spot_imgspot_img
Senin 29 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Komisi X DPR RI Desak Percepatan Anggaran Pendidikan Semester I 2026 demi Indonesia Emas

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Langkah taktis diambil oleh Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, yang mendesak pemerintah untuk segera mempercepat pencairan anggaran sektor pendidikan menjelang akhir Semester I tahun 2026.

Desakan ini dinilai krusial guna menjaga stabilitas operasional sekolah, pemerataan kualitas pelayanan publik, sekaligus mengantisipasi hambatan pada proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Ferdiansyah dalam seminar nasional bertajuk “Transformasi Kompetensi Guru Melalui Pembelajaran Mendalam dalam Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas bagi Semua” di Hotel Horison, Kota Tasikmalaya, Senin (29/6/2026).

BACA JUGA: Mahasiswa Unper Tasikmalaya Luncurkan Biz Trend Campus 2026, Dorong Wirausaha Digital

Alasan Anggaran Pendidikan Harus Cair Lebih Cepat

Ferdiansyah menegaskan bahwa sektor pendidikan wajib menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional. Menurutnya, visi besar Indonesia Emas 2045 tidak akan pernah terwujud tanpa adanya sokongan anggaran yang sehat dan tepat waktu.

“Upaya meningkatkan kompetensi guru harus diikuti oleh keberpihakan anggaran pemerintah. Oleh karena itu, kami mendorong anggaran pendidikan untuk segera dicairkan ke seluruh lembaga pendidikan,” ujar legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut.

Ia menambahkan, ketersediaan dana yang cepat akan memberikan keleluasaan bagi pihak sekolah untuk memenuhi kebutuhan operasional dan fasilitas belajar siswa secara efektif. Mendukung produktivitas tenaga pendidik secara efisien. Membentuk SDM unggul yang adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Fokus pada Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Program PIP

Tak hanya menyoroti anggaran fisik seperti rehabilitasi gedung sekolah, Ferdiansyah juga berkomitmen mengawal penambahan transfer anggaran non-fisik ke daerah.

Dana non-fisik ini nantinya akan fokusk untuk peningkatan kesejahteraan guru serta optimalisasi bantuan siswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

“Penambahan anggaran non-fisik adalah langkah strategis. Ini menjadi bahan bakar utama untuk membiayai pendidikan formal lanjutan, pelatihan, workshop, hingga lokakarya bagi para guru demi mewujudkan mutu sekolah yang merata,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya: Guru Zaman Now Harus Jadi Sahabat Murid

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menyoroti tantangan nyata yang dihadapi para pendidik di dalam kelas. Menurutnya, metode mengajar konvensional kini sudah usang dan tidak relevan.

BACA JUGA: 4 Ribu Warga Banjiri JBBK, Ketua DPC PDI Perjuangan: Jasmerah Bukan Sekadar Slogan

“Guru sekarang tidak bisa lagi sekadar membacakan buku lalu menyuruh siswa mengerjakan soal. Mereka harus lebih kreatif dan harus mampu memahami karakteristik unik setiap anak didik,” kata Dicky.

Dicky mengingatkan bahwa setiap anak terlahir dengan tingkat kecerdasan (IQ) dan bakat yang berbeda-beda. Guru harus jeli memetakan potensi tersebut agar tidak ada anak yang merasa terpinggirkan.

“Di dalam kelas itu kemampuannya beragam. Tidak semua anak harus ahli matematika atau biologi. Ada yang punya bakat besar di bidang seni, bahkan pertanian. Inilah peran guru diuji untuk benar-benar bisa menjadi sahabat terbaik bagi muridnya,” pungkas Dicky.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru