spot_imgspot_img
Kamis 23 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 104

Putri Alexandria Tembus Audisi D’Academy 8, Bupati Ciamis Kerahkan Dukungan ASN dan Warga

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Putri Alexandria Tembus Audisi D'Academy 8, Bupati Ciamis Kerahkan Dukungan ASN dan Warga

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Talenta muda asal Kabupaten Ciamis, Putri Alexandria, sukses mengukir prestasi gemilang dengan menembus ajang Audisi D’Academy 8 di stasiun televisi Indosiar. Keberhasilan gadis asal Desa Sukaraja, Kecamatan Sindangkasih ini langsung memantik perhatian dan rasa bangga dari jajaran pemerintah daerah setempat.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, menyambut hangat kunjungan silaturahmi dari pihak keluarga Putri Alexandria, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga: Hingga Kini Warga Cariu Ciamis Tak Berani Menggelar Wayang, Mitosnya Bikin Merinding

Kebanggaan Bagi Masyarakat Tatar Galuh

Dalam pertemuan tersebut, Herdiat menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas capaian sang putri daerah. Menurutnya, prestasi Putri Alexandria menjadi bukti nyata bahwa anak muda dari Kabupaten Ciamis memiliki potensi besar yang mampu bersaing di panggung nasional.

“Prestasi Putri Alexandria merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Ciamis. Kami mendoakan agar ia selalu mendapatkan kelancaran dan kesehatan. Terlebih dapat meraih hasil terbaik sehingga mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” kata Herdiat.

Herdiat juga berpesan agar Putri Alexandria terus mengasah bakat dan kemampuan bernyanyinya selama mengikuti kompetisi ketat tersebut.

Bupati Ajak ASN dan Warga Beri Dukungan Penuh

Merespons pencapaian berharga ini, Bupati Ciamis langsung mengambil langkah cepat. Ia mengimbau dan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk aktif memberikan dukungan nyata kepada Putri.

Tidak hanya menggerakkan kalangan birokrasi, Pemerintah Kabupaten Ciamis juga memanfaatkan berbagai media publikasi daerah guna mengajak masyarakat luas memberikan doa dan sokongan suara.

Herdiat berharap sinergi dukungan dari pemerintah, ASN, dan seluruh elemen warga Tatar Galuh dapat mengalirkan energi positif. Tentunya bagi perjuangan Putri Alexandria. Perhatian khusus dari Pemkab Ciamis ini menjadi bukti nyata kepedulian daerah terhadap masa depan generasi muda yang berprestasi di bidang seni.

(Husen Maharaja)

Libur Sekolah Dongkrak Pajak Watersport Pangandaran, Tembus Rp24,3 Juta dalam 5 Hari

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya Bapenda Kabupaten Pangandaran, Jumsa.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sektor pariwisata di Pangandaran menunjukkan gairah positif selama masa libur sekolah. Pemerintah Kabupaten Pangandaran mencatat penerimaan pajak hiburan dari sektor watersport di Pantai Timur mencapai Rp24.381.000 hanya dalam kurun waktu lima hari.

Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya Bapenda Kabupaten Pangandaran, Jumsa, mengungkapkan bahwa lonjakan transaksi terjadi secara signifikan pada akhir pekan. “Puncak setoran pajak terjadi pada hari Sabtu dengan nominal mencapai Rp8.749.000,” ujar Jumsa saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga: Mesin Masih Menyala, Perahu Nelayan Tiba-Tiba Menepi Tanpa Awak di Pangandaran

Wahana Jet Ski dan Banana Boat Jadi Primadona

Kontribusi pajak terbesar selama libur sekolah ini berasal dari dua jenis wahana favorit wisatawan, yakni jet ski dan banana boat. Saat ini, tujuh pelaku usaha watersport di kawasan Pantai Timur Pangandaran sudah terdaftar aktif dalam database pajak daerah.

Jumsa memberikan apresiasi tinggi terhadap tingkat kepatuhan para pelaku usaha. Menurutnya, seluruh pengelola watersport sudah tertib dalam melaporkan transaksi mereka. Pihak Bapenda sendiri menerapkan pengawasan ketat dengan menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC). Setiap transaksi yang terjadi di lapangan antara pukul 07.00 hingga 17.00 WIB langsung melalui pengawasan dan terverifikasi melalui sistem tersebut.

Ekspansi ke Destinasi Wisata Batu Karas

Melihat potensi yang menjanjikan di Pantai Timur, Bapenda Pangandaran kini mulai membidik destinasi lain untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah. Kawasan wisata Batu Karas menjadi target ekspansi pendataan objek pajak baru.

“Kami sedang memproses pendataan untuk pelaku usaha di Batu Karas agar mereka resmi terdaftar sebagai wajib pajak. Kami menargetkan mereka mulai membayar pajak pada awal Juli nanti,” jelas Jumsa.

Hingga pertengahan tahun 2026, realisasi Pajak Hiburan di Kabupaten Pangandaran telah menyentuh angka 75 persen dari total target yang ditetapkan.

Capaian ini mencakup berbagai sektor hiburan, mulai dari watersport, tempat karaoke, pajak reklame, hingga penyelenggaraan pertandingan olahraga. Sebagai informasi, tarif pajak hiburan umum sebesar 10 persen, sementara khusus untuk tempat karaoke dipatok sebesar 20 persen.

(Sajidin)

Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men’s Volleyball Cup 2026, Delapan Pemain Berasal dari Jabar

0
Jakarta, FOKUJSJabar.id
Timnas bola voli indoor putra Indonesia mencetak sejarah dengan meraih gelar juara AVC Men's Volleyball Cup 2026. (FOTO: Istimewa/WEB)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tim nasional bola voli indoor putra Indonesia baru saja mengukir tinta emas dengan menjuarai ajang bergengsi AVC Men’s Volleyball Cup 2026. Di bawah arahan pelatih Reidel Toiran, skuad Garuda sukses menumbangkan Korea Selatan lewat kemenangan telak 3-0 (34-32, 25-16, 25-23) pada laga final di Veer Savarkar Sports Complex, Ahmedabad, India, Minggu (28/6/2026) malam WIB.

Pencapaian luar biasa ini menjadi gelar juara tingkat Asia yang pertama kali sepanjang sejarah voli putra Indonesia. Menariknya, keberhasilan tersebut lahir dari kontribusi masif pembinaan atlet asal Jawa Barat.

Baca Juga: Atlet Cilik Asal Ciamis Taklukkan Ratusan Pemanah dan Raih Juara Umum di Kebumen

Setengah Kekuatan Skuad Garuda Berakar dari Tanah Pasundan

Jawa Barat kembali membuktikan diri sebagai pabrik atlet voli nasional. Dari total 16 pemain yang memperkuat timnas, delapan orang di antaranya merupakan binaan klub-klub asal Tanah Pasundan, yaitu:

  • LavAni Bogor: Boy Arnes Arabi dan Hendra Kurniawan.
  • Pasundan Bandung: Farhan Halim, Fauzan Nibras, dan Raihan Rizky Attorif.
  • Tectona Bandung: Jasen Nathanael Kilanta, Raden Gumilar, dan Muhammad Reyhan.

“Keberhasilan menciptakan sejarah baru ini menjadi bukti nyata kontribusi besar Jabar untuk Indonesia. Kami tentu merasa sangat bangga,” ujar Ketua Umum PBVSI Jabar, Agus Djumaedi, Selasa (30/6/2026).

Kritik Minimnya Kesempatan Bagi Pelatih Lokal

Meski bangga dengan kontribusi pemain, Agus menyayangkan sikap Pengurus Pusat (PP) PBVSI yang mengabaikan potensi pelatih asal Jabar. Padahal, separuh komposisi pemain timnas berasal dari wilayahnya.

Agus menyebut PP PBVSI tidak memberikan pemanggilan resmi kepada satu pun pelatih Jabar untuk mendampingi Reidel Toiran, melainkan hanya sekadar menanyakan kabar. Ia berharap federasi pusat memberikan kesempatan kepada para pelatih lokal Jabar yang memiliki kualitas andal.

Jangan Terlena Euforia, Ujian Sesungguhnya Menanti di Asian Games 2026

Agus juga mengingatkan seluruh pencinta voli tanah air agar tidak terhanyut dalam perayaan yang berlebihan. Pasalnya, Timnas Indonesia harus segera bersiap menghadapi Asian Games XX di Jepang pada 19 September hingga 3 Oktober 2026.

Menurut Agus, tantangan di Jepang akan jauh lebih berat karena kompetisi AVC kemarin tidak melibatkan raksasa voli Asia seperti Jepang, China, dan Iran. Asian Games 2026 nanti bakal menjadi panggung ujian yang sesungguhnya bagi kekuatan mental dan taktik skuad Garuda.

Timnas Putri U-18 Jabar Juga Unjuk Gigi di Thailand

Selain sektor putra, dominasi Jabar juga merambah ke timnas putri yang berlaga pada ajang 23th Princess Cup 2026 – SEA Girls U18 Volleyball Championship di Thailand (22-28 Juni 2026).

Jabar menyumbang lima dari total 12 atlet nasional, yaitu Shakira Ayu, Clariss Thomas, Arimbi Syifana, Tina Syifa, dan Vania Nurfatimah. Berbeda dengan tim putra, sektor putri juga memercayakan posisi pelatih kepala kepada Angga Hasan Mubarok yang berasal dari klub O2C Ciparay.

“Fakta ini menunjukkan bahwa Jabar tetap menjadi barometer utama bola voli nasional. Kami berkomitmen untuk terus mencetak atlet berprestasi demi kejayaan Indonesia,” pungkas Agus.

(Ageng)

Wacana Pilkada Lewat DPRD Resmi Kandas, MK Kunci Mati Hak Pilih Langsung di Tangan Rakyat

0
JAKARTA, FOKUSJabar.id
Ketua MK Suhartoyo memimpin sidang pengucapan putusan pengujian Undang-Undang tentang Pemilihan Kepala Daerah, Senin (29/06) di Ruang Sidang (Web Mahkamah Konstitusi)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Harapan sebagian pihak untuk mengembalikan mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke tangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dipastikan layu sebelum berkembang. Mahkamah Konstitusi (MK) secara tidak langsung mengunci mati wacana tersebut dengan menegaskan bahwa Pilkada di Indonesia harus tetap langsung oleh rakyat.

Ketukan palu MK ini keluar dalam sidang pembacaan putusan perkara Nomor 195/PUU-XXIV/2026 terkait uji materi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada (UU Pilkada), Senin (29/6/2026) lalu. Dalam amar putusannya, MK menyatakan permohonan yang diajukan tidak dapat diterima. Namun, pertimbangan hukum di dalamnya justru mempertegas posisi kedaulatan rakyat.

Baca Juga: PMI Cianjur Diduga Korban TPPO di Libya Viral, Dedi Mulyadi Siap Fasilitasi Pemulangan

“Hal ini dengan berpedoman pada asas-asas pemilu yang berlaku secara umum dengan tetap mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa,” ujar Ketua MK Suhartoyo di Gedung MK, melansir Liputan6.

Kekhawatiran Mahasiswa Jadi Pemicu

Menariknya, perkara ini tidak lahir dari perselisihan elite politik, melainkan dari kegelisahan generasi muda. Empat mahasiswa menginisiasi gugatan ini, yakni Vendy Setiawan, Lala Komalawati, Susi Lestari, dan Afifah Nabila Putri.

Mereka mengajukan uji materi terhadap frasa “secara langsung dan demokratis” pada Pasal 1 angka 1 UU Pilkada. Alasan di balik langkah berani ini adalah munculnya kembali isu di ruang publik. Kabar mengenai bahwa pemilihan kepala daerah sebaiknya oleh DPRD demi menghemat anggaran dan mengurangi polarisasi.

Khawatir hak konstitusional mereka sebagai pemilih dicabut di masa depan, keempat mahasiswa ini bergerak ke MK untuk meminta jaminan hukum yang lebih rigid.

Alasan Gugatan Ditolak

Meski MK sejalan dengan semangat mempertahankan pilkada langsung, majelis hakim konstitusi menilai permohonan para mahasiswa tersebut tidak memenuhi syarat formil. MK menganggap para pemohon belum bisa membuktikan adanya kerugian konstitusional yang nyata atau potensial saat ini akibat pasal yang berlaku.

Sebab, dalam aturan yang ada sekarang, sistem yang berjalan memang sudah merupakan pemilihan langsung. MK juga merujuk pada rentetan putusan hukum terdahulu yang konsisten menjaga muruah pilkada langsung. Di antaranya, Putusan MK Nomor 072/PUU-II/2004, Putusan MK Nomor 073/PUU-II/2004, Putusan MK Nomor 69/PUU-XXII/2024 dan Putusan MK Nomor 110/PUU-XXII/2025.

Sinyal Kuat Bagi Elite Politik

Keputusan MK ini mengirimkan pesan kuat kepada para elite politik yang kerap menggulirkan isu pengalihan mandat Pilkada ke DPRD. Konstitusi Indonesia secara konsisten menempatkan rakyat sebagai pemegang mandat tertinggi untuk menentukan pemimpin daerahnya sendiri.

Bagi masyarakat, putusan ini menjadi jaminan bahwa hak suara mereka pada Pilkada mendatang tidak akan dikooptasi oleh kepentingan kelompok di parlemen daerah. Demokratisasi di tingkat lokal tetap berjalan di jalurnya: dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

(Anthika Asmara)

Aep Saepudin: Wanoja Garut Utara Penjaga Peradaban Sunda

0
wanoja garut utara fokusjabar.id
Aep Saepudin, SAg

GARUT, FOKUSJabar.id: Wakil Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) Bidang Pendidikan dan Budaya, Aep Saepudin (Kang Aep) menegaskan, di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan sosial yang begitu cepat, pelestarian budaya daerah menjadi tanggung jawab bersama.

Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya di ukur dari pembangunan jalan, gedung atau pertumbuhan ekonomi. Namun juga dari kemampuan masyarakatnya menjaga identitas, nilai dan jati diri yang di wariskan para leluhur.

BACA JUGA:

MBG dan KDMP Tingkatkan Petumbuhan Ekonomi Garut Utara

Dalam khazanah budaya Sunda, perempuan atau wanoja menempati posisi yang sangat terhormat. Sejak dahulu, perempuan Sunda bukan sekadar pendamping dalam kehidupan keluarga, melainkan pendidik pertama bagi anak, penjaga akhlak, pelestari bahasa ibu serta pewaris adat istiadat yang membentuk karakter masyarakat.

“Dari tangan seorang ibu lahir generasi yang mengenal tata krama, menghormati sesama, mencintai tanah kelahiran dan memahami akar budayanya,” kata Kang Aep, Selasa (20/6/2026).

Atas dasar itulah, keberadaan Wanoja Garut Utara memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sebuah organisasi perempuan. Mereka adalah ruang pengabdian yang di harapkan mampu menjadi motor penggerak pelestarian budaya Sunda.

“Perannya bukan sekadar mendukung kegiatan organisasi. Tetapi menjadi pelaku utama dalam menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat,” sebut Kang Aep.

Rencana penyelenggaraan Sawala Budaya Sunda merupakan langkah yang sangat strategis. Kegiatan ini bukan hanya sebuah seremoni budaya. Melainkan media pendidikan karakter, ruang silaturahmi antargenerasi sekaligus upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan warisan para karuhun.

Prosesi Melungsurkan Tujuh Pusaka Indung, Sungkeuman Indung, serta penggunaan Kebaya Lasminingrat bukan sekadar simbol atau pertunjukan budaya.

BACA JUGA:

Bupati Garut Perkuat Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

Di dalamnya terkandung pesan moral tentang penghormatan kepada orang tua, penghargaan terhadap perempuan sebagai sumber kehidupan serta komitmen menjaga nilai-nilai yang telah membentuk peradaban Sunda selama berabad-abad.

Namun pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Budaya harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Bahasa Sunda kata Kang Aep, harus tetap di gunakan dengan bangga. Nilai silih asih, silih asah dan silih asuh harus terus di praktikkan dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.

Gotong royong, musyawarah dan rasa hormat kepada orang tua harus tetap menjadi karakter masyarakat Garut Utara.

Karena itu, Dia mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, insan pendidikan, pemerintah dan generasi muda untuk memberikan dukungan terhadap gerakan pelestarian budaya yang di gagas PM Gatra.

Membangun Garut Utara bukan hanya membangun wilayah. Tetapi juga membangun manusianya.

“Membangun manusia berarti memperkuat pendidikan, moral, budaya serta jati diri bangsa,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Musda Golkar untuk Perubahan Nasib Rakyat Garut

Pihaknya ingin Garut Utara tumbuh sebagai daerah yang maju secara ekonomi, kuat secara sosial dan kokoh dalam mempertahankan identitas budaya.

Sebab masyarakat yang kehilangan budaya akan kehilangan arah. Sedangkan masyarakat yang menjaga budaya akan memiliki pijakan yang kuat dalam menghadapi perubahan zaman.

Dia berharap, Wanoja Garut Utara menjadi inspirasi lahirnya generasi perempuan Sunda yang cerdas, berakhlak, berbudaya serta mampu menjadi penjaga warisan leluhur bagi anak cucu di masa depan.

“Melestarikan budaya bukan berarti hidup di masa lalu, melainkan membawa nilai-nilai luhur masa lalu untuk menerangi masa depan,” imbuhnya.

Aep menyebut, menjaga budaya adalah menjaga martabat. Merawat tradisi adalah merawat peradaban. Dan memuliakan perempuan berarti memuliakan masa depan bangsa.

“Kesuksesan seorang pria yang berhasil menjadi pemimpin bangsa, di belakangnya ada seorang istri (wanoja). Dan perhiasan yang paling indah di dunia adalah istri shalehah,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Hingga Kini Warga Cariu Ciamis Tak Berani Menggelar Wayang, Mitosnya Bikin Merinding

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Hingga Kini Warga Cariu Ciamis Tak Berani Menggelar Wayang, Mitosnya Bikin Merinding, Foto (Ilustrasi)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Cerita urban Nusantara selalu menyimpan daya tarik tersendiri, terutama kisah misteri yang mengakar kuat di tengah masyarakat modern. Salah satu kisah yang memicu rasa penasaran berada di Dusun Cariu, Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Hingga detik ini, warga Dusun Cariu memegang teguh sebuah pantangan besar, mereka dilarang keras menggelar pertunjukan wayang. Konon, siapa pun yang nekat melanggar larangan tersebut akan mendatangkan kutukan mengerikan, mulai dari bencana alam, gagal panen, hingga kematian mendadak.

Baca Juga: Tinggal Sebatang Kara, Nenek 71 Tahun di Ciamis Menangis Dapat Rumah Baru dari Polisi

Sumpah Sang Prabu dan Dua Versi Asal-usul Kutukan

Ahmad Rizki Fauzi, seorang pegiat sejarah dan budaya dari Komunitas Cakra Mangsa Ciamis, mengonfirmasi keaslian mitos yang masih hidup tersebut, Selasa (30/6/2026). Menurut penuturannya, masyarakat setempat memercayai dua versi cerita terkait awal mula larangan ini. Both kisah tersebut berpusat pada sosok Prabu Sirnaraja, Raja Kerajaan Samida, yang juga merupakan putra Prabu Siliwangi dari selir Dewi Nawangsih.

Versi Pertama: Amukan Badai Saat Pertunjukan Seni Kisah pertama bermula saat Prabu Sirnaraja sedang berburu di wilayah Cariu. Untuk menyambut kedatangan sang raja, warga setempat menyajikan pertunjukan pantun yang mengemas sebuah lakon atau drama sandiwara.

Namun, di tengah-tengah kemeriahan acara, cuaca mendadak berubah ekstrem. Hujan angin berkecamuk, langit menjadi gelap gulita, dan petir menyambar-nyambar area tersebut.

Bencana mendadak ini memicu kemarahan sang prabu. Ia kemudian mengeluarkan supata (sumpah atau kutukan) yang melarang segala bentuk pertunjukan lalakon (drama), termasuk wayang, di wilayah Cariu untuk selamanya.

Versi Kedua: Tersinggung karena Tokoh Dorna Versi lain menyebutkan bahwa Prabu Sirnaraja memiliki cacat fisik pada bagian tangan yang bengkok (kengkong). Sang raja akhirnya berhasil menyembuhkan tangannya setelah melakukan perjalanan ke wilayah Rancah.

Karena kondisi fisiknya tersebut, sang raja melarang pertunjukan wayang. Ia merasa tokoh wayang berkarakter tangan bengkok seperti Resi Dorna merupakan bentuk ejekan yang menyinggung perasaannya. Sebagai gantinya, sang raja yang gemar menari memperkenalkan kesenian ronggeng sebagai hiburan alternatif bagi warga Cariu hingga saat ini.

Petaka Nyata Bagi yang Nekat Melanggar

Mitos ini bukan sekadar cerita pengantar tidur. Keyakinan warga Cariu semakin menebal setelah beberapa kejadian mistis menimpa orang-orang yang mencoba menantang pantangan tersebut pada masa lalu.

Fauzi menceritakan bahwa pernah ada warga yang nekat menggelar pertunjukan wayang. Tak lama setelah acara mulai, berbagai keanehan dan musibah langsung beruntun terjadi. Mulai dari mesin genset yang meledak tiba-tiba, hingga kematian mendadak anggota keluarga penyelenggara acara pada keesokan harinya.

Rentetan peristiwa tragis itulah yang mengunci kesadaran psikologis masyarakat Dusun Cariu untuk tetap menghormati aturan leluhur dan menjauhkan wayang dari kampung mereka.

(IrfansyahRiza)

Mesin Masih Menyala, Perahu Nelayan Tiba-Tiba Menepi Tanpa Awak di Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan perahu katir Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sebuah perahu katir bernama “Lautan Biru” tiba-tiba menepi di bibir Pantai Timur Pangandaran, Senin (29/6/2026) malam tanpa satu pun awak di atasnya. Saat ini, Tim SAR gabungan sedang berpacu dengan waktu untuk menemukan keberadaan Joni Muhroni (30), nelayan yang membawa perahu tersebut.

Peristiwa misterius ini bermula sekitar pukul 19.30 WIB di area depan Pasar Ikan Pantai Timur. Seorang pemancing lokal mendadak melihat pemandangan ganjil di tengah laut. Perahu tersebut bergerak melingkar secara terus-menerus dalam kondisi mesin yang masih hidup, namun kursi kemudi tampak kosong melompong.

Baca Juga: Harganas 2026, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami Tekankan Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Tidak berselang lama, ombak membawa kapal tak berawak itu hingga kandas di pasir pantai. Saksi mata yang terkejut langsung menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut.

Polisi Mengamankan Barang Bukti dan Memulai Pencarian

Kasat Polairud Polres Pangandaran, AKP M. Anang Tri Sodikin, mengonfirmasi bahwa perahu tersebut milik Joni Muhroni, warga Dusun Kedungrejo, Desa Wonoharjo. Pihak kepolisian bergerak cepat menuju lokasi tak lama setelah menerima laporan warga.

“Kami langsung mengamankan perahu tersebut sebagai barang bukti, meminta keterangan saksi, dan segera menggalang kekuatan bersama tim SAR gabungan,” jelas Anang melalui pesan WhatsApp pada Selasa (30/6/2026).

Hingga saat ini, tim penyelamat masih menyisir area laut guna mencari keberadaan korban yang hilang.

Imbauan Keselamatan untuk Para Nelayan

Merespons insiden ini, Polres Pangandaran meminta seluruh masyarakat pesisir, terutama para nelayan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Pihak kepolisian menekankan pentingnya memantau prakiraan cuaca ekstrem dan kewajiban memakai jaket pelampung (life jacket) selama melaut demi mencegah kecelakaan fatal.

(Sajidin)