CIREBON,FOKUSJabar.id: Produksi tanaman pangan di Kabupaten Cirebon menunjukkan kondisi relatif stabil sepanjang tiga tahun terakhir.
Data BPS Kabupaten Cirebon mencatat padi sebagai komoditas utama berproduksi terbesar, kemudian disusul oleh tanaman jagung.
Baca Juga: Lindungi Generasi Muda Dari Siber, Pemkab Sumedang Batasi Situs Anak Bawah 16 Tahun!
Sementara itu, angka produksi kedelai daerah ini masih berada jauh di bawah kedua komoditas unggulan tersebut.
Petani Cirebon mencatat luas tanam padi mencapai 92.489,45 hektare dengan luas panen 92.290 hektare pada 2025.
Hasil panen padi tersebut berhasil menghasilkan 695.990 ton gabah kering panen secara keseluruhan.
Sektor pertanian juga memanen 48.033 ton jagung dari lahan seluas 4.907 hektare sepanjang tahun 2025.
Adapun produksi kedelai pada periode yang sama hanya meraih 59 ton dari luas panen 47 hektare.
Setahun sebelumnya pada 2024, luas tanam padi mencapai 91.395 hektare dengan area panen 90.587 hektare.
Total produksi padi tahun 2024 mencatatkan angka sebesar 683.880 ton gabah kering panen.
Pada tahun yang sama, petani memanen 44.581 ton jagung serta 48,9 ton kedelai dari berbagai area pertanian.
Selanjutnya pada 2023, produksi padi mencapai 705.316 ton dan menjadi capaian tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Petani memanen total padi tersebut dari luasan lahan yang mencapai 92.081 hektare di Kabupaten Cirebon.
Sementara produksi jagung tahun 2023 menyentuh 34.474 ton dan komoditas kedelai berhasil mengumpulkan angka 66 ton.
Secara umum, produksi padi Cirebon konsisten bertahan di atas 680 ribu ton sejak 2023 hingga 2025.
Hasil panen jagung terus menunjukkan tren peningkatan positif, sedangkan komoditas kedelai masih membutuhkan perhatian khusus.
Data BPS ini mempertegas posisi vital padi sebagai pilar utama penopang sektor ketahanan pangan Kabupaten Cirebon.



