CIAMIS,FOKUSJabar.id: Para guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus memperbarui kompetensi diri agar materi pembelajaran siswa selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Langkah nyata ini terwujud dalam program Peningkatan Kompetensi Guru Kejuruan Berbasis Dunia Kerja Tingkat Nasional.
Pelatihan tersebut berlangsung di kantor CV Tanjung Mulya, Desa Sindangmukti, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Senin (14/9/2026). Kepala Yayasan Nurul Huda Sindangmukti, Ir. Koswara Suwarman, membuka langsung acara yang menghadirkan peserta dari berbagai pelosok negeri, seperti Gorontalo dan Aceh.
Baca Juga: Kemenag Ciamis Apresiasi 33 Siswa Berprestasi di OMI Sains 2026
Pelatihan Praktis Budidaya Ayam Pedaging dan Petelur
Kabag TU BBPPMVV Pertanian Cianjur, Hedi Holidin, menyebut kegiatan ini sebagai kelanjutan program upskilling dan reskilling bagi pendidik bidang pertanian.
“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan pelatihan melanjutkan program upskilling dan reskilling bagi guru pertanian se-Indonesia yang dilaksanakan di CV Tanjung Mulya,” ujar Edi.
Sebanyak delapan guru mengikuti magang intensif selama 10 hari. Selama masa pelatihan, mereka mendalami praktik peternakan sekaligus menempuh uji kompetensi.
“Materi yang diberikan berkaitan langsung dengan praktik di dunia kerja, salah satunya budidaya ayam pedaging dan ayam petelur,” tuturnya.
Peserta mempelajari seluruh tahapan produksi, mulai proses penetasan hingga menghasilkan day old chick (DOC). Penyelenggara juga berencana memperluas materi pada pengolahan daging dan karkas.
“Harapannya, setelah ini para guru dapat menularkan ilmunya kepada siswa, sehingga siswa bisa bekerja di industri, khususnya di bidang budidaya ayam pedaging dan ayam petelur,” katanya.
Hedi menekankan bahwa keterlibatan guru secara langsung di lingkungan industri menjadi kunci utama memperkuat sinergi pendidikan kejuruan.
Dorongan Penggunaan Pupuk Organik dan Kerjasama Industri
Komisaris Tanjung Mulya, Udin Saefudin, menyambut hangat pelaksanaan magang tersebut. Ia meyakini penguatan skill guru akan memberi dampak besar bagi kemajuan sektor pertanian dan peternakan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan dapat meningkatkan dan mengembangkan bidang pertanian dan peternakan, karena potensi di bidang ini sangat luar biasa,” ujarnya.
Udin turut mengimbau para pelaku usaha pertanian agar mengoptimalkan pemanfaatan pupuk organik. Penggunaan bahan organik penting untuk menjaga kualitas panen sekaligus mengurangi paparan bahan kimia.
“Kita harus mendorong para petani menggunakan pupuk organik, karena selain menjaga kualitas, juga dapat menghindarkan hasil pertanian dari zat-zat kimia,” katanya.
Ia berharap kemitraan antara sekolah dan dunia industri terus meluas, termasuk melalui program studi banding. Pengalaman lapangan ini akan membuat sekolah semakin berkembang dan siap mencetak generasi terampil.
“Pertanian dan peternakan mudah-mudahan berhasil. Bisa melakukan studi banding, sehingga sekolah bisa berkembang dan menjadi bekal bagi mereka serta bagi nusa dan bangsa,” tuturnya.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari sejumlah perusahaan, antara lain Tanjung Mulya (TM) Poultry Shop, Karya Indah Pertiwi (KIP), MBU, SRF, dan Mulya Jaya (MJ). Sinergi erat ini diharapkan mencetak lulusan SMK yang siap kerja dan berdaya saing tinggi di pasar industri.
(Mia)



