CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kabar duka menyelimuti para jemaah haji asal Kabupaten Ciamis di Tanah Suci. Seorang anggota jemaah haji asal tatar Galuh, Abdul Mubarok (67), yang tergabung dalam Kloter KJT 31 Embarkasi Kertajati, mengembuskan napas terakhir di Madinah, Arab Saudi. Almarhum meninggal dunia setelah berjuang melawan masa kritis selama dua pekan di ruang perawatan intensif King Fahd Hospital.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Ciamis, Nana Supriatna, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum. Ia memanjatkan doa terbaik agar Sang Pencipta menerima seluruh amal ibadah almarhum serta melimpahkan kekuatan rohani bagi keluarga yang menghadapi ujian ini.
Baca Juga: 337 ASN Pensiun di Ciamis Terima Dana Kadeudeuh, KORPRI Juga Siapkan Cicilan Umrah Tanpa Bunga
“Kami berduka cita sedalam-dalamnya atas kepulangan Bapak Abdul Mubarok. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah beliau dan menempatkannya di surga terbaik. Kami mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan mendapat limpahan kesabaran serta keikhlasan,” tutur Kepala Kemenhaj Ciamis, Nana Supriatna, Senin (29/6/2026).
Suhu Ekstrem Picu Serangan Panas, Almarhum Sempat Tunaikan Tujuh Kali Umrah Sunah Sebelum Masuk ICU
Sertifikat kematian resmi dari Misi Medis Indonesia di Arab Saudi mencatat almarhum meninggal dunia pada Minggu, 28 Juni 2026 pukul 18.10 Waktu Arab Saudi (WAS). Tim dokter mengidentifikasi syok hipovolemik (hypovolemic shock) akibat serangan panas (heat stroke) ekstrem sebagai penyebab langsung kematian, dengan penyakit penyerta berupa hipertensi. Dokumen klinis juga mengategorikan almarhum sebagai jemaah risiko tinggi (risti) karena mengidap riwayat jantung iskemik dan pembesaran jantung (cardiomegaly).
Kondisi fisik almarhum mulai merosot tajam pada 14 Juni 2026 pasca-perjalanan darat dari Makkah menuju Madinah. Almarhum mendadak kehilangan kesadaran hingga sempat mengalami koma dengan skala Glasgow Coma Scale (GCS) 3. Tim medis King Fahd Hospital langsung memasang alat bantu pernapasan (ventilator) serta melakukan tindakan cuci darah (hemodialisis) di ruang ICU isolasi sebelum almarhum mengalami henti jantung permanen.
Sebelum jatuh sakit, Abdul Mubarok tercatat telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah. Termasuk satu kali umrah wajib dan tujuh kali umrah sunah.
Pihak otoritas Madinah telah memakamkan jenazah almarhum di Jannatul Baqi (Pemakaman Baqi). Tepatnya di kompleks pemakaman Islam tertua dan paling bersejarah yang terletak di sebelah timur Masjid Nabawi, tempat bersemayamnya keluarga serta ribuan sahabat Nabi Muhammad SAW.
Merespons peristiwa ini, Nana Supriatna meminta seluruh jemaah haji Ciamis, terutama kelompok lansia, untuk memperketat disiplin kesehatan. Terlebih mematuhi instruksi tim medis demi mengantisipasi sengatan cuaca ekstrem di Tanah Suci.
(Mia)



