spot_imgspot_img
Minggu 29 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 82

Ramadhan Jadi Ladang Rezeki, Pasutri Ciamis Bertahan Puluhan Tahun Olah Kolang Kaling

0

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Setiap datangnya bulan suci Ramadhan, pasangan suami istri Ade Suryaman (53) dan Yani (53) kembali menekuni usaha musiman mengolah biji buah aren menjadi kolang kaling. Aktivitas ini sudah mereka jalani puluhan tahun di Lingkungan Awirarangan, Kelurahan Linggasari, Kabupaten Ciamis.

Bagi pasangan ini, Ramadhan tidak hanya menjadi waktu meningkatkan ibadah, tetapi juga momentum mencari penghasilan tambahan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dari hasil penjualan kolang kaling, mereka memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari membeli pakaian Lebaran, membayar zakat fitrah, hingga mencukupi keperluan sehari-hari.

Baca Juga: Ratusan Pelajar, Lansia dan Jurnalis Ciamis Ikut Pesantren Ramadan

Sejak pagi hingga menjelang siang, Ade dan Yani bekerja tanpa henti. Yani tampak cekatan memisahkan biji aren yang telah direbus dan matang ke dalam wadah, sementara Ade sibuk memotong tandan buah aren sebelum memasukkannya ke dalam dandang perebusan.

“Alhamdulillah, sejak tahun 2018 saya bersama istri fokus mengolah kolang kaling setiap Ramadhan,” ujar Ade, Jumat (27/2/2026).

Ade mengungkapkan, tantangan terbesar saat ini terletak pada ketersediaan bahan baku. Pohon aren yang dulu banyak di sekitar kampung kini semakin langka.

“Dulu pohon aren berbuah banyak dan mudah kita dapatkan. Sekarang sudah sangat jarang,” katanya.

Meski permintaan pasar tetap tinggi setiap Ramadhan, kelangkaan bahan baku membuat harga kolang kaling ikut menyesuaikan. Ade mematok harga Rp8.000 per kilogram untuk pembelian dalam jumlah besar, sementara penjualan eceran mencapai Rp10.000 per kilogram.

Karena pasokan buah aren terbatas, Ade dan Yani tidak memproduksi kolang kaling dalam jumlah besar sekaligus. Mereka memilih mengolah sesuai pesanan agar bahan baku tetap tersedia.

“Kalau melihat stok aren di kebun, paling hanya cukup sampai pertengahan bulan puasa,” tuturnya.


(Husen Maharaja)

Mobil Boks Terbakar di Kawasan Wisata Pangandaran, Barang Ritel Hangus 70 Persen

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: kondisi saat warga berusaha memadamkan api mobil bok yang terbakar. di Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepanikan sempat menyelimuti kawasan wisata Pangandaran ketika sebuah mobil boks pengangkut barang ritel terbakar di Jalan Bulak Laut, tepat di depan Pasar Wisata Pantai Pangandaran, Jumat (27/2/2026) siang.

Api mulai terlihat sekitar pukul 13.30 WIB. Warga dan pedagang yang berada di sekitar lokasi langsung berhamburan mendekat dan berupaya menjinakkan api dengan peralatan seadanya. Namun, kobaran api dengan cepat melalap isi boks kendaraan hingga sebagian besar barang tidak terselamatkan.

Baca Juga: Kodim Pangandaran dan Gandara Group Tebar Takjil di Jalur Padat Ramadan

Tak berselang lama, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Pangandaran tiba di lokasi. Petugas segera melakukan pemadaman dan pendinginan agar api tidak kembali menyala.

Petugas Damkar Pos 2 Pangandaran, Arief Sebastian, menjelaskan bahwa timnya menerima laporan sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.

“Mobil berhasil kami selamatkan, tetapi sekitar 70 persen barang di dalam boks sudah hangus terbakar,” ujar Arief.

Ia menduga kebakaran bermula dari korsleting arus listrik pada kendaraan. Setelah proses pemadaman selesai, petugas mengamankan kendaraan beserta sisa barang untuk penanganan lebih lanjut.

Saksi mata, Agus Mulyana, menyebut kebakaran terjadi saat sopir dan kernet menurunkan barang ritel berupa makanan ringan.

“Waktu itu sedang menurunkan barang. Tiba-tiba asap tebal keluar dari bagian belakang boks,” kata Agus.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, kebakaran sempat memicu kemacetan lalu lintas di jalur wisata yang ramai dilalui pengunjung.


(Sajidin)

Orangtua Siswa di Margalaksana Tasikmalaya Keluhkan Roti MBG Berjamur

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Menu MBG untuk 5 hari dan roti yang sudah berjamur dari SPPG Dapur Sukma 1.(Dokumen Pribadi)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Aktivis eksponen 96 Dadi Abidarda mengaku menerima keluhan dari orangtua siswa salah satu SD Negeri di Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya terkait roti Makan Bergizi Gratis (MBG) kondisinya berjamur dan tidak layak untuk di konsumsi.

“Saya juga aneh, MBG kok di berikannya lima hari sekali. Apalagi roti MBG berjamur dan tidak layak untuk di konsumsi, bukan malah bergizi anak-anak kalau seperti begini,” ungkap Dadi Abidarda, Jumat (27/2/2026).

Menurut informasi, kata Dadi, bahwa MBG dengan roti yang berjamur dan tidak layak di konsumsi berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sukma Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga: Ratusan Dapur MBG di Kabupaten Tasikmalaya Belum Kantongi Izin PBG

“MBG yang di berikan ke siswa SD di Margalaksana di antaranya ada roti, pisang, jeruk apel, susu sekolah dan telur empat buah. Dan ini untuk lima hari,” jelasnya.

Seharusnya, Dadi mengatakan, MBG yang tujuannya supaya anak-anak sekolah mendapat gizi yang baik, justru malah medapatkan makanan yang tidak sesuai bahkan tidak layak untuk di konsumsi.

“Maka kami berharap Satgas MBG turun tangan untuk mengawasi segala bentuk kegiatan dapur MBG. Sehingga yang di terima oleh KPM berupa makanan segar dan bernutrisi bukan jamuran,” ucapnya.

Satgas MBG Harus Serius Mengawasi

Selain itu, Dadi juga mempertanyakan terkait dasar SPPG dalam membagikan MBG kepada siswa-siswi kenapa lima hari sekali.

“Yang menjadi pertanyaan kenapa tidak tiap hari MBG di berikan kepada siswa-siswi Sekolah, tapi ini malah lima hari sekali. Ini PR juga bagi Satgas MBG,” tegasnya.

Baca Juga: Berkas Dugaan Skandal Proyek PUPR Kota Tasikmalaya Diserahkan ke Kejati

Sekali lagi, Dadi menegaskan dengan terjadinya temuan roti MBG yang berjamur dan tidak layak di konsumsi. Maka, Satgas MBG harus benar-benar serius mengawasi keberlangsungan operasional SPPG.

Satgas MBG tentunya harus menjalankan fungsinya, jangan kesannya justru menunggu keluh kesah dari masyarakat. Ulah tuk cing (di bentuk cicing-red),” pungkasnya.

Sementara, pengelola SPPG Dapur Sukma, Moch. Iqbal Aulia Akbar saat di konfirmasi melalui WhatAap terkait menu MBG khususnya roti yang berjamur dan tidak layak di konsumsi. Hingga berita ini publis belum memberikan keterangan.

(Nanang Yudi)

Hadeuh! Kondom Bekas Berserakan di Banjar Water Park

0
Banjar Water park fokusjabar.id
Kondom Bekas Berserakan di Banjar Water Park. (Foto: Istimewa).

BANJAR, FOKUSJabar.id: Kondisi Banjar Water Park (BWP) di Kota Banjar kini memprihatinkan. Warga menemukan kondom bekas dan botol minuman keras berserakan di area yang seharusnya menjadi ruang publik ramah keluarga dan olahraga.

Dugaan pun muncul, lokasi tersebut di jadikan tempat prostitusi terselubung pada malam hari.

BACA JUGA:

Pembangunan PLTS 100 MW Kota Banjar di Lahan Sengketa?

“Saya lagi olahraga. Eh liat botol miras sama kondom berserakan di sini,” kata seorang warga, Manan, Jumat (27/2/2026).

Manan mengaku, dulu kawasan Banjar Water Park nyaman untuk berolahraga. Namun kini, suasana berubah drastis.

“Kondisi BWP sekarang jauh banget sama dulu. Untuk olahraga saja dulu nyaman banget, sekarang kotor banyak sampah berserakan,” ucapnya.

Tamparan untuk ‘Kota Bersih’

Ketua Sapma PP Kota Banjar, Irwan Herwanto menilai, temuan sampah kondom, botol miras hingga limbah plastik di BWP menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kota Banjar.

Ironisnya, Banjar baru saja menerima penghargaan sebagai Kota Bersih Tingkat Nasional 2025.

“Bagaimana mungkin pemerintah membanggakan penghargaan kota bersih. Sementara di rumah sendiri di suguhi pemandangan menjijikkan berupa sampah kondom dan botol miras? Ini bukan sekadar sampah biasa, ini sampah moral,” tegas Irwan.

BACA JUGA:

Penyidikan Jilid II Bergulir, Kejari Banjar Periksa 19 Saksi Kasus Tunjangan DPRD

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan lebar antara prestasi administratif dan fakta sosiologis di lapangan. Lemahnya pengawasan keamanan dan ketertiban membuat fasilitas publik yang di bangun dengan uang rakyat berubah fungsi menjadi lokasi aktivitas negatif.

Bersih di Atas Kertas, Kotor di Lapangan

Irwan menambahkan, penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup terasa hambar ketika titik vital di pusat kota justru menjadi sarang limbah sisa maksiat.

“Bersih secara administratif tidak ada gunanya jika secara sosiologis area publik tidak aman dan tidak nyaman,” ujarnya.

Ia mendesak pemerintah tidak hanya sibuk memoles citra di atas kertas.

“Bersihkan juga Kota Banjar dari sampah moral, atau kembalikan saja penghargaan kota bersih itu. Faktanya kita belum bersih dari hal-hal mendasar yang merusak tatanan sosial,” tutupnya.

(Budiana Martin)

Putri Karlina Tinjau SLB-C Karya Bhakti dari Potensi Bencana

0
Putri Karlina SLB fokusjabar.id
Wabup Garut, Putri Karlina

GARUT, FOKUSJabar.id: Wakil Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Putri Karlina usai meninjau Sekolah Luar Biasa (SLB) C Yayasan Karya Bhakti yang berlokasi di Jalan RSU, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (26/2/2026) kemarin.

Kunjungan Putri Karlina untuk menindaklanjuti rencana pemberian bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA:

Bupati Garut dan DKP Jabar Bahas Pembangunan Cilauteureun

Menurut Wabup Garut, realisasi bantuan itu perlu verifikasi mendalam. Mengingat adanya isu peruntukan lahan sebagai hutan kota serta status rawan bencana di lokasi tersebut.

Putri Karlina menegaskan, Pemda sangat mendukung bantuan infrastruktur pendidikan. Terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Namun, keselamatan siswa menjadi prioritas utama yang tidak bisa di tawar.

Dia menyoroti catatan BPBD mengenai status lokasi yang di nilai rawan bencana. Hal itumenjadi pertimbangan krusial karena rencana pembangunan yang di ajukan adalah gedung baru, bukan sekadar renovasi ringan.

Putri Karlina SLB fokusjabar.id
Wabup Garut, Putri Karlina

Jika hasil kajian BPBD menyatakan lokasi tersebut terlalu berisiko, Putri menawarkan opsi relokasi ke tempat lain yang sudah memiliki bangunan existing milik pemerintah. Sehingga lebih aman dan layak.

Kepala SLB-C Yayasan Karya Bhakti, Tintin Nurnaeni menjelaskan, bantuan yang di ajukan peruntukannya RKB di lahan kosong milik Pemda yang berada di lingkungan sekolah.

Ketua Harian Yayasan Karya Bhakti, Sidi Pramono mengatakan, status kepemilikan lahan dan sejarah sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1975 dengan status bangunan milik Pemerintah Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

Jalan Bergelombang, Masyarakat Cibatu Tagih Janji Bupati Garut

“Tahun 75 berdirinya, tapi kan dulu pindah-pindah. Terakhir di isni mulai tahun 1991. Baru sekali terkena banjir bandang tahun 2016, parah terendam sampai 3 meter, dokumen ancur semua,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Garut akan segera berkoordinasi dengan BPBD dan dinas terkait untuk memutuskan kelayakan lokasi pembangunan demi menjamin keamanan dan kenyamanan KBM di SLB-C Karya Bhakti.

(Bambang Fouristian)

Strategi Igor Tolic Berbuah Manis

0
Igor Tolic fokusjabar.id
Igor Tolic (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Asisten pelatih Persib Bandung, Igor Tolic mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang mampu mengalahkan Madura United dengan skor telak 5-0 pada pertandingan pekan ke-23.

Menurut Igor Tolic, jalannya laga tidak mudah bagi tim kebanggaan Bobotoh. Pasalnya tim tamu memberikan perlawanan.

BACA JUGA:

Persib Bandung Menang Telak vs Madura, Ramon Tanque Brace

Dia menyebut, gol pembuka Ramon Tanque menjadi pemecah kebuntuan di paruh pertama menjadi titik balik yang memudahkan langkah tim untuk menguasai jalannya pertandingan.

“Kami sangat senang dengan kemenangan ini. Pertandingan tidak berjalan mudah, tetapi saya pikir di babak pertama kami mencetak gol pada waktu yang tepat. Itu memberi kami sedikit lebih banyak ruang dalam menyerang,” kata Igor.

Memasuki babak kedua, Madura United sempat memberikan tekanan untuk mengejar ketertinggalan tiga gol.

Karenanya, Dia instruksikan Federico Barba dan kawan-kawan untuk mengeksploitasi celah di lini belakang lawan yang mulai terbuka.

Selain itu, strategi pergantian pemain juga terbukti jitu. Kehadiran tenaga baru di lapangan berhasil memutus momentum tim tamu sekaligus mengunci kemenangan bagi tuan rumah.

BACA JUGA:

Federico Barba Targetkan Kemenangan atas Madura United 

“Di babak kedua, kami ingin lebih memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan tim tamu. Mereka sedikit lebih menekan, tetapi setelah kami melakukan pergantian dengan memasukkan tiga pemain segar, saya pikir pertandingan sudah selesai,” tutupnya.

(Bambang Fouristian)

Ratusan Pelajar, Lansia dan Jurnalis Ciamis Ikut Pesantren Ramadan

0
Pesantren Ramadan fokusjabar.id
Ratusan pelajar saat mengikuti pembukaan Pesantren Ramadan (foto: Husen/FOKUSJabar.id)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Ratusan siswa SMP, SMA, Lansia dan Jurnalis mengikuti pembukaan Pesantren Ramadan di Gedung Islamic Centre Ciamis Jawa Barat (Jabar), Jumat (27/2/2026).

Ketua pelaksana kegiatan Pesantren Ramadan, Wawan Supyan Arief menyebut, kegiatan ini merupakan program Pemkab dan MUI Ciamis.

BACA JUGA:

Gubernur Jabar Pastikan 250 KK Korban Banjir Ciamis Terima Bantuan

“Mulai hari ini, kami laksanakan pesantren ramadan. Lokasinya tersebar untuk masing-masing kelompok peserta,” katanya.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya menjelaskan, pesantren Ramadan merupakan salah satu ikhtiar kita bersama dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Selain itu, membangun karakter  generasi muda yang berakhlakulkarimah.

“Ramadan bukan hanya bulan ibadah secara ritual. Namun juga bulan pendidikan, pembinaan dan bulan pembentukan kepribadian,” ungkap Bupati.

Pihaknya ingin menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran dan penuh kasih sayang. Sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Saya apresiasi kegiatan ini. Karena tidak hanya melibatkan pelajar SMP dan SMA tetapi juga ada insan jurnalis serta para lansia,” tegas Herdiat.

“Bagi para pelajar manfaatkan momentum Ramadan ini untuk memperdalam ilmu agama, memperbaiki akhlak serta membangun kedisiplinan  diri. Jadilah generasi yang cerdas secara intelektual,  kuat secara spitual dan luhur secara Budi pekerti,” pesan Bupati.

Herdiat melanjutkan, untuk para pelajar boleh mengikuti teknologi canggih. Namun harus bisa memilih dan memilah jenis kontennya.

“Hati-hati saat menggunakan medsos dan jangan sampai terjerumus kepada hal-hal yang tidak baik,” pesannya.

BACA JUGA:

Ciamis Gagal Pertahankan Adipura Kencana 2025, Begini Alasan Menteri LH

Bupati Ciamis mengaku prihatin dengan adanya Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang terang-terangan eksistensinya di tengah masyarakat.

Menurut Hediat, kondisi tersebut perlu pencegahan dari semua pihak. Termasuk para pelajar agar tidak tergoda dengan fenomena tersebut.

“Untuk para jurnalis di harapakan bisa menjaga kesejukan dan kondusivitas Kabupaten Ciamis melalui pemberitaan yang positif dan tidak hoaks,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)