spot_imgspot_img
Rabu 1 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Arti dan Makna Logo Wanoja Gatra Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora

GARUT, FOKUSJabar.id: Logo Wanoja Gatra merupakan representasi jati diri, semangat perjuangan dan visi besar perempuan Garut Utara dalam membangun keluarga, melestarikan budaya Sunda serta berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.

Menurut Ketua Umum Wanoja Gatra, Hj Ai Ratna Yuliani, setiap unsur dalam logo memiliki filosofi yang saling berkaitan dan mencerminkan nilai-nilai luhur yang menjadi landasan pergerakan.

BACA JUGA:

Wanoja Gatra Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora

  1. Bentuk Lingkaran

Lingkaran melambangkan persatuan, persaudaraan, keutuhan dan kesinambungan perjuangan.

Tidak memiliki awal maupun akhir, lingkaran menjadi simbol bahwa pengabdian perempuan kepada keluarga, masyarakat, budaya dan bangsa merupakan perjuangan yang berlangsung sepanjang masa.

  1. Tulisan “Spirit Of”

Menggambarkan jiwa dan semangat yang menggerakkan seluruh aktivitas Wanoja Gatra.

Spirit tersebut adalah semangat kebangkitan perempuan Sunda yang berlandaskan nilai agama, budaya, pendidikan, gotong royong dan pengabdian kepada masyarakat.

  1. Tulisan “Wanoja Gatra 2026”

Menjadi identitas organisasi perempuan Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) yang resmi di bentuk pada tahun 2026.

Angka tersebut menandai awal lahirnya gerakan perempuan yang memiliki visi besar membangun peradaban melalui pemberdayaan perempuan dan pelestarian budaya.

  1. Siluet Perempuan Abstrak

Sosok perempuan di gambarkan secara abstrak sebagai simbol seluruh perempuan Garut Utara tanpa membedakan usia, profesi maupun latar belakang.

Siluet tersebut melambangkan kelembutan yang berpadu dengan keteguhan, kecerdasan, kepemimpinan, kasih sayang dan kekuatan moral sebagai pilar keluarga serta penggerak perubahan sosial.

  1. Bunga Putih

Bunga melambangkan kesucian hati, ketulusan, keikhlasan, kasih sayang serta kemuliaan akhlak.

Nilai-nilai tersebut menjadi karakter utama perempuan Sunda dalam membangun kehidupan yang harmonis.

  1. Daun Hijau

Daun melambangkan pertumbuhan, harapan, kesuburan dan keberlanjutan kehidupan.

Filosofi ini sejalan dengan semangat Ngadaun Ngora. Yaitu terus bertumbuh, memperbaharui diri, memberi manfaat dan menghadirkan kehidupan baru bagi masyarakat.

  1. Gunung

Gunung menggambarkan karakter Garut Utara yang kokoh, kuat dan memiliki cita-cita tinggi.

Gunung juga menjadi simbol keteguhan prinsip, ketahanan menghadapi tantangan serta semangat untuk terus maju tanpa meninggalkan akar budaya.

  1. Gelombang Air

Air melambangkan sumber kehidupan, kesejukan, kebersihan hati, keluwesan dan kemampuan beradaptasi.

BACA JUGA:

Musda Golkar untuk Perubahan Nasib Rakyat Garut

Sebagaimana air yang selalu memberi manfaat, perempuan di harapkan menjadi sumber keteduhan dan solusi bagi keluarga serta masyarakat.

  1. Padi

Dua tangkai padi melambangkan kemakmuran, kesejahteraan, kerja keras serta kerendahan hati.

Semakin berisi semakin merunduk, menjadi filosofi bahwa ilmu, pengalaman dan keberhasilan harus melahirkan sikap rendah hati serta pengabdian kepada sesama.

  1. Tunas Kembang Wijaya Kusumah

Tunas Kembang Wijaya Kusumah merupakan ikon utama Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora.

Simbol ini melambangkan harapan baru, kebangkitan, regenerasi, kemuliaan dan lahirnya peradaban baru yang tumbuh dari akar budaya Sunda.

BACA JUGA:

Sengketa Tanah Berakhir, Mantan Kades Sukarame Garut Bersyukur

Dalam filosofi Limbangan, tunas Wijaya Kusumah bukan sekadar lambang bunga. Tetapi simbol kehidupan yang terus bertumbuh yang menggambarkan semangat pembaruan yang tidak pernah terputus, melahirkan generasi yang lebih unggul tanpa meninggalkan nilai-nilai leluhur.

Bagi Wanoja Gatra, Tunas Kembang Wijaya Kusumah menjadi perlambang bahwa perempuan adalah ibu peradaban, pendidik pertama dalam keluarga, penjaga budaya, pembentuk karakter bangsa dan penggerak kebangkitan masyarakat.

Dari tangan perempuan yang beriman, berilmu dan berbudaya akan lahir generasi yang mampu membawa Garut Utara menuju masa depan yang lebih maju, mandiri dan bermartabat.

  1. Dominasi Warna Hijau

Hijau merupakan warna utama PM Gatra yang melambangkan kesuburan, kehidupan, keseimbangan, harapan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Warna tersebut juga mencerminkan kedekatan masyarakat Garut Utara dengan alam dan nilai-nilai religius.

  1. Dominasi Warna Kuning Emas

Kuning emas melambangkan kemuliaan, kehormatan, kebijaksanaan, optimisme dan kejayaan.

Warna itu mencerminkan cita-cita luhur perempuan Garut Utara untuk menjadi pribadi yang bermartabat dan bermanfaat bagi sesama.

  1. Dominasi Warna Biru

Biru melambangkan keluasan wawasan, ketenangan, kejujuran, keteguhan dan kepercayaan.

Warna ini juga merepresentasikan semangat untuk terus belajar, berpikir maju dan menghadapi perubahan zaman dengan bijaksana.

  1. Semboyan “Limbangan Ngadaun Ngora”

Semboyan ini merupakan roh dan identitas perjuangan Wanoja Gatra. Maknanya adalah semangat untuk terus tumbuh, memperbaharui diri, melahirkan gagasan, membangun generasi dan menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Bupati Garut Perkuat Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

Limbangan Ngadaun Ngora mengajarkan bahwa perempuan tidak hanya menjaga kehidupan hari ini. Tetapi juga menyiapkan masa depan.

“Dengan mengusung “Spirit of Limbangan Ngadaun Ngora,” Wanoja Gatra berkomitmen menjadi organisasi perempuan yang terus tumbuh, melahirkan karya dan pemimpin perempuan. Selain itu, menjaga warisan budaya Sunda, memperkuat persaudaraan serta menjadi kekuatan moral dalam mewujudkan Garut Utara yang mandiri, maju, sejahtera dan bermartabat,” tutup Hj Ai Ratna Yuliani.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru