spot_imgspot_img
Minggu 29 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 85

Banjar Raih Sertifikat Kota Bersih di Kritik SAPMA PP

0
banjar@fokusjabar.id
Kondisi sampah menumpuk di TPS Kota Banjar. (Foto: Istimewa)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Banjar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada usia ke-23, Banjar berhasil meraih Penghargaan Pengelolaan Sampah dengan Predikat Sertifikat Menuju Kota Bersih 2025.  

Penghargaan tersebut di serahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah 2026 di Kartika Expo Center Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2/2026) kemarin.  

Wali Kota Banjar, Sudarsono, menerima penghargaan itu sebagai bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun tata kelola persampahan yang berkelanjutan.  

Baca Juga: Pembangunan PLTS 100 MW Kota Banjar di Lahan Sengketa?

“Transformasi pengelolaan sampah di Banjar sudah bergerak ke arah perubahan perilaku dan partisipasi publik. Kami dorong pemilahan dari rumah, penguatan peran masyarakat, serta peningkatan infrastruktur berbasis lingkungan,” ujar Sudarsono.  

“Banjar menjadi salah satu dari 35 daerah di Indonesia yang di nilai menunjukkan komitmen serius dalam pengelolaan sampah,”kata dia menambahkan.

Kritik atas Kondisi Lapangan

Meski penghargaan ini membanggakan, sejumlah pihak menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus segera di tuntaskan.

Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Banjar, Irwan Herwanto, menilai capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata di lapangan.  

“Trophy itu plakat, sertifikat itu kertas. Tapi bau sampah dan kontainer berkarat itu realitas. Jangan sampai penghargaan ini hanya jadi kosmetik politik di tengah minimnya pelayanan publik,” kata Irwan, Kamis (26/2/2026).  

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan recycling Rate 45,96 persen, capaian penanganan sampah 70,84 persen, capaian pengurangan sampah 23,26 persen.

Artinya, masih ada 29,16 persen sampah yang belum terkelola dan 54,04 persen sampah belum berhasil di recycle. Selain itu, dari total 46 kontainer sampah, hanya 23 unit yang berfungsi baik. Sisanya rusak ringan (15 unit) dan rusak berat (8 unit).  

Baca Juga: Penyidikan Jilid II Bergulir, Kejari Banjar Periksa 19 Saksi Kasus Tunjangan DPRD

SAPMA mendesak Pemkot Banjar segera melakukan audit infrastruktur, mengganti kontainer rusak, memperkuat bank sampah, serta meningkatkan edukasi pemilahan di tingkat rumah tangga.

Transparansi anggaran juga di minta agar publik mengetahui sejauh mana komitmen pemerintah dalam memperbaiki fasilitas kebersihan.  

“Prestasi ini di harapkan bukan sekadar simbol, melainkan pijakan untuk menjadikan Banjar benar-benar bersih, sehat, dan berdaya saing,” pungkas Irwan.  

(Budiana Martin)

KONI Sulteng Belajar ke KONI Jabar

0
KONI Jabar@fokusjabar.id
Pemegang Hattrick Juara Umum PON Jadi Rujukan KONI Sulteng Belajar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sebagai pemegang hattrick juara umum PON, KONI Jawa Barat di nilai sebagai provinsi terbaik dalam pembinaan olahraga prestasi maupun organisasi.

Hal tersebut mendorong beberapa KONI Provinsi di Indonesia untuk ‘berguru’ ke Jawa Barat seperti yang di lakukan KONI Sulawesi Tengah (Sulteng)

Sekitar tiga hari (Senin-Rabu, 23-25/2/2026), jajaran pengurus KONI Sulteng yang di pimpin langsung ketua umum M. Fathur Razaq berada di Kota Bandung.

Baca Juga: Ketua Perbasi Jabar Bahas Beasiswa Atlet dengan STHB

Tak hanya mengunjungi gedung KONI Jabar di Jalan Pajajaran Kota Bandung, rombongan pun mendatangi beberapa venue cabang olahraga di sekitar Bandung.

“Kita sudah mengetahui prestasi olahraga Jawa Barat itu seperti apa. Karena itu kami datang untuk meminta belajar sekaligus arahan dari KONI Jabar terkait sistem pembinaan olahraga prestasi,” kata Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah, M. Fathur Razaq.

Mencontoh Sistem Pembinaan

Saat ini, lanjut dia, Sulawesi Tengah memiliki 44 pengurus provinsi (pengprov) cabang olahraga yang aktif. Sebanyak 44 pengurus cabang olahraga tersebut di harapkan bisa mencontoh sistem pembinaan yang di terapkan di Jabar.

“Dengan itu, mereka pun bisa berprestasi dan mengharumkan nama Provinsi Sulawesi Tengah seperti yang sudah di lakukan KONI Jabar dengan meraih hattrick juara umum PON,” M. Fathur Razaq menambahkan.

Tak hanya terkait pembinaan prestasi, pihaknya pun menjajaki terkait persiapan menghadapi PON 2032 sekaligus mengikuti proses bidding sebagai tuan rumah. Pasalnya, Jabar pernah menjadi tuan rumah PON di tahun 2016 dan berhasil menjadi juara umum.

“Kami sedang menjajaki persiapan PON 2032 dan mengajukan diri sebagai tuan rumah. Harapannya, sarana dan prasarana olahraga di Sulawesi Tengah bisa berkembang seperti di Jawa Barat,” kata dia.

Ketua Umum KONI Jabar, M. Budiana menyatakan kesiapan untuk membantu KONI Sulawesi Tengah dalam berbagai aspek pembinaan olahraga. Baik dari sisi pembinaan prestasi, manajemen organisasi, hingga tata kelola sarana dan prasarana.

“Pada prinsipnya kami siap membantu apapun yang di perlukan. Kami sudah melihat draf MoU, dan kami siap untuk bekerja sama,” kata Budiana.

Hattrick Juara Umum PON

Jawa Barat memiliki pengalaman dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan. Hal ini di buktikan dengan keberhasilan mencatatkan hattrick juara umum PON.

“Alhamdulillah, hattrick di PON ini bukan kerja singkat. Tapi melalui perencanaan, penguatan organisasi, serta dukungan semua pihak,” Budiana menerangkan.

M. Budiana menuturkan, KONI Jabar saat ini membina sebanyak 92 cabang olahraga. Untuk dukungan pendanaan, masih bersumber dari dana hibah serta partisipasi sponsor.

Baca Juga: Febri Hariyadi Amunisi Baru Persis Solo, Misi Penyelamatan

“Selama ini KONI Jabar selalu kondusif dan 100 persen masih di dukung dana hibah serta partisipasi sponsor sehingga program pembinaan bisa berjalan optimal. Termasuk untuk persiapan Porprov XV Jabar yang akan kita gelar di tahun ini,” Budiana menegaskan.

Kedua belah pihak berharap kerja sama dalam pembinaan olahraga prestasi tidak berhenti pada pertemuan awal saja. Pertemuan kali ini di harapkan menjadi langkah awal sinergi antar daerah dalam memperkuat pembinaan olahraga nasional.

Serta meningkatkan kualitas tata kelola organisasi dan fasilitas olahraga di masing-masing provinsi.

(Ageng)

Federico Barba Targetkan Kemenangan atas Madura United 

0
Federico Barba@fokusjabar.id
Federico Barba (Arif/fokusjabar.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bek Persib Bandung, Federico Barba, menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (26/2/2026).

Kemenangan pada pertandingan kandang Super League 2025/2026 ini sangat penting untuk menjaga posisi di puncak klasemen. 

Pemain asal Italia ini menuturkan, setiap tim melakukan perubahan pada putaran kedua kompetisi Super League 2025/2026, termasuk Madura United. 

Baca Juga: Igor Tolic Pastikan Persib Siap Hadapi Madura United

“Jadi di putaran kedua liga, semua tim bisa melakukan perubahan yang sangat besar,” ucap Barba menjelang pertandingan, Rabu (25/2/2026).

Persib sendiri melakukan beberapa perubahan di putaran kedua kompetisi Super League 2025/2026, hanya saja mental skuad Maung Bandung tidak berubah.

Sehingga, pada setiap pertandingan di kompetisi Super League 2025/2026 Federico Barba bersama rekan-rekannya selalu memiliki motivasi berlipat untuk meraih kemenangan. 

“Tapi tidak ada yang berubah dari mentalitas kami karena kami bertekad mendapatkan tiga poin. Ini adalah hal terpenting,” ungkapnya. 

Baca Juga: Madura United Incar Poin di Kandang Maung Bandung

Menjelang pertandingan tersebut, Federico Barba menegaskan skuad Maung Bandung sudah dalam kondisi siap bertanding. 

Lantaran, sebelumnya Persib sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, agar pada laga nanti bisa melanjutkan tren positif. 

“Seperti yang pelatih katakan, kami sudah melakukan persiapan dalam dua hari dan kami ingin mendapatkan tiga poin,” ujarnya.

(Arif)

30 Orang Positif DBD di Kota Tasikmalaya, Ini Saran Kadinkes

0
tasikmalaya@fokusjabar.id
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra (Abdul Latif/fokusjabar.id)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Sebanyak 30 orang di Kota Tasikmalaya di nyatakn positif kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Masyarakat di ingatkan untuk tidak lengah saat musim hujan sekarang ini 

Memasuki awal tahun 2026, tercatat angka kasus penyakit yang di sebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini mengalami penurunan yang cukup signifikan di bandingkan tahun sebelumnya.

​Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya periode Januari hingga Februari 2026, terdapat 30 orang di nyatakan positif DBD. 

Baca Juga: Bukan Seremonial, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Tegur OPD yang Absen di Musrenbang

Meskipun angka ini masih menjadi perhatian, jumlah tersebut jauh lebih rendah di bandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 75 kasus.

​Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra, mengonfirmasi adanya tren penurunan ini. Namun, ia memberikan peringatan keras bahwa potensi penyebaran tetap tinggi, terutama karena intensitas hujan yang masih sering terjadi.

​”Intensitas hujan yang tinggi pada awal tahun berpotensi meningkatkan perkembangan jentik nyamuk Aedes aegypti,” ujar Asep Hendra pada Rabu (25/2/2026).

​Hingga saat ini, seluruh 30 pasien positif DBD telah mendapatkan penanganan medis di berbagai puskesmas di wilayah Kota Tasikmalaya.

Kesadaran Masyarakat Kunci Utama

​Penurunan kasus ini tidak lepas dari mulai bergeraknya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dinkes mencatat warga mulai aktif melakukan langkah-langkah preventif untuk menekan kemunculan jentik nyamuk.

​Untuk memperkuat pencegahan agar tidak ada korban jiwa, Dinas Kesehatan terus menggalakkan dua program utama.

​G1R1J (Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik), mendorong setiap rumah memiliki pengawas jentik mandiri.

​PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), melalui aksi 3M (Menguras bak air, Menutup tempat penampungan, dan Mengubur barang bekas) serta fogging jika di perlukan.

Kolaborasi Lintas Sektor

​Dinas Kesehatan menegaskan bahwa mereka tidak bisa bekerja sendiri. Di perlukan sinergi antara petugas kesehatan, puskesmas, unsur RT/RW, PKK, hingga tingkat kelurahan dan kecamatan untuk menggerakkan warga secara masif.

Baca Juga: Persiapan Tarling Dedi Mulyadi dan Gus Muwafiq di Tasikmalaya

​Asep Hendra juga mengimbau agar institusi pendidikan dan perkantoran tidak luput dari pengawasan.

​Sekolah dan Pesantren harus menjaga kebersihan lingkungan agar jentik tidak tumbuh dewasa. Perkantoran juga wajib memastikan tidak ada air tergenang yang menjadi sarang nyamuk.

​”Kami mengimbau agar setiap sekolah, kantor, dan pesantren bisa menjaga kebersihan lingkungan agar tidak di temukan jentik nyamuk tumbuh dewasa,” pungkasnya.

(Abdul Latif)

Ciamis Gagal Pertahankan Adipura Kencana 2025, Begini Alasan Menteri LH

0
ciamis@fokusjabar.id
Menteri LH Hanif Faisol Jelaskan Alasannya Ciamis gagal meraih Adipura.(Abdul Latif/fokusjabar.id)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis, yang selama ini dikenal sebagai “langganan” juara kebersihan, harus menelan pil pahit. Mimpi untuk kembali memboyong trofi Adipura Kencana tahun ini sirna. 

Namun, ternyata Ciamis tidak sendirian, faktanya tidak ada satu pun daerah di Indonesia yang berhasil meraih predikat tertinggi pada periode 2025.

​Mengapa standar penilaian tahun ini begitu “kejam”? Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, membeberkan fakta mengejutkan di balik keputusan tersebut.

Baca Juga: Lasqi NJ Ciamis Gelar Festival Seni Religi Ramadan 1447 H

​Dalam Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 yang digelar dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Menteri Hanif mengungkapkan hasil penilaian yang cukup mengagetkan.

Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, angka keberhasilan pengelolaan sampah nasional masih jauh dari kata ideal.

​Menteri Hanif Faisol sendiri bahkan terjun langsung melakukan “inspeksi mendadak” ke Ciamis tanpa pengawalan protokoler untuk melihat realita di lapangan. 

Meski Ciamis memegang skor tertinggi dibanding Balikpapan, Bontang, dan Surabaya, serta menyandang gelar Kota Kecil Terbersih di ASEAN 2025, hal itu belum cukup untuk memenuhi standar baru kementerian.

​”Hasil penilaian kinerja 2025 menunjukkan belum ada daerah yang layak meraih kategori Adipura Kencana maupun Adipura. Kita sedang berada di tahap darurat sampah,” tegas Menteri Hanif Faisol.

​Berikut adalah beberapa poin krusial yang menjadi penghalang daerah-daerah di Indonesia meraih Adipura tahun ini.

​Paradigma Lama yang Masih Melekat: Banyak daerah masih menggunakan pola Kumpul – Angkut – Buang. Menteri LH menekankan transisi total menuju pengurangan dari sumber (hulu) melalui 3R dan Ekonomi Sirkular.

​Masalah Open Dumping, masih banyak daerah yang membiarkan sampah menumpuk di TPA tanpa pengelolaan (open dumping).

​Capaian Nasional yang Rendah, hingga akhir 2025, sampah yang terkelola secara nasional baru mencapai 25% (36.684 ton/hari), sementara 75% sisanya masih berisiko mencemari lingkungan.

​Komitmen Kepala Daerah

Pemerintah pusat siap membantu, namun keberhasilan 100% sangat bergantung pada kemauan politik (political will) kepala daerah dalam memprioritaskan anggaran sampah.

Baca Juga: Ciamis Raih Predikat Terbaik Nasional Pengelolaan Sampah 2026 

Sebelumnya Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengakui bahwa mengelola sampah bukan perkara mudah, terutama soal digitalisasi dan mekanisasi.

​”Kami hampir tidak bisa bergerak leluasa karena keterbatasan anggaran. Saat ini, kekuatan utama kami adalah mengimbau peran serta masyarakat untuk memilah sampah langsung dari rumah,” ujar Herdiat.

​Meskipun gagal meraih trofi utama, Ciamis tetap masuk dalam jajaran 35 daerah yang memperoleh Sertifikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih, sebuah pengakuan bahwa Ciamis masih berada di jalur yang benar meski tantangan ke depan semakin berat.

(Abdul Latif)

Truk Bergambar Dedi Mulyadi Nyungsep di Emplak Pangandaran 

0
pangandaran@fokusjabar.id
Kondisi mobil truk bergambar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi nyungsep di Emplak(Sajidin/fokusjabar.id)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sebuah mobil truk bergambar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi nyungsep menghantam rumah warga di jalan nasional Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

‎Pantauan di lokasi, terlihat gambar Dedi Mulyadi yang mengenakan pakaian putih serta ikat kepala tergeletak di pinggir jalan. Ia dengan pose tersenyum terpasang di area belakang bak mobil truk berukuran besar.

‎Nasib malang mobil bermuatan kayu gelondongan itu terjadi sekitar pukul 05:00 WIB pagi. Peristiwa tersebut diduga akibat sang sopir kelelahan kurang tidur.

Baca Juga: Menu Sederhana Ramadan Picu Polemik, MBG Pangandaran Jadi Perbincangan

‎Menurut Jamil, warga Pangandaran menjelaskan, sebelumnya sang sopir sempat di nasehati oleh rekannya agar beristirahat dulu sebelum berangkat.

‎”Tadi juga udah di suruh tidur sama teman-temannya, tapi dia malah maksain,” kata Jamil di lokasi kejadian Kamis, (26/2/2026).

Baca Juga: Anggaran Pembangunan KDMP Sindangwangi Pangandaran Diduga Tidak Transparan

‎Jamil mengatakan, mobil truk tersebut berjalan dari arah Pangandaran menuju arah Banjar. Rencananya, kayu gelondongannya itu akan di bawa ke daerah Wangon Jawa Tengah. 

‎Namun apesnya, di pertengahan jalan mobil tersebut oleng ke kiri hingga menghantam sebuah rumah warga. Beruntung dalam insiden tersebut tidak memakan korban jiwa.

‎”Alhamdulillah enggak ada korban. Sopirnya hanya lecet doang di bagian kaki,” kata Jamil.

(Sajidin)

Igor Tolic Pastikan Persib Siap Hadapi Madura United

0
Igor Tolic fokusjabar.id
Igor Tolic (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Asisten pelatih Persib Bandung, Igor Tolic memastikan timnya sudah siap menghadapi Madura United pada pertandingan kandang Super League 2025/2026.

Menurutnya, tak ada persiapan khusus untuk laga yang akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (26/2/2026).

BACA JUGA:

Persib Bandung Kokoh di Puncak Klasemen Sementara

“Tidak ada persiapan yang spesial. Dua hari kami melakukan persiapan untuk pertandingan,” kata Igor Tolic.

Igor Tolic menuturkan, beberapa program latihan yang di siapkan untuk menghadapi Madura United yakni taktik menyerang hingga bertahan.

“Kemarin kami mengasah materi taktikal, bagaimana melancarkan serangan. Dan kami melatih pertahanan dan set piece,” ucapnya menambahkan.

Dengan demikian, Igor Tolic memastikan skuad Maung Bandung sudah dalam kondisi siap bertanding dan menargetkan kemenangan.

Kemenangan sangat dibutuhkan oleh skuad Maung Bandung untuk menjaga posisi di puncak klasemen Super League 2025/2026.

Apalagi, persaingan di papan atas klasmen sudah semakin ketat dan jarak poin tim pesaing skuad Maung Bandung cukup tipis.

BACA JUGA:

Kata Bojan Hodak Soal Debut Dion Markx

“Saya rasa kami sudah siap untuk pertandingan nanti,” tegas Igor Tolic.

Pada pertandingan kandang kali ini, Persib tidak akan didampingi oleh Bojan Hodak, lantaran pelatih asal Kroasia ini mendapat akumulasi kartu.

(Arif)