spot_imgspot_img
Sabtu 3 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 83

Soal Jembatan Pongpet Pangandaran, KSAD Maruli Persilakan Pemda Bangun Beton Permanen

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat meninjau jembatan Pongpet

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mempersilakan Pemerintah Daerah membangun Jembatan Pongpet di Kabupaten Pangandaran secara permanen menggunakan struktur beton.

Maruli menilai proyek jembatan beton membutuhkan alokasi anggaran yang sangat fantastis. Berdasarkan informasi yang ia terima, biaya pembangunan jembatan beton di lokasi tersebut perkiraannya menembus angka ratusan miliar rupiah.

Baca Juga: KSAD Maruli Ungkap Biaya Bangun Ulang Jembatan Pongpet Pangandaran, Sekitar Rp360 Juta

“Saya kira Pemda kan mereka menyampaikan ratusan miliar ini kan mungkin berat ya untuk dibuat,” kata Maruli saat meninjau Jembatan Pongpet, Senin (14/9/2026).

Fungsi Jembatan Gantung TNI AD sebagai Akses Perintis

Maruli menegaskan bahwa pertimbangan biaya menjadi alasan utama TNI AD memprioritaskan opsi jembatan gantung.

“Kenapa kita membuat jembatan gantung? Karena terlalu mahal untuk membuat jembatan beton,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa jembatan gantung rakitan TNI AD pada dasarnya berfungsi sebagai jembatan perintis. Sarana ini bertugas membuka akses mobilitas masyarakat secara cepat dan efisien.

Maruli tidak keberatan jika pemerintah daerah nantinya memiliki kecukupan anggaran untuk mengganti fasilitas tersebut dengan bangunan beton permanen.

“Kalau Pemda mampu buat beton, robohkan saja. Enggak ada masalah itu. Memang namanya perintis,” katanya.

Pemprov Jabar Berencana Ambil Alih Pembangunan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut merespons insiden ambruknya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Pangandaran. Pemprov Jabar berencana mengambil alih proyek dan mendirikan jembatan permanen di kawasan tersebut.

Dedi menyampaikan komitmen tersebut melalui unggahan video di akun TikTok miliknya, @dedimulyadiofficial, Selasa (2/9/2026). Ia mengklarifikasi bahwa proyek jembatan gantung sebelumnya tidak menggunakan alokasi dana dari Pemprov Jabar.

”Ya sudah, kita enggak usah lagi berdebat urusan jembatan gantung di Desa Marga Cinta. Pemprov Jabar juga tahu kalau Pemda Pangandaran bangun jembatan itu keuangannya tidak mampu, tekanan fiskalnya berat, defisitnya tinggi,” ujar Dedi Mulyadi.

Dedi mengkritik kondisi keuangan Pemkab Pangandaran yang tengah menghadapi tekanan defisit tinggi. Demi menjamin kenyamanan dan keamanan akses warga, Pemprov Jabar memilih mengambil alih kewenangan pengelolaan jembatan tersebut.

”Pemprov Jabar segera mengambil alih jembatan yang ada di Marga Cinta menjadi kewenangan Pemprov Jabar. Dan selanjutnya kami segera membangun jembatan permanen di Desa Marga Cinta dan sekitarnya,” ucapnya.

(Sajidin)

Hadapi Musim Hujan, Pemkot Bandung Siapkan Mitigasi

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menyiapkan langkah mitigasi menghadapi musim hujan yang diperkirakan segera tiba. Seluruh perangkat daerah diminta memetakan potensi persoalan dan menyiapkan langkah antisipasi untuk menekan risiko genangan di sejumlah wilayah.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta Sekretaris Daerah (Sekda) bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menyiapkan rencana antisipasi genangan dalam waktu sepekan.

Farhan menegaskan, persiapan tidak boleh menunggu musim hujan tiba. Sebab, masih terdapat sejumlah titik di Kota Bandung yang rawan mengalami genangan.

Baca Juga: Nobar Persib vs Persija di Bandung Sold Out H-3, Ratusan Bobotoh Padati Ludo Sports Kitchen

“Untuk itu saya meminta kepada Sekretaris Daerah beserta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga dalam seminggu ini mempersiapkan sebuah presentasi persiapan menghadapi musim hujan 2026 sampai awal 2027,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, kerawanan genangan di sejumlah wilayah salah satunya dipengaruhi pengelolaan lingkungan yang belum optimal.

“Ada beberapa titik wilayah di Kota Bandung yang memang rawan genangan akibat dari pengelolaan lingkungan yang tidak baik. Kita menghadapi konsekuensinya, maka kita siapkan mitigasi menghadapi risikonya,” katanya.

Selain genangan, Farhan meminta persoalan sampah turut menjadi perhatian menjelang musim hujan. Sampah yang tidak tertangani berpotensi menyumbat saluran air dan memperparah genangan.

Saat ini, menurut Farhan, timbunan sampah relatif belum terlalu menekan karena kondisi cuaca lebih kering. Kondisi tersebut membuat sebagian besar sampah masih dapat diangkut ke TPA Sarimukti.

“Timbunan sampah tidak terasa begitu menekan, hanya beberapa titik saja. Karena sampah dalam kondisi yang lebih kering daripada musim hujan, akibatnya sebagian besar sampah bisa diangkut ke TPA Sarimukti,” ucapnya.

Pengangkutan Sampah TPA Sarimukti

Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh membuat Pemkot Bandung lengah. Pengelolaan sampah Kota Bandung masih bergantung pada kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama terkait kuota pengangkutan ke TPA Sarimukti.

Farhan mengatakan intervensi Pemprov Jabar untuk membuka kuota pengangkutan sampah telah dirancang guna mengatasi keterbatasan kuota yang dimiliki Kota Bandung.

“Sehingga Anda akan melihat Pemerintah Provinsi melakukan intervensi itu sudah didesain sedemikian rupa. Karena apabila hanya pemerintah kota yang melakukan pengerjaan pengangkutan, kuotanya terbatas. Jadi tentu saja perlu intervensi pemerintah provinsi untuk membuka kuota pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti,” jelasnya.

Farhan mengungkapkan, Kota Bandung tidak memiliki tempat pemrosesan akhir sampah sendiri sejak 2005. Karena itu, persoalan sampah tidak bisa terus diselesaikan dengan mengandalkan pengangkutan ke tempat pembuangan akhir.

Menurutnya, pengurangan sampah harus dilakukan sejak dari sumbernya, mulai tingkat RT, RW hingga kelurahan.

Ia menyebut kesepakatan terkait pengelolaan sampah di Legok Nangka berada dalam koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama wilayah aglomerasi Bandung Raya dan sekitarnya.

“Artinya kita di Pemerintahan Kota Bandung dalam pengelolaan sampah harus berpusat kepada pengelolaan sampah di hulu, di RT, di RW, di kelurahan. Pastikan hal itu terjadi,” ungkapnya.

Perkuat Pengelolaan Sampah

Untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu, Pemkot Bandung akan menyiapkan fasilitas pengolahan sampah di tingkat kelurahan.

Farhan mengakui kebutuhan anggaran untuk menyediakan fasilitas tersebut tidak sedikit. Namun, langkah itu dinilai penting sebagai bagian dari solusi jangka panjang persoalan sampah di Kota Bandung.

“Saya akan mengundang langsung pengadaan-pengadaan khusus untuk fasilitas pengolahan sampah di kelurahan. Anggarannya tidak kecil sama sekali,” katanya.

Program tersebut nantinya melengkapi upaya pengelolaan sampah yang telah berjalan, termasuk Kang Pisman dan berbagai program lingkungan lainnya.

Pemkot Bandung juga akan terus menambah petugas pemilah dan pengolah sampah di tingkat RW. Saat ini, petugas tersebut telah tersedia di 1.597 RW.

Namun, jumlah tersebut masih dinilai belum mencukupi untuk menangani volume sampah Kota Bandung.

“Petugas pemilah yang ada di 1.597 RW masih jauh dari cukup. Tentu saja artinya kita akan menambah terus,” ujarnya.

Produksi Sampah Kota Bandung

Farhan menyebut produksi sampah Kota Bandung secara resmi berada di kisaran 1.500 ton per hari. Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, volume sebenarnya diperkirakan dapat mendekati 2.000 ton per hari karena adanya sampah yang berasal dari berbagai wilayah.

Karena itu, ia menilai perlu ada perubahan pendekatan dalam pengelolaan sampah, dari yang selama ini berorientasi pada pengangkutan menjadi pengelolaan sejak dari sumber.

Baca Juga: Sampah di Bandung Bisa Ditukar jadi Voucher Belanja

Farhan pun meminta seluruh perangkat daerah dan kewilayahan mulai memetakan persoalan serta menyiapkan langkah pencegahan sebelum musim hujan tiba.

“Setiap wilayah, setiap dinas mulai memperhatikan dan merancang,” ujarnya.

Ia berharap persiapan sejak sekarang dapat membuat Kota Bandung lebih siap menghadapi perubahan cuaca sekaligus menekan risiko genangan. Di sisi lain, pengelolaan sampah dari hulu diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap sistem pengangkutan dan TPA Sarimukti.

“Kita siapkan mitigasi menghadapi risikonya,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

KSAD Maruli Ungkap Biaya Bangun Ulang Jembatan Pongpet Pangandaran, Sekitar Rp360 Juta

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
oto: KSAD Maruli saat meninjau jembatan Pongpet di Desa Margacinta, Cijulang, Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membeberkan besaran anggaran perbaikan Jembatan Pongpet yang anjlok di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Maruli menyebutkan biaya perbaikan awal jembatan tersebut menyedot dana di kisaran Rp360 juta.

Baca Juga: KSAD Maruli Simanjuntak Minta Maaf soal Jembatan Pongpet Anjlok di Pangandaran

“Ya sekitar Rp 360 sekian juta,” ujar Maruli saat memberikan keterangan pada Senin, 14 September 2026.

Pihak TNI AD kini cenderung memilih langkah membongkar total struktur bangunan lama demi menjamin kekuatan konstruksi. Maruli memastikan total biaya pembangunan ulang jembatan baru tersebut tidak akan menembus angka Rp500 juta.

“Enggak nyampe Rp 400 juga lah ya. Tidak nyampe Rp 500 mungkin. Enggak, kita enggak pernah lebih Rp 500. Ya, silakan cari yang harganya segitu,” katanya.

Pola Padat Karya dan Swakelola Putarkan Ekonomi Warga

TNI AD menerapkan sistem padat karya dengan mengikutsertakan warga lokal dalam proses pengerjaan Jembatan Pongpet. Skema ini membuat alokasi anggaran belanja proyek secara langsung memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

“Padat karya masyarakat, biaya makan, biaya bekerja semua dengan masyarakat,” ucapnya.

Maruli memaparkan bahwa jajarannya telah merampungkan sekitar 3.400 jembatan di seluruh Indonesia. Jenis bangunan mencakup jembatan Bailey, Armco, struktur beton, hingga jembatan gantung. Porsi jembatan gantung sendiri porsinya mencapai 30 persen atau lebih dari 1.000 unit.

“30 persen itu gantung berarti kali 3.400 sekitar 1.000-an lebihlah itu gantung. Sisanya itu beton dengan Bailey-Bailey,” katanya.

Model pembangunan kini makin masif menggunakan sistem swakelola tipe II bersama warga. Pola ini terbukti berhasil memangkas biaya operasional sekaligus menghidupkan kembali tradisi gotong royong di daerah.

“Jadi, bekerja dengan masyarakat. Jauh lebih murah. Uang beredar di daerah, masyarakat menghidup lagi gotong-royong,” ujarnya.

Target Rampung Dua Bulan dan Harapan Hikmah Musibah

TNI AD menargetkan proses pembangunan ulang Jembatan Pongpet selesai dalam kurun waktu dua bulan. Namun, masa pengerjaan bisa rampung lebih cepat jika tim di lapangan bekerja secara maksimal.

“Ini tadi sudah diperkirakan dua bulan. Jadi kalau bekerjanya pagi, siang, malam mudah-mudahan bisa lebih cepat,” katanya.

Keputusan membongkar total jembatan dari awal diambil demi menghasilkan struktur yang jauh lebih kokoh, aman, dan berkualitas bagi masyarakat pengguna.

“Lebih baik kita bongkar awal aja. Lebih konstruksinya lebih baik,” ujarnya.

Maruli berharap musibah anjloknya jembatan ini menjadi bahan evaluasi bersama yang pada akhirnya mendatangkan kebaikan dan hikmah bagi warga Desa Margacinta.

“Jadi musibah yang jadi apa namanya, jadi rezeki. Mudah-mudahan lebih membawa hikmah jadinya,” pungkasnya.

(Sajidin)

Nobar Persib vs Persija di Bandung Sold Out H-3, Ratusan Bobotoh Padati Ludo Sports Kitchen

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Foto: Kegiatan nonton bareng Persib. (istimewa)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung terus berkembang pesat di kalangan Bobotoh. Nobar kini menjadi pilihan favorit bagi para pendukung yang tidak bisa hadir langsung ke tribun stadion.

Momen ini terlihat jelas saat laga tandang bergengsi Persib kontra Persija Sabtu, (12/9/2026). Banyak Bobotoh memilih berkumpul di berbagai titik kota Bandung untuk memberikan dukungan penuh bagi skuad Maung Bandung.

Baca Juga: Kalah dari Persija Jakarta, Luka Menalo Kecewa

Salah satu lokasi favorit warga yakni Ludo Sports Kitchen di kawasan Kiaracondong. Tempat yang mengusung konsep sports bar and kitchen ini mendadak penuh sesak oleh ratusan pendukung Persib.

Antusiasme Tinggi dan Tiket Reservasi Lulus Sold Out

Head Of Marketing Ludo Sports and Kitchen, Rivan Mandala Putera, menegaskan bahwa acara nobar menjadi salah satu pilar utama konsep tempatnya. Selain laga Persib, pihak pengelola juga menayangkan berbagai kompetisi sepak bola internasional dan ajang olahraga lainnya.

“Ya, Ludo memang konsepnya sports bar and kitchen. Jadi, kita memang salah satunya fokus di nobar, terutama nobar Persib karena kita ada di Bandung,” kata Rivan.

Tingginya antusiasme Bobotoh terlihat dari cepatnya kuota tempat yang habis terpesan. Rivan mencatat reservasi tempat sudah penuh total tiga hari sebelum laga sengit tersebut bergulir.

“Kalau dilihat antusiasmenya sangat tinggi. Kita bisa lihat setelah kita buka reservasi di H-5, di H-3 sudah sold out. Sudah tidak ada tempat lagi,” ungkapnya.

Rivan menyajikan fasilitas unggulan berupa TV wall berukuran besar demi memberikan kenyamanan visual bagi pengunjung. Pihaknya juga menghadirkan beragam sajian makanan dan minuman berkualitas.

“Yang jelas kita punya gaya tersendiri, style tersendiri, kita punya TV wall. Dan juga tentunya makanan-makanan yang beranekaragam serta berkualitas. Rasanya bisa terjamin baik dan enak,” katanya.

Solusi Aman Hindari Calo dan Dorong Ekonomi UMKM

Bagi Bobotoh, nobar menyajikan atmosfer emosional tersendiri. Mereka dapat bernyanyi, mengenakan atribut kebanggaan, dan merasakan ketegangan laga bersama-sama meski dari layar kaca.

Nobar juga menjadi opsi paling aman saat berburu tiket pertandingan terasa sangat sulit. Daripada memaksakan diri atau membeli tiket dari calo dengan harga tinggi, menyaksikan pertandingan dari lokasi nobar menawarkan rasa nyaman dan aman.

“Kalau tiket susah, apalagi ada calo, mendingan nonton bareng. Daripada beli di calo atau memaksa datang ke stadion tidak punya tiket, lebih baik nobar saja,” ucapnya.

Rivan berharap keberadaan ruang nobar ini membawa dampak positif bagi perkembangan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bandung. Ia juga mengimbau Bobotoh untuk tetap menjaga kondusivitas selama mendukung tim kesayangan.

“Harapannya antusiasmenya tetap tinggi dan juga bisa memajukan UMKM. Biarpun nobar tensinya tinggi, panas, tetap harus kondusif dan kembali lagi, sportif,” tuturnya.

Daya tarik budaya nobar di Kota Bandung bahkan memikat perhatian wisatawan asing. Rivan menceritakan pengalaman berkesan saat Persib meraih gelar juara musim lalu, di mana sejumlah turis mancanegara sengaja datang ke tempatnya hanya untuk menyaksikan kegilaan dan gairah sepak bola warga Bandung.

(Arif)

KSAD Maruli Simanjuntak Minta Maaf soal Jembatan Pongpet Anjlok di Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat di jembatan Pongpet Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf terbuka atas insiden anjloknya Jembatan Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Maruli menyampaikan langsung permintaan maaf tersebut usai meninjau lokasi jembatan Senin, (14/9/2026). Ia memastikan jajaran TNI Angkatan Darat siap bertanggung jawab penuh atas perbaikan sarana penyeberangan warga tersebut.

Baca Juga: KSAD Maruli Tinjau Jembatan Pongpet yang Anjlok di Pangandaran, Temukan Material Tidak Sesuai 

“Ya, saya sudah sampaikan secara pertanggungjawaban, saya mohon maaf atas kejadian ini,” ujar Maruli di lokasi.

Opsi Pembongkaran dan Pembangunan Ulang dari Nol

Pihak TNI AD berencana mengeksekusi proses perbaikan jembatan dalam waktu dekat. Tim teknis kini tengah mengevaluasi seluruh kondisi struktur bangunan guna menentukan metode perbaikan yang paling tepat dan aman.

Salah satu opsi utama yang masuk dalam pertimbangan yakni membongkar total struktur lama untuk membangun jembatan baru dari nol.

“Mungkin nanti kita coba evaluasi apakah mending semua yang perbaikan ini mulai dari nol lagi atau bagaimana, nanti kami akan diskusikan,” katanya.

Evaluasi Total Demi Keamanan Akses Masyarakat

Maruli menegaskan bahwa insiden ini menjadi bahan evaluasi penting bagi jajarannya. Ia ingin memastikan proyek pembangunan maupun perbaikan jembatan ke depan menerapkan standar keamanan yang jauh lebih ketat.

“Tapi kami akan segera perbaiki. Saya kira ini jadi evaluasi kita supaya kita nanti bisa membuat yang lebih baik dan lebih aman ke depannya,” ucapnya.

Di hadapan media, Maruli secara terbuka mengakui adanya kekurangan teknis dari pihak pengelola pembangunan selama proses pengerjaan Jembatan Pongpet.

“Ada beberapa evaluasilah, kita akui ada juga kesalahan di kami,” ujarnya.

Jajaran TNI AD akan membahas langkah taktis lanjutan secara menyeluruh. Pembahasan ini bertujuan agar perbaikan Jembatan Pongpet tidak sekadar cepat selesai, tetapi juga menjamin keamanan warga dalam jangka panjang.

(Sajidin)

ByeByeBox Hadir di ITB, Mesin AI Pertama di Indonesia untuk Buang Sampah Elektronik

0
BANDUNG,FOKUSJabar.id
Pertama di Indonesia. Mesin ByeByeBox dihadirkan PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk bersama Remind melalui program ByeByeBox Campus Roadshow to ITB yang diluncurkan di Aula Timur ITB, Senin (14/9/2026). (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Masyarakat kini tidak perlu lagi bingung saat hendak membuang sampah elektronik (e-waste). Institut Teknologi Bandung (ITB) kini menyediaka mesin otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama ByeByeBox untuk menyetor perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai.

PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk bersama Remind meresmikan ByeByeBox sebagai E-Waste Reverse Vending Machine pertama di Indonesia. Peluncuran program bertajuk ByeByeBox Campus Roadshow to ITB ini berlangsung meriah di Aula Timur ITB, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Chef Epi Gelar Zikir Bersama Irfan Hakim dan Boskoi Hartono Soekwanto, Aktivitas Usaha Naik 70 Persen

Aktivasi ByeByeBox di kawasan kampus ITB beroperasi hingga 28 September 2026. Inisiatif ini bertujuan mendorong pengelolaan limbah elektronik secara bertanggung jawab sekaligus mengenalkan prinsip ekonomi sirkular kepada generasi muda.

Kemudahan Setor E-Waste Lewat Pemindaian Otomatis

Direktur Chief Regulatory Officer XL Smart, Merza Fachys, menekankan pentingnya menyelaraskan pertumbuhan teknologi digital dengan kepedulian lingkungan.

“Pertumbuhan konektivitas dan teknologi digital perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam mengelola dampak lingkungannya. Melalui ByeByeBox, kami ingin membuat pengelolaan e-waste menjadi lebih mudah, dekat, dan relevan bagi generasi muda. Program ini menjadi bagian dari perjalanan XL Smart dalam membangun ekosistem digital yang semakin bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Merza.

Masyarakat cukup membawa perangkat elektronik kecil yang sudah mati atau tidak terpakai, lalu mengikuti petunjuk di layar mesin. Kamera dan teknologi AI akan memindai serta memvalidasi perangkat secara otomatis sebelum sistem Remind mencatat beratnya.

Material yang terkumpul lantas masuk ke tahap pemulihan (material recovery). Komponen yang masih bernilai akan kembali ke dalam siklus pemanfaatan sesuai prinsip ekonomi sirkular.

Founder sekaligus CEO Remind, Muhammad Dzikri Ahira Soefihara, menyatakan bahwa ByeByeBox mempermudah akses pengelolaan sampah elektronik secara terukur.

“ByeByeBox kami kembangkan untuk membuat pengelolaan e-waste menjadi lebih mudah diakses dan terukur. Teknologi membantu proses pengumpulan, pencatatan, serta pemulihan material, sehingga perangkat elektronik yang tidak lagi digunakan masih dapat memiliki nilai dalam siklus pemanfaatan berikutnya,” katanya.

Target 600 Kg Sampah Elektronik dan Kolaborasi Lintas Sektor

XL Smart dan Remind menargetkan pengumpulan 600 kilogram e-waste hingga November 2026. Penyelenggara menilai keberhasilan program dari volume limbah, tingkat partisipasi mahasiswa, perubahan perilaku, hingga dampak lingkungan yang terukur.

Pihaknya memilih ITB sebagai lokasi perdana karena kampus ini mempertemukan inovasi teknologi, keilmuan, dan aksi mahasiswa. Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, Syafrizal, menyambut positif terobosan ini.

“Kampus memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya solusi dan kebiasaan baru yang lebih berkelanjutan. Kehadiran ByeByeBox di ITB menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami isu e-waste sekaligus terlibat langsung dalam aksi nyata,” ujar Syafrizal.

Program ini menggalang kolaborasi lintas sektor antara XL Smart, Remind, Ikatan Mahasiswa Metalurgi ITB, ITB, GSMA, hingga BAPPENAS. Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/BAPPENAS, Nizhar Marizi, memberikan apresiasi penuh.

“Ekonomi sirkular membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat. Inisiatif seperti ByeByeBox membantu membawa prinsip tersebut lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama melalui keterlibatan generasi muda dan pemanfaatan teknologi,” ujarnya.

Selain program publik, XL Smart juga mengelola e-waste internal dari operasional perusahaan, seperti dismantling tower, perangkat jaringan, modul IT, baterai, hingga aset elektronik kedaluwarsa. Perusahaan menggandeng pihak ketiga berkompeten demi memastikan seluruh rantai daur ulang berjalan sesuai regulasi.

(Yusuf Mugni)

8 Guru SMK Se-Indonesia Magang di Ciamis, Belajar Budidaya Ayam

0

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Para guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus memperbarui kompetensi diri agar materi pembelajaran siswa selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Langkah nyata ini terwujud dalam program Peningkatan Kompetensi Guru Kejuruan Berbasis Dunia Kerja Tingkat Nasional.

Pelatihan tersebut berlangsung di kantor CV Tanjung Mulya, Desa Sindangmukti, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Senin (14/9/2026). Kepala Yayasan Nurul Huda Sindangmukti, Ir. Koswara Suwarman, membuka langsung acara yang menghadirkan peserta dari berbagai pelosok negeri, seperti Gorontalo dan Aceh.

Baca Juga: Kemenag Ciamis Apresiasi 33 Siswa Berprestasi di OMI Sains 2026

Pelatihan Praktis Budidaya Ayam Pedaging dan Petelur

Kabag TU BBPPMVV Pertanian Cianjur, Hedi Holidin, menyebut kegiatan ini sebagai kelanjutan program upskilling dan reskilling bagi pendidik bidang pertanian.

“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan pelatihan melanjutkan program upskilling dan reskilling bagi guru pertanian se-Indonesia yang dilaksanakan di CV Tanjung Mulya,” ujar Edi.

Sebanyak delapan guru mengikuti magang intensif selama 10 hari. Selama masa pelatihan, mereka mendalami praktik peternakan sekaligus menempuh uji kompetensi.

“Materi yang diberikan berkaitan langsung dengan praktik di dunia kerja, salah satunya budidaya ayam pedaging dan ayam petelur,” tuturnya.

Peserta mempelajari seluruh tahapan produksi, mulai proses penetasan hingga menghasilkan day old chick (DOC). Penyelenggara juga berencana memperluas materi pada pengolahan daging dan karkas.

“Harapannya, setelah ini para guru dapat menularkan ilmunya kepada siswa, sehingga siswa bisa bekerja di industri, khususnya di bidang budidaya ayam pedaging dan ayam petelur,” katanya.

Hedi menekankan bahwa keterlibatan guru secara langsung di lingkungan industri menjadi kunci utama memperkuat sinergi pendidikan kejuruan.

Dorongan Penggunaan Pupuk Organik dan Kerjasama Industri

Komisaris Tanjung Mulya, Udin Saefudin, menyambut hangat pelaksanaan magang tersebut. Ia meyakini penguatan skill guru akan memberi dampak besar bagi kemajuan sektor pertanian dan peternakan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan dapat meningkatkan dan mengembangkan bidang pertanian dan peternakan, karena potensi di bidang ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Udin turut mengimbau para pelaku usaha pertanian agar mengoptimalkan pemanfaatan pupuk organik. Penggunaan bahan organik penting untuk menjaga kualitas panen sekaligus mengurangi paparan bahan kimia.

“Kita harus mendorong para petani menggunakan pupuk organik, karena selain menjaga kualitas, juga dapat menghindarkan hasil pertanian dari zat-zat kimia,” katanya.

Ia berharap kemitraan antara sekolah dan dunia industri terus meluas, termasuk melalui program studi banding. Pengalaman lapangan ini akan membuat sekolah semakin berkembang dan siap mencetak generasi terampil.

“Pertanian dan peternakan mudah-mudahan berhasil. Bisa melakukan studi banding, sehingga sekolah bisa berkembang dan menjadi bekal bagi mereka serta bagi nusa dan bangsa,” tuturnya.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari sejumlah perusahaan, antara lain Tanjung Mulya (TM) Poultry Shop, Karya Indah Pertiwi (KIP), MBU, SRF, dan Mulya Jaya (MJ). Sinergi erat ini diharapkan mencetak lulusan SMK yang siap kerja dan berdaya saing tinggi di pasar industri.

(Mia)