spot_imgspot_img
Senin 14 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

ByeByeBox Hadir di ITB, Mesin AI Pertama di Indonesia untuk Buang Sampah Elektronik

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Masyarakat kini tidak perlu lagi bingung saat hendak membuang sampah elektronik (e-waste). Institut Teknologi Bandung (ITB) kini menyediaka mesin otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama ByeByeBox untuk menyetor perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai.

PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk bersama Remind meresmikan ByeByeBox sebagai E-Waste Reverse Vending Machine pertama di Indonesia. Peluncuran program bertajuk ByeByeBox Campus Roadshow to ITB ini berlangsung meriah di Aula Timur ITB, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Chef Epi Gelar Zikir Bersama Irfan Hakim dan Boskoi Hartono Soekwanto, Aktivitas Usaha Naik 70 Persen

Aktivasi ByeByeBox di kawasan kampus ITB beroperasi hingga 28 September 2026. Inisiatif ini bertujuan mendorong pengelolaan limbah elektronik secara bertanggung jawab sekaligus mengenalkan prinsip ekonomi sirkular kepada generasi muda.

Kemudahan Setor E-Waste Lewat Pemindaian Otomatis

Direktur Chief Regulatory Officer XL Smart, Merza Fachys, menekankan pentingnya menyelaraskan pertumbuhan teknologi digital dengan kepedulian lingkungan.

“Pertumbuhan konektivitas dan teknologi digital perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam mengelola dampak lingkungannya. Melalui ByeByeBox, kami ingin membuat pengelolaan e-waste menjadi lebih mudah, dekat, dan relevan bagi generasi muda. Program ini menjadi bagian dari perjalanan XL Smart dalam membangun ekosistem digital yang semakin bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Merza.

Masyarakat cukup membawa perangkat elektronik kecil yang sudah mati atau tidak terpakai, lalu mengikuti petunjuk di layar mesin. Kamera dan teknologi AI akan memindai serta memvalidasi perangkat secara otomatis sebelum sistem Remind mencatat beratnya.

Material yang terkumpul lantas masuk ke tahap pemulihan (material recovery). Komponen yang masih bernilai akan kembali ke dalam siklus pemanfaatan sesuai prinsip ekonomi sirkular.

Founder sekaligus CEO Remind, Muhammad Dzikri Ahira Soefihara, menyatakan bahwa ByeByeBox mempermudah akses pengelolaan sampah elektronik secara terukur.

“ByeByeBox kami kembangkan untuk membuat pengelolaan e-waste menjadi lebih mudah diakses dan terukur. Teknologi membantu proses pengumpulan, pencatatan, serta pemulihan material, sehingga perangkat elektronik yang tidak lagi digunakan masih dapat memiliki nilai dalam siklus pemanfaatan berikutnya,” katanya.

Target 600 Kg Sampah Elektronik dan Kolaborasi Lintas Sektor

XL Smart dan Remind menargetkan pengumpulan 600 kilogram e-waste hingga November 2026. Penyelenggara menilai keberhasilan program dari volume limbah, tingkat partisipasi mahasiswa, perubahan perilaku, hingga dampak lingkungan yang terukur.

Pihaknya memilih ITB sebagai lokasi perdana karena kampus ini mempertemukan inovasi teknologi, keilmuan, dan aksi mahasiswa. Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, Syafrizal, menyambut positif terobosan ini.

“Kampus memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya solusi dan kebiasaan baru yang lebih berkelanjutan. Kehadiran ByeByeBox di ITB menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami isu e-waste sekaligus terlibat langsung dalam aksi nyata,” ujar Syafrizal.

Program ini menggalang kolaborasi lintas sektor antara XL Smart, Remind, Ikatan Mahasiswa Metalurgi ITB, ITB, GSMA, hingga BAPPENAS. Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/BAPPENAS, Nizhar Marizi, memberikan apresiasi penuh.

“Ekonomi sirkular membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat. Inisiatif seperti ByeByeBox membantu membawa prinsip tersebut lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama melalui keterlibatan generasi muda dan pemanfaatan teknologi,” ujarnya.

Selain program publik, XL Smart juga mengelola e-waste internal dari operasional perusahaan, seperti dismantling tower, perangkat jaringan, modul IT, baterai, hingga aset elektronik kedaluwarsa. Perusahaan menggandeng pihak ketiga berkompeten demi memastikan seluruh rantai daur ulang berjalan sesuai regulasi.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru