spot_imgspot_img
Sabtu 3 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 82

BAZNAS Ciamis Gandeng Penyuluh Agama Jadi Duta Zakat

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
sosialisasi Peran Duta Zakat dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Ciamis di Aula Utama Kantor Kemenag Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis menggandeng para penyuluh agama untuk memperkuat Gerakan Duta Zakat di tengah masyarakat.

Kolaborasi ini terwujud lewat sosialisasi Peran Duta Zakat dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Ciamis di Aula Utama Kantor Kemenag Ciamis, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Krisis Air Bersih Meluas di Ciamis, 1,36 Juta Liter Bantuan Disalurkan ke 44 Desa

Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Lili Miftah, menilai penyuluh agama memegang posisi strategis dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat karena berhadapan langsung dengan warga. Pihaknya mendorong penyuluh tidak hanya mengedukasi kewajiban zakat, tetapi juga mengajak masyarakat menyalurkan zakat ke lembaga amil resmi.

“Jika zakat, infak, dan sedekah dikelola secara terkoordinir dengan baik oleh amil, potensi zakat di Ciamis bisa mencapai lebih dari Rp900 miliar per tahun,” ungkap Lili.

CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: BAZNAS Ciamis Gandeng Penyuluh, Gerakan Duta Zakat Makin Diperkuat

Kekuatan Zakat untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat

Lili menekankan besarnya potensi zakat sebagai instrumen utama pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pengelolaan dana zakat yang optimal akan memberi dampak luas bagi kesejahteraan publik.

“Ini akan menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa bagi kemaslahatan umat,” katanya.

Melalui Gerakan Duta Zakat, BAZNAS Ciamis memanfaatkan jaringan luas para penyuluh untuk memperluas edukasi zakat. Langkah ini sekaligus membumikan rukun Islam ketiga agar memberi dampak sosial dan ekonomi yang nyata.

Apresiasi Penyuluh dan Dukungan Kemenag Ciamis

Penyuluh agama asal Kecamatan Cijeungjing, Jenal Mudakir, menyambut hangat kepercayaan dari BAZNAS Ciamis. Ia merasa bangga atas peran baru tersebut dan berharap program ini berlanjut dengan aksi nyata di lapangan.

“Saya merasa bangga karena penyuluh dihargai sebagai Duta BAZNAS. Walaupun belum maksimal, mudah-mudahan ke depannya ada tindak lanjut,” ujar Jenal.

Ia menegaskan penunjukan ini memotivasi para penyuluh untuk terus mengedukasi masyarakat.

“Saya berharap program Duta Zakat tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut dengan langkah-langkah konkret di lapangan,” tuturnya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis, Yayan Herdiana, menegaskan penyuluh agama sebagai garda terdepan Kemenag dalam pembinaan warga.

“Sinergi BAZNAS dengan penyuluh harapannya membuat Gerakan Duta Zakat semakin luas dan dekat dengan masyarakat. Edukasi mengenai zakat pun harapannya dapat berjalan secara berkelanjutan hingga tingkat kecamatan dan lingkungan masyarakat,” harapnya.

(Mia)

Selain Jadi Feeder BRT, Angkot Bandung Bakal Masuk Bandara Husein Sastranegara

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan armada angkutan kota (angkot) sebagai feeder atau transportasi pengumpan Bus Rapid Transit (BRT). Pemkot Bandung menargetkan pengoperasian sistem BRT ini mulai meluncur pada September 2027.

Integrasi angkot sebagai feeder bertujuan mempermudah aksesibilitas masyarakat menuju koridor utama BRT. Pemkot Bandung memanfaatkan jaringan angkot yang sudah melekat di masyarakat untuk memperkuat sistem transportasi publik terpadu.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa operasional BRT akan merombak tatanan transportasi kota, termasuk menggeser peran angkot menjadi angkutan pengumpan.

“Pada saat bersamaan, untuk melayani hal tersebut (BRT), kita akan membangun sistem feeder di mana nanti feeder ini adalah angkot-angkot yang selama ini kita kenal,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (14/9/2026).

Peremajaan Armada Angkot dan Skema Pengadaan Swasta

Rencana integrasi tersebut berjalan seiring dengan program peremajaan unit kendaraan. Meski demikian, Pemkot Bandung masih mengkaji model serta jenis kendaraan baru yang akan bertugas sebagai feeder BRT.

“Akan ada peremajaan angkot, mudah-mudahan nih, mudah-mudahan kita bisa segera mendapatkan kesepakatannya untuk angkot yang baru,” katanya.

Farhan menjelaskan bahwa pihak swasta akan memegang kendali penuh atas pengadaan armada angkot baru. Pemkot Bandung tidak akan mencampuri urusan pembelian unit kendaraan.

“Kalau masalah pengadaan angkotnya, saya serahkan kepada swasta. Pemerintah nggak ikut, pemerintah hanya tinggal stempel apakah lagi jalan atau tidak,” ucapnya.

Uji Coba Rute Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara

Selain menyiapkan angkot pengumpan BRT, Pemkot Bandung mendorong pembukaan rute angkot menuju area Bandara Husein Sastranegara. Layanan ini hadir untuk mendukung kembali beroperasinya sejumlah jadwal penerbangan di bandara tersebut.

“Nah, terus kita lagi nyoba juga sekarang angkot masuk ke bandara, sesuai dengan janji dari Kopamas dan Kopam AU, akan ada angkot untuk di bandara,” ujarnya.

Rencana awal menyebutkan angkot bandara akan melayani rute perjalanan dari kawasan Andir dan Stasiun Hall. Namun, Farhan belum mengonfirmasi kemungkinan perpanjangan rute hingga ke kawasan Ledeng.

(Yusuf Mugni)

Krisis Air Bersih Meluas di Ciamis, 1,36 Juta Liter Bantuan Disalurkan ke 44 Desa

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketpot : Sebaran wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Ciamis Jawa Barat

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Musim kemarau melanda wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kondisi ini memicu krisis air bersih untuk kebutuhan rumah tangga harian warga yang tersebar di 20 kecamatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mencatat sebanyak 44 desa membutuhkan pasokan bantuan air secara mendesak.

Baca Juga: Sempat Anjlok, Harga Telur Ayam di Pasar Manis Ciamis Kini Naik Jadi Rp26 Ribu

“Untuk jumlah Dusun yang kekurangan air bersih itu ada 109 wilayah,” katanya pada Senin, 14 September 2026.

Penyaluran 1,3 Juta Liter Air Bersih Lintas Sektor

Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama tim gabungan langsung bergerak menyalurkan bantuan air bersih ke titik-titik krisis. BPBD Ciamis merinci total penyaluran air telah menembus angka 1.364.000 liter.

“Dengan rincian BPBD 605.000 liter, PMI 190.000 liter, BBWS Citanduy 10.000 liter, Kodim 0613/Ciamis 4.000 liter, BJB 25.000 liter dan Yogya Ciamis 5.000 liter, Polres 9.000 liter, SOG Ciamis 10.000 liter, MDMC Ciamis 24.000 liter, 234 SC 10.000 liter, PDAM 306.000 liter,” ucapnya.

Ani menegaskan bahwa armada pasokan air tersebut menjangkau seluruh warga di kawasan terdampak kekeringan.

“Ada 32.878 jiwa yang membutuhkan pasokan air bersih di seluruh wilayah yang terdampak musim kemarau ini,” ungkapnya.

Langkah Darurat Kemanusiaan dan Sumber Air Alternatif

Ani menilai penanganan krisis air bersih ini merupakan wujud darurat kemanusiaan. BPBD Ciamis berkomitmen hadir langsung di lapangan agar seluruh warga mendapatkan akses air minum yang layak.

“Distribusi air terus di lakukan sambil mencari sumber air alternatif. Selanjutnya mari kita dukung dengan hemat air dan jaga lingkungan,” jelasnya.

Penanganan darurat melalui pengiriman armada tangki air menjadi langkah vital untuk mencegah risiko masalah kesehatan hingga potensi konflik sosial di masyarakat.

“Semoga ini menjadi momentum kita bersama untuk lebih bijak mengelola air dan alam,”ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Kemenag Ciamis Dorong Penyuluh Jadi Penggerak Kesadaran Zakat di Masyarakat

0
Ciamis@fokusjabar.id
Kemenag Ciamis Dorong Penyuluh Jadi Penggerak Kesadaran Zakat di Masyarakat.(fokusjabar.id/Mia)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis mendorong para penyuluh agama Islam tidak hanya aktif memberikan bimbingan keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis, Yayan Herdiana saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Ciamis di Aula Utama Kemenag Ciamis, Senin (14/9/2026).

Dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan sosialisasi Peran Duta Zakat tersebut, Yayan sekaligus mengukuhkan kepengurusan IPARI Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: 8 Guru SMK Se-Indonesia Magang di Ciamis, Belajar Budidaya Ayam

Menurutnya, penyuluh agama memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu unsur Kemenag yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Marwah Kemenag ini ada di pundak para penyuluh,” ujar Yayan di hadapan peserta Rakerda.

Penyuluh Beralih Tugas

Saat ini, kata dia, terdapat 93 penyuluh agama di Kabupaten Ciamis. Jumlah tersebut mengalami penyesuaian karena sebagian penyuluh beralih tugas menjadi pelaksana administrasi di KUA maupun Kantor Kemenag.

“Keterbatasan jumlah tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Justru, penyuluh harus semakin mampu mengambil peran dalam berbagai persoalan sosial dan keagamaan,” tuturnya.

Ia menyebut terdapat empat fungsi utama penyuluh agama yang harus terus diperkuat.

“Penyuluh bukan hanya menyampaikan informasi keagamaan. Ada fungsi konsultatif, advokasi sosial, termasuk bagaimana menekan angka perceraian dan memperkuat ketahanan keluarga,” katanya.

Dalam konteks sosialisasi Duta Zakat, Yayan mendorong penyuluh agar mampu menjadi penghubung antara lembaga keagamaan dengan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran berzakat.

Sosialisasi Peran Duta Zakat

“Edukasi zakat ini harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memahami zakat bukan sekadar kewajiban individu, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Rakerda III IPARI Ciamis turut menghadirkan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis, Lili Miftah beserta jajaran sebagai narasumber sosialisasi Peran Duta Zakat.

Baca Juga: Kemenag Ciamis Apresiasi 33 Siswa Berprestasi di OMI Sains 2026

Kolaborasi Kemenag, IPARI dan BAZNAS tersebut diharapkan mampu memperluas gerakan zakat hingga tingkat masyarakat melalui peran aktif para penyuluh agama.

Yayan berharap IPARI semakin memperkuat kualitas bimbingan keagamaan, moderasi beragama dan kedisiplinan kerja, sehingga keberadaan penyuluh benar-benar dirasakan masyarakat.

“Yang paling penting bagaimana kehadiran penyuluh ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

(Mia)

Sempat Anjlok, Harga Telur Ayam di Pasar Manis Ciamis Kini Naik Jadi Rp26 Ribu

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Harga Telor naik terjadi di Pasar Manis Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Harga telur ayam yang dijual para pedagang di Pasar Manis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Komoditas ini mulai merangkak naik setelah sebelumnya sempat anjlok.

Para pedagang di Pasar Manis kini mematok harga telur ayam pada angka Rp26.000 per kilogram. Angka tersebut meningkat dibanding harga semula yang berada di kisaran Rp24.000 per kilogram.

Baca Juga: Harga Cabai Merah Lokal di Ciamis Tembus Rp100 Ribu per Kg, Pedagang Ungkap Penyebabnya

Imbas Lonjakan Pakan dan Permintaan Pasar

Faktor tingginya permintaan masyarakat serta kenaikan harga pakan ayam petelur mendasari lonjakan harga tersebut.

Tingginya permintaan dan biaya pakan yang membengkak memaksa para peternak menaikkan harga jual di tingkat pertama. Kebijakan peternak ini secara otomatis mendorong kenaikan harga pada tingkat pedagang eceran di pasar.

“Sudah Tiga hari ini harga Telor yang Saja jual di sini mengalami kenaikan harga nya,” kata Azmi, salah seorang pedagang di Pasar Manis Ciamis, Senin (14/9/2026).

Beras Premium dan Daging Ayam Broiler Masih Tinggi

Azmi menambahkan, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada komoditas telur. Harga beras di kiosnya sudah lebih dahulu merangkak naik secara perlahan ketimbang periode sebelumnya.

“Untuk harga beras premium saat ini Rp 15.000/kilogrsm nya dari beberapa waktu lalu yang hanya Rp Rp 13.500/kilogram,”ucapnya.

Selain telur dan beras, harga daging ayam broiler segar di lapangan juga bertahan pada angka cukup tinggi. Pedagang masih menjual daging ayam broiler pada kisaran Rp44.000 per kilogram.

(Husen Maharaja)

Harga Cabai Merah Lokal di Ciamis Tembus Rp100 Ribu per Kg, Pedagang Ungkap Penyebabnya

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketpot: Cabe merah lokal harganya mengalami kenaikan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Para pedagang di Pasar Galuh Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjual cabe merah lokal dengan harga sangat tinggi dibanding pekan sebelumnya.

Saat ini, pedagang mematok harga cabe merah lokal pada kisaran Rp100.000 per kilogram. Sebelum mengalami lonjakan tajam, para pedagang hanya menjual cabe merah lokal tersebut pada kisaran Rp80.000 per kilogram.

Baca Juga: 8 Guru SMK Se-Indonesia Magang di Ciamis, Belajar Budidaya Ayam

Komoditas Sayuran Lain Ikut Merangkak Naik

Kenaikan harga cabe merah lokal turut memicu lonjakan harga komoditas sayuran lainnya, seperti buncis, bawang daun, wortel impor, serta tomat.

Harga buncis yang semula Rp18.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp24.000 per kilogram. Wortel impor merangkak naik dari Rp18.000 per kilogram menjadi Rp20.000 per kilogram. Sementara itu, harga tomat merah dan tomat hijau mengalami kenaikan masing-masing sebesar Rp2.000 per kilogram, dari semula Rp6.000 per kilogram menjadi Rp8.000 per kilogram.

“Berdasarkan catatan kami kenaikan harga harga itu sudah dalam beberapa waktu terakhir ini,”kata Kepala UPTD Pasar Galuh Kawali Dana Sudiana, Senin (14/9/2026).

Faktor Kemarau dan Tingginya Permintaan Bulan Maulud

Dana menjelaskan bahwa pasokan yang menipis dari bandar besar maupun petani menjadi penyebab utama kenaikan harga cabe merah dan sayuran di tingkat pedagang. Cuaca musim kemarau mengganggu produksi serta hasil panen para petani di daerah pemasok.

“Kebutuhan masyarakat cukup tinggi karena saat ini banyak orang yang melaksanakan hajatan karena bulan ini merupakan bulan Maulud,”ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Soal Jembatan Pongpet Pangandaran, KSAD Maruli Persilakan Pemda Bangun Beton Permanen

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat meninjau jembatan Pongpet

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mempersilakan Pemerintah Daerah membangun Jembatan Pongpet di Kabupaten Pangandaran secara permanen menggunakan struktur beton.

Maruli menilai proyek jembatan beton membutuhkan alokasi anggaran yang sangat fantastis. Berdasarkan informasi yang ia terima, biaya pembangunan jembatan beton di lokasi tersebut perkiraannya menembus angka ratusan miliar rupiah.

Baca Juga: KSAD Maruli Ungkap Biaya Bangun Ulang Jembatan Pongpet Pangandaran, Sekitar Rp360 Juta

“Saya kira Pemda kan mereka menyampaikan ratusan miliar ini kan mungkin berat ya untuk dibuat,” kata Maruli saat meninjau Jembatan Pongpet, Senin (14/9/2026).

Fungsi Jembatan Gantung TNI AD sebagai Akses Perintis

Maruli menegaskan bahwa pertimbangan biaya menjadi alasan utama TNI AD memprioritaskan opsi jembatan gantung.

“Kenapa kita membuat jembatan gantung? Karena terlalu mahal untuk membuat jembatan beton,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa jembatan gantung rakitan TNI AD pada dasarnya berfungsi sebagai jembatan perintis. Sarana ini bertugas membuka akses mobilitas masyarakat secara cepat dan efisien.

Maruli tidak keberatan jika pemerintah daerah nantinya memiliki kecukupan anggaran untuk mengganti fasilitas tersebut dengan bangunan beton permanen.

“Kalau Pemda mampu buat beton, robohkan saja. Enggak ada masalah itu. Memang namanya perintis,” katanya.

Pemprov Jabar Berencana Ambil Alih Pembangunan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut merespons insiden ambruknya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Pangandaran. Pemprov Jabar berencana mengambil alih proyek dan mendirikan jembatan permanen di kawasan tersebut.

Dedi menyampaikan komitmen tersebut melalui unggahan video di akun TikTok miliknya, @dedimulyadiofficial, Selasa (2/9/2026). Ia mengklarifikasi bahwa proyek jembatan gantung sebelumnya tidak menggunakan alokasi dana dari Pemprov Jabar.

”Ya sudah, kita enggak usah lagi berdebat urusan jembatan gantung di Desa Marga Cinta. Pemprov Jabar juga tahu kalau Pemda Pangandaran bangun jembatan itu keuangannya tidak mampu, tekanan fiskalnya berat, defisitnya tinggi,” ujar Dedi Mulyadi.

Dedi mengkritik kondisi keuangan Pemkab Pangandaran yang tengah menghadapi tekanan defisit tinggi. Demi menjamin kenyamanan dan keamanan akses warga, Pemprov Jabar memilih mengambil alih kewenangan pengelolaan jembatan tersebut.

”Pemprov Jabar segera mengambil alih jembatan yang ada di Marga Cinta menjadi kewenangan Pemprov Jabar. Dan selanjutnya kami segera membangun jembatan permanen di Desa Marga Cinta dan sekitarnya,” ucapnya.

(Sajidin)