spot_imgspot_img
Senin 14 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hadapi Musim Hujan, Pemkot Bandung Siapkan Mitigasi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menyiapkan langkah mitigasi menghadapi musim hujan yang diperkirakan segera tiba. Seluruh perangkat daerah diminta memetakan potensi persoalan dan menyiapkan langkah antisipasi untuk menekan risiko genangan di sejumlah wilayah.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta Sekretaris Daerah (Sekda) bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menyiapkan rencana antisipasi genangan dalam waktu sepekan.

Farhan menegaskan, persiapan tidak boleh menunggu musim hujan tiba. Sebab, masih terdapat sejumlah titik di Kota Bandung yang rawan mengalami genangan.

Baca Juga: Nobar Persib vs Persija di Bandung Sold Out H-3, Ratusan Bobotoh Padati Ludo Sports Kitchen

“Untuk itu saya meminta kepada Sekretaris Daerah beserta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga dalam seminggu ini mempersiapkan sebuah presentasi persiapan menghadapi musim hujan 2026 sampai awal 2027,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, kerawanan genangan di sejumlah wilayah salah satunya dipengaruhi pengelolaan lingkungan yang belum optimal.

“Ada beberapa titik wilayah di Kota Bandung yang memang rawan genangan akibat dari pengelolaan lingkungan yang tidak baik. Kita menghadapi konsekuensinya, maka kita siapkan mitigasi menghadapi risikonya,” katanya.

Selain genangan, Farhan meminta persoalan sampah turut menjadi perhatian menjelang musim hujan. Sampah yang tidak tertangani berpotensi menyumbat saluran air dan memperparah genangan.

Saat ini, menurut Farhan, timbunan sampah relatif belum terlalu menekan karena kondisi cuaca lebih kering. Kondisi tersebut membuat sebagian besar sampah masih dapat diangkut ke TPA Sarimukti.

“Timbunan sampah tidak terasa begitu menekan, hanya beberapa titik saja. Karena sampah dalam kondisi yang lebih kering daripada musim hujan, akibatnya sebagian besar sampah bisa diangkut ke TPA Sarimukti,” ucapnya.

Pengangkutan Sampah TPA Sarimukti

Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh membuat Pemkot Bandung lengah. Pengelolaan sampah Kota Bandung masih bergantung pada kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama terkait kuota pengangkutan ke TPA Sarimukti.

Farhan mengatakan intervensi Pemprov Jabar untuk membuka kuota pengangkutan sampah telah dirancang guna mengatasi keterbatasan kuota yang dimiliki Kota Bandung.

“Sehingga Anda akan melihat Pemerintah Provinsi melakukan intervensi itu sudah didesain sedemikian rupa. Karena apabila hanya pemerintah kota yang melakukan pengerjaan pengangkutan, kuotanya terbatas. Jadi tentu saja perlu intervensi pemerintah provinsi untuk membuka kuota pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti,” jelasnya.

Farhan mengungkapkan, Kota Bandung tidak memiliki tempat pemrosesan akhir sampah sendiri sejak 2005. Karena itu, persoalan sampah tidak bisa terus diselesaikan dengan mengandalkan pengangkutan ke tempat pembuangan akhir.

Menurutnya, pengurangan sampah harus dilakukan sejak dari sumbernya, mulai tingkat RT, RW hingga kelurahan.

Ia menyebut kesepakatan terkait pengelolaan sampah di Legok Nangka berada dalam koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama wilayah aglomerasi Bandung Raya dan sekitarnya.

“Artinya kita di Pemerintahan Kota Bandung dalam pengelolaan sampah harus berpusat kepada pengelolaan sampah di hulu, di RT, di RW, di kelurahan. Pastikan hal itu terjadi,” ungkapnya.

Perkuat Pengelolaan Sampah

Untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu, Pemkot Bandung akan menyiapkan fasilitas pengolahan sampah di tingkat kelurahan.

Farhan mengakui kebutuhan anggaran untuk menyediakan fasilitas tersebut tidak sedikit. Namun, langkah itu dinilai penting sebagai bagian dari solusi jangka panjang persoalan sampah di Kota Bandung.

“Saya akan mengundang langsung pengadaan-pengadaan khusus untuk fasilitas pengolahan sampah di kelurahan. Anggarannya tidak kecil sama sekali,” katanya.

Program tersebut nantinya melengkapi upaya pengelolaan sampah yang telah berjalan, termasuk Kang Pisman dan berbagai program lingkungan lainnya.

Pemkot Bandung juga akan terus menambah petugas pemilah dan pengolah sampah di tingkat RW. Saat ini, petugas tersebut telah tersedia di 1.597 RW.

Namun, jumlah tersebut masih dinilai belum mencukupi untuk menangani volume sampah Kota Bandung.

“Petugas pemilah yang ada di 1.597 RW masih jauh dari cukup. Tentu saja artinya kita akan menambah terus,” ujarnya.

Produksi Sampah Kota Bandung

Farhan menyebut produksi sampah Kota Bandung secara resmi berada di kisaran 1.500 ton per hari. Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, volume sebenarnya diperkirakan dapat mendekati 2.000 ton per hari karena adanya sampah yang berasal dari berbagai wilayah.

Karena itu, ia menilai perlu ada perubahan pendekatan dalam pengelolaan sampah, dari yang selama ini berorientasi pada pengangkutan menjadi pengelolaan sejak dari sumber.

Baca Juga: Sampah di Bandung Bisa Ditukar jadi Voucher Belanja

Farhan pun meminta seluruh perangkat daerah dan kewilayahan mulai memetakan persoalan serta menyiapkan langkah pencegahan sebelum musim hujan tiba.

“Setiap wilayah, setiap dinas mulai memperhatikan dan merancang,” ujarnya.

Ia berharap persiapan sejak sekarang dapat membuat Kota Bandung lebih siap menghadapi perubahan cuaca sekaligus menekan risiko genangan. Di sisi lain, pengelolaan sampah dari hulu diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap sistem pengangkutan dan TPA Sarimukti.

“Kita siapkan mitigasi menghadapi risikonya,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru