spot_imgspot_img
Sabtu 3 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 84

8 Guru SMK Se-Indonesia Magang di Ciamis, Belajar Budidaya Ayam

0

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Para guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus memperbarui kompetensi diri agar materi pembelajaran siswa selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Langkah nyata ini terwujud dalam program Peningkatan Kompetensi Guru Kejuruan Berbasis Dunia Kerja Tingkat Nasional.

Pelatihan tersebut berlangsung di kantor CV Tanjung Mulya, Desa Sindangmukti, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Senin (14/9/2026). Kepala Yayasan Nurul Huda Sindangmukti, Ir. Koswara Suwarman, membuka langsung acara yang menghadirkan peserta dari berbagai pelosok negeri, seperti Gorontalo dan Aceh.

Baca Juga: Kemenag Ciamis Apresiasi 33 Siswa Berprestasi di OMI Sains 2026

Pelatihan Praktis Budidaya Ayam Pedaging dan Petelur

Kabag TU BBPPMVV Pertanian Cianjur, Hedi Holidin, menyebut kegiatan ini sebagai kelanjutan program upskilling dan reskilling bagi pendidik bidang pertanian.

“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan pelatihan melanjutkan program upskilling dan reskilling bagi guru pertanian se-Indonesia yang dilaksanakan di CV Tanjung Mulya,” ujar Edi.

Sebanyak delapan guru mengikuti magang intensif selama 10 hari. Selama masa pelatihan, mereka mendalami praktik peternakan sekaligus menempuh uji kompetensi.

“Materi yang diberikan berkaitan langsung dengan praktik di dunia kerja, salah satunya budidaya ayam pedaging dan ayam petelur,” tuturnya.

Peserta mempelajari seluruh tahapan produksi, mulai proses penetasan hingga menghasilkan day old chick (DOC). Penyelenggara juga berencana memperluas materi pada pengolahan daging dan karkas.

“Harapannya, setelah ini para guru dapat menularkan ilmunya kepada siswa, sehingga siswa bisa bekerja di industri, khususnya di bidang budidaya ayam pedaging dan ayam petelur,” katanya.

Hedi menekankan bahwa keterlibatan guru secara langsung di lingkungan industri menjadi kunci utama memperkuat sinergi pendidikan kejuruan.

Dorongan Penggunaan Pupuk Organik dan Kerjasama Industri

Komisaris Tanjung Mulya, Udin Saefudin, menyambut hangat pelaksanaan magang tersebut. Ia meyakini penguatan skill guru akan memberi dampak besar bagi kemajuan sektor pertanian dan peternakan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan dapat meningkatkan dan mengembangkan bidang pertanian dan peternakan, karena potensi di bidang ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Udin turut mengimbau para pelaku usaha pertanian agar mengoptimalkan pemanfaatan pupuk organik. Penggunaan bahan organik penting untuk menjaga kualitas panen sekaligus mengurangi paparan bahan kimia.

“Kita harus mendorong para petani menggunakan pupuk organik, karena selain menjaga kualitas, juga dapat menghindarkan hasil pertanian dari zat-zat kimia,” katanya.

Ia berharap kemitraan antara sekolah dan dunia industri terus meluas, termasuk melalui program studi banding. Pengalaman lapangan ini akan membuat sekolah semakin berkembang dan siap mencetak generasi terampil.

“Pertanian dan peternakan mudah-mudahan berhasil. Bisa melakukan studi banding, sehingga sekolah bisa berkembang dan menjadi bekal bagi mereka serta bagi nusa dan bangsa,” tuturnya.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari sejumlah perusahaan, antara lain Tanjung Mulya (TM) Poultry Shop, Karya Indah Pertiwi (KIP), MBU, SRF, dan Mulya Jaya (MJ). Sinergi erat ini diharapkan mencetak lulusan SMK yang siap kerja dan berdaya saing tinggi di pasar industri.

(Mia)

Chef Epi Gelar Zikir Bersama Irfan Hakim dan Boskoi Hartono Soekwanto, Aktivitas Usaha Naik 70 Persen

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Chef Epi Gelar Zikir Bersama Irfan Hakim dan Boskoi Hartono Soekwanto, Aktivitas Usaha Naik 70 Persen

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Chef Epi menggelar acara zikir dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memulihkan bisnis kulinernya. Melalui kegiatan ini, ia memohon ketenangan jiwa sekaligus mengharapkan Sang Pencipta membuka kembali pintu keberkahan bagi resto Kepiting Chef Epi.

Kolaborasi Tokoh dan Ibu Pengajian di Resto Pasteur

Sejumlah tokoh publik dan kerabat dekat hadir memberikan dukungan moral penuh. Chef Epi melibatkan Hartono Soekwanto alias Boskoi, presenter Irfan Hakim, Ibu HGA, Oghel Zulvianto, serta puluhan ibu-ibu pengajian.

Baca Juga: 3 SPPG di Kota Bandung Masuk Pengawasan Khusus, Farhan: Kalau Tak Beres Kita Tutup

Seluruh rombongan berkumpul memadati area resto Kepiting Chef Epi di Jalan Pasteur No. 29, Kecamatan Sukajadi, kemudian Kota Bandung, Jawa Barat. Mereka menyelenggarakan aksi spiritual ini, Minggu, (13/9/2026).

Keluh Kesah Hambatan Spiritual dan Lonjakan Omzet 70 Persen

Langkah ini bermula saat Chef menyampaikan keluh kesah mengenai kondisi bisnisnya. Ia meyakini gangguan secara spiritual menjadi salah satu penyebab utama hambatan roda usahanya belakangan ini.

Boskoi, Irfan Hakim, Oghel, dan jemaah pengajian lantas memimpin pembacaan zikir serta doa keselamatan bersama di lokasi resto. Kemudian mereka memohon perlindungan dari gangguan spiritual, kelancaran rezeki, serta kedamaian bagi seluruh staf resto.

Usai memanjatkan doa bersama, Chef mengaku merasa jauh lebih tenang dan lega. Efek positif pun langsung terasa, di mana ia mencatat kenaikan aktivitas usahanya hingga mencapai 70 persen.

(Irfansyah)

3 SPPG di Kota Bandung Masuk Pengawasan Khusus, Farhan: Kalau Tak Beres Kita Tutup

0
sppg kota bandung fokusjabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah tersebut di lakukan untuk mencegah terjadinya keracunan akibat makanan seperti yang terjadi di sejumlah daerah.

BACA JUGA:

Sampah di Bandung Bisa Ditukar jadi Voucher Belanja

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot tidak ingin menunggu sampai muncul kasus keracunan untuk melakukan tindakan. Setiap persoalan yang di temukan dalam pengelolaan SPPG harus segera di perbaiki.

“Terkait masalah MBG. Tiba-tiba terjadi ledakan keracunan lagi di berbagai daerah. Di Kota Bandung kami menemukan masalah di Mandalajati. Maka saya menekan betul kepada setiap kewilayahan, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk memastikan bahwa SPPG berjalan dengan baik,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (14/9/2026).

Saat ini, terdapat tiga SPPG yang berada dalam pengawasan khusus Pemkot Bandung. Yaitu SPPG di Kecamatan Mandalajatidan di Kecamatan Lengkong.

Menurutnya, pengawasan khusus di lakukan untuk memastikan SPPG segera membenahi sejumlah aspek operasional. Terutama pengelolaan sampah dan keamanan pangan atau food safety.

“Ini akan kita perhatikan betul untuk memperbaiki. Mulai dari pengelolaan sampah sampai penempatan makanan. Pengawasan belum memenuhi standar yang baik,” katanya.

Farhan menegaskan, langkah Pemkot Bandung bersifat preventif. SPPG yang di temukan memiliki kekurangan tidak langsung di tutup. Namun di beri kesempatan untuk melakukan pembenahan dalam batas waktu yang di tentukan.

BACA JUGA:

Gerakan Pramuka Kwarda Jabar Pantau Patriot Panca Waluya

“Kalau buat saya sekarang, sebelum ada kejadian kita cegah duluan. Jadi pengelolaan sampahnya jelek, sikat. Pengelolaan food safety-nya jelek, sikat. Tidak langsung di tutup. Kita paksa untuk di perbaiki,” ucapnya.

Namun, jika perbaikan tidak di lakukan dan kondisi SPPG berpotensi menimbulkan masalah, Pemkot Bandung akan mengambil tindakan lebih tegas.

“Kalau perbaikannya enggak ada, menimbulkan masalah, ya kita tutup,” ujarnya.

Ketiga SPPG yang berada dalam pengawasan khusus tersebut di beri waktu sekitar dua pekan untuk melakukan pembenahan. Farhan menjadwalkan evaluasi lanjutan pada 27 September 2026.

Selama masa evaluasi, SPPG masih di perbolehkan memproduksi dan menyalurkan makanan MBG. Namun, operasionalnya akan di awasi secara ketat oleh pemerintah.

BACA JUGA:

BGN Dorong Pengadaan Bahan Baku MBG dari Wilayah Setempat

Farhan memastikan, Pemkot Bandung mendukung penuh program MBG sebagai salah satu program strategis nasional.

Namun dukungan tersebut di lakukan melalui fungsi pengawasan dan pengendalian, bukan dengan mengambil alih pengoperasian SPPG.

“Saya tekankan bahwa Pemerintah Kota Bandung mendukung 100 persen program MBG bukan dengan terlibat di dalam pengoperasian SPPG,” ujarnya.

Farhan mengungkapkan, sebelum dirinya di lantik pada Februari 2025, Pemkot Bandung telah mendapat tawaran untuk membangun sekaligus mengoperasikan SPPG milik pemerintah daerah. Bahkan, ada tawaran agar dirinya secara pribadi ikut membangun SPPG.

Tawaran tersebut dia tolak. Farhan menilai, pemerintah daerah harus memahami kapasitasnya dan tidak mengambil peran yang berada di luar kemampuan pengelolaannya.

Ia menyebut, terdapat tiga skema dalam pelaksanaan program MBG. Pertama, kerja sama pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional dengan TNI dan Polri.

Kedua, kerja sama pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Untuk skema ini, Farhan memilih tidak terlibat langsung dalam pengoperasian SPPG.

Sementara skema ketiga merupakan kerja sama pemerintah pusat dengan pihak swasta.

“Skema pemerintah pusat kepada swasta, hal ini kami perbolehkan. Tapi saya melarang diri saya sendiri untuk tidak memiliki dan mengoperasikan SPPG,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah SPPG di Kota Bandung telah mendekati 300 unit. Farhan menegaskan, seluruh SPPG wajib memenuhi persyaratan dan mengantongi sertifikasi sebelum beroperasi.

Pengawasan terhadap hampir 300 SPPG tersebut di lakukan secara lintas perangkat daerah. Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menjadi bagian utama dalam memastikan kualitas serta keamanan makanan.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pendidikan, serta unsur kewilayahan juga di libatkan dalam pengawasan pelaksanaan MBG.

BACA JUGA:

Fun Run HUT ke-81 TNI di Cimahi Targetkan Ribuan Peserta dan Rekor MU

Farhan meminta seluruh camat dan lurah mencatat keberadaan SPPG di wilayah masing-masing serta ikut mengawasi operasionalnya.

“Kepada seluruh lurah dan camat agar mencatat semua SPPG yang ada di wilayah dan di awasi,” jelasnya.

Khusus Kecamatan Lengkong dan Mandalajati, Farhan meminta pengawasan di lakukan lebih intensif karena terdapat SPPG yang saat ini masuk dalam pengawasan khusus.

Selain keamanan pangan, Pemkot Bandung juga menyoroti persoalan sampah yang di timbulkan dari aktivitas SPPG. Berdasarkan identifikasi DLH, sekitar 50 ton sampah per hari di Kota Bandung berasal dari aktivitas SPPG.

“Sudah teridentifikasi dari DLH ada 50 ton sampah per hari dari SPPG,” kata Farhan.

Farhan menyebut, sebagian besar sampah tersebut merupakan sampah organik. Karena itu, penguatan pengelolaan sampah organik menjadi salah satu perhatian Pemkot Bandung dalam mendukung pelaksanaan MBG sekaligus menangani persoalan sampah.

“Maka kita sedang akan memperkuat pengelolaan sampah. Karena bagaimana pun juga pengelolaan sampah organik adalah kunci dari keberhasilan kita untuk mengelola sampah secara keseluruhan,” jelasnya.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian turut di libatkan untuk memastikan kebutuhan bahan pangan bagi SPPG tidak mengganggu pasokan komoditas bagi masyarakat di pasar.

Farhan berharap, pengawasan lintas perangkat daerah dan unsur kewilayahan dapat memastikan program MBG di Kota Bandung berjalan optimal. Khususnya dari sisi keamanan pangan.

BACA JUGA:

NEO rheumacyl Peduli UMKM 2026 Buka Kesempatan bagi 20 Pelaku Usaha untuk Jualan Bebas Komisi

Menurutnya, keberhasilan MBG bukan hanya di ukur dari jumlah makanan yang di salurkan. Tetapi juga kualitas makanan yang di terima para siswa.

“Bagaimanapun juga kunci keberhasilan salah satunya adalah delivery makanan kepada siswa yang memiliki kualitas yang baik,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

KSAD Maruli Tinjau Jembatan Pongpet yang Anjlok di Pangandaran, Temukan Material Tidak Sesuai 

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: KSAD Maruli saat mengecek jembatan Pongpet di Desa Margacinta Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ratusan warga menyambut kedatangan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di sepanjang jalan menuju Jembatan Pongpet, Desa Margacinta, Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat. Maruli tiba di lokasi peninjauan tepat pukul 10.50 WIB, Senin (14/9/2026).

Tanpa ragu, Maruli langsung naik ke atas jembatan yang anjlok bersama seorang anggotanya. Ia mengamati dan memeriksa seluruh bagian struktur bangunan secara detail.

Baca Juga: Walhi Jabar Ungkap Dampak Tumpahan Batu Bara Nautica 22

Dugaan Material Berkarat dan Tak Sesuai Spesifikasi

Petugas di lapangan menyerahkan laporan khusus kepada Maruli mengenai kondisi material jembatan. Laporan tersebut mencatat adanya komponen terpasang yang sudah berkarat. Maruli menduga kuat material tersebut tidak memenuhi spesifikasi standar.

“Jadi, ini juga saya ingin lihat langsung supaya bisa betul-betul evaluasi kita tepat untuk ke depannya nanti, supaya menghindari ada kejadian-kejadian seperti ini (Anjlok),” kata Maruli di lokasi kepada sejumlah wartawan.

TNI Pertimbangkan Opsi Opsi Bongkar Total dari Nol

Maruli mengakui timnya menemukan sejumlah kendala teknis yang membutuhkan evaluasi mendalam. Proses penanganan jembatan hasil perbaikan memang memiliki tingkat kerumitan tinggi, terutama saat membongkar struktur lama.

“Memang ada teknis-teknis yang kita juga evaluasi supaya nanti ke depan memang yang agak rumit adalah jembatan-jembatan perbaikan,” ujarnya.

Pihak TNI AD kini tengah mematangkan langkah perbaikan terbaik untuk akses warga tersebut. Salah satu opsi terkuat mencakup pembongkaran total seluruh struktur lama untuk membangun jembatan baru dari awal.

“Mungkin nanti kita coba evaluasi apakah mending semua yang perbaikan ini mulai dari nol lagi atau bagaimana, nanti kami akan diskusikan,” kata Maruli.

Maruli menambahkan bahwa pembongkaran struktur lama akan memakan waktu pengerjaan lebih lama. Namun, langkah ini menjadi pertimbangan utama demi menjamin keamanan warga.

“Struktur-struktur lamanya ini memang rumit kalau dibongkar kembali, memerlukan waktu lama,” ucapnya.

Sebelumnya, Jembatan Pongpet di Dusun Margajaya ini mengalami musibah anjlok karena tali seling bagian kanan mendadak putus saat warga dan pejabat menggelar prosesi peresmian.

(Sajidin)

Bupati Garut Kunjungi Keluarga Korban KM Virgo Transport 8

0
bupati garut KM Virgo Transport 8 fokusjabar.id
Bupati Garut kunjung keluarga korban KM Virgo Transport 8

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mengunjungi keluarga korban musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin di halaman Masjid Al-Hasbi, Kecamatan Karangpawitan, Senin (14/9/2026).

Kunjungan tersebut untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan data dan kebutuhan identifikasi keluarga korban asal Garut dapat segera di tangani.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Mahasiswa KKN UPI Tingkatkan Mutu Pendidikan Daerah

Bupati Garut menegaskan, Pemda berkomitmen mendampingi keluarga korban. Termasuk mengupayakan pemulangan jenazah.

“Ya pertama adalah supaya bisa segera di identifikasi keluarga korban yang berasal dari Garut. Kedua berupaya membawa jenazah ke Kabupaten Garut,” ucapnya.

Syakur mengatakan, Pemerintah Kabupaten Garut akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta instansi terkait di lokasi kejadian untuk memperlancar proses evakuasi dan pemulangan korban.

“Saya sampaikan bahwa kita akan mengupayakan itu semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Berdasarkan data sementara yang di himpun Pemerintah Kabupaten Garut, dari total 23 orang korban asal Garut, sebanyak 11 orang di nyatakan selamat.

Informasi tersebut di ketahui melalui komunikasi langsung dengan pihak keluarga. Baik melalui panggilan video maupun pesan.

Sementara itu, dua orang korban telah di konfirmasi meninggal dunia. Sedangkan korban lainnya masih dalam proses pencarian.

Pemerintah Kabupaten Garut juga akan memfasilitasi kebutuhan administratif dan koordinasi lintas wilayah terkait penanganan korban. Mengingat lokasi kejadian berada di perairan antara Surabaya dan Banjarmasin.

BACA JUGA:

KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 6 Orang Tewas

Sebagai informasi, KM Virgo Transport 8 yang melayani pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Kapal tersebut sebelumnya di laporkan hilang kontak setelah menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan.

Berdasarkan data yang di gunakan dalam operasi pencarian dan pertolongan, terdapat 243 orang di dalam kapal yang terdiri atas penumpang dan awak.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Lantik Mabi Pinsaka Pramuka Saka Yudha Brama Jaya serta Saka Widya Budaya Bakti

0
Bupati Garut Pramuka fokusjabar.id
Bupati Garut foto bersama setelah pelantikan

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin lantik Majelis Pembimbing (Mabi) dan Pimpinan Satuan Karya (Pinsaka) Saka Yudha Brama Jaya serta Saka Widya Budaya Bakti Gerakan Pramuka Kabupaten Garut masa bhakti 2026–2031 di Lapangan Setda, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (14/9/2026).

Syakur mendukung penuh atas pembentukan kedua Satuan Karya (Saka) tersebut. Menurutnya, Gerakan Pramuka merupakan institusi yang sangat kuat perannya dalam membina dan menyiapkan mentalitas generasi muda masa depan.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Mahasiswa KKN UPI Tingkatkan Mutu Pendidikan Daerah

“Di Pramuka, mereka di ajarkan yang namanya kegigihan, disiplin, keseriusan, komitmen, kesabaran hingga kematangan karakter,” kata Bupati Garut.

Sebagai langkah konkret pembinaan, Pemerintah Kabupaten Garut akan mendorong perbanyakan kegiatan, event serta kompetisi kepramukaan antarsekolah.

Hal ini bertujuan agar para anggota Pramuka terlatih dan dapat terus meningkatkan kualifikasinya.

“Tentu saja bukan hanya yang bersifat umum. Tetapi juga mendorong anak-anak untuk mulai mengenal dan mendalami bidang atau garapan keahlian tertentu,” ungkap Bupati Garut.

BACA JUGA:

Musda XI DPD Golkar Garut “Kawinkan” Eksekutif dan Legislatif?

Bupati berharap, dengan di lantiknya pengurus Mabi dan Pinsaka Saka Yudha Brama Jaya serta Saka Widya Budaya Bakti, keberadaan Gerakan Pramuka dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu pemerintah serta masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan daerah di masa mendatang.

Pelantikan Mabi dan Pinsaka bukan seremoni. Di lantik hari ini, bekerja mulai besok. Targetnya jelas, membentuk pemuda yang Tangguh seperti Yudha Brama Jaya, dan Berbudaya seperti Widya Budaya Bakti.

Dengan bimbingan TNI di Saka Yudha Brama Jaya dan bimbingan dunia pendidikan di Saka Widya Budaya Bakti, di harapkan lahir generasi yang kuat fisik, cerdas otaknya dan kuat karakternya.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Dorong Mahasiswa KKN UPI Tingkatkan Mutu Pendidikan Daerah

0
Bupati Garut KKN UPI fokusjabar.id
Bupati Garut saat pelepasan peserta KKN UPI

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mengapresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran civitas akademika UPI yang telah menerjunkan mahasiswanya untuk membantu peningkatan kualitas pendidikan.

Menurut Syakur, saat ini beberapa indikator proses dan capaian mutu pendidikan di Kabupaten Garut masih memerlukan perhatian serta pembenahan serius.

BACA JUGA:

Musda XI DPD Golkar Garut “Kawinkan” Eksekutif dan Legislatif?

Berdasarkan evaluasi, kemampuan literasi dan numerasi siswa di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih berada di bawah rata-rata.

“Kita sangat mendorong berbagai upaya kolaboratif untuk memperkuat dan memperbaiki kualitas pendidikan,” kata Bupati Garut saat pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPI di Lapangan Setda, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (14/9/2026).

Dia berharap, kehadiran mahasiswa/i UPI di tengah masyarakat dapat memberikan dampak positif. Khususnya dalam memberikan pemahaman dan mengedukasi warga akan pentingnya pendidikan bagi masa depan generasi muda di Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

Bupati Garut Ajak Masyarakat Aktif Olahraga

Pelepasan KKN UPI oleh Bupati Garut bukan hanya acara formalitas. Ini adalah titik awal pengabdian. Mahasiswa belajar mengabdi, Desa belajar maju, Daerah belajar tumbuh.

Dengan di lepas langsung oleh Bupati, KKN di harapkan tidak jalan di tempat. Program harus terukur, menyentuh kebutuhan warga dan bisa di lanjutkan setelah mahasiswa beres KKN.

(Bambang Fouristian)