spot_imgspot_img
Sabtu 3 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 86

Anomali Beras Fortifikasi Diusut Pemerintah, 93 Persen Sampel Bermasalah

0
Beras Fortifikasi fokusjabar.id
(foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Pemerintah tengah menelusuri dugaan anomali dalam perdagangan beras setelah menemukan ketidaksesuaian pada sejumlah produk yang di pasarkan sebagai beras fortifikasi.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyatakan, pengusutan akan di lanjutkan setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan persetujuan untuk mengambil tindakan.

BACA JUGA:

KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 6 Orang Tewas

Temuan yang menjadi perhatian pemerintah berkaitan dengan produk beras yang mencantumkan klaim tambahan zat gizi. Tetapi hasil pemeriksaan menunjukkan kandungannya tidak sesuai dengan informasi pada kemasan.

Pemerintah menilai, persoalan tersebut perlu di telusuri lebih jauh karena menyangkut harga yang di bayarkan konsumen sekaligus kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan mutu dan pelabelan pangan.

Amran mengatakan, laporan mengenai temuan tersebut telah di sampaikan langsung kepada Presiden Prabowo.

Hasil pengawasan Bapanas menunjukkan persoalan tersebut bukan hanya berupa dugaan ketidaktepatan informasi pada kemasan.

Pemeriksaan laboratorium terhadap produk beras yang di klaim sebagai beras fortifikasi menemukan 93 persen sampel belum memenuhi ketentuan yang berlaku.

Pengawasan itu sebelumnya di lakukan terhadap beras fortifikasi dan produk yang menggunakan klaim di perkaya zat gizi yang beredar di wilayah Jakarta pada April 2026, kemudian di lanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium.

Dalam pemeriksaan tersebut, Bapanas menemukan adanya ketidaksesuaian antara klaim yang di cantumkan pada produk dan kandungan yang di temukan melalui pengujian.

Aspek yang di periksa mencakup kandungan gizi, mutu, serta pelabelan.

Dengan demikian, persoalan yang sedang di tangani pemerintah tidak hanya menyangkut harga. Tetapi juga apakah suatu produk benar-benar memenuhi persyaratan untuk di sebut sebagai beras fortifikasi atau beras yang di perkaya zat gizi.

Pemerintah sebelumnya telah memberikan perhatian khusus terhadap peredaran beras fortifikasi sejak April 2026.

Bapanas menemukan adanya produk yang hanya mencantumkan dua jenis zat gizi pada label. Sementara beras fortifikasi harus memenuhi persyaratan kandungan gizi sesuai ketentuan. Termasuk vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi dan seng.

Ketentuan tersebut berkaitan dengan Standar Nasional Indonesia SNI 9372:2025.

BACA JUGA:

BGN Dorong Pengadaan Bahan Baku MBG dari Wilayah Setempat

Selain persoalan kandungan, harga produk juga menjadi bagian dari pengawasan.

Bapanas sebelumnya menemukan beras fortifikasi yang di pasarkan jauh di atas harga beras premium.

Dalam perkembangan terbaru pada Minggu, 13 September 2026, Amran menyebut terdapat produk yang di jual hingga Rp56.000 per kilogram. Sementara harga yang di sebutnya sekitar Rp13.000 per kilogram.

“Kami hajar! Kami pertaruhkan segalanya, sudah siap lahir batin. Beras fortifikasi, dia jual Rp56.000 satu kilo, padahal harganya Rp13.000 dan ini sudah masuk lab. Di labelnya (ibarat) ini emas padahal di dalamnya adalah timah besi, besi berkarat,” kata Amran.

Amran menilai, perbedaan harga tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang besar apabila produk di perdagangkan dalam jumlah banyak.

Ia memberikan gambaran mengenai potensi keuntungan dari selisih harga tersebut dengan menghitung volume hingga satu truk.

Pengusutan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pengawasan yang sudah di lakukan Bapanas sejak beberapa bulan lalu.

Pada Mei 2026, Amran telah menginstruksikan pemeriksaan laboratorium terhadap beras yang mengklaim sebagai produk fortifikasi untuk memastikan kandungan gizi yang tercantum pada label benar-benar terdapat dalam produk.

Saat itu, pemerintah juga menyoroti adanya produk beras fortifikasi dengan harga yang mencapai Rp27.000 per kilogram di wilayah Jakarta.

Temuan kemudian berkembang. Pada Agustus 2026, Bapanas menyampaikan bahwa hasil pengawasan terhadap sejumlah produk menunjukkan 80 persen sampel beras fortifikasi dan beras dengan klaim gizi tidak sesuai dengan klaim pada label.

Pengawasan di perluas dengan pengumpulan lebih dari 100 sampel dari sejumlah produsen.

Pemerintah menyatakan pemeriksaan akan di lakukan secara menyeluruh terhadap peredaran produk beras fortifikasi.

Presiden Prabowo kini di sebut telah memberikan persetujuan agar pengusutan tersebut di teruskan.

Amran menegaskan, pemerintah tidak akan menghentikan proses hanya karena adanya risiko dalam penindakan.

“Itu perintah Bapak Presiden. Kami tidak boleh gentar. Kami tidak diskusi di ruang yang tidak penting, tapi kami lebih mementingkan keselamatan negara, keselamatan Republik Indonesia, harus hitam putih kalau negara dan itu perintah Presiden,” tegas Amran.

Pemerintah selanjutnya akan menelusuri pihak-pihak yang berkaitan dengan produk bermasalah tersebut sekaligus memastikan ketentuan mutu, label, kandungan gizi dan harga di patuhi.

Pemerintah menargetkan hasil tindak lanjut terhadap temuan beras khusus tersebut di umumkan pada pekan berikutnya.

BACA JUGA:

BGN Perluas MBG ke Sekolah Wilayah 3T dan Stunting Tinggi

Pengusutan di harapkan dapat memberikan kejelasan mengenai produk yang tidak memenuhi ketentuan sekaligus mencegah konsumen membayar harga lebih tinggi untuk produk yang klaim kandungan gizinya tidak sesuai.

Di sisi lain, pemerintah tetap menjalankan pengawasan terhadap harga dan pasokan beras secara umum agar penanganan anomali tidak mengganggu ketersediaan pangan nasional.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)

KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 6 Orang Tewas

0
KM Virgo Transport 8 fokusjabar.id
KM Virgo Transport 8. (foto: VIVA)

BANJARMASIN, FOKUSJabar: KM Virgo Transport 8 yang melayani pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026.

Kapal tersebut sebelumnya di laporkan hilang kontak setelah menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan.

Berdasarkan data yang di gunakan dalam operasi pencarian dan pertolongan, terdapat 243 orang di dalam kapal yang terdiri atas penumpang dan awak.

BACA JUGA:

BGN Perluas MBG ke Sekolah Wilayah 3T dan Stunting Tinggi

Informasi mengenai kondisi kapal mulai di terima setelah nakhoda menyampaikan laporan kepada pihak agen.

Sebelum komunikasi terputus, nakhoda menyebut kapal mengalami situasi yang membahayakan akibat kondisi cuaca.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana menjelaskan, laporan mengenai kapal miring di terima pada dini hari.

“Untuk kronologi kejadian kapal Virgo Transport 8 ini mengalami cuaca buruk pada pukul 24.00. Itu di laporkan oleh nahkoda ke pihak agen. Kemudian pada pukul 02.00 tanggal 13 September 2026, nahkoda kapal melaporkan bahwa kapal dalam posisi miring,” ungkapnya.

Laporan mengenai hilang kontak tersebut kemudian di terima Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA. Informasi itu di sampaikan oleh General Manager PT Virgo, Yoel Rihi.

Tim SAR selanjutnya bergerak melakukan pencarian dan pertolongan.

Sekitar pukul 04.30 WITA, proses penanganan mulai di lakukan. Kemudian KN SAR Laksmana 241 di berangkatkan menuju perkiraan lokasi terakhir kapal sekitar pukul 05.30 WITA.

“Kami telah menerima laporan terkait hilang kontaknya kapal Virgo Transport 8 dan segera mengerahkan personel serta KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi perkiraan posisi terakhir.”

“Mengingat jumlah penumpang dan awak kapal yang cukup banyak, kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan seluruh penumpang serta awak kapal,” ujar Sudayana.

Posisi terakhir KM Virgo Transport 8 tercatat berada di koordinat 4°31’51,82” Lintang Selatan dan 114°02’06,88” Bujur Timur dengan heading 203,94 derajat.

Titik tersebut berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Pencarian kemudian di perkuat dengan melibatkan sejumlah unsur. Baik dari Basarnas maupun instansi terkait.

Selain KN SAR Laksmana 241, sejumlah unsur yang di kerahkan antara lain KRI Nala, KN Kunyit, kapal-kapal niaga yang berada di sekitar lokasi serta helikopter Basarnas untuk melakukan penyisiran dari udara.

Dukungan juga datang dari KSOP Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi Banjarmasin, Pelindo Banjarmasin dan pihak agen kapal.

Proses evakuasi mulai menunjukkan hasil pada Minggu pagi. Dua kapal tunda yang berada di sekitar lokasi, yakni TB Mau Au 9 dan TB TCP berhasil menyelamatkan 54 orang.

Dari jumlah tersebut, 53 orang di nyatakan selamat, sedangkan satu orang meninggal dunia.

BACA JUGA:

BGN Perbarui Sasaran Penerima MBG, 1.653 Satuan Pendidikan Dikeluarkan

Jumlah korban yang berhasil di evakuasi terus mengalami perubahan seiring berlangsungnya operasi SAR.

Hingga pembaruan pada pukul 12.00 WIB, sebanyak 103 orang telah berhasil di evakuasi.

Operasi saat itu melibatkan TB Mahao, TB TCP, MP Haida, KN SAR Laksmana, KRI Nala, KN Kunyit, serta helikopter Basarnas yang melakukan pencarian dari udara.

“Jadi, total yang sudah terevakuasi sebanyak 103 orang,” ungkapnya.

Pada perkembangan berikutnya pada Minggu, 13 September 2026, jumlah orang yang telah di evakuasi kembali berubah.

Salah satu laporan pada sore hari mencatat sebanyak 143 orang telah di evakuasi dari KM Virgo Transport 8.

Namun pembaruan berikutnya yang mengacu pada informasi otoritas SAR menyebut 108 orang telah di selamatkan dan enam orang meninggal dunia.

Dengan total 243 orang dalam manifes, terdapat sekitar 129 orang yang masih dalam pencarian.

Perbedaan angka tersebut terjadi karena proses evakuasi, identifikasi dan pendataan korban masih berlangsung sepanjang hari.

BACA JUGA:

Buntut Keracunan, BGN Evaluasi 172 SPPG di Pati

Karena itu, angka korban dalam laporan awal dapat berbeda dengan pembaruan berikutnya.

Data yang lebih baru menjadi acuan untuk menggambarkan kondisi terkini. Yakni 108 orang selamat, enam orang meninggal dunia dan sekitar 129 orang masih dicari dari total 243 orang yang berada di kapal.

Perkembangan besar dalam operasi pencarian terjadi setelah KM Virgo Transport 8 akhirnya di temukan melalui pengamatan dari udara.

Kapal yang sebelumnya di nyatakan hilang kontak tersebut di temukan dalam kondisi terbalik di perairan Laut Jawa.

Penemuan kapal membuat fokus operasi SAR bergeser pada pencarian para korban yang belum di temukan. Sementara korban selamat terus di evakuasi menggunakan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.

Kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian dan penyelamatan.

Sebelum kehilangan komunikasi, kapal telah menghadapi cuaca buruk dan nakhoda sempat melaporkan bahwa posisi kapal dalam keadaan miring.

Gelombang dan kondisi laut di lokasi kejadian juga menjadi kendala bagi tim SAR yang melakukan pencarian melalui jalur laut.

Meski demikian, penyebab pasti kapal sampai terbalik belum dapat di simpulkan hanya dari kondisi cuaca dan masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Korban yang berhasil di selamatkan selanjutnya di arahkan menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Dari lokasi tersebut, para korban di rencanakan mendapatkan penanganan medis di RSUD Ulin dan Rumah Sakit Bhayangkara.

Penanganan tersebut di lakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para korban setelah menjalani proses evakuasi dari lokasi kecelakaan.

Identitas korban meninggal dunia belum langsung di umumkan karena proses pemeriksaan dan identifikasi masih di lakukan oleh pihak terkait.

BACA JUGA:

Wamenko Pangan: Penutupan SPPG tak Kantongi SLHS Berlanjut

Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KM Virgo Transport 8 masih berlangsung pada Minggu, 13 September 2026.

Berdasarkan perkembangan terbaru yang tersedia, enam orang di nyatakan meninggal dunia, 108 orang berhasil di selamatkan, sedangkan sekitar 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran melalui jalur laut dan udara untuk menemukan korban yang belum di ketahui keberadaannya.

Proses pendataan dan evakuasi masih dapat berubah mengikuti perkembangan operasi di lapangan.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)

Walhi Jabar Ungkap Dampak Tumpahan Batu Bara Nautica 22

0
Walhi Jabar fokusjabar.id
Diskusi publik Walhi bersama warga di Sagati Kopi, Parigi, Kabupaten Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat (Jabar) menyoroti peristiwa kebocoran tongkang Nautica 22 di pesisir Kabupaten Pangandaran yang tidak hanya menyisakan tumpahan batu bara di laut.

Dampak terhadap ekosistem perairan serta jejak kepemilikan kapal tersebut juga menjadi sorotan mereka.

BACA JUGA:‎

Leuit Munjul Pangandaran Rawat Jejak Kehidupan Sunda

Tim Advokasi Walhi Jabar, Ajeng Pramudya dalam diskusi publik bersama warga di Sagati Kopi, Parigi, Kabupaten Pangandaran mengungkap kronologi kejadian tongkang Nautica 22 yang di tarik kapal tunda KM Titan 33 karena mengalami kendala pada Rabu (17/6/2026).

Awalnya kapten berencana membawa tongkang ke tepi Pantai Batu Karas. Namun di tolak warga dan nelayan.

Tongkang kemudian di arahkan ke pesisir Cibenda, dekat kawasan Batu Hiu karena di nilai sepi pengunjung.

‎Namun 10 orang awak kapal tidak mampu mengatasi kebocoran. Pada 17-19 Juni 2026, penanganan di lokasi lebih di fokuskan pada evakuasi awak kapal.

‎Di saat bersamaan, masyarakat sekitar mengambil sebagian batu bara yang tumpah untuk di gunakan sebagai bahan bakar ikan dan arang batok kelapa.

‎”Respons yang lambat membuat pengambilan batu bara oleh masyarakat tidak dapat di hindari,” kata Ajeng.

‎Walhi menilai respons awal pemerintah, termasuk pemasangan police line belum di lakukan dengan cepat.

‎Pada Senin (22/6/2026), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pangandaran yang di ketuai Jeje Wiradinata melakukan audiensi di DPRD Pangandaran.

Pegiat lingkungan juga mendorong adanya pemulihan lingkungan oleh perusahaan. Salah satunya penanaman mangrove.

‎Sehari kemudian, Selasa (23/6/2026), Kementerian Kelautan dan Perikanan meninjau lokasi. Namun pembongkaran tongkang di sebut masih menunggu persetujuan Syahbandar.

‎Menurut Walhi, tumpahan batu bara tidak hanya soal material yang mengotori pesisir. Batu bara yang tidak terbakar dapat menjadi sumber keasaman, salinitas, logam jejak, hidrokarbon hingga chemical oxygen demand yang berpotensi membahayakan organisme perairan.

‎Batu bara juga dapat mengandung logam, metaloid serta polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). Kontaminasi PAH di nilai berbahaya bagi sumber air, sedimen laut, manusia dan biota laut.

‎BACA JUGA:

Dump Truk Tabrak Bus Budiman di Padaherang Pangandaran

‎”Dampak tersebut dapat terjadi terhadap ikan, krustasea maupun moluska. Mulai dari fase kecil hingga dewasa,” ujar Ajeng.

Pihaknya mendorong di lakukannya penilaian dampak lingkungan dan analisis organisme di sekitar lokasi.

Ajeng mencontohkan kasus tumpahan batu bara di Teluk Salamanca, Kolombia tahun 2013 yang masih memengaruhi fitoplankton hingga 67 hari setelah kejadian.

‎”Kandungan spesifik dari batu bara Nautica 22 masih perlu di verifikasi melalui pemeriksaan karakteristik dan jenis batu bara yang di angkut,” jelasnya.

‎Selain dampak lingkungan, Walhi juga menelusuri kepemilikan tongkang tersebut.

‎Berdasarkan data Ditjen AHU yang di rujuk Walhi, pemilik kapal tunda Titan 33 dan tongkang Nautica 22 adalah PT Trans Logistik Perkasa (TLP). Beneficial owner perusahaan itu di sebut Erwin Sutanto.

‎PT TLP merupakan perusahaan patungan yang melibatkan PT Aserra Logistik Indonesia, Tsingshan, dan PT Trans Power Marine Tbk.

PT Aserra Logistik Indonesia sendiri bergerak di bidang logistik batu bara, nikel dan mineral di Sumatera dan Indonesia Timur.

Walhi juga memetakan sejumlah perusahaan yang terkait dalam rantai bisnis tersebut. Seperti PT Pelayaran Trans Nusantara, PT Pacific Pelayaran Indonesia, T&J Industria Holdings hingga perusahaan dalam jaringan DAAZ.

‎DAAZ di sebut bergerak di perdagangan nikel, batu bara, bahan bakar, jasa angkutan laut dan layanan pertambangan sejak 2009.

Untuk angkutan laut, jaringan ini menawarkan layanan tug and barge dengan kapasitas 7.500 hingga 10.000 ton.

‎”Penelusuran kepemilikan penting untuk mengetahui aktor di balik aktivitas pengangkutan batu bara sekaligus pihak yang harus di mintai pertanggungjawaban apabila menimbulkan dampak terhadap lingkungan,” kata Ajeng.

Besarnya dampak ekologis dari tumpahan Nautica 22 terhadap ekosistem pesisir Pangandaran harus di buktikan melalui pengujian air, sedimen dan organisme di sekitar lokasi.

(Sajidin)

Leuit Munjul Pangandaran Rawat Jejak Kehidupan Sunda

0
Leuit Munjul Pangandaran fokusjabar.id
Leuit Munjul di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Di tengah rimbunnya pepohonan Dusun Purwasari Desa Parigi, Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar), berdiri sebuah bangunan kayu sederhana. Atapnya dari genteng tanah liat yang telah menua. Di depan, deretan stoples kaca tersusun rapi di atas rak kayu. Tempat ini bernama Leuit Munjul.

Leuit Munjul bukan museum, tapi rumah bagi berbagai benda dan bangunan lama yang di kumpulkan dan di rawat agar tidak punah di telan zaman.

‎BACA JUGA:

6 Tahun Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Pangandaran Patungan Bangun Sendiri

‎Pemilik koleksi adalah Rosid, seniman yang kini di kenal sebagai pelukis di Bandung.

Rumah Leuit Munjul dulunya adalah rumah orangtua Rosid. Sebagai mantan petani, Rosid punya kecintaan besar pada benda-benda kehidupan masyarakat dulu.

‎Awalnya barang-barang itu hanya menumpuk di gudang. Ada alat bajak yang di tarik kerbau, garu, lesung dari kayu gelondongan, cobek, cangkul hingga peralatan dapur tradisional.

‎Barulah kemudian di kembangkan menjadi sebuah kawasan. Sosok di balik konsep dan eksekusinya adalah Dede R. Saepudin.

‎Ketertarikan Dede berawal dari seni. Khususnya sosok Dewi Sri yang erat dengan kehidupan agraris masyarakat Sunda. Dari situlah ia ingin menghadirkan kembali suasana kehidupan Sunda masa lalu.

‎Leuit Munjul tidak sekadar menaruh benda lama. Dede menata kawasan ini dengan konsep perele atau tata letak khas Tatar Galuh.

‎”Konsep rumah di sana harus tersusun tungku atau dapur hawu, leuit, saung lisung. Istilahnya perele atau tata letak, khusus wilayah Tatar Galuh,” ujar Dede.

‎Tungku untuk mengolah makanan. Leuit untuk menyimpan padi. Saung lisung untuk menumbuk padi. Ketiganya di susun agar pengunjung bisa memahami hubungan dan fungsi benda-benda itu dalam satu kesatuan kehidupan.

‎BACA JUGA:

16.295 Orang Ikut Survei Reaktivasi KA Banjar-Cijulang, Harapan Besar untuk Ekonomi Pangandaran

‎Beberapa rumah leuit di sini adalah bangunan lama. Salah satunya di perkirakan sudah ada sejak 1965. Ada juga peralatan yang usianya lebih tua, seperti gergaji gongsrang.

‎Dede juga menceritakan kearifan lokal masyarakat dulu dalam membangun rumah.

“Orang dulu, sebelum punya rumah menabung kayu. Kayunya di taruh di dalam kolam lumpur. Itulah kenapa kayu-kayu itu kuat-kuat,” katanya.

‎Sebagai seniman ukir, Dede terbiasa memanfaatkan limbah dan material lama. Karena itu semua bangunan di Leuit Munjul adalah hasil rehab dari bahan-bahan lama. Tidak ada yang baru.

‎”Saya juga lebih tertarik mengaplikasikan bangunan-bangunan khas Sunda yang memang sudah jarang di pakai,” kata Dede.

‎Ia sengaja menghadirkan bentuk rumah dengan filosofi, seperti atap Julang Ngapak.

“Setiap bangunan itu sarat akan makna dan filosofi. Seperti Julang Ngapak itu kan filosofi dan definisinya jelas. Jadi, tidak asal membuat bangunan,” ujarnya.

‎Nama Leuit Munjul sendiri di ambil dari dominasi bentuk lumbung padi di kawasan ini.

‎Bagi Dede, menyimpan benda tradisional bukan sekadar mengoleksi barang antik. Alat pertanian, perabot dapur dan peralatan rumah tangga itu adalah catatan bagaimana masyarakat Sunda dulu bertahan hidup dengan apa yang ada di sekitarnya.

‎”Ketika sebuah benda lama hilang, yang hilang bukan hanya bentuk bendanya. Pengetahuan dan cerita mengenai kehidupan orang-orang yang pernah menggunakannya juga berisiko ikut terputus,” kata Dede.

‎Leuit Munjul kini menjadi ruang ingatan. Bagi generasi tua, tempat ini mengingatkan pada dapur, sawah dan rumah orangtua. Bagi generasi muda, ini jadi pintu untuk mengenal Sunda masa lalu.

‎Dede berharap yang di wariskan bukan hanya bendanya, tapi juga nilai, pengetahuan, kreativitas dan cerita di baliknya.

(Sajidin)

Irfan Hakim Sabet Male Champion dan Jadi Juri, Bos Koi Hartono Soekwanto Ramaikan Kontes Koi 27th ZNA Bandung

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ajang kontes koi bergengsi 27th ZNA Bandung Chapter sukses digelar di kawasan Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (13/9/2026). Presenter kenamaan Irfan Hakim mencuri perhatian publik setelah meraih gelar Male Champion.

Kompetisi ini mempertemukan para penghobi koi dari berbagai daerah untuk menilai kualitas koi terbaik dari bermacam varietas, ukuran, dan kategori. Para peserta bersaing memperebutkan gelar kehormatan, termasuk Male Champion hingga Grand Champion.

Baca Juga: Irfan Hakim Jadi Juri, Bos Koi Hartono Soekwanto Ramaikan Kontes Short Body dan Bogel di Bandung

Pengusaha asal Bandung sekaligus Bos Koi Hartono Soekwanto menginisiasi kategori unik ini untuk menggairahkan keanekaragaman varietas koi di tanah air.

“Pertandingan ikan-ikan koi shortbody dan bogel di 27th ZNA Bandung Chapter 2026 merupakan yang pertama kali di dunia. Ini menjadi ajang adu cantik ikan-ikan itu,” ujar Hartono.

Kategori ini khusus menilai koi bertubuh pendek dan padat namun tetap proporsional. Bentuk tubuhnya yang menggemaskan sukses menyita perhatian ratusan peserta dan pengunjung.

Ratusan Peserta dan Koi Bersaing Ketat

Kontes bergengsi ini mencatatkan partisipasi yang luar biasa dari para penghobi koi di berbagai daerah:

  • Partisipan: 375 pemilik koi dan 81 handling.
  • Jumlah Ikan: 835 ekor koi berkompetisi di arena.
  • Kategori Utama: Gosanke, Sakura, Tsubaki, Botan, Fuji, Ume, serta Variety Shortbody.
  • Rentang Ukuran: Kelas kompetisi terbagi mulai dari ukuran 1–12 cm hingga 61–65 cm.

Para peserta bersaing memperebutkan berbagai penghargaan prestisius, mulai dari Super Mini Champion, Male Champion, hingga Grand Champion.

Irfan Hakim Sabet Gelar Juara Sekaligus Jadi Juri

Presenter kenamaan Irfan Hakim menjadi salah satu figur yang paling mencuri perhatian dalam ajang ini. Ia berhasil mengantarkan koinya meraih gelar bergengsi Male Champion.

Tak hanya memboyong gelar juara, Irfan Hakim juga mendapat kepercayaan khusus untuk menjadi juri resmi Variety Shortbody Class dan Bogel. Ia memimpin penilaian untuk kategori baru tersebut.

(Irfansyah)

Musda XI DPD Golkar Garut “Kawinkan” Eksekutif dan Legislatif?

0
Musda XI DPD Golkar Garut fokusjabar.id
foto: ilustrasi

GARUT, FOKUSJabr.id: Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) tahun 2026 hingga kini belum memiliki jadwal pasti.

Dua kandidat calon Ketua DPD partai Golkar Garut di kabarkan sudah mengantongi dukungan dari Ketua Pengurus Kecamatan (PK).

Ketua DPRD Garut, Aris Munandar katanya sudah mengantongi dukungan dari 28 PK. Sementara Bupati Abdusy Syakur Amin di dukung oleh 14 PK.

BACA JUGA:

Usai Musda, Golkar Garut Harus Fokus Gerakkan Ekonomi Rakyat

Penundaan Musda ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Garut memunculkan perspektif yang berbeda. Yakni, menunggu kondusivitas atau berencana “mengawinkan” kekuatan eksekutif dan legislatif. Artinya, Bupati dan Ketua DPRD di pegang partai berlambang pohon beringin.

Langkah ini di sebut sebagai kunci untuk memperkuat mesin politik jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.

Konsep “perkawinan” ini di maknai sebagai sinergi program. Kebijakan eksekutif di Pemda harus di kawal dan di support lewat fungsi legislasi, budgeting dan pengawasan di DPRD.

Di sisi lain, Sejumlah Ketua PK ingin seluruh rangkaian Musda DPD Golkar Garut di laksanakan sesuai AD/ART dan Juklak Juknis Partai.

Pernyataan tersebut untuk menjaga marwah Golkar sebagai partai kader dan menghindari praktik politik transaksional di internal.

Musda merupakan forum tertinggi di tingkat daerah untuk mengevaluasi, merumuskan program dan memilih kepemimpinan baru. Karena itu, harus jadi ajang konsolidasi, bukan ajang perpecahan.

Mereka berharap tidak ada rekayasa atau intervensi. Kader harus di pilih berdasarkan kapasitas, loyalitas dan sesuai AD/ART.

Kekuatan Golkar ada di disiplin organisasi. Dengan berpegang pada AD/ART, Musda di harapkan melahirkan pemimpin yang di terima semua pihak dan bisa langsung tancap gas memenangkan pertarungan politik ke depan.

BACA JUGA:

Musda Golkar untuk Perubahan Nasib Rakyat Garut

Musda bukan sekadar ganti ketua. Namun harus melahirkan tiga hal. Yakni, pemimpin baru, semangat baru dan kerja baru.

Keberhasilan partai di Pemilu sangat di tentukan dari hasil Musda. Karena pemenang pemilu tidak lahir dari kantor DPD, tapi lahir dari TPS. Dan yang menjaga TPS adalah PK dan Ranting.

(Bambang Fouristian/Anggota PWI)

Shin Tae-yong Putus Rekor Buruk Persija vs Persib Bandung

0
Shin Tae-yong fokusjabar.id
Shin Tae-yong (foto: ilustrasi)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Coach Shin Tae-yong (STY) sukses memutus catatan buruk Persija Jakarta yang tak pernah menang melawan Persib Bandung selama tiga tahun.

STY mengukir tinta emas pada laga debut klasiknya setelah mengantarkan Persija Jakarta menang 2-1 pada pekan kedua Super League 2026/2027.

BACA JUGA:

Jelang El Clasico Lawan Persija, Pelatih Persib Igor Tolic Bidik Tiga Poin di GBK

Pertandingan penuh gengsi tersebut di gelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/9/2026) sore kemarin.

Dua gol Persija Jakarta di cetak Alexander Jeremejeff pada menit ke-42dan Ivan Mamut 90+5. Sementara gol Persib di cetak Balsa Sekulić 81′.

Hasil tersebut menjadikan Shin Tae-yong mampu memutus raihan negatif tim asal ibu kota tersebut saat jumpa Persib.

Tercatat kali terakhir Persija menang melawan Persib pada 31 Maret 2023 silam di Bekasi dengan skor 2-0.

Sebelumnya STY juga membawa Persija mengukir sejarah baru di Samarinda saat menang melawan Borneo FC.

Persija juga menang dengan skor tipis 1-0 lewat gol Alexander Jeremejeff.

Menarik di tunggu ke depannya rekor-rekor baru yang akan di torehkan Shin Tae-yong bersama Persija Jakarta.

BACA JUGA:

Persib Bandung Kalah dari Persija Jakarta, Ini Kata Igor Tolic

Menang atas Persib Bandung, Rizky Ridho dan kolega saat ini berada di posisi kedua klasemen sementara dengan raihan enam angka hasil dari dua kemenangan.

Di sisi lain, Pelatih Persib, Igor Tolic menilai, pertandingan berjalan dalam beberapa fase berbeda. Tim sempat tampil cukup baik. Tetapi Persija mampu memanfaatkan momen krusial.

“Kami mengambil risiko. Setelah itu kami sedikit kehilangan kontrol,” ujarnya.

Menuurt Dia, Persib sebenarnya memperlihatkan respons positif setelah turun minum. Pressing meningkat, organisasi permainan lebih baik. Namun Persija tetap menemukan celah hingga mencetak gol penentu.

Igor Tolic menolak menyalahkan individu tertentu atas kekalahan tersebut.

“Bukan satu pemain yang membuat kesalahan. Semua harus bermain dengan baik dan saling membantu,” tegasnya.

Pelatih asal Kroasia itu juga mengakui Persija mendapatkan keuntungan dari situasi di lapangan.

Kemenangan ini terasa spesial bagi Persija karena menjadi yang pertama atas Persib dalam enam pertemuan terakhir.

Sebelumnya, Macan Kemayoran empat kali kalah dan dua kali imbang.

(Bambang Fouristian)