spot_imgspot_img
Kamis 23 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 105

MBG dan KDMP Tingkatkan Petumbuhan Ekonomi Garut Utara

0
Program MBG dan KDMP fokusjabar.id
MBG dan KDMP Tingkatkan Petumbuhan Ekonomi Garut Utara

GARUT, FOKUSJabar.id: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan membangun fondasi ekonomi kerakyatan.

Demikian di sampaikan Bendahara Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Tatang Abd Basyit sekaligus pinisepuh Pondok Pesantren Kudang Limbangan.

BACA JUGA:

Bupati Garut Perkuat Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

Menurutnya, jika di jalankan dengan mengutamakan potensi lokal, kedua program tersebut akan menciptakan perputaran ekonomi yang melibatkan hampir seluruh lapisan masyarakat.

Kekuatan utama program MBG bukan hanya pada makanan yang di terima anak-anak. Melainkan pada rantai pasok ekonomi yang tercipta.

“Setiap porsi makanan butuh beras, sayuran, telur, ayam, ikan, buah-buahan, susu, bumbu dapur, minyak goreng hingga jasa distribusi. Semua kebutuhan tersebut dapat di penuhi oleh masyarakat Garut Utara khususnya,” kata Dia.

Sebagai contoh, beras di pasok oleh kelompok tani di Cibiuk, Leuwigoong, Limbangan. Sayuran berasal dari petani hortikultura. Telur dan daging ayam di penuhi peternak setempat.

Ikan berasal dari pembudidaya perikanan air tawar. Buah-buahan di pasok petani lokal sesuai musim.

Seluruh hasil produksi tersebut dihimpun oleh KDMP untuk di sortir, di kemas dan di distribusikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Dia menambahkan, rantai ekonomi tidak berhenti sampai di situ. Pedagang beras memperoleh pasar yang lebih pasti. Pengusaha penggilingan padi meningkatkan kapasitas produksinya.

Toko bahan pangan memasok kebutuhan pelengkap, pelaku UMKM memproduksi tempe, tahu, kerupuk, sambal dan makanan pendamping.

Industri rumah tangga membuat wadah makanan, celemek, seragam atau perlengkapan dapur.

Pengrajin Selaawi bahkan dapat memproduksi rak penyimpanan, keranjang distribusi, meja, kursi hingga peralatan pendukung dapur yang ramah lingkungan.

Sektor jasa juga ikut bergerak. Pemilik kendaraan angkutan memperoleh pekerjaan mengirim bahan pangan. Pemuda desa dapat bekerja sebagai tenaga logistik. Ibu-ibu memperoleh kesempatan menjadi tenaga pengolah makanan di dapur MBG.

Pedagang pasar mendapatkan peningkatan omzet karena permintaan bahan pangan meningkat setiap hari. Bahkan usaha kecil seperti warung, toko kelontong, percetakan, jasa kebersihan hingga bengkel kendaraan turut menikmati dampak ekonomi dari meningkatnya aktivitas tersebut.

Peran KDPM menjadi sangat penting karena berfungsi sebagai penghubung antara ribuan produsen kecil dengan kebutuhan program MBG.

“Koperasi mengonsolidasikan produksi masyarakat, menjaga kualitas, mengatur harga yang adil, menyediakan permodalan serta memastikan distribusi berjalan tepat waktu. Dengan demikian, keuntungan ekonomi tidak terkonsentrasi pada segelintir pihak, tetapi tersebar kepada masyarakat secara lebih merata,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Ekonomi Kreatif, Home Industri, UMKM dan Koperasi Fondasi Kemandirian Garut Utara

Inilah yang di sebut efek berganda (multiplier effect). Satu rupiah anggaran negara yang di belanjakan melalui MBG akan berputar di Garut Utara.

Petani memperoleh penghasilan, pedagang memperoleh keuntungan, UMKM berkembang, jasa transportasi hidup, tenaga kerja terserap, koperasi tumbuh dan daya beli masyarakat meningkat. Perputaran ekonomi inilah yang menjadi fondasi pertumbuhan daerah.

Garut Utara memiliki semua prasyarat untuk mewujudkan sistem tersebut. Potensi pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, UMKM, koperasi, pesantren dan industri rumah tangga telah tersedia.

Yang di butuhkan adalah tata kelola yang baik, sinergi antarlembaga serta komitmen untuk mengutamakan produk dan tenaga kerja lokal.

“Jika rantai pasok program MBG di bangun berbasis masyarakat melalui Koperasi Merah Putih, maka program ini tidak hanya mencetak generasi yang sehat dan cerdas. Namun juga melahirkan ekonomi daerah yang mandiri, memperkuat ketahanan pangan, mengurangi kemiskinan serta mempercepat terwujudnya Garut Utara yang maju, sejahtera dan berdaya saing,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Tinggal Sebatang Kara, Nenek 71 Tahun di Ciamis Menangis Dapat Rumah Baru dari Polisi

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Seremoni Pemberian Kunci Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah dalam momen HUT Bhayangkara ke-80, Polres Ciamis Wujudkan Rumah Layak Huni

CIAMIS,FOKUSjabar.id: Kepolisian Resor (Polres) Ciamis merayakan momentum Hari Bhayangkara ke-80 dengan merenovasi total hunian warga kurang mampu melalui program bedah rumah. Aksi kemanusiaan korps kepolisian ini menyasar tiga unit rumah di wilayah Kabupaten Ciamis. Berharap agar menjelma menjadi tempat tinggal yang lebih aman, higienis, dan layak huni.

Tiga titik renovasi bangunan tersebut tersebar di wilayah Kecamatan Ciamis, Panjalu, dan Rancah. Salah satu penerima manfaat, Ida Jaryati (71), seorang lansia yang tinggal sebatang kara di Dusun Ciwahangan, Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, menerima penyerahan kunci rumah baru secara simbolis langsung dari Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah, Senin (29/6/2026).

Baca Juga: Atlet Cilik Asal Ciamis Taklukkan Ratusan Pemanah dan Raih Juara Umum di Kebumen

“Polres Ciamis mengeksekusi agenda bedah rumah ini untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Menindaklanjuti perintah dan arahan pimpinan tertinggi, mulai dari Bapak Kapolri hingga Bapak Kapolda Jabar, jajaran Polres Ciamis menyalurkan bantuan konstruksi untuk tiga unit rumah warga,” kata Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah, Senin (29/6/2026).

Atasi Keterbatasan Anggaran Desa, Sinergi Polres Ciamis dan Pemdes Imbanagara Wujudkan Impian Hunian Layak

Hidayatullah memproyeksikan kehadiran rumah sehat ini tidak hanya memberikan proteksi fisik bagi penerima manfaat. Namun juga mempererat ikatan emosional dan kemitraan antara Polri dan lapisan masyarakat.

Ida Jaryati selaku penerima bantuan tak kuasa membendung air mata haru sembari memanjatkan doa terbaik untuk keselamatan dan kelancaran tugas seluruh jajaran kepolisian yang telah mengakhiri masa kecemasannya selama ini.

Di sisi lain, Sekretaris Desa Imbanagara, Guntara Adikusumah, memaparkan pihak pemerintah desa sebenarnya sudah lama memasukkan nama Ida ke dalam daftar prioritas penerima bantuan pembenahan rumah.

Namun, keterbatasan alokasi anggaran belanja desa memaksa agenda eksekusi tersebut tertunda. Hingga akhirnya Program Bedah Rumah Polda Jawa Barat datang menyelamatkan kondisi kediaman Ida. Sinergi taktis ini membuktikan komitmen bersama antara institusi kepolisian dan aparatur desa dalam mendongkrak roda kesejahteraan sosial masyarakat bawah.

(Mia)

Atlet Cilik Asal Ciamis Taklukkan Ratusan Pemanah dan Raih Juara Umum di Kebumen

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Nismara Amadia Putri, siswi MI Al Mu'minin Ciamis, Juara Umum 1 Panahan Tradisional

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Seorang pelajar berbakat asal Kabupaten Ciamis sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat antardaerah. Nismara Amadia Putri, siswi berbakat yang menimba ilmu di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Mu’minin Ciamis, berhasil merebut gelar Juara Umum 1 Kategori U-12 Putri dalam Kejuaraan Panahan Tradisional (Dandim Cup Open) Tahun 2026.

Kompetisi bergengsi ini berlokasi di Lapangan Wisata Air Panas Krakal, Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (28/6/2026).

Baca Juga: Baznas Ciamis Targetkan Kampung Zakat Hadir di Seluruh Kecamatan

Ajang panahan tradisional Dandim Cup Open tersebut mempertemukan ratusan atlet panahan tradisional terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia. Keberhasilan pemanah muda tatar Galuh ini sekaligus membuktikan bahwa kedisiplinan dan program latihan yang konsisten mampu melahirkan atlet usia dini yang siap bersaing di podium tertinggi.

“Kami menyampaikan selamat dan rasa bangga yang luar biasa kepada ananda Nismara atas capaian yang sangat prestisius ini. Kami berharap keberhasilan ini memicu semangat baru agar ananda terus berlatih demi merengkuh prestasi yang jauh lebih tinggi ke depan,” ungkap Kepala MI Al Mu’minin Ciamis, Lisnawati, Senin (29/6/2026).

Konsistensi Latihan Berbuah Manis, MI Al Mu’minin Ciamis Komitmen Kembangkan Potensi Non-Akademik Siswa

Lisnawati mengidentifikasi bahwa kunci utama kemenangan Nismara bersumber dari kedisiplinan tinggi sang atlet selama menjalani pemusatan latihan, yang berpadu dengan dukungan moral maupun logistik secara penuh dari orang tua serta tim pelatih.

Pihak madrasah berharap pencapaian emas Nismara mampu menyuntikkan motivasi dan inspirasi bagi seluruh siswa-siswi lainnya di Ciamis. Tentu nya memberi semangat untuk berani menggali serta mengembangkan potensi diri sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

Pihak sekolah menegaskan komitmen jangka panjang mereka untuk terus memfasilitasi dan mengawal ruang tumbuh kembang peserta didik. Baik pada jalur akademik maupun non-akademik.

Langkah pembinaan ini bertujuan agar semakin banyak generasi muda asal Ciamis yang mampu mengharumkan nama daerah. Mulai dari level regional hingga menembus panggung nasional.

(Mia

Baznas Ciamis Targetkan Kampung Zakat Hadir di Seluruh Kecamatan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Lili Miftah Kembali Nahkodai Baznas Ciamis, Siap Perluas Kampung Zakat

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis, Lili Miftah, mengumumkan cetak biru penguatan program pemberdayaan umat berbasis dana umat saat memulai periode kedua masa kepemimpinannya.

Baznas Ciamis membidik target ambisius berupa pembentukan klaster ekonomi mandiri bertajuk Kampung Zakat di seluruh wilayah kecamatan se-Kabupaten Ciamis.

Lili menegaskan bahwa amanah kepemimpinan jilid dua untuk masa bakti 2026–2031 ini bukan menjadi ajang eksperimen program baru. Sebaliknya, manajemen Baznas akan mengoptimalkan pemanfaatan dan memperkokoh pilar-pilar strategis yang sudah berdiri tegak selama lima tahun ke belakang.

Baca Juga: Jemaah Haji Asal Ciamis Meninggal di Madinah, Dimakamkan di Jannatul Baqi

“Kami sudah menuntaskan seluruh perumusan visi dan misi utama. Langkah taktis kami sekarang berfokus penuh untuk melanjutkan sekaligus memperluas jangkauan program lama. Hal terpenting adalah bagaimana masyarakat lapis bawah merasakan langsung dampak nyata dan esensi kemanfaatan dari pengelolaan zakat ini,” urai Ketua Baznas Ciamis, Lili Miftah, Senin (29/6/2026).

Baznas Ciamis Dorong Transformasi Zakat Produktif demi Atasi Kemiskinan Struktural

Hingga pertengahan tahun ini, Baznas Kabupaten Ciamis mencatat kepemilikan 12 titik Kampung Zakat yang sudah aktif beroperasi. Manajemen menargetkan peluncuran dan peresmian beberapa gerai Kampung Zakat baru di sejumlah wilayah strategis dalam waktu dekat demi mengejar target pemerataan di seluruh kecamatan sebelum penutupan tahun anggaran.

Selain mempercepat ekspansi klaster percontohan tersebut, Lili berjanji akan memperkuat penetrasi program Gerakan Infak Desa. Inovasi lokal ini terbukti ampuh menyederhanakan sistem penghimpunan sekaligus mempercepat penyaluran dana sosial keagamaan hingga ke level rukun tetangga.

Baznas mendesak para kaum aghnia atau masyarakat dengan kondisi finansial mapan untuk meninggalkan pola pembagian bantuan yang bersifat konsumtif jangka pendek.

Lili mengajak para donatur mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar dana tersebut menjelma menjadi stimulus produktif.

Pola pengelolaan terpadu ini mampu membiayai program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), subsidi jaminan kesehatan dan beasiswa pendidikan. Hingga modal usaha mikro demi memutus mata rantai kemiskinan dan menghadirkan keadilan ekonomi di tatar Ciamis.

(Mia)

PMI Cianjur Diduga Korban TPPO di Libya Viral, Dedi Mulyadi Siap Fasilitasi Pemulangan

0
dedi mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk membantu proses pemulangan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur. PMI tersebut diduga kuat menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Libya.

Komitmen ini menyusul viralnya sebuah video pilu berdurasi 59 detik di media sosial, Senin (29/6/2026). Dalam video tersebut, Ai Juariah, warga Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, tampak menangis tersedu-sedu memohon bantuan agar bisa segera pulang ke tanah air.

Ai mengaku sudah tidak sanggup lagi melanjutkan pekerjaannya sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) karena beban kerja yang teramat berat.

BACA JUGA: Hampir 90 Ribu Wisatawan Padati Pangandaran dalam Lima Hari, Pantainya Kembali Membludak

Kronologi Kasus dan Dugaan Keberangkatan Ilegal

Merespons jeritan warganya, Pemprov Jabar bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi. Di saat yang sama, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama KBRI Tripoli tengah mengusut tuntas dugaan praktik TPPO dalam proses pemberangkatan korban.

Berdasarkan data, Ai Juariah sudah bekerja di Libya selama kurang lebih 14 bulan. Camat Ciranjang, Hendri Prasetyadhi, membenarkan status kewargaan Ai. Namun, pihak pemerintah setempat menemui kendala karena pihak keluarga sama sekali tidak mengantongi dokumen resmi maupun salinan administrasi dari pihak sponsor.

Mirisnya, selama belasan bulan di Libya, nasib Ai terombang-ambing hingga harus berpindah majikan sebanyak lima kali.

Terkait isu kekerasan, suami Ai, Ujang Suryana, mengklarifikasi bahwa luka yang sempat terlihat di wajah istrinya dalam video viral tersebut diduga terjadi akibat terjatuh karena kelelahan bekerja, bukan karena penganiayaan. Ujang juga mengaku bahwa saat proses keberangkatan, ia hanya menandatangani surat izin suami tanpa ada salinan dokumen administrasi lainnya. Kini, pihak sponsor yang memberangkatkan Ai mendadak hilang kontak.

Kondisi Terkini Korban di Libya

Meskipun proses hukum dan penyelidikan TPPO masih berjalan, Kemlu melalui KBRI Tripoli memastikan bahwa saat ini Ai Juariah sudah berada dalam penanganan otoritas yang aman.

Berdasarkan hasil penelusuran awal, Ai berada dalam kondisi aman, sehat, dan tidak mengalami luka fisik baru. Pendalaman kasus terus melakukan percepatan untuk mendapatkan kronologi utuh sekaligus menjerat pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pengiriman PMI secara non-prosedural ini.

BACA JUGA: Dedi Mulyadi Sentil Pengusaha Soal NPWP, Apindo Jabar Pasang Target Besar Ciptakan Lapangan Kerja

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa negara akan selalu hadir untuk melindungi warganya. Pemprov Jabar sendiri mencatat telah berulang kali memulangkan warganya yang telantar di luar negeri.

“Kemarin sudah pulang satu, satu lagi dari Karawang sudah ditransfer uang untuk kembali,” ungkap Dedi di RSHS Bandung.

Meski siap bertanggung jawab memulangkan warga Jabar yang bermasalah, Dedi memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur iming-iming kerja di luar negeri lewat jalur tikus (ilegal).

“Kita tolong ya, tetapi nanti jangan terlalu banyak yang pergi ke luar negeri. Pulangnya harus mengeluarkan Rp 150 juta. Pada siapa pun, jangan ilegal-lah. Saya sih bertanggung jawab untuk mengembalikan warga Jawa Barat yang bermasalah di luar negeri, tetapi saya harapkan itu tidak boleh terjadi lagi,” katanya.

Menurut Dedi, biaya evakuasi dan pemulangan PMI dari luar negeri memakan anggaran yang sangat fantastis. Alangkah baiknya jika modal sebesar itu untuk membuka usaha di dalam negeri.

“Karena kita sayang uang dibuang-buang. Rp 150 juta balikan dari Vietnam, Rp 150 juta balikan dari Kamboja, Rp 150 juta balikan dari Libya. Uang itu kalau untuk modal kerja akan lebih baik,” pungkas Dedi Mulyadi.

Hingga saat ini, sinergi antara Pemprov Jabar, Kemlu RI, dan KBRI Tripoli terus dimaksimalkan agar proses pemulangan Ai Juariah ke Kabupaten Cianjur dapat segera terealisasi.

(Jingga)

Persib Resmi Umumkan Rekrut Gabriel Mutombo

0
Gabriel Mutombo
Persib Resmi Umumkan Rekrut Gabriel Mutombo. (Foto: Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Persib Bandung mulai bergerak mempersiapkan diri untuk menghadapi musim 2026/2027 dengan mengumumkan rekrutan anyarnya, Gabriel Mutombo Kupa.

Pemain asal Prancis ini memperkuat ini pertahanan saat menghadapi musim 2026/2027.

Apalagi, pada musim ini Persib di pastikan tidak lagi di perkuat oleh Federico Barba yang resmi berpisah setelah berakhirnya kompetisi Super League 2025/2026.

BACA JUGA: Kontrak Rezaldi Hehanussa dengan Persib Bandung Berakhir

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengatakan. kehadiran Mutombo merupakan bagian dari upaya Persib menjaga daya saing tim. Baik di kompetisi domestik maupun level Asia.

Mutombo sendiri tidak asing bagi Bobotoh. Lantaran pada musim 2025/2026, dia bermain untuk Ratchaburi FC dan sempat berhadapan langsung dengan Persib di babak 16 besar AFC Champions League Two.

Adhitia juga menjelaskan bahwa perekrutan Mutombo merupakan rekomendasi langsung dari tim pelatih sebagai bagian dari kebutuhan guna menghadapi padatnya jadwal musim mendatang.

“Tim pelatih merekomendasikan Gabriel Mutombo untuk mengisi kebutuhan di sektor bek tengah. Berdasarkan rekomendasi tersebut, tim sporting kemudian bergerak melakukan komunikasi dan negosiasi dengan pihak pemain,” kata Adhitia, Senin (29/6/2026).

“Alhamdulillah, seluruh proses berjalan dengan baik hingga tercapai kesepakatan,” ujar Adhitia menambahkan.

Kontrak Gabriel Mutombo 1 Tahun

Adhitia menambahkan, Persib dan Mutombo sepakat menjalin kerja sama dengan durasi kontrak selama satu tahun. 

Manajemen berharap, pengalaman dan kualitas pemain berusia 30 tahun tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perjalanan Persib sepanjang musim.

Sebelumnya, Mutombo sudah malang melintang di sepak bola Eropa. Ia mengawali sepak bola di akademi salah satu klub terbesar Prancis, Olympique Lyon. 

BACA JUGA: 6 Tahun Bersama, Persib Bandung-Zalnando Berpisah

Kemudian ia juga pernah memperkuat sejumlah klub Eropa, di antaranya Angers SCO dan Troyes di Prancis, Botoșani di Rumania, serta Chania di Yunani, hingga akhirnya ke Asia.

“Dengan pengalaman yang dimiliki di berbagai kompetisi Eropa dan Asia, kami berharap Gabriel dapat segera beradaptasi dan memberikan kontribusi terbaiknya untuk Persib Selamat datang di keluarga besar Persib. Wilujeng sumping, Gabriel Mutombo,” pungkas Adhitia. 

(Arif)

Komisi X DPR RI Desak Percepatan Anggaran Pendidikan Semester I 2026 demi Indonesia Emas

0
anggaran pendidikan
Anggota DPR RI Komisi X Ferdiansyah pada kegiatan transformasi kompetensi Guru. (Foto: Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Langkah taktis diambil oleh Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, yang mendesak pemerintah untuk segera mempercepat pencairan anggaran sektor pendidikan menjelang akhir Semester I tahun 2026.

Desakan ini dinilai krusial guna menjaga stabilitas operasional sekolah, pemerataan kualitas pelayanan publik, sekaligus mengantisipasi hambatan pada proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Ferdiansyah dalam seminar nasional bertajuk “Transformasi Kompetensi Guru Melalui Pembelajaran Mendalam dalam Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas bagi Semua” di Hotel Horison, Kota Tasikmalaya, Senin (29/6/2026).

BACA JUGA: Mahasiswa Unper Tasikmalaya Luncurkan Biz Trend Campus 2026, Dorong Wirausaha Digital

Alasan Anggaran Pendidikan Harus Cair Lebih Cepat

Ferdiansyah menegaskan bahwa sektor pendidikan wajib menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional. Menurutnya, visi besar Indonesia Emas 2045 tidak akan pernah terwujud tanpa adanya sokongan anggaran yang sehat dan tepat waktu.

“Upaya meningkatkan kompetensi guru harus diikuti oleh keberpihakan anggaran pemerintah. Oleh karena itu, kami mendorong anggaran pendidikan untuk segera dicairkan ke seluruh lembaga pendidikan,” ujar legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut.

Ia menambahkan, ketersediaan dana yang cepat akan memberikan keleluasaan bagi pihak sekolah untuk memenuhi kebutuhan operasional dan fasilitas belajar siswa secara efektif. Mendukung produktivitas tenaga pendidik secara efisien. Membentuk SDM unggul yang adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Fokus pada Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Program PIP

Tak hanya menyoroti anggaran fisik seperti rehabilitasi gedung sekolah, Ferdiansyah juga berkomitmen mengawal penambahan transfer anggaran non-fisik ke daerah.

Dana non-fisik ini nantinya akan fokusk untuk peningkatan kesejahteraan guru serta optimalisasi bantuan siswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

“Penambahan anggaran non-fisik adalah langkah strategis. Ini menjadi bahan bakar utama untuk membiayai pendidikan formal lanjutan, pelatihan, workshop, hingga lokakarya bagi para guru demi mewujudkan mutu sekolah yang merata,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya: Guru Zaman Now Harus Jadi Sahabat Murid

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menyoroti tantangan nyata yang dihadapi para pendidik di dalam kelas. Menurutnya, metode mengajar konvensional kini sudah usang dan tidak relevan.

BACA JUGA: 4 Ribu Warga Banjiri JBBK, Ketua DPC PDI Perjuangan: Jasmerah Bukan Sekadar Slogan

“Guru sekarang tidak bisa lagi sekadar membacakan buku lalu menyuruh siswa mengerjakan soal. Mereka harus lebih kreatif dan harus mampu memahami karakteristik unik setiap anak didik,” kata Dicky.

Dicky mengingatkan bahwa setiap anak terlahir dengan tingkat kecerdasan (IQ) dan bakat yang berbeda-beda. Guru harus jeli memetakan potensi tersebut agar tidak ada anak yang merasa terpinggirkan.

“Di dalam kelas itu kemampuannya beragam. Tidak semua anak harus ahli matematika atau biologi. Ada yang punya bakat besar di bidang seni, bahkan pertanian. Inilah peran guru diuji untuk benar-benar bisa menjadi sahabat terbaik bagi muridnya,” pungkas Dicky.

(Seda)