spot_imgspot_img
Selasa 30 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hampir 100 Ribu Warga Kota Bandung Menganggur, Disnaker Siapkan Strategi Baru

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung meluncurkan strategi baru untuk menggenjot penyerapan tenaga kerja. Langkah progresif ini meliputi perombakan total pola pelatihan kerja, penguatan program magang ke luar negeri, hingga perluasan bursa kerja (job fair) berbasis digital langsung ke tingkat kecamatan.

Transformasi besar-besaran ini bertujuan memperluas akses lowongan sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Kembang yang saat ini masih menyentuh kisaran 99.300 orang.

Baca Juga: Jalan Aceh Bandung Mendadak Lumpuh, Pohon Besar Tumbang Robohkan Tiang Listrik

“Angka pengangguran kita memang masih tinggi. Karena itu, kami terus bekerja keras melakukan pendekatan yang lebih tepat sasaran. Tujuannya agar jumlah tersebut terus berkurang,” ujar Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, di Kantornya, Selasa (30/6/2026).

Skema Baru 2027: Fokus Pelatihan Berbasis Sertifikasi Kompetensi

Mulai tahun 2027, Pemerintah Kota Bandung akan membagi pola pelatihan kerja ke dalam dua skema berbeda demi efisiensi anggaran dan hasil:

  • Pelatihan Dasar (Tanpa Sertifikasi): Keterampilan seperti memasak, tata rambut, dan keahlian digital dasar akan menjadi ranah dinas lain. Seperti Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Dinas Sosial.
  • Pelatihan Kompetensi (Berbasis Sertifikasi): Disnaker akan memfokuskan penuh seluruh energinya pada pelatihan tingkat lanjut. Hal itu demi menghasilkan sertifikat resmi agar para pencari kerja memiliki daya saing tinggi di pasar industri.

Ubah Strategi Magang Luar Negeri dan Jemput Bola lewat LPK

Disnaker juga mengevaluasi total program magang internasional. Pada program sebelumnya, banyak peserta yang sudah menyelesaikan pelatihan justru batal berangkat. Karena kendala nonteknis, seperti tidak mendapat izin dari orang tua.

Sebagai solusi, Pemerintah kini menerapkan sistem jemput bola dengan memberikan subsidi langsung kepada warga Bandung yang sudah mengantongi kepastian hulu-hilir dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan siap berangkat ke luar negeri. Langkah ini memastikan bantuan finansial pemerintah jatuh ke tangan yang tepat.

Job Fair Keliling Kecamatan dan Optimalisasi Aplikasi New Bimma

Pola pelaksanaan job fair juga mengalami perubahan haluan. Pemerintah tidak lagi memusatkan bursa kerja di tengah kota, melainkan mendatangi langsung kecamatan-kecamatan yang memiliki angka pengangguran tinggi atau kawasan yang minim info lowongan, seperti Cibiru, Batununggal, dan Babakan Ciparay.

Untuk mendukung pergerakan tersebut, Pemerintah memperkuat integrasi rekrutmen melalui aplikasi New Bimma. Lewat platform digital ini, masyarakat bisa melamar pekerjaan secara daring (online) dari rumah. Saat ini, sekitar 20 perusahaan telah membuka 2.492 lowongan kerja di aplikasi tersebut, tambah 1.792 lowongan dari platform nasional.

“Kami menaikkan intensitas job fair menjadi sebulan sekali secara efisien lewat sistem online. Bahkan sekarang kantor cenderung sepi karena warga mengakses seluruh layanan lewat genggaman,” tambah Yayan.

Layanan Psikolog Gratis dan Sektor yang Mendominasi

Guna membantu memetakan potensi para pencari kerja, Pemerintah menyediakan fasilitas Talent Hub secara gratis. Fasilitas ini menyediakan tes minat dan bakat langsung bersama psikolog profesional.

Berdasarkan data, serapan tenaga kerja di Kota Bandung saat ini masih berpusat pada sektor perdagangan, ritel, pemasaran (sales), logistik, serta ekspedisi. Melalui rentetan strategi matang ini, Pemkot Bandung optimis mampu menekan tingkat pengangguran terbuka. Hingga menyentuh angka 7,22 persen pada akhir tahun 2026.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru