spot_imgspot_img
Kamis 13 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 84

Kini Leucir dan Ngageleser, Perbaikan Jalan Ranggon-Citatah Sumedang Kucurkan Anggaran Hampir Rp400 Juta

0
SUMEDANG, FOKUSjabar.id
Jalan Ranggon-Citatah Darmaraja Sumedang Mulus Ngageleser

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Sumedang sukses menuntaskan rehabilitasi jalan kabupaten ruas Ranggon menuju Citatah di Desa Ranggon, Kecamatan Darmaraja. Jalur transportasi yang melintasi Dusun Kapunduhan ke arah Gunung Goong ini kini sudah mulus terlapisi aspal hotmix.

Kondisi jalan yang makin mantap ini memantik respons positif dan apresiasi dari warga setempat.

Baca Juga: Satpol PP Sumedang Ratakan Belasan Bangli dan Lapak PKL di Tiga Wilayah

“Jalan Ranggon-Citatah segmen blok Ranggon sudah mulus. Atas nama masyarakat Desa Ranggon, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Sumedang,” kata Wahidin Ibnu Halimi, warga setempat dalam akun media sosialnya.

Apresiasi serupa juga mengalir dari warga Desa Ranggon lainnya yang merasakan langsung dampak positif pembangunan infrastruktur tersebut.

“Pokona hatur nuhun, diantos perbaikan lanjutan yang ke arah Gunung Goong,” kata Ros Indra juga dari akun media sosialnya.

Pemkab Sumedang menargetkan perbaikan jalan kabupaten tahun ini mencakup lebih dari 50 ruas jalan yang tersebar merata di 26 kecamatan.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa hasil pembangunan fasilitas publik ini bersumber langsung dari kontribusi masyarakat yang taat membayar pajak kendaraan bermotor.

“Jalan Ranggon-Citatah di Desa Ranggon, Kecamatan Darmaraja ini sudah bagus, hotmix, leucir dan ngageleser. Perbaikan jalan ini hadil dari pembayaran pajak kendaraan bermotor. Hatur nuhun, untuk yang telah membayar pajak. Mari kita rawat jalan yang sudah mulus supaya awet dan tahan lama!” kata Bupati Dony Ahmad Munir, Senin (27/7/2026).

Pemkab Sumedang mengalokasikan anggaran sebesar Rp396,580 juta dari hasil penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor untuk merampungkan perbaikan ruas Jalan Ranggon-Citatah ini.

Pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan penanganan jalan kabupaten yang masih rusak melalui alokasi APBD Perubahan serta Tahun Anggaran berikutnya secara bertahap.

(SumedangKab/IrfansyahRiza)

Ikuzo Gamehouse Resmi Hadir di Pusat Kota Bandung, Tawarkan Gaming Space Ramah Keluarga dengan Konsep Cozy dan Modern

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
CEO Ikuzo Gamehouse, Pramudya Santana Aji

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Industri gim di Indonesia terus bersolek dengan menghadirkan inovasi arena bermain yang aman dan nyaman bagi seluruh kelompok usia. Menjawab tren positif tersebut, Ikuzo Gamehouse meresmikan outlet barunya di Jalan Lengkong Besar No. 95, Kota Bandung, dengan mengusung konsep family friendly gaming space.

Fasilitas anyar ini menandai cabang ketiga Ikuzo Group sekaligus menjadi titik perdana mereka di jantung Kota Bandung. Mengikis kesan rental konsol konvensional, Ikuzo menyajikan pengalaman hiburan yang memadukan permainan gim dengan atmosfer hangat khas rumah keluarga.

Baca Juga: Kebakaran Gudang Rongsokan di Bandung Nyaris Merambat ke Lereng Gunung, Petugas Bekerja Ekstra

CEO Ikuzo Gamehouse, Pramudya Santana Aji, menyebut konsep unik ini lahir dari impian besarnya untuk mengubah stigma negatif masyarakat terhadap tempat rental gim.

“Hari ini Ikuzo membuka outlet terbaru di Kota Bandung. Konsepnya family friendly gaming space. Selain game juga ada entertainment. Untuk game sendiri market-nya siapa pun dan kapan pun,” ujar Pramudya, Senin (27/7/2026).

Manajemen Ikuzo menyiagakan jajaran konsol komplet, mulai dari PlayStation 2, PlayStation 3, PlayStation 4, hingga PlayStation 5. Pengelola juga melengkapi ruangan dengan empat unit racing simulator untuk memanjakan para pencinta balap.

Selain memanjakan para gamer, pengunjung juga bisa menikmati beragam layanan hiburan streaming seperti Netflix, Disney, dan YouTube melalui layar digital berkualitas.

Ikuzo Gamehouse meresmikan outlet barunya di Jalan Lengkong Besar No. 95, Kota Bandung
Ikuzo Gamehouse meresmikan outlet barunya di Jalan Lengkong Besar No. 95, Kota Bandung

Pengalaman Pribadi Sebagai Gamer

Pramudya menceritakan bahwa pengalaman pribadinya sebagai seorang gamer memicu lahirnya ide pendirian Ikuzo. Ia ingin menciptakan ruang bermain yang merangkul kehadiran orang tua, bukannya tempat yang ditakuti keluarga.

“Dulu saya gamer dan saya merasa rental game sering dianggap tempat anak-anak menghabiskan waktu sehingga selalu dicari orang tuanya. Di Ikuzo kami ingin menghadirkan pendekatan berbeda, di mana orang tua bisa nyaman menemani bahkan mempercayakan anak-anaknya bermain di sini,” katanya.

Pihaknya mengejawantahkan konsep ramah keluarga ini lewat desain interior cozy yang tenang. Ikuzo sengaja meniadakan sorot lampu RGB berlebihan agar pandangan mata pengunjung tetap nyaman saat bermain dalam waktu lama.

Selain penataan ruang, pengelola juga membekali seluruh staf dengan pelatihan khusus untuk melayani pengunjung dari beragam rentang usia, mulai anak-anak hingga orang tua.

Demi menjamin kenyamanan bersama, Ikuzo memberlakukan aturan tertib lingkungan. Pihaknya melarang penggunaan rokok konvensional di dalam ruangan dan hanya menyediakan area khusus untuk rokok elektrik.

Sepanjang masa soft opening, Ikuzo menyambut pengunjung setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 24.00 WIB. Pihaknya membidik operasional penuh selama 24 jam nonstop usai menggelar grand opening.

Tarif Bermain yang Sangat Amat Ramah Kantong

Pengelola mematok tarif bermain yang sangat ramah kantong, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp50.000 per jam sesuai jenis konsol pilihan pengunjung.

“Yang paling murah Rp10.000 per jam dan tidak ada yang lebih mahal dari Rp50.000 per jam. Kami ingin harganya tetap terjangkau, terutama untuk pelajar SMP dan SMA,” ujar Pramudya.

Spesial pada masa soft opening, pengunjung yang meninggalkan ulasan atau mengisi formulir masukan berhak mendapat welcoming snack gratis dari manajemen.

Pramudya mengamati bahwa gim sepak bola masih mendominasi minat sebagian besar pengunjung lintas generasi. Oleh sebab itu, timnya rutin memperbarui data pemain (update database) mengikuti pergerakan bursa transfer dunia.

Ke depan, Ikuzo Gamehouse siap menyokong ekosistem e-sport Bandung dengan membuka ruang kompetisi dan pertandingan persahabatan. Pihaknya bahkan sudah membangun komunikasi bersama pelatih Tim Nasional e-Football Indonesia guna menjaring bibit atlet potensial.

“Kalau ada teman-teman komunitas yang punya ide membuat turnamen tetapi terkendala tempat atau fasilitas, silakan datang dan berdiskusi. Selama idenya positif, kami siap mendukung,” tutup Pramudya.

(Alpin Septian)

Satpol PP Sumedang Ratakan Belasan Bangli dan Lapak PKL di Tiga Wilayah

0
SUMEDANG, FOKUSjabar.id
Bangunan Liar di Rumija Dibongkar (SumedangKab)

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan bahwa penataan ruang milik jalan (Rumija) tidak sebatas membongkar bangunan liar (Bangli). Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertib, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung kondisi Rumija di ruas jalan Bandung-Garut, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Minggu (26/7/2026).

Baca Juga: Pemkab Sumedang Dorong ASN Bangun Budaya Malu Buang Sampah Sembarangan

“Hatur nuhun untuk yang melakukan pembongkaran bangunan liar secara mandiri seperti di ruang milik jalan di ruas jalan Bandung-Sumedang-Garut di Desa Cipacing, Jatinangor,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat memantau kondisi Runija di ruas Bandung-Garut, Desa Cipacing, Jatinangor, Minggu (26/7/2026).

Ia memimpin pemantauan langsung ke lokasi guna memastikan proses penataan kawasan berjalan sesuai koridor aturan hukum dan menjaga estetika lingkungan.

“Pembongkaran bangunan liar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam menciptakan kawasan yang tertib, bersih, dan nyaman bagi Masyarakat,” katanya.

Sebelum menggelar eksekusi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang telah memberikan sosialisasi dan memberikan surat teguran. Serta peringatan tertulis agar para pemilik membongkar sendiri bangunan liar yang berdiri di atas saluran air. Pemkab mengambil tindakan ini karena deretan bangunan tersebut terbukti melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sumedang.

Sekretaris Satpol PP, Hanafiah, menjelaskan bahwa pihaknya terpaksa mengambil tindakan tegas lantaran sebagian pemilik mengabaikan imbauan resmi pemerintah.

“Total ada 13 bangli di atas saluran air yang harus dibongkar. Dari jumlah tersebut, 5 di antaranya dibongkar mandiri oleh pemiliknya,” kata Deni.

Tim penegak Perda menyisir dan membongkar Bangli. Serta menyisir lapak PKL yang berdiri di Rumija dan di atas saluran air secara bertahap. Penertiban ini menyasar tiga kawasan utama, yaitu wilayah Sumedang Kota, Jalan Raya Jatinangor, hingga Kecamatan Cimanggung.

(SumedangKab/Irfansyahriza)

Disambut Umuh Muchtar, Mariano Peralta Siap Bikin Persib Makin Tajam

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Disambut Umuh Muchtar, Mariano Peralta Tiba di Bandung. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Winger anyar Persib Bandung, Mariano Peralta, akhirnya menginjakkan kaki di Kota Bandung, Senin (27/7/2026) malam. Winger asal Argentina ini mendarat usai menempuh perjalanan udara lintas benua dari negara asalnya.

Peralta sampai di Stasiun Whoosh Tegalluar sekitar pukul 21.19 WIB. Manajer Persib, Umuh Muchtar, menyambut langsung kedatangan sang pemain di pintu kedatangan.

Baca Juga: Umuh Muchtar Optimistis Persib Bandung Taklukkan DPMM FC

Eks penggawa Borneo FC ini mengekspresikan rasa bahagianya bisa mengenakan jersi Pangeran Biru. Ia mengakui Persib sebagai salah satu klub terbesar di sepak bola Indonesia.

“Ya, tentu. Saya sangat senang berada di sini, di klub yang sangat besar,” kata Mariano Peralta di Stasiun Whoosh Tegalluar.

Pemain asing anyar ini berjanji bakal memberikan performa puncak demi mengantar skuad Maung Bandung mengamankan trofi juara musim ini.

“Sekarang saya siap membantu tim dan menjalankan tugas saya sebaik mungkin,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Manajer Persib, Umuh Muchtar, menyebut kehadiran Peralta sebagai penuntas rasa penasaran Bobotoh di bursa transfer. Nama sang pemain memang menguat dan menjadi pembicaraan hangat pendukung Persib dalam beberapa pekan terakhir.

“Saya sangat senang. Kan saya bilang kepada Bobotoh selalu bilang, tenang, tenang. Kan saya sudah bilang, ‘Pak, sekarang mah pasti datang Persib’, ya,” ungkapnya.

Sosok yang akrab dengan sapaan Pak Haji ini merasa bersyukur proses kepindahan Peralta berjalan mulus hingga tiba di Bandung tanpa kendala.

“Alhamdulillah, malam ini baru tiba di KCIC Teagluar ini,” kata Pa Haji Umuh.

Persib mendatangkan Peralta untuk memperkuat daya gedor sektor sayap. Pemain ini terkenal memiliki kecepatan tinggi, terlebih mobilitas mumpuni, serta kemampuan eksplosif dalam membongkar barisan pertahanan lawan.

Rekor statistiknya bersama Borneo FC musim lalu tergolong sangat fantastis. Peralta sukses mencetak 20 gol dan menyumbang 14 assist, sekaligus mengukuhkannya sebagai salah satu penyerang paling subur di Liga 1.

(Arif)

Pemkab Sumedang Dorong ASN Bangun Budaya Malu Buang Sampah Sembarangan

0
SUMEDANG, FOKUSjabar.id
Cinta Tanah Air Dimulai dari Memungut Sampah. Sumber: SumedangKab

SUMEDANG,FOKUSjabar.id: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Kabupaten Sumedang, Dian Sukmara, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) memupuk budaya peduli lingkungan dari dalam diri, bukan lantaran formalitas instruksi atasan semata.

“Kalau melihat sampah, ambil. Bukan karena ada yang menyuruh, tetapi karena mencintai negeri ini. Memungut sampah adalah bentuk cinta tanah air,” ujar Dian saat memimpin apel pagi di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang, Senin (27/6/2026).

Baca Juga: Kebakaran Gudang Rongsokan di Bandung Nyaris Merambat ke Lereng Gunung, Petugas Bekerja Ekstra

Dian menegaskan bahwa kepedulian merawat kebersihan menjadi cermin konkret dalam mencintai bangsa dan daerah. Ia menilai warga tidak bisa memaknai arti kemerdekaan sebatas seremoni simbolis semata.

“Kemerdekaan juga harus tercermin dari sikap masyarakat yang mampu menjaga lingkungan, menghargai fasilitas umum, dan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.

Ia mewanti-wanti agar ASN selaku pelayan publik senantiasa berdiri di garda terdepan sebagai teladan pola hidup bersih. Kesadaran menjaga alam wajib berakar dari kedalaman hati agar menjelma sebagai kebiasaan harian.

“Jangan menunggu diperintah. Orang yang memiliki kesadaran akan bergerak dengan sendirinya. Itulah makna kemerdekaan yang sesungguhnya, merdeka dalam berpikir dan bertindak untuk kebaikan,” katanya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, jajaran ASN Setda Kabupaten Sumedang langsung menggelar aksi gotong royong membersihkan saluran air di sepanjang kompleks Pusat Pemerintahan Sumedang.

Para pegawai menyisir dan mengeruk area perairan mulai dari gerbang dekat Dinas Kearsipan hingga membentang ke depan kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Aksi resik-resik ini menjadi bagian dari gerakan menyambut Bulan Kemerdekaan sekaligus strategi Pemkab Sumedang dalam menciptakan area perkantoran yang asri, sehat, dan kondusif.

Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap gerakan ini memicu lahirnya karakter ASN yang konsisten menjaga lingkungan. Sekaligus memantik inspirasi bagi masyarakat luas untuk ikut merawat alam sekitar.

(SumedangKab/IrfansyahRiza)

Kebakaran Gudang Rongsokan di Bandung Nyaris Merambat ke Lereng Gunung, Petugas Bekerja Ekstra

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Kebakaran Gudang Rongsokan di Bandung Nyaris Merambat ke Lereng Gunung, Petugas Bekerja Ekstra (Sumber Instagram FolkJabar)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kebakaran hebat melahap sebuah gudang rongsokan plastik di Kampung Paseban, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Senin (27/7/2026). Kobaran api sempat menjalar cepat hingga merembet ke area alang-alang di perbukitan Gunung Paseban.

Camat Kutawaringin, Mamet Slamet, mengonfirmasi bahwa amukan si jago merah mulai berkobar sejak pukul 16.30 WIB. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama personel kecamatan langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk menaklukkan api.

Baca Juga: Pemkot Bandung Usulkan Trayek Lembang-Bandara Husein Jelang Pembukaan Kembali

“Iya kejadiannya sekitar jam 16.30 WIB,” ujar Mamet kepada awak media mengutip dari Detik.

Ia menerangkan bahwa titik awal api berasal dari dalam gudang penampungan rongsokan plastik. Sifat bahan yang mudah terbakar membuat kobaran api langsung melompat ke semak belukar di area perbukitan.

“Ini teh yang terbakar semak belukar terus ada penyimpanan rongsokan, bekas rokok segala macam, bahan plastik yang udah digiling dicacah, jadi itu gede itu memang styrofoam, tapi sekarang udah teratasi,” katanya.

Mamet menambahkan, material limbah industri di lokasi menjadi pemicu utama cepatnya perambatan api ke area sekitar.

“Jadi memang awalnya dari gudang rongsokan, terus merembet ke alang-alang yang berada di lembah gunung di belakang gudang,” tambahnya.

Lokasi Kebakaran Berada Jauh di Pemukiman Penduduk

Meski kobaran api terlihat membesar, ia memastikan lokasi amukan api berada lumayan jauh dari pemukiman penduduk. Tim Damkar dan BPBD bertarung keras di lapangan untuk mengisolasi pergerakan api.

“Ini jauh ke lingkungan warga, jadi yang gede itu gudang rongsokan, plastik, banyaknya itu. Alhamdulillah nggak ke permukiman warga. Jauh banget. Api gede karena banyak styrofoam,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kabid Pemadaman Disdamkar Kabupaten Bandung, Asep Bintang, membeberkan bahwa pihaknya mendatangkan enam unit armada pemadam sekaligus. Langkah agresif ini bertujuan menahan laju perambatan api di area terbuka.

“Sebagai informasi unit kita luncurkan sekaligus enam. Karena dikhawatirkan terjadi perambatan yang sangat cepat, jadi kita luncurkan enam unit dari mako Soreang dan pos TKI,” kata Asep.

Asep menjelaskan bahwa tim gabungan membutuhkan waktu beberapa jam hingga akhirnya berhasil memadamkan total kobaran api pada pukul 19.30 WIB. Akses menuju lokasi perbukitan menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas di lapangan.

“Indikasi ini semak belukar cukup lama. Kami terima kabar 16.45 WIB jadi masih ada penanganan dan bisa teratasi tadi sekitar jam 19.30 WIB,” bebernya.

Asep mengapresiasi sinergi cepat antara Disdamkar dan BPBD Kabupaten Bandung sehingga melokalisasi kebakaran tanpa menimbulkan korban di pemukiman.

“Dalam penanganan kerja sama dengan bpbd yang menyangkut wilayah area dari tim BPBD,” ungkapnya.

Saat ini, pihak berwenang masih menghitung total kerugian materiil akibat musibah tersebut. Kepolisian dan petugas terkait juga tengah menyelidiki penyebab pasti yang memicu munculnya percikan api di gudang rongsokan tersebut.

(Detik/IrafansyahRiza)

Jelang Piala AFF 2026, Bupati Bogor Fokus Tata Stadion Pakansari dan Kawasannya

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Stadion Pakansari. Bogor. Sumber Gambar: bogorkab.go.id

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bogor terus menggembleng berbagai persiapan menjelang helatan Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari. Pemkab Bogor memberi perhatian penuh pada seluruh sektor demi menjamin kelancaran turnamen internasional tersebut.

Pihaknya tidak hanya berfokus pada kelayakan arena pertandingan, tetapi juga menyasar penataan kawasan luar stadion. Pemerintah daerah ingin menghadirkan lingkungan yang bersih, aman, dan tertata rapi bagi para pemain, ofisial, hingga suporter.

Baca Juga: FOKSI Jabar Gelar Rakerprov Perdana Persiapan Porprov XV

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen tersebut saat meninjau kesiapan Stadion Pakansari, Senin (27/7/2026). Ia meminta seluruh perangkat daerah bekerja maksimal agar Kabupaten Bogor tampil memukau sebagai tuan rumah.

Rudy menilai penunjukkan Kabupaten Bogor sebagai lokasi laga pembuka Piala AFF 2026 merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus amanah yang wajib dijaga bersama.

“Karena itu, kesiapan tidak hanya difokuskan pada stadion, tetapi juga lingkungan di sekitarnya agar bersih, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengunjung,” ungkap Rudy.

Ia menyebut momen laga perdana Piala AFF 2026 ini menjadi ajang pembuktian kapasitas Kabupaten Bogor dalam mengemas perhelatan olahraga tingkat dunia.

“Kita tidak hanya membawa nama baik Kabupaten Bogor, tetapi juga membawa wajah bangsa Indonesia,” tegasnya.

Standar FIFA dan AFF

Rudy menginstruksikan pengelola untuk memelihara kualitas fasilitas Stadion Pakansari secara konsisten. Kebersihan rumput lapangan, tribun penonton, toilet, dan sarana pendukung harus terus memenuhi standar FIFA dan AFF.

Selain sektor dalam arena, Rudy memerintahkan jajarannya untuk membenahi tata kelola kawasan di luar Stadion Pakansari. Pengaturan lahan parkir, rekayasa arus lalu lintas, hingga penataan pedagang kaki lima (PKL) menjadi fokus penertiban Pemkab Bogor.

“Kita ingin ekonomi tetap bergerak, pedagang tetap berjualan, tetapi semuanya harus tertata dengan baik. Jangan sampai parkir liar menghambat akses masyarakat yang akan menyaksikan pertandingan,” tegas Rudy.

Rudy mengkalkulasi bahwa gelaran Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari bakal memantik gairah ekonomi warga sekitar. Ajang ini sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Bogor sebagai destinasi utama event olahraga bertaraf internasional.

Ia pun merangkul seluruh warga Kabupaten Bogor untuk ikut menyukseskan perhelatan akbar ini. Kepedulian warga dalam menjaga kebersihan dan ketertiban menjadi kunci keberhasilan acara.

“Mari kita tunjukkan bahwa Kabupaten Bogor mampu menjadi tuan rumah yang baik. Keberhasilan penyelenggaraan Piala AFF 2026 adalah tanggung jawab dan kebanggaan kita bersama,” ajaknya.

Stadion Pakansari sendiri bakal menjadi markas utama Tim Nasional Indonesia sepanjang laga penyisihan grup Piala AFF 2026. Kepercayaan ini mengukuhkan keunggulan infrastruktur Pakansari sebagai salah satu stadion olahraga terbaik di tanah air.

(Jingga Sonjaya)