Peserta wajib melengkapi profil, mengunggah CV, dan memilih posisi impian.
  • 29 Juli – 5 Agustus 2026: Proses seleksi mandiri oleh masing-masing perusahaan sesuai kriteria posisi.
  • 7 Agustus 2026: Pengumuman resmi kelulusan para peserta magang.
  • 10 Agustus 2026: Peserta mulai masuk kerja dan menjalani masa magang selama enam bulan penuh.

Seluruh proses administrasi mulai dari pendaftaran hingga pengumuman kelulusan berlangsung secara daring (online). Sistem yang terintegrasi ini memudahkan para pemburu kerja memantau status lamaran mereka dari rumah.

(Jingga Sonjaya)

Harga Telur Terjun Bebas, P2APC Ciamis Dorong Intervensi Pemerintah Selamatkan Peternak Lokal

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Harga Telur Terjun Bebas, P2APC Ciamis Dorong Intervensi Pemerintah Selamatkan Peternak Lokal (Ilustrasi)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Badai finansial hebat sedang melanda para peternak ayam petelur mandiri di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kombinasi antara lonjakan harga pakan pabrikan dan hancurnya harga jual telur di pasaran membuat kelangsungan usaha mereka berada di ujung tanduk.

Kenyataan pahit ini salah satunya menimpa Eka Muntaha, anggota Kelompok Peternak “Maju Berdikari” di Dusun Timbang Windu, Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis. Ia mengaku tabungannya kini kian menipis akibat terus-menerus mengalir sebagai subsidi operasional kandang.

Baca Juga: DKUKMPP Ciamis Gelar Pelatihan Manajemen untuk Pengurus KDMP

“Setiap hari kami harus nombok untuk bisa bertahan hidup. Penghasilan dari penjualan telur harian tidak lagi cukup untuk menebus karung pakan baru,” ungkap Eka, Selasa, (30/6/2026).

Produktivitas Ayam Bagus, Namun Kalah oleh Struktur Biaya

Ironisnya, peternakan skala kecil berkapasitas 600 ekor ayam yang Eka kelola bersama kelompoknya sebenarnya memiliki performa bertelur yang sangat prima. Setiap hari, kawanan unggas tersebut mencatat persentase keberhasilan bertelur hingga 85 persen, atau menghasilkan sekitar 26 kilogram telur ayam ras segar.

Namun, prestasi produksi tersebut justru berubah menjadi petaka akibat struktur biaya yang timpang:

  • Konsumsi Pakan Tinggi: Populasi 600 ekor ayam tersebut menghabiskan pakan pabrikan secara konsisten sebanyak 70 kilogram setiap hari.
  • Harga Pakan Merangkak Naik: Dalam dua bulan terakhir, harga pakan di tingkat agen melompat dari Rp6.800 menjadi Rp7.000, hingga puncaknya menembus Rp7.200 per kilogram pada seminggu terakhir.
  • Harga Telur Terjun Bebas: Harga telur di tingkat peternak yang semula nyaman di angka Rp22.000 per kilogram, mendadak ambruk hingga menyentuh Rp18.000 per kilogram dalam dua hari terakhir.

Jika menghitung secara matematis, hasil panen 26 kilogram telur hanya menghasilkan omzet sebesar Rp468.000 per hari. Sementara itu, modal untuk membeli 70 kilogram pakan membengkak jadi Rp504.000. Komparasi timpang ini memaksa Eka merugi dan nombok sebesar Rp36.000 setiap hari hanya untuk urusan perut ayam.

Penyebab Pasar Surplus dan Daya Beli Lesu

Menyikapi fenomena tersebut Sekretaris Paguyuban Peternak Ayam Petelur Ciamis (P2APC), Teten, membeberkan, posisi harga telur saat ini sudah berada jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) dan Harga Pokok Produksi (HPP) yang menetapkan standar ideal pemerintah. Saat ini, HPP telur nasional berada pada angka Rp23.000 per kilogram dengan HAP konsumen sebesar Rp26.500.

Menurut Teten, ada dua faktor utama yang memicu hancurnya harga telur secara nasional:

  1. Surplus Pasokan: Produksi telur mengalami kelebihan pasokan (surplus) secara nasional sekitar 12 persen.
  2. Daya Beli Melemah: Permintaan pasar sedang sepi akibat penurunan daya beli masyarakat, ditambah dengan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menyerap stok telur dalam jumlah besar.

Langkah Darurat dan Harapan Peternak Lokal

Sebagai langkah penyelamatan agar aset tidak habis terjual, para peternak terpaksa melakukan efisiensi ketat di area kandang. Mereka menempuh strategi cutting populasi dengan mengeliminasi ayam yang sudah kurang produktif serta memotong rantai distribusi dengan menjual telur langsung ke konsumen akhir.

P2APC dan para peternak lokal menaruh harapan besar kepada pemerintah serta instansi terkait agar segera mengucurkan bantuan nyata.

Mereka meminta BUMN Bulog atau dinas terkait untuk menyalurkan program bansos menggunakan komoditas telur. Tujuannya untuk mempercepat penyerapan stok di tingkat peternak.

Selain itu, mereka berharap pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) kelak meningkatkan menu berbasis telur minimal dua kali dalam seminggu saat program tersebut kembali berjalan.

(Irfansyah)

Perkuat Sinergi Lembaga, Bank bjb Kenalkan Solusi Keuangan Modern ke Karyawan TVRI Sulsel

0
Perkuat Sinergi Lembaga, Bank bjb Kenalkan Solusi Keuangan Modern ke Karyawan TVRI Sulsel
Perkuat Sinergi Lembaga, Bank bjb Kenalkan Solusi Keuangan Modern ke Karyawan TVRI Sulsel

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (bank bjb) terus memperluas kepakan sayap bisnis serta literasi keuangan ke berbagai penjuru tanah air. Kali ini, bank bjb menggelar sosialisasi produk dan layanan perbankan di hadapan puluhan karyawan TVRI Sulawesi Selatan di Studio Dua TVRI Makassar.

Langkah taktis ini memikul misi ganda, yakni menaikkan pemahaman finansial pegawai media publik sekaligus mempererat hubungan kelembagaan antarinstansi. Dalam forum tersebut, tim bjb memaparkan beragam portofolio mulai dari tabungan masa depan, skema kredit kesejahteraan, hingga keunggulan ekosistem digital bjb demi mendukung kelancaran aktivitas keuangan harian nasabah.

Kepala TVRI Sulsel Bidik Kerja Sama Saling Menguntungkan

Kepala Stasiun TVRI Sulawesi Selatan, Andi Fachruddin, melayangkan apresiasi tinggi atas inisiatif bank bjb yang bersedia memberikan edukasi perbankan secara langsung kepada seluruh jajaran pegawainya.

Andi menilai kegiatan edukatif ini memiliki nilai strategis yang melampaui sekadar pengenalan produk komersial biasa.

“Kami memandang agenda ini sebagai langkah awal yang sangat baik untuk mempererat hubungan kelembagaan. Kami berharap sinergi ini terus berkembang menjadi kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ujar Andi Fachruddin.

Bank bjb Janjikan Inovasi Layanan Digital yang Mudah Diakses

Pada kesempatan yang sama, Pemimpin Cabang bank bjb, Anwar Prathama, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjadi mitra finansial utama yang andal bagi karyawan TVRI Sulsel. Pihaknya siap menyediakan solusi keuangan modern yang mengedepankan tiga pilar utama, yaitu kemudahan akses, keamanan transaksi, dan kenyamanan nasabah.

“Kami ingin hadir sebagai mitra yang mampu memberikan solusi layanan keuangan modern dan mudah diakses, yang pas dengan kebutuhan harian para karyawan. Bank bjb terus menelurkan inovasi layanan, baik dari sektor tabungan, fasilitas pembiayaan, hingga platform perbankan digital,” tutur Anwar Prathama.

Pertemuan tersebut berjalan dinamis dan interaktif. Para peserta memanfaatkan sesi diskusi serta tanya jawab secara maksimal untuk mengupas tuntas kemudahan fasilitas kredit serta keamanan sistem digital banking yang bank bjb tawarkan.

(TVRI)

Bupati Tasikmalaya Pastikan PKL Masjid Agung Direlokasi, Bukan Digusur

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Foto dialog Bupati Tasikmalaya dengan sejumlah pedagang di kawasan Masjid Agung Baiturrahman

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Masjid Agung Baiturrahman, Singaparna, dilakukan melalui relokasi, bukan penggusuran.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan pusat pemerintahan sekaligus mendukung pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP).

Baca Juga: Komisi X DPR RI Desak Percepatan Anggaran Pendidikan Semester I 2026 demi Indonesia Emas

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin turun langsung menemui para pedagang di pelataran Masjid Agung Baiturrahman, Selasa (30/6/2026).

Dalam dialog tersebut, ia menegaskan seluruh pedagang lama akan diprioritaskan menempati lokasi baru yang telah disiapkan pemerintah.

Menurut Cecep, proses penataan berjalan dengan mengedepankan pendekatan persuasif agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan pedagang.

“Kami tidak ingin ada penggusuran tanpa solusi. Pedagang yang selama ini berjualan akan mendapat pendataan dan pindah ke lokasi yang sudah Pemerintah siapkan. Yang penting sekarang jangan sampai ada tambahan pedagang baru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penataan kawasan tidak semata-mata untuk menertibkan aktivitas perdagangan, tetapi juga mendukung progres pembangunan Mall Pelayanan Publik di depan Masjid Agung Baiturrahman.

Harapannya keberadaan MPP mampu mempermudah masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintahan dalam satu lokasi, sekaligus menciptakan kawasan pusat kota yang lebih tertata.

Selain itu, wajah kawasan Masjid Agung sebagai pusat kegiatan keagamaan juga harapannya menjadi lebih bersih, nyaman, dan representatif.

“Pusat pelayanan publik dan pusat ibadah harus sama-sama menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat,” kata Cecep.

Pemkab Tasikmalaya berharap penataan tersebut mampu menghadirkan kawasan Masjid Agung Baiturrahman dan Alun-Alun Singaparna yang lebih tertib, indah, sekaligus tetap memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.

Pendataan Pedagang Jadi Prioritas

Kasatpol PP Kabupaten Tasikmalaya, Dadang Tabroni mengatakan, pihaknya bersama Dinas Perdagangan mulai melakukan pendataan terhadap pedagang sesuai instruksi bupati.

Seluruh proses relokasi berlangsung secara humanis dengan mengedepankan dialog bersama para pedagang.

“Kami menjalankan penataan secara santun dan humanis. Alhamdulillah para pedagang bisa memahami tujuan pemerintah,” katanya.

Sebelumnya, operasi penataan juga berlangsung di kawasan trotoar depan Masjid Agung Baiturrahman dan Alun-Alun Singaparna. Lapak yang mengganggu akses pejalan kaki serta menyebabkan kemacetan diarahkan untuk menempati lokasi relokasi resmi.

Pedagang Berharap Lokasi Baru Tetap Ramai

Salah seorang pedagang, Oom, mengaku mendukung kebijakan pemerintah selama pelaksanaan relokasi ke tempat yang layak dan memiliki potensi pembeli.

“Saya tidak masalah ada penertiban. Yang penting tempat relokasinya lebih baik dan tetap ramai supaya kami tetap bisa mencari nafkah. Saya yakin pemerintah akan memberikan solusi terbaik,” ujarnya.


(Farhan K)

Hampir 100 Ribu Warga Kota Bandung Menganggur, Disnaker Siapkan Strategi Baru

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana di Kantor Disnaker Kota Bandung Senin (30/6/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung meluncurkan strategi baru untuk menggenjot penyerapan tenaga kerja. Langkah progresif ini meliputi perombakan total pola pelatihan kerja, penguatan program magang ke luar negeri, hingga perluasan bursa kerja (job fair) berbasis digital langsung ke tingkat kecamatan.

Transformasi besar-besaran ini bertujuan memperluas akses lowongan sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Kembang yang saat ini masih menyentuh kisaran 99.300 orang.

Baca Juga: Jalan Aceh Bandung Mendadak Lumpuh, Pohon Besar Tumbang Robohkan Tiang Listrik

“Angka pengangguran kita memang masih tinggi. Karena itu, kami terus bekerja keras melakukan pendekatan yang lebih tepat sasaran. Tujuannya agar jumlah tersebut terus berkurang,” ujar Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, di Kantornya, Selasa (30/6/2026).

Skema Baru 2027: Fokus Pelatihan Berbasis Sertifikasi Kompetensi

Mulai tahun 2027, Pemerintah Kota Bandung akan membagi pola pelatihan kerja ke dalam dua skema berbeda demi efisiensi anggaran dan hasil:

  • Pelatihan Dasar (Tanpa Sertifikasi): Keterampilan seperti memasak, tata rambut, dan keahlian digital dasar akan menjadi ranah dinas lain. Seperti Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Dinas Sosial.
  • Pelatihan Kompetensi (Berbasis Sertifikasi): Disnaker akan memfokuskan penuh seluruh energinya pada pelatihan tingkat lanjut. Hal itu demi menghasilkan sertifikat resmi agar para pencari kerja memiliki daya saing tinggi di pasar industri.

Ubah Strategi Magang Luar Negeri dan Jemput Bola lewat LPK

Disnaker juga mengevaluasi total program magang internasional. Pada program sebelumnya, banyak peserta yang sudah menyelesaikan pelatihan justru batal berangkat. Karena kendala nonteknis, seperti tidak mendapat izin dari orang tua.

Sebagai solusi, Pemerintah kini menerapkan sistem jemput bola dengan memberikan subsidi langsung kepada warga Bandung yang sudah mengantongi kepastian hulu-hilir dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan siap berangkat ke luar negeri. Langkah ini memastikan bantuan finansial pemerintah jatuh ke tangan yang tepat.

Job Fair Keliling Kecamatan dan Optimalisasi Aplikasi New Bimma

Pola pelaksanaan job fair juga mengalami perubahan haluan. Pemerintah tidak lagi memusatkan bursa kerja di tengah kota, melainkan mendatangi langsung kecamatan-kecamatan yang memiliki angka pengangguran tinggi atau kawasan yang minim info lowongan, seperti Cibiru, Batununggal, dan Babakan Ciparay.

Untuk mendukung pergerakan tersebut, Pemerintah memperkuat integrasi rekrutmen melalui aplikasi New Bimma. Lewat platform digital ini, masyarakat bisa melamar pekerjaan secara daring (online) dari rumah. Saat ini, sekitar 20 perusahaan telah membuka 2.492 lowongan kerja di aplikasi tersebut, tambah 1.792 lowongan dari platform nasional.

“Kami menaikkan intensitas job fair menjadi sebulan sekali secara efisien lewat sistem online. Bahkan sekarang kantor cenderung sepi karena warga mengakses seluruh layanan lewat genggaman,” tambah Yayan.

Layanan Psikolog Gratis dan Sektor yang Mendominasi

Guna membantu memetakan potensi para pencari kerja, Pemerintah menyediakan fasilitas Talent Hub secara gratis. Fasilitas ini menyediakan tes minat dan bakat langsung bersama psikolog profesional.

Berdasarkan data, serapan tenaga kerja di Kota Bandung saat ini masih berpusat pada sektor perdagangan, ritel, pemasaran (sales), logistik, serta ekspedisi. Melalui rentetan strategi matang ini, Pemkot Bandung optimis mampu menekan tingkat pengangguran terbuka. Hingga menyentuh angka 7,22 persen pada akhir tahun 2026.

(Yusuf Mugni)