spot_imgspot_img
Minggu 29 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 87

425 Lansia Ikut Pesantren Ramadan Majelis Taklim Pusdai Jabar

0
Pesantren Lansia fokusjabar.id
Pesantren Lansia (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) menghadirkan pendekatan berbeda dalam pembinaan keagamaan dengan menyelenggarakan pesantren khusus bagi warga Lanjut Usia (Lansia).

Program tersebut menjadi ruang belajar yang di rancang sesuai kebutuhan fisik dan psikologis lansia.

BACA JUGA:

Yuk Kenali Perilaku yang Menghapus Pahala Puasa

Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan sepanjang hayat, inisiatif ini memberi kesempatan bagi para lansia untuk tetap aktif memperdalam pemahaman agama.

Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada ibadah. Namun juga pada penguatan relasi sosial.

Berbeda dengan pesantren formal untuk santri muda, program ini berbentuk pembinaan intensif dalam suasana yang lebih fleksibel. Materi di susun agar mudah di pahami serta tidak membebani peserta.

Salah satu penyelenggara utamanya adalah Majelis Taklim di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat.

Lokasi ini selama Ramadan menjadi pusat kegiatan pesantren lansia yang terbuka bagi warga Bandung Raya.

Pada pelaksanaan Februari 2026, tercatat lebih dari 425 peserta mengikuti program yang di gelar selama lima hari, 23-27 Februari. Peserta datang dari berbagai wilayah se-Bandung Raya.

Rangkaian kegiatan meliputi pembelajaran membaca Al-Quran, kajian keislaman, pembinaan tata cara ibadah bagi lansia, hingga salat berjamaah dan tadarus.

Seluruh sesi di pandu ustaz dan ustazah berpengalaman dalam pembinaan keagamaan.

Selain penguatan spiritual, aspek kebersamaan menjadi perhatian penting. Diskusi dan interaksi antarpeserta membuka ruang silaturahmi serta membangun dukungan emosional di usia senja.

BACA JUGA:

Tips Memilih Makanan Sahur agar Puasa Tetap Bertenaga

Pendekatan pembelajaran di sesuaikan dengan kondisi lansia. Baik dari segi durasi maupun metode penyampaian. Hal ini memungkinkan peserta mengikuti kegiatan dengan nyaman.

Di luar program Ramadan tersebut, terdapat pula lembaga bernama Pesantren Lansia yang beralamat di Jalan Gegerkalong Girang No51, Kota Bandung.

Lembaga ini menyediakan pembinaan sekaligus fasilitas sosial bagi warga lanjut usia.

Kehadiran pesantren lansia mencerminkan respons terhadap kebutuhan spiritual kelompok usia lanjut.

Mereka tidak sekadar menjadi penerima bantuan sosial. Tetapi juga subjek aktif dalam proses pembelajaran agama.

Model pembinaan seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan dapat terus berlangsung di setiap fase kehidupan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat Bandung.

(Jingga Sonjaya)

KKN Tematik Disiapkan Tangani Sampah di Kota Bandung

0
Sampah bandung fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (foto: bandung.go.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Upaya penanganan sampah di Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) memasuki babak baru dengan keterlibatan perguruan tinggi.

Pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) menyatakan komitmen untuk turun tangan membantu persoalan tersebut.

BACA JUGA:

Satpol PP Bandung Amankan 344 Botol Minol Ilegal Selama Ramadan

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto menyampaikan kesiapan kampus-kampus untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung. Salah satu gagasan yang di siapkan adalah menerjunkan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik berbasis pengelolaan sampah.

Pernyataan itu di sampaikan Brian saat berkunjung ke Balai Kota Bandung pada Rabu 25 Februari 2026 kemarin

Dia menilai, Bandung memiliki kekuatan berupa banyaknya perguruan tinggi dan mahasiswa yang bisa di gerakkan.

“Kampus memetakan kebutuhan komposting, maggotisasi, biodigester, RDF sampai rantai pasoknya. Setelah itu, kita usulkan ke pemerintah pusat. Jadi tidak membebani APBD,” jelas Brian.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif tersebut lebih realistis di banding membangun fasilitas waste to energy berskala besar yang membutuhkan investasi Rp2–3 triliun per unit.

“Kalau model ini berhasil di Bandung, tahun depan bisa di terapkan di seluruh kota di Indonesia,” katanya.

Program ini di rancang melibatkan kampus, pemerintah pusat, Pemkot Bandung serta unsur TNI-Polri untuk pengawasan. Terutama di sektor horeka dan pasar.

Langkah penegakan hukum di siapkan bersamaan dengan pemberian insentif bagi pelaku usaha yang taat aturan.

“Kita jadikan Bandung panggung percontohan nasional. Tahun ini kita keroyok bersama,” ujarnya.

BACA JUGA:

Kondisi Terbaru Kebun Binatang Bandung, 711 Satwa Sehat

Bandung termasuk dalam lima daerah pilot project nasional bersama Bogor, Tangerang, Purwokerto dan Yogyakarta. Kolaborasi ini di harapkan mempercepat pembenahan dari hulu hingga hilir.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan, timbulan sampah mencapai 1.507,85 ton per hari. Sekitar 60 persen berasal dari rumah tangga yang di dominasi sisa makanan dan daun.

Berdasarkan evaluasi Kementerian Lingkungan Hidup, sampah yang benar-benar terkelola baru 21,63 persen.

“Mindset yang harus kita ubah adalah ‘saya sudah bayar, sampah harus hilang’. Itu keliru. Sampah bukan soal hilang, tapi harus di kelola,” sebut Farhan.

Sebagai langkah konkret, Pemkot meluncurkan program Gaslah dengan merekrut 1.597 petugas, masing-masing satu per RW.

Mereka bertugas mengedukasi warga sekaligus mengangkut minimal 25 kilogram sampah organik per hari, di dukung anggaran Rp24 miliar per tahun dan dashboard pemantauan digital.

Program tersebut terintegrasi dengan Kang Pisman, Buruan Sae dan Dapur Sehat Atasi Stunting dalam ekosistem sirkular.

“Tanpa rekayasa sosial dan enforcement, tidak akan selesai. Hulu harus beres dulu,” ujar Farhan.

BACA JUGA:

Antisipasi Lonjakan Harga, Bulog dan Pemkot Bandung Sidak Pasar Kosambi

Ia menargetkan produksi sampah per kapita yang kini 0,58 kilogram per hari bisa di tekan di bawah 0,4 kilogram.

“Kalau kesadaran tidak di bangun, teknologi apa pun nanti ambyar,” katanya.

(Jingga Sonjaya)

Jangan Salah Kaprah, Ini Mitos vs Fakta Seputar Puasa

0
fakta puasa fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Berbagai informasi tentang puasa kembali ramai di perbincangkan. Sebagian sudah sesuai dengan ajaran agama dan pengetahuan medis. Namun tidak sedikit pula yang hanya beredar sebagai asumsi tanpa dasar yang jelas.

Kepercayaan yang berkembang dari lingkungan sekitar sering kali di terima begitu saja. Padahal, pemahaman yang kurang tepat bisa menimbulkan keraguan saat menjalankan ibadah.

BACA JUGA:

Apakah Gosok Gigi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Meluruskan perbedaan antara mitos dan fakta menjadi penting agar puasa di jalani dengan keyakinan dan tetap menjaga kesehatan tubuh.

Berikut sejumlah mitos dan fakta yang kerap muncul di tengah masyarakat:

  1. Mitos: Mandi pada siang hari membatalkan puasa.

Fakta: Aktivitas mandi tidak memengaruhi keabsahan puasa selama air tidak tertelan melalui mulut atau hidung.

2. Mitos: Menelan ludah membuat puasa batal.

Fakta: Air liur merupakan cairan alami tubuh. Menelannya secara wajar tidak membatalkan puasa kecuali jika bercampur dengan zat lain dan di sengaja.

3. Mitos: Berolahraga saat puasa berbahaya bagi tubuh.

Fakta: Olahraga ringan hingga sedang tetap dapat dilakukan. Terutama menjelang atau setelah berbuka dengan memperhatikan kondisi fisik dan kecukupan cairan.

4. Mitos: Sahur boleh di lewatkan tanpa dampak berarti.

Fakta: Sahur sangat di anjurkan karena membantu menyediakan energi agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.

5. Mitos: Puasa otomatis menyebabkan kekurangan nutrisi.

Fakta: Asupan gizi tetap bisa tercukupi jika menu sahur dan berbuka di susun seimbang dan tidak berlebihan.

6. Mitos: Menyikat gigi di siang hari membatalkan puasa.

Fakta: Membersihkan gigi di perbolehkan selama tidak ada air atau pasta gigi yang masuk ke tenggorokan.

7. Mitos: Berbuka harus dengan makanan manis dalam jumlah banyak.

Fakta: Makanan manis dapat membantu memulihkan energi, namun konsumsi berlebihan justru berisiko bagi kesehatan.

Dengan memahami fakta yang benar, umat Islam dapat menjalankan puasa tanpa di bayangi kekhawatiran yang tidak berdasar.

Informasi yang akurat membantu menjaga keseimbangan antara kepatuhan terhadap syariat dan perhatian terhadap kesehatan selama Ramadan.

(Jingga Sonjaya)

Apakah Masih Boleh Minum Setelah Imsak? Ini Hukum Makan dan Minum Setelah Imsak Menurut Fiqih

0
minum fokusjabar.id
(foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Setiap Ramadan, jadwal imsak selalu menjadi perhatian umat Muslim. Angka waktu yang tertera beberapa menit sebelum Subuh kerap di anggap sebagai tanda mutlak berhenti makan dan minum.

Tak jarang, sebagian orang memilih langsung menghentikan sahur begitu memasuki waktu imsak. Padahal, masih ada kebingungan mengenai apakah imsak benar-benar menjadi awal di mulainya puasa.

BACA JUGA:

Apakah Gosok Gigi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Secara etimologis, imsak berarti menahan diri. Dalam praktik yang berkembang di Indonesia, istilah ini di gunakan sebagai pengingat agar umat Islam segera bersiap mengakhiri sahur sebelum Subuh tiba.

Dalam ketentuan fiqih, puasa di mulai ketika fajar terbit atau masuknya waktu Subuh. Batas ini menjadi patokan resmi secara syariat, bukan waktu imsak yang tercantum di jadwal harian Ramadan.

Karena itu, secara hukum, makan dan minum masih di perbolehkan setelah imsak selama belum memasuki waktu Subuh. Puasa baru sah di mulai saat fajar benar-benar muncul.

Penetapan imsak umumnya di buat sekitar 5 hingga 15 menit sebelum Subuh. Rentang tersebut berfungsi sebagai langkah antisipasi agar seseorang tidak terlambat menghentikan sahur.

Sebagian ulama menganjurkan berhenti makan saat imsak sebagai bentuk kehati-hatian. Namun anjuran ini tidak bersifat wajib dan tidak menentukan sah atau tidaknya puasa.

Memahami perbedaan antara imsak dan Subuh menjadi hal penting agar tidak terjadi kesalahpahaman. Imsak lebih bersifat administratif dan preventif. Sedangkan Subuh adalah batas syar’i yang menentukan awal ibadah puasa.

Dengan pemahaman ini, umat Islam tidak perlu merasa cemas jika masih sempat minum setelah imsak, selama azan Subuh belum berkumandang. Ketentuan syariat tetap merujuk pada waktu fajar.

Kesadaran akan perbedaan tersebut membantu masyarakat menjalankan ibadah dengan lebih mantap dan tanpa keraguan. Informasi yang tepat juga mencegah anggapan keliru bahwa imsak otomatis membatalkan kesempatan sahur.

BACA JUGA:

Yuk Kenali Perilaku yang Menghapus Pahala Puasa

Pada akhirnya, imsak berfungsi sebagai pengingat untuk bersiap, bukan sebagai penentu dimulainya puasa. Batas resmi tetap berada pada waktu Subuh sebagaimana ditetapkan dalam ajaran Islam.

(Jingga Sonjaya)

Apakah Gosok Gigi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

0
Gosok Gigi fokusjabar.id
Menyikat Gigi (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Menjaga kebersihan mulut selama berpuasa sering kali menimbulkan kebingungan. Tidak sedikit masyarakat yang ragu untuk gosok gigi pada siang hari karena khawatir puasanya menjadi tidak sah.

Keraguan ini muncul lantaran aktivitas tersebut melibatkan air, pasta gigi atau cairan lain yang berpotensi tertelan.

BACA JUGA:

Tips Memilih Makanan Sahur agar Puasa Tetap Bertenaga

Kekhawatiran itu mendorong banyak orang memilih untuk menunda membersihkan gigi hingga waktu berbuka.

Menanggapi hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan penegasan hukum agar umat Islam memiliki pedoman yang jelas.

MUI menyatakan bahwa menyikat gigi saat berpuasa pada dasarnya di perbolehkan.

Hukumnya termasuk mubah, selama tidak ada air, pasta gigi atau zat lain yang masuk dan tertelan ke dalam tenggorokan.

Dengan kata lain yang membatalkan puasa bukanlah aktivitas menyikat giginya. Melainkan jika ada sesuatu yang tertelan secara sengaja.

Karena itu, kehati-hatian menjadi syarat utama. Seseorang di anjurkan untuk memastikan seluruh air dan busa di buang dengan sempurna setelah menyikat gigi.

Sebagian ulama juga memandang aktivitas tersebut sebagai makruh apabila di lakukan setelah waktu zuhur.

Pertimbangannya lebih pada upaya pencegahan agar tidak terjadi hal yang membatalkan puasa tanpa di sadari.

BACA JUGA:

Penyebab dan Cara Mengatasi Rambut Berketombe

Namun, tidak ada ketentuan yang melarang secara tegas. Selama mampu menjaga diri dari risiko tertelan, menyikat gigi tetap di perkenankan kapan pun di siang hari.

Selain itu, penggunaan obat kumur memiliki ketentuan yang serupa. Cairan tersebut boleh di gunakan dengan syarat tidak ada yang masuk ke dalam tenggorokan.

MUI juga menjelaskan bahwa tindakan medis di bidang kedokteran gigi, seperti pemeriksaan, pembersihan karang gigi, penambalan, maupun pencabutan tidak otomatis membatalkan puasa.

Prosedur itu tetap sah selama pasien tidak menelan cairan atau bahan medis secara sadar.

Penjelasan ini memberi kepastian bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan gigi selama Ramadan.

Dengan pemahaman yang tepat, kebersihan dan kesehatan mulut tetap terjaga tanpa mengganggu ibadah.

Melalui panduan tersebut, umat Islam dapat menjalani puasa dengan lebih tenang. Keseimbangan antara menjaga kesehatan dan menaati ketentuan syariat menjadi prinsip yang di tekankan dalam fatwa tersebut.

(Jingga Sonjaya)

Bukan Seremonial, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Tegur OPD yang Absen di Musrenbang

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Musrenbang RKPD 2027 DPPKBP3A Kota Tasikmalaya di sayangkan, banyak mitra strategis tidak hadir (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara melontarkan kritik tegas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar DPPKBP3A Kota Tasikmalaya. Ia menyoroti minimnya kehadiran organisasi perangkat daerah (OPD) mitra strategis dalam forum perencanaan pembangunan tersebut.

Musrenbang yang berlangsung di Gedung Galih Pawestri itu dibuka langsung oleh Dicky Candra Negara. Sejumlah unsur legislatif dan pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Undang Syafrudin, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Evi Silviany, serta Plt. Kepala DPPKBP3A Asep Hendra.

Baca Juga: Persiapan Tarling Dedi Mulyadi dan Gus Muwafiq di Tasikmalaya

Musrenbang Bukan Sekadar Formalitas

Dalam forum tersebut, DPPKBP3A memaparkan sejumlah program strategis untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi dinas. Namun, Ia menegaskan bahwa Musrenbang tidak boleh dipahami sebagai agenda internal satu OPD semata.

“Musrenbang ini menjadi ruang penting untuk menyerap aspirasi dan menyusun arah pembangunan ke depan. Program yang lahir di sini menyangkut banyak pihak, bukan hanya DPPKBP3A,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD agar rancangan program benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Soroti Ketidakhadiran OPD Mitra

Ia secara terbuka menyayangkan absennya sejumlah OPD yang telah mendapat undangan sebagai mitra strategis. Menurutnya, ketidakhadiran tanpa keterangan tersebut menunjukkan lemahnya komitmen bersama dalam perencanaan pembangunan.

“Stakeholder terkait sudah kami undang. Acara ini sangat penting, tetapi mereka tidak hadir. Ini tentu patut kita pertanyakan,” tegasnya.

Ia menilai DPPKBP3A tidak mungkin menjalankan seluruh program strategis secara mandiri. Sinergi antardinas menjadi kunci agar pelayanan publik berjalan optimal.

“Semua dinas di lingkungan Pemkot Tasikmalaya saling terhubung. Tidak ada yang kemudian satu pun OPD bisa bekerja sendiri,” katanya.

Tolak Ego Sektoral

Ia juga mengingatkan agar tidak ada ego sektoral di lingkungan pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan hanya dapat tercapai melalui kerja tim.

“Tidak ada superman dalam pembangunan daerah. Yang ada supertim. Kemudian jangan merasa OPD sendiri paling penting atau paling hebat,” ujarnya.

Kekecewaan Wakil Wali Kota ini bukan tanpa alasan. Ia mengaku dalam beberapa pekan terakhir rutin membuka Musrenbang di berbagai OPD, namun kerap mendapati absennya kepala dinas atau perwakilan OPD terkait.

“Jangan anggap Musrenbang sebagai acara seremonial tahunan. Di sinilah merumuskan program strategis dari aspirasi masyarakat. Kalau OPD terkait saja banyak yang tidak hadir, bagaimana aspirasi warga bisa terjawab,” pungkasnya.

(Seda)

Menu Sederhana Ramadan Picu Polemik, MBG Pangandaran Jadi Perbincangan

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Tangkapan layar menu Makan Bergizi Gratis di Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran memantik perbincangan publik selama Ramadan 2026. Sejumlah warga menilai menu yang diterima tidak sesuai ekspektasi, terutama bagi kelompok sasaran rentan.

Polemik mencuat setelah warganet menyebarkan video dan tangkapan layar percakapan di media sosial, seperti Facebook dan grup WhatsApp. Unggahan tersebut memperlihatkan isi paket MBG yang sederhana dan kurang variatif.

Baca Juga: ‎Anggaran Pembangunan KDMP Sindangwangi Pangandaran Diduga Tidak Transparan

Dalam salah satu video, seorang pria memperlihatkan paket berisi telur rebus, roti, serta tiga butir kurma yang terbungkus plastik kecil. Unggahan lain menampilkan menu serupa dengan tambahan kacang tanah dalam kemasan sederhana.

Sorotan semakin tajam ketika warga menyebut paket MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3) hanya berisi satu buah jeruk, roti, dan kue kecil. Paket lain bahkan hanya memuat susu kemasan kecil, kacang tanah sangrai, serta satu buah belimbing.

Reaksi Warganet Menguat

Ragam menu tersebut memicu keluhan dan kritik dari warganet. Sejumlah akun menyampaikan kekecewaan serta mempertanyakan mutu dan kelayakan program.

“(Menu MBG) makin parah,” tulis akun Facebook @Yuyun.

Komentar bernada keras juga bermunculan. Sebagian warganet menduga kualitas menu yang rendah membuka celah penyimpangan.

“Maling berkedok gizi,” tulis akun lainnya, disusul komentar, “Semakin ngaco MBG ya.”

Pertanyaan soal Standar Gizi

Warga kini mempertanyakan apakah menu MBG telah memenuhi standar kecukupan gizi, mengingat program ini tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga kelompok rentan seperti ibu hamil dan ibu menyusui. Mereka berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh agar tujuan peningkatan gizi masyarakat benar-benar tercapai.

(Sajidin)