spot_imgspot_img
Kamis 13 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 88

BGN Tutup 833 Dapur SPPG Bermasalah, Ratusan Pegawai Langsung Disanksi

0
Jakarta, FOKUSjabar.id
Kepala BGN, Sudaryono (Istimewa)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Badan Gizi Nasional (BGN) menindak tegas ratusan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membangkang aturan. Langkah berani ini menjadi bagian dari strategi BGN untuk memperketat pengawasan program pemenuhan gizi di berbagai daerah.

Selain menyegel operasional dapur bermasalah, BGN juga langsung melayangkan sanksi keras kepada para pegawai yang terbukti melanggar ketentuan.

Baca Juga: Fadlil Yani: KUII VIII Sinergi Ormas Islam Perkuat Ketahanan Bangsa

Kepala BGN, Sudaryono, menyampaikan secara langsung kebijakan besar tersebut saat memimpin konferensi pers di Jakarta. Senin (27/7/2026). Ia memastikan tindakan ini menjadi momentum pembenahan total di tubuh BGN.

“Ada 833 dapur yang kami suspend hari ini,” kata Kepala BGN, Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Penutupan operasional dapur ini mencakup berbagai wilayah di Indonesia. Tim BGN membekukan 98 dapur SPPG di wilayah Sumatera, serta 424 dapur di area Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, NTB, NTT, hingga Papua. Sementara itu, 311 dapur lainnya berada di kawasan Jawa dan Madura.

Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya memutus total alokasi dana dan tidak menyalurkan pembayaran kepada seluruh dapur tersebut karena terbukti mengabaikan standar operasional prosedur (SOP).

Memberhentikan 261 Pegawai Non ASN

Berbagai temuan pelanggaran meliputi penyajian makanan yang tidak higienis, munculnya kasus keracunan, penurunan kualitas makanan di bawah standar, hingga buruknya pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Dapur yang di-suspend ini bukan seperti yang lalu. Dulu di-suspend, tapi tetap dibayar. Kalau sekarang ditutup, tidak dibayar, karena pelanggaran,” kata Sudaryono.

Langkah penertiban BGN tidak berhenti pada penutupan fasilitas. BGN juga resmi memberhentikan 261 pegawai non-ASN, yang terdiri dari 224 pegawai kontrak dan 37 tenaga ahli.

Pihaknya turut menyeret para aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti nakal. BGN menjatuhkan hukuman disiplin berat kepada sembilan ASN dan melayangkan sanksi disiplin ringan kepada 39 ASN lainnya.

“Kami menemukan sembilan ASN melakukan pelanggaran berat atau disiplin berat. Besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemberhentiannya. Kemudian, ditemukan 39 pelanggaran disiplin ringan yang akan kami tindak dengan mutasi, demosi, serta sanksi administrasi maupun peringatan,” kata Sudaryono.

Ia menilai pembersihan ini sebagai bentuk komitmen kuat BGN dalam menutup celah korupsi dan mewujudkan tata kelola lembaga yang bersih.

“Penting bagi kami memastikan abdi negara di setiap dapur itu bekerja dengan sebaik-baiknya, sebersih-bersihnya, dan memastikan menu yang tersaji itu baik. Karena Kepala SPPG adalah pegawai kami, abdi negara di bawah BGN. Kami coba selesaikan bagaimana dari sisi keterbukaan, transparansi, komunikasi, pelibatan banyak pihak, pelibatan instansi lain, kementerian lain, lembaga lain, pemda, dinas-dinas, serta keterlibatan publik dalam mengawasi apakah itu menu, penyaluran, dapur, kebersihan,” kata dia.

Melalui gebrakan ini, BGN berjanji akan mengawasi ketat operasional seluruh dapur SPPG ke depan. Penegakan disiplin dan transparansi publik menjadi kunci utama demi menjamin program gizi berjalan tepat sasaran.

(Jingga Sonjaya)

Disbudpora dan KORMI Dukung Kehadiran ULD Ciamis, Siap Kembangkan Olahraga Line Dance

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Disbudpora dan KORMI Dukung Kehadiran ULD Ciamis Perkuat Olahraga Rekreasi Masyarakat

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kehadiran kepengurusan Universal Line Dance (ULD) Kabupaten Ciamis meraih dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) serta Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Ciamis.

Ketua Umum ULD Jawa Barat, Ida Gunida, melantik langsung pengurus ULD Ciamis di Cilame, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: ULD Ciamis Resmi Dilantik, Line Dance Siap Menjangkau Seluruh Kecamatan

Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dian Budiana, menilai pembentukan kepengurusan Universal Line Dance ini membawa kemajuan berarti bagi perkembangan olahraga rekreasi di daerah.

Menurutnya, Ciamis kini resmi menjadi satu dari 16 kabupaten/kota di Jawa Barat yang memiliki kepengurusan ULD. Sehingga dapat mengalirkan program kerja organisasi secara beriringan dengan pembinaan di tingkat provinsi.

“Ini merupakan sebuah kemajuan bagi Kabupaten Ciamis. Pengurus yang baru harapannya mampu menjadi motivator bagi masyarakat untuk berlatih line dance. Sehingga semakin banyak warga yang menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga,” ujarnya.

Memperluas Jangkawan Partisipasi Masyarakat

Dian menjelaskan bahwa berbagai kalangan mulai dari anak muda, ibu rumah tangga, hingga pensiunan dapat menikmati olahraga line dance. Perpaduan gerakan dinamis dan iringan musik menjadikan cabang olahraga ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menghibur.

Ia menaruh harapan besar agar keberadaan ULD mampu memperluas jangkauan partisipasi masyarakat dalam berolahraga. Sekaligus mencetuskan kreasi baru untuk ajang kegiatan daerah.

Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Ciamis, Nur Muttaqin, menegaskan bahwa kehadiran ULD memperkuat barisan induk organisasi olahraga rekreasi yang berada di bawah naungan KORMI.

Ia mengingatkan pengurus anyar agar membuktikan kiprah nyata lewat pembinaan yang berkesinambungan serta merangkul masyarakat luas.

“Dengan hadirnya ULD di Kabupaten Ciamis, semakin bertambah induk olahraga di bawah KORMI, khususnya olahraga kesehatan,” tuturnya.

“Kami berharap pengurus yang baru tidak hanya terbentuk secara administratif. Tetapi mampu memberikan semangat kepada masyarakat untuk aktif berolahraga dan membudayakan hidup sehat,” pungkas Nur Muttaqin.

Ia optimistis ULD Ciamis bakal menjadi salah satu motor penggerak yang mendongkrak budaya olahraga warga. Sekaligus memperkokoh gerakan olahraga rekreasi di Kabupaten Ciamis.

(Mia)

ULD Ciamis Resmi Dilantik, Line Dance Siap Menjangkau Seluruh Kecamatan

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Pelantikan pengurus Universal Line Dance Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Universal Line Dance (ULD) Kabupaten Ciamis resmi memiliki kepengurusan baru. Ketua Umum ULD Jawa Barat, Ida Gunida, melantik langsung para pengurus di Cilame, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (27/7/2026).

Pelantikan tersebut menjadi tonggak penguatan organisasi sekaligus langkah nyata memperluas pembinaan olahraga line dance di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: 94 Kebakaran Terjadi di Ciamis Sepanjang 2026, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama

Ketua ULD Kabupaten Ciamis, Ane Retno Yulistiyo, menegaskan kepengurusan baru siap menjalankan amanah serta membangun komunitas line dance yang lebih aktif hingga pelosok daerah.

Ane menilai ULD tidak sekadar berdiri sebagai wadah organisasi, melainkan sarana mempererat kebersamaan, menjaga kebugaran, dan mendongkrak kualitas hidup warga lewat olahraga rekreasi.

“Line dance merupakan olahraga yang sangat diminati di Kabupaten Ciamis. Hal itu terlihat dari banyaknya klub dan anggota yang hadir dalam pelantikan ini,” ungkap Ane.

“Ke depan kami ingin olahraga ini semakin terkenal hingga ke tingkat kecamatan. Sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk berolahraga,” tegasnya.

Kejuaraan Line Dance Tingkat Provinsi

Ane menambahkan bahwa ULD Ciamis tengah menyiapkan atlet dan komunitas untuk berlaga pada Kejuaraan Line Dance tingkat Provinsi Jawa Barat yang bakal berlangsung Agustus mendatang.

Ia menganggap line dance sebagai cabang olahraga yang ramah bagi semua umur. Karena memadukan alunan musik dengan gerakan dinamis yang menyehatkan sekaligus menghibur.

Sementara itu, Ketua Umum ULD Jawa Barat, Ida Gunida, menjelaskan pelantikan ULD Ciamis menjadi bagian dari konsolidasi organisasi di tingkat daerah. Hingga saat ini, jaringan ULD sudah berdiri di 16 kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

“Terbentuknya ULD Ciamis menunjukkan kemajuan organisasi di daerah. Harapannya pengurus yang baru dapat menjalankan program kerja dengan baik. Terlebih mengembangkan organisasi, dan mengajak lebih banyak masyarakat berlatih line dance agar hidup lebih sehat,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa berbagai kelompok usia mulai dari kalangan muda dan ibu rumah tangga. Hingga para pensiunan dapat menikmati olahraga line dance ini.

“Keberadaan ULD diharapkan mampu menjadi motor penggerak olahraga rekreasi yang semakin diminati masyarakat,” pungkasnya.

(Mia)

94 Kebakaran Terjadi di Ciamis Sepanjang 2026, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketpot: Personel Damkar Kabupaten Ciamis saat melakukan pemadaman di lokasi kebakaran

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis mencatat 94 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Juli 2026 di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Korsleting listrik memegang posisi sebagai penyebab utama kebakaran, sedangkan bangunan rumah tinggal menjadi objek yang paling banyak menanggung dampak kerusakan.

Kasat Pol PP Kabupaten Ciamis, Raden Ega Anggara Al Kautsar, membeberkan bahwa faktor kelalaian serta gangguan instalasi listrik masih mendominasi pemicu insiden. Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada kabel tua dan penggunaan peralatan elektronik berlebih.

Baca Juga: Belanja Sayur Makin Mahal, Harga Buncis hingga Kentang Naik di Ciamis

“Mayoritas pemicu kejadian korsleting listrik. Kondisi ini menjadi pengingat agar masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik di rumah tidak menggunakan sambungan listrik secara berlebihan. Serta selalu memastikan sumber api dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah,” katanya, Senin (27/7/2026).

Ega merinci, dari total 94 kejadian, korsleting listrik memicu 28 kasus kebakaran. Penggunaan tungku api menyumbang penyebab terbesar kedua dengan 20 kasus, berlanjut pembakaran sampah, ilalang, dan lahan sebanyak 14 kasus.

“Sementara itu Dua Belas kejadian lainnya masih dalam kategori penyebab yang belum diketahui atau faktor lain,” ucapnya.

Kebakaran di Wilayah Rumah Tinggal Mendominasi

Ega menjelaskan bahwa kebocoran tabung gas LPG menyumbang 7 kasus. Selanjunya pemicu bensin 3 kasus, serta kompor gas dan puntung rokok masing-masing 2 kasus.

“Adapun penyebab lain seperti sambaran petir, lilin, korek api, blower dan pengovenan kandang. Hingga dugaan sengaja dibakar oleh ODGJ masing-masing tercatat 1 kasus,” jelasnya.

Mengenai objek yang terbakar, rumah tinggal mendominasi daftar dengan 42 peristiwa. Angka ini menandakan hampir separuh insiden kebakaran selama tujuh bulan pertama tahun ini melahap kawasan pemukiman.

“Setelah bangunan rumah kebakaran juga banyak terjadi di lahan sebanyak 10 kejadian kemudian titik sambung konektor, kabel, jalur dan gardu listrik sebanyak 8 kejadian,” jelasnya.

Ega menerangkan bahwa musibah kebakaran juga melahap 5 kandang ayam. Serta tabung gas LPG dan kendaraan roda dua masing-masing 4 kejadian. Api turut membakar pabrik, tempat pembuangan sampah, mobil, gubuk, warung makan, tempat penetasan unggas, sekolah/pesantren, musala, hingga rumah kontrakan.

“Jika dilihat berdasarkan wilayah Kecamatan Ciamis menjadi daerah dengan angka kejadian tertinggi yakni 18 kasus. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Banjarsari dengan 11 kasus. Kemudian Kawali dan Rancah masing-masing 8 kasus, serta Panjalu sebanyak 7 kasus,” terangnya.

Ega menambahkan, kecamatan lain mencatat insiden berkisar antara satu hingga enam kasus. Rekapan data menunjukkan tren lonjakan kebakaran yang cukup tajam pada pertengahan tahun.

“Selama Januari tercatat 12 kejadian, Februari 8 kejadian, Maret 10 kejadian, April 13 kejadian, Mei 15 kejadian dan Juni 13 kejadian. Hingga 22 Juli sudah mencapai 23 kejadian, menjadikannya bulan dengan jumlah insiden terbanyak sejauh ini,” ungkapnya.

Rangkaian 94 insiden kebakaran di wilayah Kabupaten Ciamis ini menelan total kerugian materi hingga Rp5.713.100.000.

(Husen Maharaja)

MUI Pangandaran Angkat Isu Keagamaan yang Meresahkan, Identitas Organisasi Belum Diungkap

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) yang digelar bertepatan dengan Milad ke-51 MUI

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran menyoroti sejumlah isu sensitif di bidang keagamaan yang berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat.

Pihaknya menjadikan persoalan tersebut sebagai agenda utama dalam Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) yang berlangsung bertepatan dengan Milad ke-51 MUI di Hotel Grand Palma Pangandaran By Horison, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Tiang Lampu Mercusuar di Cikidang Pangandaran Rusak Diterjang Gelombang

Ketua IV MUI Kabupaten Pangandaran, Herdianto, menjelaskan bahwa jajarannya tengah mencermati dinamika yang melibatkan sebuah organisasi Islam di wilayah Kabupaten Pangandaran.

“Dalam Muskerda ini kami membahas sejumlah persoalan sensitif, terutama yang berkaitan dengan keagamaan satu organisasi Islam di Kabupaten Pangandaran,” ujar Herdianto kepada wartawan di sela acara.

Kendati demikian, MUI belum bersedia membeberkan identitas organisasi tersebut secara rinci. Pihaknya masih menjalankan proses identifikasi dan verifikasi data faktual di lapangan.

“Saat ini memang ada kabar yang meresahkan masyarakat terkait bidang keagamaan. Namun kami belum bisa menyebutkan karena masih dalam tahap identifikasi,” kata Herdianto.

Koordinasi Multi Sektor

Herdianto menegaskan bahwa MUI terus menggalang koordinasi bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan lainnya demi menjaga kondusivitas serta mencegah gesekan antarwarga.

“Kami sudah menghimpun beberapa informasi, namun buktinya belum ada. Karena itu kami mengedepankan kehati-hatian agar tidak menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.

Ia menyadari bahwa status Pangandaran sebagai destinasi wisata nasional membuka pintu masuk bagi berbagai budaya luar yang berpotensi memengaruhi dinamika keagamaan lokal.

“Memang tidak bisa dipungkiri, Pangandaran identik dengan kawasan wisata sehingga banyak budaya luar yang masuk. Namun kami terus berupaya agar kerukunan masyarakat tetap terjaga,” ucapnya.

Herdianto memastikan MUI akan mengambil peran sebagai penengah independen dan menyelesaikan setiap gejolak secara bijaksana demi merawat persatuan umat.

“Langkah yang kami tempuh saat ini adalah melakukan identifikasi langsung di lapangan untuk memastikan kebenaran setiap informasi yang beredar,” jelasnya.

“Kami akan terus membentengi masyarakat dari hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sekaligus menjaga agar kehidupan beragama di Kabupaten Pangandaran tetap aman, damai, dan rukun,” pungkasnya.

Pelaksanaan Muskerda ke-51 MUI ini menghadirkan jajaran pengurus MUI tingkat kecamatan se-Kabupaten Pangandaran serta deretan tokoh agama. Forum ini memfokuskan pembahasannya pada perumusan program kerja sekaligus respons terhadap dinamika keumatan di daerah.

(Sajidin)

Belanja Sayur Makin Mahal, Harga Buncis hingga Kentang Naik di Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketpot : KUPTD Pasar Galuh Kawali Dana Sudiana saat memantau harga

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Para pedagang di Pasar Galuh, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menetapkan kenaikan harga pada komoditas buncis dari tarif penjualan sebelumnya.

Saat ini para pedagang menjual buncis seharga Rp18.000 per kilogram. Angka ini melonjak tajam dari harga awal yang masih berada di kisaran Rp14.000 per kilogram.

Baca Juga: Baznas Kabupaten Tegal Studi Tiru UPZ Desa ke Ciamis, Tertarik Model Penghimpunan Zakat

Kenaikan harga buncis yang cukup signifikan ini turut mendongkrak harga sawi hijau. Komoditas tersebut ikut terkerek naik menjadi Rp8.000 per kilogram, dari semula hanya Rp6.000 per kilogram.

Tren lonjakan harga pada buncis dan sawi hijau berlanjut pada komoditas kentang. Pedagang kini menjual kentang di kisaran Rp20.000 per kilogram. Padahal beberapa waktu lalu harganya masih bertahan di angka Rp18.000 per kilogram.

Selain komoditas sayuran seperti buncis, sawi hijau, dan kentang, lonjakan harga juga menimpa kelompok buah-buahan di pasar tradisional tersebut.

“Harga Pisang Ambon sudah beberapa waktu ini harganya mengalami kenaikan,” kata Kepala UPTD Pasar Galuh Kawali Dana Sudiana, Senin (27/7/2026).

Dana menerangkan, melonjaknya permintaan konsumen yang tidak seimbang dengan pasokan dari tingkat petani menjadi pemicu utama kenaikan harga sayuran dan buah-buahan tersebut. Kehadiran musim kemarau turut menekan volume ketersediaan barang di pasaran.

“Dugaan kenaikan itu akibat musim kemarau. Karena banyak tanaman milik petani yang kekurangan air sehingga hasil panen berkurang dari biasanya,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Pemkot Bandung Usulkan Trayek Lembang-Bandara Husein Jelang Pembukaan Kembali

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Rasdian Setiadi di Balai Kota Bandung Senin (27/7/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong ketersediaan akses transportasi umum menuju Bandara Husein Sastranegara menjelang rencana pembukaan kembali bandara tersebut. Pemkot tengah memperjuangkan opsi pembukaan trayek baru rute Lembang-Bandara Husein.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan surat usulan trayek tersebut kepada instansi terkait. Saat ini, Dishub Kota Bandung sedang menunggu keputusannya dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Baca Juga: Farhan Ungkap Modus Transaksi Narkoba Sistem Tempel di Kota Bandung

“Kopamas sudah berkirim surat terkait trayek Lembang-Husein. Memang belum ada jawaban, tapi minggu ini saya akan mengejar, jemput bola ke Kemenhub berkaitan dengan itu,” kata Rasdian di Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2026).

Rasdian menerangkan, jika Kemenhub menyetujui usulan tersebut, armada angkutan trayek Lembang-Bandara Husein hanya boleh melintas masuk untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Kendaraan tidak mendapat izin memarkirkan armada di area dalam bandara.

“Jadi dari Lembang, nanti ke Husein itu ada seperti itu. Masuk hanya untuk drop penumpang, tidak parkir. Setelah itu jalan lagi,” katanya.

Rasdian mengungkapkan bahwa masyarakat sebelumnya pernah menikmati layanan angkutan yang melintasi kawasan Bandara Husein Sastranegara melalui trayek Gunung Batu-Stasiun. Pemkot Bandung kini mengusulkan trayek anyar dari arah Lembang guna memperluas jangkauan rute warga menuju lokasi bandara.

“Dulu kan ada jurusan Gunung Batu-Stasiun masuk ke Bandara Husein. Nah sekarang kita usulkan yang dari Lembang ke Husein,” ungkapnya.

Infrastruktur Pendukung

Di samping menyiapkan angkutan dalam trayek, Dishub Kota Bandung juga menggalang koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait operasional transportasi angkutan tidak dalam trayek seperti ojek dan taksi daring.

Rasdian menegaskan bahwa pengelolaan moda transportasi daring seperti Grab dan Gojek berada di luar wewenangnya karena kawasan bandara merupakan aset di bawah naungan Lanud.

“Kalau Grab, Gojek itu kewenangannya bukan kami, karena itu asetnya milik Lanud. Silakan koordinasi dengan Koperasi Lanud mekanismenang seperti apa, kita serahkan,” jelasnya.

Meski tidak memegang kendali atas kuota maupun mekanisme operasional armada nontrayek, Dishub Kota Bandung terus memantau kelancaran arus lalu lintas. Pemkot mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju bandara agar tidak memicu kemacetan lalu lintas.

“Yang penting kalau kita lihat, jangan sampai terjadi nanti macet dan sebagainya,” ujarnya.

Selain itu, Pemrintah melengkapi sejumlah infrastruktur pendukung keselamatan menjelang pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara. Jajaran petugas memasang penerangan jalan umum, pembenahan marka, rambu petunjuk jalan, hingga perlengkapan pembatas jalan.

“Support lain juga kita siapkan, seperti water barrier, traffic cone termasuk rambu-rambu peringatan dan rambu petunjuk. Kesan pertama harus bagus,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)