spot_imgspot_img
Minggu 29 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 84

Gubernur Jabar Pastikan 250 KK Korban Banjir Ciamis Terima Bantuan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Gubernur Jabar Pastikan 250 KK Korban Banjir Ciamis Terima Bantuan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Suasana haru mengisi Aula Desa Sukahurip, Rabu sore (25/2/2026) lalu, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung menemui warga terdampak banjir. Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat itu memberi kepastian sekaligus harapan bagi masyarakat yang masih berjuang memulihkan diri.

Sebanyak 170 kepala keluarga dari Desa Bangunsari dan Sukahurip menerima bantuan uang tunai sebesar Rp5 juta per keluarga. Pemerintah mentransfer dana tersebut langsung ke rekening Bank BJB milik warga tanpa potongan biaya apa pun.

Baca Juga: Ciamis Gagal Pertahankan Adipura Kencana 2025, Begini Alasan Menteri LH

Dedi Mulyadi tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Ribuan warga menyambut kedatangannya hingga memadati halaman kantor desa dan ruas jalan di sekitarnya. Setelah menyapa masyarakat, ia langsung masuk ke aula untuk berdialog dengan ratusan korban banjir.

Sejumlah pejabat daerah mendampingi kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah Ciamis Andang Firman Triyadi bersama para kepala dinas terkait.

Di dalam aula, suasana emosional tak terelakkan. Dedi menghampiri sejumlah ibu-ibu yang meneteskan air mata, termasuk warga yang belum menerima bantuan pada tahap pertama. Ia menenangkan mereka sembari memastikan seluruh warga terdampak tetap mendapat perhatian.

Dedi menjelaskan, Bupati Herdiat Sunarya sebelumnya mengajukan bantuan untuk 250 kepala keluarga. Hasil verifikasi awal menetapkan 170 KK memenuhi kriteria, sementara 80 KK lainnya masih menunggu proses lanjutan.

Tidak Ada Potongan Dalam Bentuk Apapun

Meski begitu, Dedi menegaskan bantuan tetap akan menyasar seluruh warga yang diajukan.


“Masyarakat mendengar bantuan, yang memenuhi syarat dan yang belum memenuhi syarat tetap harus dibantu,” ujarnya, disambut tepuk tangan warga.

Ia memastikan 80 KK yang belum menerima dana akan segera Pemerintah proses. Jika tidak ada hambatan, bantuan susulan akan tersalurkan pada Jumat mendatang sehingga seluruh pengajuan bupati dapat terealisasi.

“Yang 80 KK tetap saya proses. Mudah-mudahan dua hari selesai. Jumat kita serahkan lagi. Jadi semuanya 250 KK sesuai pengajuan bupati kita kabulkan,” tegasnya.

Dedi juga mengingatkan agar tidak ada pemotongan dalam bentuk apa pun. Ia meminta warga melapor jika menemukan pungutan liar.
“Rp5 juta harus diterima utuh. Tidak boleh ada alasan biaya administrasi,” katanya.

Menurut Dedi, bantuan ini harapannya mampu meringankan beban warga, terutama menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. “Ini bekal puasa dan Lebaran,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, memastikan proses verifikasi 80 KK akan rampung sesuai perintah gubernur.


“Perintah Pak Gubernur, Jumat harus selesai. Nilainya sama, Rp5 juta,” katanya.

Di tengah lumpur dan sisa kerusakan akibat banjir, kepastian bantuan tersebut menjadi simbol kehadiran pemerintah bagi warga Pamarican saat mereka paling membutuhkan uluran tangan.

(Prokopim Ciamis)

Pemkot Bandung Buka Mudik Gratis, 250 Warga Difasilitasi Pulang Kampung

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menyambut Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Bandung kembali membuka program mudik gratis untuk membantu warga pulang ke kampung halaman tanpa harus memikirkan biaya transportasi. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan layanan sosial yang langsung dirasakan masyarakat.

Wali Kota Muhammad Farhan secara resmi membuka pendaftaran Mudik Gratis 2026 dengan menyiapkan 250 kursi bagi warga. Pemerintah mengarahkan program ini ke lima kota tujuan yang selama ini menjadi jalur favorit pemudik.

Baca Juga: Pasar Ramadan di Pago Restaurant The Papandayan Bandung

Pendaftaran mulai 24 Februari hingga 6 Maret 2026. Masyarakat dapat mendaftarkan diri sesuai jadwal yang telah panitia tetapkan untuk menghindari penumpukan peserta.

Pemerintah menyiapkan lima armada bus dengan kapasitas masing-masing 50 penumpang. Bus tersebut akan melayani rute Surabaya, Yogyakarta jalur utara, Yogyakarta jalur selatan, Cirebon, serta Tasikmalaya–Banjar.

Panitia memusatkan proses pendaftaran secara langsung di Jembatan Penyeberangan Orang Asia Afrika. Setiap calon peserta wajib membawa fotokopi KTP Kota Bandung atau surat keterangan bekerja maupun berdomisili di Kota Bandung, serta melampirkan fotokopi Kartu Keluarga.

Panitia akan mencocokkan seluruh dokumen dengan identitas asli saat registrasi ulang. Proses verifikasi ini bertujuan memastikan data peserta akurat dan kuota tepat sasaran.

Pemkot Bandung menetapkan jadwal keberangkatan pada 17 Maret 2026 pukul 15.00 WIB dari Balai Kota Bandung. Jadwal yang jelas harapannya memberi kepastian dan kenyamanan bagi para pemudik.

Program mudik gratis ini menyasar warga berpenghasilan terbatas agar mereka dapat pulang kampung dengan aman, tertib, dan nyaman. Pemerintah juga berharap program ini mampu mengurangi kepadatan lalu lintas menjelang Lebaran.

Farhan menegaskan komitmen Pemkot Bandung untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.


“Melalui program ini, kami ingin membantu warga agar bisa merayakan Lebaran bersama keluarga dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

(Jingga Sonjaya)

Bukber Hartono Soekwanto, Food Vloger Oghel Zulvianto Santap Sembilan Menu

0
hartono soekwanto fokusjabar.id
Hartono Soekwanto (kanan), Oghel Zulvianto (tengah) dan Adisyah Reza buka bersama. (Anthika Asmara)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Hartono Soekwanto sosok yang akrab di sapa Bos Koi ini menyulap momen buka puasa bersama (bukber) Kamis (25/2/2026) menjadi ajang kolaborasi strategis yang mempertemukan insan media, pelaku kuliner dan konten kreator.

Bukan sekadar jamuan makan biasa, acara ini menjadi bukti nyata bagaimana silaturahmi bisa di ubah menjadi energi positif bagi ekonomi kreatif lokal.

Ada pemandangan menarik di tengah riuhnya obrolan hangat malam itu. Bos Koi secara khusus menggandeng Oghel Zulvianto, food vlogger kenamaan asal Majalengka yang di kenal dengan ulasan jujur dan jenakanya.

BACA JUGA: Harmoni Cinta Kasih Hartono Soekwanto di Situ Cipanten Majalengka

Kehadiran Oghel dan juga content kreator bukan tanpa alasan. Hartono sengaja mengundang para pelaku UMKM kuliner Bandung agar produk mereka mendapat sorotan langsung dari sang influencer.

“Saya ingin Ramadhan kali ini memberikan manfaat nyata. Dengan hadirnya Mas Oghel dan rekan-rekan media, kita bantu promosikan potensi kuliner lokal agar makin di kenal luas,” ujar Hartono Soekwanto di sela-sela acara.

Eksplorasi Rasa: Dari Tongseng Rempah hingga Bakso Primadona

Meja panjang di kediaman Bos Koi malam itu bak etalase kuliner nusantara. Berbagai menu tradisional di sajikan untuk memanjakan lidah para tamu. Di antaranya, Tongseng Kaya Rempah: Hidangan hangat dengan bumbu yang meresap sempurna.

Bakso Gurih: Tekstur daging yang pas menjadikannya salah satu menu paling dicari. Lontong & Risol Hangat: Camilan klasik yang melengkapi suasana berbuka.

Oghel Zulvianto tak mampu menyembunyikan antusiasmenya saat mencicipi hidangan yang tersaji. Menurutnya, kualitas rasa kuliner Bandung memang tidak perlu di ragukan lagi.

“Luar biasa jamuan dari Bos Koi. Tadi saya coba Tongseng dan Baksonya, bumbunya ‘berani’ dan pas banget di lidah. Ini potensi besar kalau dipromosikan dengan tepat,” kata Oghel.

BACA JUGA: Kelola Sampah dari Hulu, Wali Kota Bandung Gandeng Hartono Soekwanto dan Irfan Hakim

Sinergi untuk Ekonomi Kreatif Bandung

Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi diskusi santai mengenai perkembangan ekonomi kreatif di Jawa Barat. Kehadiran awak media dan kreator konten diharapkan mampu menjadi jembatan informasi bagi para pengusaha lokal untuk naik kelas.

Malam itu, kediaman Bos Koi menjadi saksi bahwa kolaborasi adalah kunci. Ketika pengusaha memberikan panggung, media menyebarkan informasi, dan kreator konten memberikan visualisasi, maka industri lokal Bandung akan tetap menjadi juara di hati masyarakat.

(Anthika Asmara)

Masjid Al-Istiqomah Jadi Pusat Ibadah di Kawasan Wisata Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Masjid Al-Istiqomah Jadi Pusat Ibadah di Kawasan Wisata Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ramadan menghadirkan wajah lain kawasan wisata Pangandaran. Di tengah arus kendaraan wisata dan debur ombak pantai selatan, Masjid Agung Al-Istiqomah tampil sebagai pusat kegiatan ibadah yang terus berdenyut tanpa jeda.

Masjid yang berdiri kokoh di kawasan Bundaran Tugu Marlin ini langsung menarik perhatian saat senja tiba. Kubah peraknya memantulkan cahaya lampu, sementara jamaah berdatangan membawa sajadah. Kumandang azan magrib mengalun lembut, berpadu dengan hembusan angin pesisir yang khas.

Baca Juga: Truk Bergambar Dedi Mulyadi Nyungsep di Emplak Pangandaran 

Sejak berdiri pada 1974, masjid ini menempati lokasi strategis yang memudahkan akses masyarakat maupun wisatawan. Banyak pelancong memanfaatkan waktu libur mereka untuk menunaikan salat tarawih, beriktikaf, atau sekadar mencari ketenangan di tengah hiruk pikuk kawasan pantai.

Lahan Masjid Agung Al-Istiqomah berasal dari wakaf keluarga Susi Pudjiastuti. Wakaf tersebut menjadi fondasi penting lahirnya masjid yang kini menjelma sebagai ikon religius di kawasan wisata Pangandaran.

Dari sisi arsitektur, masjid ini menampilkan desain modern yang tetap meneduhkan. Fasad batu abu-abu berpadu panel hitam mengilap, dengan nama masjid tertera jelas di atas pintu utama. Jalur masuk tertata rapi, lengkap dengan taman kecil di kedua sisi yang menambah kenyamanan jamaah.

Selama Ramadan, lantunan tadarus Al-Qur’an menggema hingga ke halaman masjid. Suasana religius itu menciptakan kontras yang harmonis dengan aktivitas wisata di sekitarnya.

Masjid Bukan Hanya Tempat Shalat

Menjelang waktu berbuka puasa, pelataran masjid mulai penuh dengan jamaah. Warga datang bersama keluarga, sementara sejumlah wisatawan masih mengenakan pakaian santai pantai. Mereka bergegas mengambil air wudu untuk bersiap menunaikan ibadah.

Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat. Berbagai kegiatan sosial dan keagamaan rutin terselenggara mulai dari pembagian takjil, santunan anak yatim, hingga kajian keislaman sepanjang bulan suci.

Intan (23), warga Pananjung, mengaku selalu merasakan suasana berbeda saat Ramadan di masjid ini.


“Dari dulu sampai sekarang, saya sering tarawih di sini. Tempatnya nyaman dan bikin tenang,” ujarnya, Kamis (2/2/2026).

Di tengah pesatnya geliat ekonomi wisata, Masjid Agung Al-Istiqomah hadir sebagai penyeimbang. Masjid ini mengingatkan bahwa Pangandaran tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga nilai keimanan yang tumbuh kuat di pesisir selatan.

Ramadan di jantung wisata Pangandaran pun menjadi lebih dari sekadar rutinitas tahunan. Ia menjelma sebagai perayaan iman yang terus terjaga, dengan Masjid Agung Al-Istiqomah setia menyalakan cahaya spiritual di tengah destinasi wisata.

(Sajidin)

Berkas Dugaan Skandal Proyek PUPR Kota Tasikmalaya Diserahkan ke Kejati

0
tasikmalaya@fokusjabar.id
Raka Wilantara, S.H.(Dokumen Pribadi)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: ​Dugaan praktik “main mata” dalam pengerjaan proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tasikmalaya. Tahun Anggaran 2025 kini memasuki babak baru.

​Pada Kamis siang (26/02/2026), Raka Wilantara, S.H., seorang pegiat anti-korupsi vokal asal Kota Tasikmalaya. Kembali menyambangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. 

Kedatangannya kali ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan membawa berkas tambahan berupa alat bukti baru. Terkait dugaan suap dan monopoli proyek yang kian meresahkan.

Baca Juga: 30 Orang Positif DBD di Kota Tasikmalaya, Ini Saran Kadinkes

Sosok Misterius Inisial ‘NG’

​Dalam aksinya di depan gedung Kejati, Raka membentangkan spanduk bertuliskan Fiat Justitia Ruat Caelum. Merupakan pesan hukum kuat yang berarti tegakkan keadilan walaupun langit akan runtuh.

​Raka mengungkapkan bahwa hampir seluruh proyek di lingkup Dinas PUTR Kota Tasikmalaya. Dugaan di kuasai oleh satu aktor intelektual berinisial NS alias NG.

Modusnya tergolong klasik namun masif, yakni menggunakan perusahaan-perusahaan milik orang lain atau praktik yang akrab di sebut pinjam bendera.

​”Ada kesan dagelan untuk mengelabui publik, panitia lelang, serta aparat penegak hukum. Dalam praktiknya, NG menggunakan banyak perusahaan berbeda agar tidak terendus sebagai satu penguasa tunggal,” ungkap Raka dengan nada tegas.

Aliran Dana Pelicin

​Isu ini rupanya bukan rahasia lagi di kalangan pengusaha konstruksi Tasikmalaya. Raka mengklaim bahwa nilai suap atau komitmen fee untuk memuluskan monopoli ini. Berkisar antara 15 hingga 20 persen dari nilai kontrak pekerjaan.

​Untuk memperkuat laporannya, Raka membeberkan setidaknya tiga proyek besar yang dugaan kuat. Di kerjakan oleh oknum yang sama di bawah bendera perusahaan berbeda.

​Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mangkubumi: Nilai kontrak Rp728.012.600 (CV. Shinta Jaya).

​Rehabilitasi Drainase Jl. Rumah Sakit: Nilai kontrak Rp710.000.000 (CV. Sumber Mulia).

​Pembangunan Gedung Kantor Kelurahan Tuguraja: Nilai kontrak Rp830.385.000 (CV. Abadi Tani).

Menanti Nyali Kejati Jabar

Baca Juga: Catat! Viman Alfarizi Ramadhan Rencana Bangun PDAM Kota Tasikmalaya

​Meski enggan merinci detail alat bukti baru tersebut demi menjaga kerahasiaan proses penyelidikan, Raka memastikan bahwa tembusan laporan ini. Telah dikirimkan kepada Jaksa Agung RI, Jamwas, hingga Komisi Kejaksaan Republik Indonesia.

​Langkah berani Raka Wilantara ini menjadi ujian bagi Kejati Jabar, apakah hukum akan benar-benar di tegakkan tanpa pandang bulu. Atau praktik monopoli ini akan terus berjalan mulus di balik meja birokrasi.

​Publik kini menanti transparansi dan ketegasan aparat penegak hukum untuk membersihkan Kota Tasikmalaya dari jeratan korupsi yang merugikan rakyat.

(Abdul Latif)

Pasar Ramadan di Pago Restaurant The Papandayan Bandung

0
bandung@fokusjabar.id
The Papandayan mengajak menikmati kehangatan dan kebersamaan dalam tradisi buka puasa melalui kekayaan rasa nusantara.(Istimewa)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Buka puasa menjadi momen paling di nanti pada setiap harinya di bulan suci Ramadan. Pada Ramadan tahun ini, The Papandayan mengajak menikmati kehangatan dan kebersamaan dalam tradisi buka puasa melalui kekayaan rasa nusantara.

Mengusung tema ‘Bersama Lebih Bermakna’, kehangatan dan kebersamaan saat berbuka puasa. Bisa di nikmati melalui Pasar Ramadan di Pago Restaurant, The Papandayan Hotel.

Pasar Ramadan menyuguhkan sebuah pengalaman iftar dengan menikmati kekayaan rasa Nusantara dalam atmosfer yang nyaman dan penuh keakraban.

Baca Juga: Pemkot Bandung Targetkan 800 Unit Hunian di Rusunami

“Dengan tema ‘Bersama Lebih Bermakna’ ini, Pasar Ramadan di rancang sebagai ruang berkumpul. Yang menghadirkan lebih dari sekadar makan malam,” kata Marketing Communications Manager The Papandayan, Malinda Dinangrit kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).

Selain itu, dia juga mengajak tamu untuk kembali pada tradisi berbuka yang sederhana namun hangat, berbagi cerita di meja makan. Menikmati sajian favorit Ramadan, dan menciptakan kenangan bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

Malinda menuturkan, rangkaian buffet yang di sajikan di Pasar Ramadan menghadirkan rotasi menu harian yang kaya variasi. Mulai dari aneka gorengan klasik, kolak dan bubur manis khas Ramadan, ragam takjil tradisional. Hingga jajanan Bandung seperti cilok bumbu dan cilok kuah yang membangkitkan nostalgia.

Di area buffet utama, lanjut dia, menampilkan hidangan Sunda dan Nusantara. Seperti nasi tutug oncom, babat, usus, paru, sambal khas, rendang, ayam kalio, gudeg Jogja, semur daging, dan sayur kapau.

Pilihan soup yang beragam seperti soto mie, soto Bandung, hingga soto Padang ikut melengkapi pengalaman berbuka. Berdampingan dengan sushi bar serta main buffet yang menyajikan menu. Asia dan Western, dari bistik sapi, ikan bumbu cobek, hingga Singapore

“Sorotan utama di tahun ini adalah Gulai Kambing Asap. Signature dish yang menjadi primadona Pasar Ramadan tahun lalu dan kini di hadirkan kembali atas permintaan banyak tamu,” ucapnya.

Aroma Smoky yang Khas

Aroma smoky yang khas berpadu dengan kuah gulai kaya rempah, lanjut Malinda, menjadikan hidangan ini favorit di meja berbuka. Di temani pula Beef Doner Kebab sebagai sentuhan internasional yang melengkapi pengalaman kuliner Ramadan,” Malinda menegaskan.

Untuk merasakan pengalaman berbuka puasa di Pasar Ramadan, dapat di nikmati dengan harga Rp310 ribu net per orang. Namun di tahun ini, The Papandayan menghadirkan promo tambahan berupa diskon 15%. Khusus di Week 1 dan Week 4, serta diskon 10% khusus di Week 2 juga Week 3.

“Kami pun memberikan fleksibilitas bagi tamu untuk memilih waktu berbuka dengan penawaran terbaik,” ujarnya.

Baca Juga: 425 Lansia Ikut Pesantren Ramadan Majelis Taklim Pusdai Jabar

Selain itu, Pasar Ramadan pun menyediakan pilihan private iftar di beberapa venue sesuai dengan kebutuhan tamu. Mulai dari untuk acara keluarga besar, gathering perusahaan, maupun silaturahmi komunitas.

Lokasi yang di siapkan di antaranya di Cantigi Wine dan Dine, HuruBatu Grill Garden, Meeting Room, hingga Grand Ballroom.

“Dengan dekorasi bernuansa Ramadhan, pencahayaan hangat, dan pelayanan khas The Papandayan yang penuh perhatian. Pasar Ramadan di Pago Restaurant bisa menjadi destinasi berbuka yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mempererat kebersamaan,” pungkasnya.

(Ageng)

Banjar Raih Sertifikat Kota Bersih di Kritik SAPMA PP

0
banjar@fokusjabar.id
Kondisi sampah menumpuk di TPS Kota Banjar. (Foto: Istimewa)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Banjar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada usia ke-23, Banjar berhasil meraih Penghargaan Pengelolaan Sampah dengan Predikat Sertifikat Menuju Kota Bersih 2025.  

Penghargaan tersebut di serahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah 2026 di Kartika Expo Center Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2/2026) kemarin.  

Wali Kota Banjar, Sudarsono, menerima penghargaan itu sebagai bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun tata kelola persampahan yang berkelanjutan.  

Baca Juga: Pembangunan PLTS 100 MW Kota Banjar di Lahan Sengketa?

“Transformasi pengelolaan sampah di Banjar sudah bergerak ke arah perubahan perilaku dan partisipasi publik. Kami dorong pemilahan dari rumah, penguatan peran masyarakat, serta peningkatan infrastruktur berbasis lingkungan,” ujar Sudarsono.  

“Banjar menjadi salah satu dari 35 daerah di Indonesia yang di nilai menunjukkan komitmen serius dalam pengelolaan sampah,”kata dia menambahkan.

Kritik atas Kondisi Lapangan

Meski penghargaan ini membanggakan, sejumlah pihak menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus segera di tuntaskan.

Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Banjar, Irwan Herwanto, menilai capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata di lapangan.  

“Trophy itu plakat, sertifikat itu kertas. Tapi bau sampah dan kontainer berkarat itu realitas. Jangan sampai penghargaan ini hanya jadi kosmetik politik di tengah minimnya pelayanan publik,” kata Irwan, Kamis (26/2/2026).  

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan recycling Rate 45,96 persen, capaian penanganan sampah 70,84 persen, capaian pengurangan sampah 23,26 persen.

Artinya, masih ada 29,16 persen sampah yang belum terkelola dan 54,04 persen sampah belum berhasil di recycle. Selain itu, dari total 46 kontainer sampah, hanya 23 unit yang berfungsi baik. Sisanya rusak ringan (15 unit) dan rusak berat (8 unit).  

Baca Juga: Penyidikan Jilid II Bergulir, Kejari Banjar Periksa 19 Saksi Kasus Tunjangan DPRD

SAPMA mendesak Pemkot Banjar segera melakukan audit infrastruktur, mengganti kontainer rusak, memperkuat bank sampah, serta meningkatkan edukasi pemilahan di tingkat rumah tangga.

Transparansi anggaran juga di minta agar publik mengetahui sejauh mana komitmen pemerintah dalam memperbaiki fasilitas kebersihan.  

“Prestasi ini di harapkan bukan sekadar simbol, melainkan pijakan untuk menjadikan Banjar benar-benar bersih, sehat, dan berdaya saing,” pungkas Irwan.  

(Budiana Martin)