TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Gedung Graha Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) penuh sesak oleh ratusan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) FKIP, pelajar, serta guru BK dari berbagai daerah, Selasa (30/6/2026). Mereka hadir untuk mengikuti Seminar Nasional bertajuk BK Fest 2026 National Competition yang mengupas tuntas krisis kesehatan mental generasi muda.
Acara dalam rangka memeriahkan Milad Ke-10 UMTAS ini menghadirkan dua pakar konseling, yaitu Prof. Dr. Doddy Hartanto (Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta) dan Dr. Gian Sugiana Sugara (Dosen UMTAS). Keduanya membedah fenomena perilaku nekat, kekerasan, hingga depresi akut di kalangan kaum terpelajar.
Baca Juga: Bupati Tasikmalaya Pastikan PKL Masjid Agung Direlokasi, Bukan Digusur
Pemicu Depresi Modern: Bullying, Pinjol, hingga Judi Online
Prof. Dr. Doddy Hartanto menyoroti lonjakan kasus gangguan kejiwaan di lingkungan kampus yang kerap berakhir tragis dengan aksi bunuh diri. Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa dampak sampingan yang sangat mengerikan jika generasi muda tidak mampu membentengi diri.
“Faktor ekonomi, tekanan keluarga, dan beban tugas kampus bukan lagi menjadi satu-satunya pemicu. Saat ini, aksi bullying di media sosial, jeratan pinjaman online, hingga candu judi online menjadi biang kerok utama yang merusak kesehatan mental generasi muda,” ungkap Prof. Doddy.
Melihat fenomena kelam tersebut, Prof. Doddy mendesak para dosen dan guru BK untuk meng-upgrade kompetensi mereka. Konselor masa kini wajib memiliki karakter yang menyenangkan agar mampu mendeteksi krisis psikologis sejak dini dan mendampingi mahasiswa melewati kecemasan mendalam.
Ia juga meluruskan stigma negatif masyarakat yang menganggap konseling hanya untuk orang dengan gangguan jiwa berat. Konseling sejatinya berfungsi membantu setiap individu memahami diri sendiri, mengelola emosi, serta mengambil keputusan hidup yang sehat.
Tiga Rangkaian Agenda Besar dan Peluncuran Buku Baru
Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Prodi BK UMTAS, Feida Nurlaila Istiada, menjelaskan bahwa BK Fest 2026 ini mengusung tiga agenda besar yang saling berkesinambungan:
- Hari Pertama (Senin, 29 Juni 2026): Expo karya kreativitas mahasiswa (buku, modul konseling, kerajinan tangan untuk ice breaking) serta kompetisi lomba tingkat nasional.
- Hari Kedua (Selasa, 30 Juni 2026): Seminar Nasional yang fokus membedah isu makro kesehatan mental remaja.
- Agenda Ketiga (24 Juli 2026): Seminar Internasional mendatang yang akan menghadirkan pakar dari Universitas Malaysia untuk membedah tren konseling global.
Momen berharga ini juga menandai peluncuran buku baru berjudul “Flourishing Oriented Counseling” karya dosen prodi BK UMTAS. Buku ini membawa pendekatan segar yang berorientasi pada pertumbuhan karakter dan kebermaknaan hidup, bukan sekadar menyelesaikan masalah secara konvensional.
Melalui rangkaian kegiatan ini, UMTAS berkomitmen melahirkan konselor masa depan yang adaptif dan humanis. Serta siap menjawab berbagai tantangan krisis kejiwaan pada zaman modern.
(Seda)



