spot_imgspot_img
Kamis 13 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 85

Pemkab Sumedang Dorong ASN Bangun Budaya Malu Buang Sampah Sembarangan

0
SUMEDANG, FOKUSjabar.id
Cinta Tanah Air Dimulai dari Memungut Sampah. Sumber: SumedangKab

SUMEDANG,FOKUSjabar.id: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Kabupaten Sumedang, Dian Sukmara, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) memupuk budaya peduli lingkungan dari dalam diri, bukan lantaran formalitas instruksi atasan semata.

“Kalau melihat sampah, ambil. Bukan karena ada yang menyuruh, tetapi karena mencintai negeri ini. Memungut sampah adalah bentuk cinta tanah air,” ujar Dian saat memimpin apel pagi di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang, Senin (27/6/2026).

Baca Juga: Kebakaran Gudang Rongsokan di Bandung Nyaris Merambat ke Lereng Gunung, Petugas Bekerja Ekstra

Dian menegaskan bahwa kepedulian merawat kebersihan menjadi cermin konkret dalam mencintai bangsa dan daerah. Ia menilai warga tidak bisa memaknai arti kemerdekaan sebatas seremoni simbolis semata.

“Kemerdekaan juga harus tercermin dari sikap masyarakat yang mampu menjaga lingkungan, menghargai fasilitas umum, dan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.

Ia mewanti-wanti agar ASN selaku pelayan publik senantiasa berdiri di garda terdepan sebagai teladan pola hidup bersih. Kesadaran menjaga alam wajib berakar dari kedalaman hati agar menjelma sebagai kebiasaan harian.

“Jangan menunggu diperintah. Orang yang memiliki kesadaran akan bergerak dengan sendirinya. Itulah makna kemerdekaan yang sesungguhnya, merdeka dalam berpikir dan bertindak untuk kebaikan,” katanya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, jajaran ASN Setda Kabupaten Sumedang langsung menggelar aksi gotong royong membersihkan saluran air di sepanjang kompleks Pusat Pemerintahan Sumedang.

Para pegawai menyisir dan mengeruk area perairan mulai dari gerbang dekat Dinas Kearsipan hingga membentang ke depan kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Aksi resik-resik ini menjadi bagian dari gerakan menyambut Bulan Kemerdekaan sekaligus strategi Pemkab Sumedang dalam menciptakan area perkantoran yang asri, sehat, dan kondusif.

Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap gerakan ini memicu lahirnya karakter ASN yang konsisten menjaga lingkungan. Sekaligus memantik inspirasi bagi masyarakat luas untuk ikut merawat alam sekitar.

(SumedangKab/IrfansyahRiza)

Kebakaran Gudang Rongsokan di Bandung Nyaris Merambat ke Lereng Gunung, Petugas Bekerja Ekstra

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Kebakaran Gudang Rongsokan di Bandung Nyaris Merambat ke Lereng Gunung, Petugas Bekerja Ekstra (Sumber Instagram FolkJabar)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kebakaran hebat melahap sebuah gudang rongsokan plastik di Kampung Paseban, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Senin (27/7/2026). Kobaran api sempat menjalar cepat hingga merembet ke area alang-alang di perbukitan Gunung Paseban.

Camat Kutawaringin, Mamet Slamet, mengonfirmasi bahwa amukan si jago merah mulai berkobar sejak pukul 16.30 WIB. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama personel kecamatan langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk menaklukkan api.

Baca Juga: Pemkot Bandung Usulkan Trayek Lembang-Bandara Husein Jelang Pembukaan Kembali

“Iya kejadiannya sekitar jam 16.30 WIB,” ujar Mamet kepada awak media mengutip dari Detik.

Ia menerangkan bahwa titik awal api berasal dari dalam gudang penampungan rongsokan plastik. Sifat bahan yang mudah terbakar membuat kobaran api langsung melompat ke semak belukar di area perbukitan.

“Ini teh yang terbakar semak belukar terus ada penyimpanan rongsokan, bekas rokok segala macam, bahan plastik yang udah digiling dicacah, jadi itu gede itu memang styrofoam, tapi sekarang udah teratasi,” katanya.

Mamet menambahkan, material limbah industri di lokasi menjadi pemicu utama cepatnya perambatan api ke area sekitar.

“Jadi memang awalnya dari gudang rongsokan, terus merembet ke alang-alang yang berada di lembah gunung di belakang gudang,” tambahnya.

Lokasi Kebakaran Berada Jauh di Pemukiman Penduduk

Meski kobaran api terlihat membesar, ia memastikan lokasi amukan api berada lumayan jauh dari pemukiman penduduk. Tim Damkar dan BPBD bertarung keras di lapangan untuk mengisolasi pergerakan api.

“Ini jauh ke lingkungan warga, jadi yang gede itu gudang rongsokan, plastik, banyaknya itu. Alhamdulillah nggak ke permukiman warga. Jauh banget. Api gede karena banyak styrofoam,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kabid Pemadaman Disdamkar Kabupaten Bandung, Asep Bintang, membeberkan bahwa pihaknya mendatangkan enam unit armada pemadam sekaligus. Langkah agresif ini bertujuan menahan laju perambatan api di area terbuka.

“Sebagai informasi unit kita luncurkan sekaligus enam. Karena dikhawatirkan terjadi perambatan yang sangat cepat, jadi kita luncurkan enam unit dari mako Soreang dan pos TKI,” kata Asep.

Asep menjelaskan bahwa tim gabungan membutuhkan waktu beberapa jam hingga akhirnya berhasil memadamkan total kobaran api pada pukul 19.30 WIB. Akses menuju lokasi perbukitan menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas di lapangan.

“Indikasi ini semak belukar cukup lama. Kami terima kabar 16.45 WIB jadi masih ada penanganan dan bisa teratasi tadi sekitar jam 19.30 WIB,” bebernya.

Asep mengapresiasi sinergi cepat antara Disdamkar dan BPBD Kabupaten Bandung sehingga melokalisasi kebakaran tanpa menimbulkan korban di pemukiman.

“Dalam penanganan kerja sama dengan bpbd yang menyangkut wilayah area dari tim BPBD,” ungkapnya.

Saat ini, pihak berwenang masih menghitung total kerugian materiil akibat musibah tersebut. Kepolisian dan petugas terkait juga tengah menyelidiki penyebab pasti yang memicu munculnya percikan api di gudang rongsokan tersebut.

(Detik/IrafansyahRiza)

Jelang Piala AFF 2026, Bupati Bogor Fokus Tata Stadion Pakansari dan Kawasannya

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Stadion Pakansari. Bogor. Sumber Gambar: bogorkab.go.id

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bogor terus menggembleng berbagai persiapan menjelang helatan Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari. Pemkab Bogor memberi perhatian penuh pada seluruh sektor demi menjamin kelancaran turnamen internasional tersebut.

Pihaknya tidak hanya berfokus pada kelayakan arena pertandingan, tetapi juga menyasar penataan kawasan luar stadion. Pemerintah daerah ingin menghadirkan lingkungan yang bersih, aman, dan tertata rapi bagi para pemain, ofisial, hingga suporter.

Baca Juga: FOKSI Jabar Gelar Rakerprov Perdana Persiapan Porprov XV

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen tersebut saat meninjau kesiapan Stadion Pakansari, Senin (27/7/2026). Ia meminta seluruh perangkat daerah bekerja maksimal agar Kabupaten Bogor tampil memukau sebagai tuan rumah.

Rudy menilai penunjukkan Kabupaten Bogor sebagai lokasi laga pembuka Piala AFF 2026 merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus amanah yang wajib dijaga bersama.

“Karena itu, kesiapan tidak hanya difokuskan pada stadion, tetapi juga lingkungan di sekitarnya agar bersih, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengunjung,” ungkap Rudy.

Ia menyebut momen laga perdana Piala AFF 2026 ini menjadi ajang pembuktian kapasitas Kabupaten Bogor dalam mengemas perhelatan olahraga tingkat dunia.

“Kita tidak hanya membawa nama baik Kabupaten Bogor, tetapi juga membawa wajah bangsa Indonesia,” tegasnya.

Standar FIFA dan AFF

Rudy menginstruksikan pengelola untuk memelihara kualitas fasilitas Stadion Pakansari secara konsisten. Kebersihan rumput lapangan, tribun penonton, toilet, dan sarana pendukung harus terus memenuhi standar FIFA dan AFF.

Selain sektor dalam arena, Rudy memerintahkan jajarannya untuk membenahi tata kelola kawasan di luar Stadion Pakansari. Pengaturan lahan parkir, rekayasa arus lalu lintas, hingga penataan pedagang kaki lima (PKL) menjadi fokus penertiban Pemkab Bogor.

“Kita ingin ekonomi tetap bergerak, pedagang tetap berjualan, tetapi semuanya harus tertata dengan baik. Jangan sampai parkir liar menghambat akses masyarakat yang akan menyaksikan pertandingan,” tegas Rudy.

Rudy mengkalkulasi bahwa gelaran Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari bakal memantik gairah ekonomi warga sekitar. Ajang ini sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Bogor sebagai destinasi utama event olahraga bertaraf internasional.

Ia pun merangkul seluruh warga Kabupaten Bogor untuk ikut menyukseskan perhelatan akbar ini. Kepedulian warga dalam menjaga kebersihan dan ketertiban menjadi kunci keberhasilan acara.

“Mari kita tunjukkan bahwa Kabupaten Bogor mampu menjadi tuan rumah yang baik. Keberhasilan penyelenggaraan Piala AFF 2026 adalah tanggung jawab dan kebanggaan kita bersama,” ajaknya.

Stadion Pakansari sendiri bakal menjadi markas utama Tim Nasional Indonesia sepanjang laga penyisihan grup Piala AFF 2026. Kepercayaan ini mengukuhkan keunggulan infrastruktur Pakansari sebagai salah satu stadion olahraga terbaik di tanah air.

(Jingga Sonjaya)

Cegah Kekeringan, Pemkab Bekasi Siapkan Langkah Perbaikan Saluran Irigasi Wilayah Utara

0
BEKASI, FOKUSjabar.id
Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menerima audiensi ratusan petani Bekasi dari wilayah Utara di Gedung Swatantra Wibawamukti, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (27/07/2026).

BEKASI,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen melangkah cepat untuk merespons keluhan para petani di wilayah utara terkait buruknya kondisi saluran irigasi. Langkah ini menjadi kunci penting demi menjamin pasokan air ke ribuan hektare sawah tetap lancar.

Pembersihan dan perbaikan saluran irigasi memegang peran vital untuk mencegah ancaman kekeringan yang berpotensi merusak produktivitas sektor pangan di Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Sambut Hari Jadi ke-76, Kabupaten Bekasi Perkenalkan Logo dan Tema Resmi 2026

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menegaskan komitmen tersebut usai menemui ratusan petani wilayah utara di Gedung Swatantra Wibawamukti, Cikarang Pusat, pada Senin (27/7/2026).

Dalam perjumpaan itu, para petani mendesak pemerintah daerah segera menormalisasi saluran sekunder Bendung Kedung Gede (BKG) mulai dari BKG 15 hingga BKG 25. Mereka menyebut pendangkalan di saluran tersebut menghentikan laju air menuju sawah-sawah warga.

Merespons jeritan petani, Asep memastikan tim Pemkab Bekasi akan turun langsung ke lapangan guna memetakan akar masalah yang menyumbat aliran air.

“Makanya besok kami mau lihat di wilayah Pebayuran dan kita langsung survey apa saja si kendalanya. Seperti yang tadi disampaikan bahwasannya ada sedimentasi (pendangkalan) serta banyaknya sampah. Kalau memang perlu dilakukan normalisasi, tadi disampaikan bahwa dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perum Jasa Tirta (PJT) siap menurunkan alat berat untuk membantu proses normalisasi,” tambahnya.

Meneliti Kerusakan Fisik Saluran Irigasi

Tim gabungan tidak hanya memeriksa tumpukan sampah dan lumpur, tetapi juga meneliti kerusakan fisik pada dinding saluran irigasi.

Asep menjamin Pemkab Bekasi bakal mengalokasikan dana khusus pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan jika menemukan kerusakan fisik yang menjadi wewenang pemerintah daerah.

“Andai kata misalkan ada saluran irigasi yang memang rusak, kita akan prioritaskan di APBD Perubahan. Jadi besok kita akan mengakumulasi mana saja yang mungkin nanti akan kita kerjakan,” jelasnya.

Ia menilai penanganan jaringan irigasi utara Bekasi tidak boleh tertunda karena menyangkut hajat hidup ribuan keluarga petani di beberapa kecamatan.

Kelancaran aliran air dari jalur Bendung Kedung Gede ini menentukan nasib sedikitnya 3.000 hektare lahan persawahan. Oleh sebab itu, Pemkab Bekasi bergerak cepat menyingkirkan setiap kendala teknis di lapangan.

“Sehingga nanti akan kita lihat di BKG 15-25 sepanjang 10 km kurang lebih. Jika memang perlu normalisasi, maka akan kami tindaklanjuti untuk normalisasi,” tutupnya.

(Jingga Sonjaya)

Sambut Hari Jadi ke-76, Kabupaten Bekasi Perkenalkan Logo dan Tema Resmi 2026

0
BEKASI, FOKUSjabar.id
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama unsur Forkopimda meluncurkan logo Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 Tahun, dengan tema bangkit bersama, maju melayani, sejahtera untuk semua. Bertempat di Ruang Command Center, Gedung Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat. Senin, (27/07/2026).

BEKASI,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi secara resmi memulai rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 dengan meluncurkan tema dan logo resmi tahun 2026. Peluncuran ini mengawali berbagai agenda meriah menuju puncak peringatan pada 15 Agustus mendatang.

Pemkab Bekasi memanfaatkan momentum ini untuk merangkul seluruh elemen masyarakat agar aktif menyemarakkan ulang tahun daerah. Pemerintah berharap semangat kolaborasi dan optimisme warga terus tumbuh untuk mendukung percepatan pembangunan.

Baca Juga: Job Fair Depok 2026 Dibuka 4-5 Agustus, Tersedia Lebih dari 1.000 Lowongan Kerja

Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, memimpin langsung acara peresmian di Command Center Diskominfosantik, Cikarang Pusat, pada Senin (27/7/2026). Pihaknya menggelar acara ini secara hybrid bersama jajaran Forkopimda, kepala dinas, camat, kepala desa, pengelola kawasan industri, hingga perwakilan media.

Dalam kesempatan tersebut, Asep memperkenalkan tema resmi Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76, yakni “Bangkit Bersama, Maju Melayani, Sejahtera untuk Semua.” Ia menilai tema ini memuat arah pembangunan daerah sekaligus memacu partisipasi aktif masyarakat.

“Hari ini merupakan momentum penting dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76. Peluncuran tema dan logo ini menjadi penanda dimulainya semangat kebersamaan untuk menyambut hari bersejarah Kabupaten Bekasi,” ujar Asep.

Asep menjabarkan bahwa frasa Bangkit Bersama menggambarkan daya tahan seluruh warga dalam menghadapi tantangan zaman. Sementara frasa Maju Melayani menginstruksikan agar seluruh kebijakan Pemkab berorientasi pada pelayanan publik, dan Sejahtera untuk Semua menegaskan cita-cita utama pembangunan.

Identitas Visual Utama

Selain tema, Pemkab juga memamerkan logo resmi ke-76 yang menjadi identitas visual utama di setiap kegiatan perayaan tahun ini.

Asep menekankan bahwa logo baru ini menyimpan filosofi mendalam yang mewakili harapan wargai untuk membangun daerah yang inklusif, maju, dan berdaya saing tinggi.

“Saya berharap logo ini menjadi simbol yang mampu mempersatukan semangat seluruh masyarakat dalam menyukseskan peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76,” katanya.

Usai meluncurkan identitas visual tersebut, Asep mendorong jajarannya untuk membumikan semangat pembangunan melalui peningkatan mutu pendidikan, optimalisasi layanan kesehatan, dan pelatihan kerja bagi para pemuda.

Pada saat yang sama, Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, menjelaskan bahwa peluncuran logo bertujuan mempermudah publikasi dan memicu keterlibatan warga secara luas.

Ia membeberkan bahwa tim teknis lintas perangkat daerah merancang logo ini bersama praktisi komunikasi, kehumasan, dan desainer profesional. Tujuannya agar menghasilkan karya visual yang kuat serta berkarakter.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, kawasan industri, medi dan komunitas. Hingga perangkat daerah untuk bersama-sama menggunakan logo Hari Jadi ke-76 dalam berbagai media komunikasi dan publikasi sebagai bentuk partisipasi menyemarakkan hari jadi daerah,” ujarnya.

Guna memudahkan sosialisasi, Pemkab Bekasi menyediakan aset digital berupa file logo resmi, template desain, dan materi visual pendukung yang bisa masyarakat unduh secara bebas melalui tautan resmi pemerintah.

Lewat peluncuran ini, Pemkab berharap perayaan HUT ke-76 tidak berhenti sebagai acara seremonial semata. Tetapi menjadi momentum mempererat persatuan dan memupuk rasa memiliki terhadap Kabupaten Bekasi.

(Jingga Sonjaya)

Job Fair Depok 2026 Dibuka 4-5 Agustus, Tersedia Lebih dari 1.000 Lowongan Kerja

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Wali Kota Depok, Supian Suri.

DEPOK,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Depok kembali memfasilitasi para pencari kerja melalui gelaran Job Fair Kota Depok 2026. Langkah ini menjadi strategi Pemkot Depok dalam menjembatani para pencari kerja dengan belasan perusahaan yang membuka kesempatan karier.

Penyelenggara bursa kerja ini menyiagakan lebih dari 1.000 lowongan pekerjaan dari berbagai entitas bisnis. Para lulusan baru (fresh graduate) maupun pencari kerja berpengalaman dapat memanfaatkan peluang emas ini secara langsung.

Baca Juga: BGN Tutup 833 Dapur SPPG Bermasalah, Ratusan Pegawai Langsung Disanksi

Wali Kota Depok, Supian Suri, membeberkan agenda Job Fair tersebut saat meresmikan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Melati Putih RW 12 di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Senin (27/7/2026).

Supian Suri mengonfirmasi bahwa ajang Job Fair bakal berlangsung selama dua hari berturut-turut pada 4-5 Agustus 2026 di Depok Town Square (Detos). Ia mengimbau seluruh masyarakat, terutama warga Limo dan Meruyung, untuk menjemput kesempatan tersebut.

“Dinas Tenaga Kerja Kota Depok ada program Job Fair. Sebelum yang lain saya umumkan, khususnya buat warga Kelurahan Meruyung, khususnya lagi RW 12, insyaallah tanggal 4 dan 5 Agustus kita akan mengadakan kegiatan Job Fair,” ujarnya.

Menurut Supian Suri, Pemkot Depok merancang agenda ini sebagai wadah efektif yang mempertemukan pencari kerja dan pimpinan perusahaan secara transparan.

“Jadi mempertemukan para pelamar kerja dengan perusahaan-perusahaan yang menyiapkan lapangan pekerjaan. Tempatnya di Depok Town Square, seberangnya Margocity,” jelasnya.

Lebih dari 1.000 Lapangan Pekerjaan

Ia menegaskan, banyaknya kuota yang mencapai lebih dari 1.000 posisi harus menjadi pelecut semangat bagi warga Depok yang belum memiliki pekerjaan tetap.

“Lebih dari 1.000 lapangan pekerjaan yang disiapkan. Jadi buat warga Depok, khususnya warga Limo, ada kesempatan lapangan pekerjaan yang kita fasilitasi melalui kegiatan Job Fair tanggal 4 sampai 5 Agustus di Depok Town Square. Silakan datang dan berikhtiar, mudah-mudahan yang selama ini masih mencari pekerjaan, besok menjadi jodohnya di acara Job Fair,” tuturnya.

Ia juga memberi motivasi khusus kepada para lulusan baru agar berani bersaing dan mencoba peruntungan di bursa kerja ini.

“Atau yang mungkin baru lulus, siapa tahu langsung mendapatkan pekerjaan. Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar kita untuk warga Depok,” katanya.

Selain menggelar acara tatap muka, Dinas Tenaga Kerja Kota Depok turut meluncurkan platform digital bernama Ayo Gawe. Platform berbasis website ini beroperasi sepanjang tahun untuk mempermudah akses informasi ketenagakerjaan.

Lewat layanan Ayo Gawe, warga Depok bisa memantau lowongan kerja terbaru, mendaftar pelatihan keterampilan, hingga mengakses berbagai program peningkatan kompetensi dari pemerintah setempat.

“Pemerintah Kota Depok sudah punya website namanya Ayo Gawe. Di sana terhimpun perusahaan-perusahaan yang menyiapkan lapangan pekerjaan, juga ada kegiatan pelatihan. Jadi buat warga Depok yang ingin mencari pekerjaan bisa masuk ke website itu, sehingga bisa mengikuti kalau ada lapangan pekerjaan yang bisa diupayakan atau diikhtiarkan,” ungkapnya.

Supian Suri berharap masyarakat Depok mengoptimalkan seluruh kemudahan ini, baik melalui saluran digital maupun ajang tatap muka seperti Job Fair.

“Masuk saja ke website Ayo Gawe. Ini menjadi ikhtiar yang kita lakukan. Di luar itu, kita juga mengadakan kegiatan Job Fair dan pelatihan-pelatihan bagi anak-anak kita yang membutuhkan keterampilan,” tutupnya.

(Jingga Sonjaya)

BGN Tutup 833 Dapur SPPG Bermasalah, Ratusan Pegawai Langsung Disanksi

0
Jakarta, FOKUSjabar.id
Kepala BGN, Sudaryono (Istimewa)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Badan Gizi Nasional (BGN) menindak tegas ratusan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membangkang aturan. Langkah berani ini menjadi bagian dari strategi BGN untuk memperketat pengawasan program pemenuhan gizi di berbagai daerah.

Selain menyegel operasional dapur bermasalah, BGN juga langsung melayangkan sanksi keras kepada para pegawai yang terbukti melanggar ketentuan.

Baca Juga: Fadlil Yani: KUII VIII Sinergi Ormas Islam Perkuat Ketahanan Bangsa

Kepala BGN, Sudaryono, menyampaikan secara langsung kebijakan besar tersebut saat memimpin konferensi pers di Jakarta. Senin (27/7/2026). Ia memastikan tindakan ini menjadi momentum pembenahan total di tubuh BGN.

“Ada 833 dapur yang kami suspend hari ini,” kata Kepala BGN, Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Penutupan operasional dapur ini mencakup berbagai wilayah di Indonesia. Tim BGN membekukan 98 dapur SPPG di wilayah Sumatera, serta 424 dapur di area Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, NTB, NTT, hingga Papua. Sementara itu, 311 dapur lainnya berada di kawasan Jawa dan Madura.

Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya memutus total alokasi dana dan tidak menyalurkan pembayaran kepada seluruh dapur tersebut karena terbukti mengabaikan standar operasional prosedur (SOP).

Memberhentikan 261 Pegawai Non ASN

Berbagai temuan pelanggaran meliputi penyajian makanan yang tidak higienis, munculnya kasus keracunan, penurunan kualitas makanan di bawah standar, hingga buruknya pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Dapur yang di-suspend ini bukan seperti yang lalu. Dulu di-suspend, tapi tetap dibayar. Kalau sekarang ditutup, tidak dibayar, karena pelanggaran,” kata Sudaryono.

Langkah penertiban BGN tidak berhenti pada penutupan fasilitas. BGN juga resmi memberhentikan 261 pegawai non-ASN, yang terdiri dari 224 pegawai kontrak dan 37 tenaga ahli.

Pihaknya turut menyeret para aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti nakal. BGN menjatuhkan hukuman disiplin berat kepada sembilan ASN dan melayangkan sanksi disiplin ringan kepada 39 ASN lainnya.

“Kami menemukan sembilan ASN melakukan pelanggaran berat atau disiplin berat. Besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemberhentiannya. Kemudian, ditemukan 39 pelanggaran disiplin ringan yang akan kami tindak dengan mutasi, demosi, serta sanksi administrasi maupun peringatan,” kata Sudaryono.

Ia menilai pembersihan ini sebagai bentuk komitmen kuat BGN dalam menutup celah korupsi dan mewujudkan tata kelola lembaga yang bersih.

“Penting bagi kami memastikan abdi negara di setiap dapur itu bekerja dengan sebaik-baiknya, sebersih-bersihnya, dan memastikan menu yang tersaji itu baik. Karena Kepala SPPG adalah pegawai kami, abdi negara di bawah BGN. Kami coba selesaikan bagaimana dari sisi keterbukaan, transparansi, komunikasi, pelibatan banyak pihak, pelibatan instansi lain, kementerian lain, lembaga lain, pemda, dinas-dinas, serta keterlibatan publik dalam mengawasi apakah itu menu, penyaluran, dapur, kebersihan,” kata dia.

Melalui gebrakan ini, BGN berjanji akan mengawasi ketat operasional seluruh dapur SPPG ke depan. Penegakan disiplin dan transparansi publik menjadi kunci utama demi menjamin program gizi berjalan tepat sasaran.

(Jingga Sonjaya)