spot_imgspot_img
Kamis 23 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 101

Arti dan Makna Logo Wanoja Gatra Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora

0
Logo Wanoja Gatra fokusjabar.id
Ketum Wanoja Gatra, Hj Ai Ratna Yuliani (tengah)

GARUT, FOKUSJabar.id: Logo Wanoja Gatra merupakan representasi jati diri, semangat perjuangan dan visi besar perempuan Garut Utara dalam membangun keluarga, melestarikan budaya Sunda serta berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.

Menurut Ketua Umum Wanoja Gatra, Hj Ai Ratna Yuliani, setiap unsur dalam logo memiliki filosofi yang saling berkaitan dan mencerminkan nilai-nilai luhur yang menjadi landasan pergerakan.

BACA JUGA:

Wanoja Gatra Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora

  1. Bentuk Lingkaran

Lingkaran melambangkan persatuan, persaudaraan, keutuhan dan kesinambungan perjuangan.

Tidak memiliki awal maupun akhir, lingkaran menjadi simbol bahwa pengabdian perempuan kepada keluarga, masyarakat, budaya dan bangsa merupakan perjuangan yang berlangsung sepanjang masa.

  1. Tulisan “Spirit Of”

Menggambarkan jiwa dan semangat yang menggerakkan seluruh aktivitas Wanoja Gatra.

Spirit tersebut adalah semangat kebangkitan perempuan Sunda yang berlandaskan nilai agama, budaya, pendidikan, gotong royong dan pengabdian kepada masyarakat.

  1. Tulisan “Wanoja Gatra 2026”

Menjadi identitas organisasi perempuan Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) yang resmi di bentuk pada tahun 2026.

Angka tersebut menandai awal lahirnya gerakan perempuan yang memiliki visi besar membangun peradaban melalui pemberdayaan perempuan dan pelestarian budaya.

  1. Siluet Perempuan Abstrak

Sosok perempuan di gambarkan secara abstrak sebagai simbol seluruh perempuan Garut Utara tanpa membedakan usia, profesi maupun latar belakang.

Siluet tersebut melambangkan kelembutan yang berpadu dengan keteguhan, kecerdasan, kepemimpinan, kasih sayang dan kekuatan moral sebagai pilar keluarga serta penggerak perubahan sosial.

  1. Bunga Putih

Bunga melambangkan kesucian hati, ketulusan, keikhlasan, kasih sayang serta kemuliaan akhlak.

Nilai-nilai tersebut menjadi karakter utama perempuan Sunda dalam membangun kehidupan yang harmonis.

  1. Daun Hijau

Daun melambangkan pertumbuhan, harapan, kesuburan dan keberlanjutan kehidupan.

Filosofi ini sejalan dengan semangat Ngadaun Ngora. Yaitu terus bertumbuh, memperbaharui diri, memberi manfaat dan menghadirkan kehidupan baru bagi masyarakat.

  1. Gunung

Gunung menggambarkan karakter Garut Utara yang kokoh, kuat dan memiliki cita-cita tinggi.

Gunung juga menjadi simbol keteguhan prinsip, ketahanan menghadapi tantangan serta semangat untuk terus maju tanpa meninggalkan akar budaya.

  1. Gelombang Air

Air melambangkan sumber kehidupan, kesejukan, kebersihan hati, keluwesan dan kemampuan beradaptasi.

BACA JUGA:

Musda Golkar untuk Perubahan Nasib Rakyat Garut

Sebagaimana air yang selalu memberi manfaat, perempuan di harapkan menjadi sumber keteduhan dan solusi bagi keluarga serta masyarakat.

  1. Padi

Dua tangkai padi melambangkan kemakmuran, kesejahteraan, kerja keras serta kerendahan hati.

Semakin berisi semakin merunduk, menjadi filosofi bahwa ilmu, pengalaman dan keberhasilan harus melahirkan sikap rendah hati serta pengabdian kepada sesama.

  1. Tunas Kembang Wijaya Kusumah

Tunas Kembang Wijaya Kusumah merupakan ikon utama Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora.

Simbol ini melambangkan harapan baru, kebangkitan, regenerasi, kemuliaan dan lahirnya peradaban baru yang tumbuh dari akar budaya Sunda.

BACA JUGA:

Sengketa Tanah Berakhir, Mantan Kades Sukarame Garut Bersyukur

Dalam filosofi Limbangan, tunas Wijaya Kusumah bukan sekadar lambang bunga. Tetapi simbol kehidupan yang terus bertumbuh yang menggambarkan semangat pembaruan yang tidak pernah terputus, melahirkan generasi yang lebih unggul tanpa meninggalkan nilai-nilai leluhur.

Bagi Wanoja Gatra, Tunas Kembang Wijaya Kusumah menjadi perlambang bahwa perempuan adalah ibu peradaban, pendidik pertama dalam keluarga, penjaga budaya, pembentuk karakter bangsa dan penggerak kebangkitan masyarakat.

Dari tangan perempuan yang beriman, berilmu dan berbudaya akan lahir generasi yang mampu membawa Garut Utara menuju masa depan yang lebih maju, mandiri dan bermartabat.

  1. Dominasi Warna Hijau

Hijau merupakan warna utama PM Gatra yang melambangkan kesuburan, kehidupan, keseimbangan, harapan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Warna tersebut juga mencerminkan kedekatan masyarakat Garut Utara dengan alam dan nilai-nilai religius.

  1. Dominasi Warna Kuning Emas

Kuning emas melambangkan kemuliaan, kehormatan, kebijaksanaan, optimisme dan kejayaan.

Warna itu mencerminkan cita-cita luhur perempuan Garut Utara untuk menjadi pribadi yang bermartabat dan bermanfaat bagi sesama.

  1. Dominasi Warna Biru

Biru melambangkan keluasan wawasan, ketenangan, kejujuran, keteguhan dan kepercayaan.

Warna ini juga merepresentasikan semangat untuk terus belajar, berpikir maju dan menghadapi perubahan zaman dengan bijaksana.

  1. Semboyan “Limbangan Ngadaun Ngora”

Semboyan ini merupakan roh dan identitas perjuangan Wanoja Gatra. Maknanya adalah semangat untuk terus tumbuh, memperbaharui diri, melahirkan gagasan, membangun generasi dan menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Bupati Garut Perkuat Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

Limbangan Ngadaun Ngora mengajarkan bahwa perempuan tidak hanya menjaga kehidupan hari ini. Tetapi juga menyiapkan masa depan.

“Dengan mengusung “Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora,” Wanoja Gatra berkomitmen menjadi organisasi perempuan yang terus tumbuh, melahirkan karya dan pemimpin perempuan. Selain itu, menjaga warisan budaya Sunda, memperkuat persaudaraan serta menjadi kekuatan moral dalam mewujudkan Garut Utara yang mandiri, maju, sejahtera dan bermartabat,” tutup Hj Ai Ratna Yuliani.

(Bambang Fouristian)

Tangis Haru Warnai Kenaikan Pangkat 70 Personel Polres Tasikmalaya, Ada Tradisi Siraman Air Kembang

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama, menyematkan ping kenaikan pangkat bagi puluhan Personel Polres Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJAbar.id: Suasana Mapolres Tasikmalaya penuh dengan rasa haru bercampur bahagia. Sebanyak 70 personel Polres Tasikmalaya resmi menyandang pangkat baru yang berlaku efektif mulai 1 Juli 2026.

Pihak kepolisian menandai momentum sakral ini melalui Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat di Lapangan Aspal Hitam Mapolres Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (30/6/2026). Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama, memimpin langsung upacara khidmat tersebut dengan dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polres, para Kapolsek jajaran, perwira, serta pengurus Bhayangkari Cabang Tasikmalaya.

Baca Juga: Kejari Tasikmalaya Musnahkan Barang Bukti Perkara Pidana, Sabu hingga Ratusan Obat Keras Dimusnahkan

Kenaikan Pangkat Bukan Hadiah Rutinitas Organisasi

Dalam amanatnya, Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama menegaskan bahwa kenaikan pangkat bagi anggota Polri bukanlah hak yang datang secara otomatis atau sekadar rutinitas organisasi semata. Penghargaan (reward) ini murni lahir atas dedikasi, loyalitas, serta prestasi kerja nyata para personel selama menjalankan tugas.

Namun, AKBP Wahyu juga mengingatkan bahwa pangkat baru ini membawa konsekuensi moral dan tanggung jawab yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

“Saya berharap momen ini menjadi pemantik semangat baru para personel untuk terus meningkatkan kualitas kinerja, etos dan etika profesi, serta kontribusi yang nyata dan lebih baik bagi institusi Polri dan masyarakat luas,” ungkap AKBP Wahyu Pristha Utama.

Ia meminta seluruh jajarannya memegang teguh empat pilar utama dalam memberikan pelayanan kepolisian kepada publik. Yaitu profesionalisme, keikhlasan, kesungguhan, dan penuh rasa tanggung jawab.

Rincian Lengkap Pangkat Baru 70 Personel

Dari total 70 personel yang mengikuti Korps Raport, satu orang di antaranya menerima kenaikan pangkat pengabdian khusus menjelang masa purna tugas. Berikut rincian lengkap perubahan pangkat anggota Polres Tasikmalaya:

  • AKP ke Kompol: 1 Personel
  • Aiptu ke Aipda (Pengabdian): 1 Personel
  • Aipda ke Aiptu: 22 Personel
  • Bripka ke Aipda: 25 Personel
  • Briptu ke Brigadir: 6 Personel
  • Bripda ke Briptu: 12 Personel

Setelah merampungkan sesi upacara formal, Kapolres bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tasikmalaya dan para PJU memberikan ucapan selamat secara langsung. Kebahagiaan para personel beserta istri dan keluarga semakin lengkap saat mereka menjalani tradisi unik berupa siraman air kembang. Berlanjut prosesi jabat tangan hangat di tengah lapangan.

(Seda)

Berawal dari Dapur Rumah, Marmer Cake Oma Swat Kini Jadi Langganan Artis Indonesiaa

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Hartono Soekwanto Bersama Kontern Kreator Kulenel Ogel Zulvianto dan rekan- rekan berfoto bersama Owner Swatt Lasagna - Classic Taste

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kancah kuliner Kota Bandung selalu punya cerita menarik, terutama jika menyangkut camilan favorit para pesohor tanah air. Baru-baru ini, pengusaha sukses asal Bandung sekaligus Bos Koi, Hartono Soekwanto, meluangkan waktu untuk mengunjungi toko kue legendaris, Swatt Lasagna – Classic Taste.

Rumah produksi ini terkenal sebagai produsen marmer cake terbaik di Kota Kembang sekaligus menjadi destinasi wajib berburu oleh-oleh bagi deretan artis papan atas Indonesia.

Baca Juga: Irfan Hakim Borong 5 Gelar di Mega Jumbo Nusatic Koi Show 2026

Berawal dari Dapur Rumah dan Hobi Berbagi

Nama besar Swatt Lasagna tidak muncul lewat strategi iklan besar-besaran, melainkan berkat kelihaian tangan sang pemilik yang akrab dengan sapaan Nyonya Swat atau Oma Swat. Hartono Soekwanto, yang juga merupakan sahabat dekat Oma Swat, menceritakan bahwa bisnis ini awalnya hanya sebuah usaha rumahan biasa.

“Oma Swat pada mulanya sekadar hobi membuat kue untuk konsumsi pribadi dan membagikannya secara gratis kepada teman-teman terdekat. Karena selalu menggunakan bahan-bahan premium berkualitas tinggi, cita rasa kuenya begitu membekas. Lambat laun, para kerabat mulai mendesak Oma Swat untuk mengomersialkan bakat kuenya tersebut. Hingga akhirnya lahir toko kue favorit seperti sekarang,” jelas Hartono Soekwanto, Selasa (30/6/2026).

Magnet Bagi Para Artis Ternama


Keaslian rasa dan kualitas premium marmer cake serta lasagna buatan Oma Swat berhasil memikat lidah para selebritas papan atas. Sederet nama besar seperti Yuni Shara, Krisdayanti, Aurel Hermansyah dan Lucinta Luna kerap belanja di Swatt Lasagna – Classic. Hingga almarhum Vidi Aldiano kerap memesan kue dari tempat ini sebagai buah tangan.

Bagi para pencinta kuliner premium yang penasaran mencicipi kue langganan para artis ini, Swatt Lasagna – Classic Taste membuka gerainya di Jl. Jurang No.103, Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat.

(IrfansyahRiza)

Kejari Tasikmalaya Musnahkan Barang Bukti Perkara Pidana, Sabu hingga Ratusan Obat Keras Dimusnahkan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Melibatkan Polres Tasikmalaya, Dinas Kesehatan, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya, Kejari Kabupaten Tasikmalaya memusnahkan berbagai barang bukti perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah).

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya kembali memusnahkan berbagai barang bukti perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), Selasa (30/6/2026).

Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Kejari Kabupaten Tasikmalaya itu melibatkan Polres Tasikmalaya, Dinas Kesehatan, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya sebagai bentuk sinergi antarinstansi dalam penanganan barang bukti.

Baca Juga: Seminar BK Fest 2026 UMTAS Ungkap Bullying, Pinjol, dan Judi Online Pemicu Krisis Kesehatan Mental

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Jemmy Novian Tirayudi mengatakan, seluruh barang bukti yang dimusnahkan berasal dari perkara yang telah diputus pengadilan dan memiliki kekuatan hukum tetap.

Menurutnya, pemusnahan tersebut merupakan pelaksanaan kewenangan Kejaksaan sebagai eksekutor putusan pengadilan sesuai amanat peraturan perundang-undangan.

“Seluruh memusnahkan barang bukti sesuai karakteristiknya, ada yang dibakar, dihancurkan, dipotong hingga dipastikan tidak dapat digunakan kembali,” ujar Jemmy.

Ia menegaskan, proses pemusnahan berlangsung dengan memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan. Terlebih memperhatikan aspek ketentuan hukum yang berlaku sehingga seluruh tahapan berlangsung secara transparan dan akuntabel.

Menurut Jemmy, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan barang bukti sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.

“Kami ingin memastikan tidak ada penyalahgunaan barang bukti, serta menjadi edukasi bagi masyarakat agar menjauhi tindak pidana, terutama penyalahgunaan narkotika,” katanya.

Sabu, Tembakau Sintetis hingga Ratusan Obat Keras

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Nikodemus Damanik merinci barang bukti yang dimusnahkan. Yakni terdiri atas berbagai jenis narkotika, obat keras, hingga barang-barang yang digunakan dalam tindak pidana.

Di antaranya sebanyak 258 butir obat psikotropika dan zat adiktif berupa Tramadol HCL dan Hexymer. Selain itu Nikodemus juga memusnahkan narkotika jenis sabu seberat 1,6377 gram serta tembakau sintetis dengan berat 39,68 gram.

Pemusnahan barang bukti lainnya meliputi 26 potong pakaian, jaket, tas, topi, sarung, dan kerudung yang berkaitan dengan perkara pidana.

Tak hanya itu, terdapat 686 barang lainnya, seperti plastik klip, lakban, timbangan, bungkus rokok, helm, memory card, dokumen dan jeriken. Hingga berbagai perlengkapan lain yang menjadi alat bukti dalam proses penyidikan. Sebanyak enam unit telepon genggam juga ikut dimusnahkan dalam kegiatan tersebut.

Kejari Kabupaten Tasikmalaya, sambung Nikodemus, berharap kegiatan rutin tersebut menjadi bukti nyata. Bahwa seluruh proses penanganan perkara pidana berjalan secara profesional, transparan, dan berintegritas hingga tahap akhir pelaksanaan putusan pengadilan.

(Farhan K)

Seminar BK Fest 2026 UMTAS Ungkap Bullying, Pinjol, dan Judi Online Pemicu Krisis Kesehatan Mental

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Para Narasumber, panitia serta peserta, saat sesi foto bersama, dalam kegiatan Seminar Nasional BK Fest UMTAS 2026 di Gedung Graha UMTAS (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Gedung Graha Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) penuh sesak oleh ratusan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) FKIP, pelajar, serta guru BK dari berbagai daerah, Selasa (30/6/2026). Mereka hadir untuk mengikuti Seminar Nasional bertajuk BK Fest 2026 National Competition yang mengupas tuntas krisis kesehatan mental generasi muda.

Acara dalam rangka memeriahkan Milad Ke-10 UMTAS ini menghadirkan dua pakar konseling, yaitu Prof. Dr. Doddy Hartanto (Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta) dan Dr. Gian Sugiana Sugara (Dosen UMTAS). Keduanya membedah fenomena perilaku nekat, kekerasan, hingga depresi akut di kalangan kaum terpelajar.

Baca Juga: Bupati Tasikmalaya Pastikan PKL Masjid Agung Direlokasi, Bukan Digusur

Pemicu Depresi Modern: Bullying, Pinjol, hingga Judi Online

Prof. Dr. Doddy Hartanto menyoroti lonjakan kasus gangguan kejiwaan di lingkungan kampus yang kerap berakhir tragis dengan aksi bunuh diri. Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa dampak sampingan yang sangat mengerikan jika generasi muda tidak mampu membentengi diri.

“Faktor ekonomi, tekanan keluarga, dan beban tugas kampus bukan lagi menjadi satu-satunya pemicu. Saat ini, aksi bullying di media sosial, jeratan pinjaman online, hingga candu judi online menjadi biang kerok utama yang merusak kesehatan mental generasi muda,” ungkap Prof. Doddy.

Melihat fenomena kelam tersebut, Prof. Doddy mendesak para dosen dan guru BK untuk meng-upgrade kompetensi mereka. Konselor masa kini wajib memiliki karakter yang menyenangkan agar mampu mendeteksi krisis psikologis sejak dini dan mendampingi mahasiswa melewati kecemasan mendalam.

Ia juga meluruskan stigma negatif masyarakat yang menganggap konseling hanya untuk orang dengan gangguan jiwa berat. Konseling sejatinya berfungsi membantu setiap individu memahami diri sendiri, mengelola emosi, serta mengambil keputusan hidup yang sehat.

Tiga Rangkaian Agenda Besar dan Peluncuran Buku Baru

Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Prodi BK UMTAS, Feida Nurlaila Istiada, menjelaskan bahwa BK Fest 2026 ini mengusung tiga agenda besar yang saling berkesinambungan:

  • Hari Pertama (Senin, 29 Juni 2026): Expo karya kreativitas mahasiswa (buku, modul konseling, kerajinan tangan untuk ice breaking) serta kompetisi lomba tingkat nasional.
  • Hari Kedua (Selasa, 30 Juni 2026): Seminar Nasional yang fokus membedah isu makro kesehatan mental remaja.
  • Agenda Ketiga (24 Juli 2026): Seminar Internasional mendatang yang akan menghadirkan pakar dari Universitas Malaysia untuk membedah tren konseling global.

Momen berharga ini juga menandai peluncuran buku baru berjudul “Flourishing Oriented Counseling” karya dosen prodi BK UMTAS. Buku ini membawa pendekatan segar yang berorientasi pada pertumbuhan karakter dan kebermaknaan hidup, bukan sekadar menyelesaikan masalah secara konvensional.

Melalui rangkaian kegiatan ini, UMTAS berkomitmen melahirkan konselor masa depan yang adaptif dan humanis. Serta siap menjawab berbagai tantangan krisis kejiwaan pada zaman modern.

(Seda)

Sumedang Targetkan Zero Waste, SKPD Siap Diterapkan Reward dan Punishment

0
SUMEDANG, FOKUSJabar.id
Rapat Koordinasi Evaluasi Pembangunan yang berlangsung di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Selasa (30/6/2026).

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Sumedang menaikkan tensi gerakan peduli lingkungan demi memburu target Sumedang Zero Waste. Pemkab Sumedang mengawali revolusi bersih-bersih ini langsung dari rumah sendiri, yaitu dengan merombak total pola pengelolaan sampah di seluruh lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Langkah tegas ini mewujud lewat penerapan sistem penghargaan (reward) dan sanksi (punishment) bagi setiap instansi pemerintahan berdasarkan rapor kebersihan mereka. Strategi ini bertujuan memaksa seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap limbah kerja mereka sendiri.

Baca Juga: Program MBG di Depok Diperkuat, Camat dan Lurah Diminta Awasi SPPG

Perubahan Budaya Wajib Bermula dari Aparatur Negara

Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, mengumumkan langsung kebijakan berani ini saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Pembangunan di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Selasa (30/6/2026). Fajar menegaskan bahwa ASN memikul tanggung jawab besar untuk menjadi teladan nyata sebelum menuntut masyarakat mengubah perilaku.

“Kalau ingin mewujudkan Sumedang Zero Waste, maka perubahan harus memulai dari lingkungan pemerintah terlebih dahulu. SKPD wajib menjadi contoh dalam menerapkan budaya bersih dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” ungkap M. Fajar Aldila.

Pemerintah daerah mewajibkan setiap SKPD menyediakan sarana pemilahan sampah yang memadai, mengolah sampah organik secara mandiri, hingga memisahkan sampah anorganik yang masih bernilai ekonomi tinggi.

Terapkan Sistem Reward dan Punishment Administratif

Guna memastikan program ini tidak mandek sebagai wacana, Pemkab Sumedang menurunkan tim pemantau kinerja berkala. Kepala dinas atau pimpinan instansi yang sukses menyulap kantornya menjadi zona hijau berhak mendapatkan penghargaan khusus.

Sebaliknya, kantor dinas yang abai dan mengabaikan standar kelayakan lingkungan akan menerima sanksi administratif langsung dari kepala daerah.

“Kami akan menerapkan reward bagi SKPD yang berhasil menjadi percontohan. Sebaliknya, punishment menanti SKPD yang gagal memenuhi persyaratan standar. Kebijakan ini bukan untuk menghukum, melainkan membidiki terbentuknya budaya baru yang lebih peduli terhadap masa depan lingkungan,” tambah Fajar.

Plot Dinas Lingkungan Hidup Awasi Dapur Gizi Nasional

Selain menyisir kantor dinas, Fajar juga menyoroti potensi tumpukan limbah baru dari sektor konsumsi massal program nasional. Ia memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumedang untuk mengawasi ketat operasional seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Fajar tidak ingin aktivitas dapur umum yang memproduksi makanan bergizi gratis justru menyisakan persoalan tumpukan sampah baru di pemukiman warga sekitar.

Ia meminta seluruh pengelola SPPG merancang sistem pembuangan dan daur ulang sisa bahan makanan yang higienis serta aman bagi ekosistem. Melalui konsistensi ASN dan pengawasan ketat sektor gizi ini, Pemkab Sumedang optimis gerakan ini akan menular secara masif ke lingkungan masyarakat luas.

(Jingga Sonjaya)

Program MBG di Depok Diperkuat, Camat dan Lurah Diminta Awasi SPPG

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Rakor Satgas Percepatan Program MBG Kota Depok secara virtual zoom meeting di Ruang DeCOR lantai 5 Balai Kota, Selasa (30/06/26). Sumber Gambar: depok.go.id

DEPOK,FOKUSJabar.id: Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Depok bergerak cepat memperkuat barisan penanganan di tingkat akar rumput. Demi memastikan program andalan Presiden Prabowo Subianto ini berjalan optimal, Satgas menggelar rapat koordinasi khusus bersama seluruh camat dan lurah secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang DeCOR Balai Kota Depok, Selasa (30/6/2026).

Sinergi ini bertujuan mengunci celah kesalahan dalam penyelenggaraan pemenuhan gizi masyarakat. Pemerintah Kota Depok kini memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada aparatur wilayah untuk melakukan pembinaan, koordinasi, serta pengawasan melekat terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga: Nadiem Makarim Ungkap Sempat Dirawat di Rumah Sakit Jelang Sidang Putusan

Kunci Sukses Berada di Tangan Camat dan Lurah

Wakil Wali Kota Depok sekaligus Ketua Satgas Percepatan Program MBG, Chandra Rahmansyah, menegaskan bahwa kesuksesan program prioritas nasional ini menuntut komitmen tinggi dari seluruh jenjang pemerintahan. Keberhasilan tidak hanya bersandar pada distribusi makanan, melainkan wajib mencakup tata kelola yang bersih, keamanan pangan yang terjamin, serta kolaborasi lintas sektor.

“Agar program ini manfaatnya bisa berdampak buat masyarakat, kita memerlukan pengawasan yang ekstra ketat. Harapan saya, camat dan lurah menjadi garda terdepan dalam fungsi pengawasan ini,” tegas Chandra.

Chandra menilai kehadiran camat dan lurah di lapangan akan mempertebal fungsi kontrol Satgas tingkat kota. Pengawasan ketat ini bertujuan memastikan bahwa anak-anak dan masyarakat penerima manfaat benar-benar mengonsumsi asupan yang higienis dan bergizi tinggi.

Perintah Langsung: Validasi Data Lapangan dan Cek SOP Badan Gizi Nasional

Usai koordinasi, Chandra langsung menerbitkan instruksi taktis kepada seluruh camat dan lurah untuk menyisir keberadaan SPPG di wilayah masing-masing. Aparatur wilayah wajib memeriksa jumlah titik layanan, aktivitas operasional, hingga memastikan semua kegiatan dapur umum mematuhi Standar Operasional Pelayanan (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Chandra juga meminta jajarannya mengevaluasi dampak sosial dan lingkungan di sekitar lokasi pelayanan. Ia tidak ingin operasional program justru memicu masalah baru di tengah pemukiman warga.

Menutup arahannya, Chandra memberikan tugas khusus kepada kepala dinas terkait untuk melakukan verifikasi data secara berkala. Bertujuan agar tidak terjadi manipulasi laporan.

“Tolong Pak Kaban Kesbangpol dan Bu Kadinkes, jadikan validasi hasil pemantauan lapangan ini sebagai prioritas utama. Saya mengajak camat dan lurah untuk terus hadir mengawasi dan memberikan dukungan penuh di wilayahnya masing-masing,” pungkas Chandra.

(Jingga Sonjaya)