spot_imgspot_img
Minggu 29 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 81

Harga Bawang Merah Melonjak, Pelaku UMKM Keripik di Pangandaran Tertekan

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Ilustrasi by web.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Lonjakan harga barang kebutuhan pokok dan barang penting (Bapokting), khususnya bawang merah, mulai memberi tekanan serius bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Pangandaran. Kenaikan harga tersebut dirasakan langsung oleh pelaku UMKM yang menggantungkan produksi pada komoditas tersebut.

Salah satunya Ariz (36), pengusaha keripik bawang asal Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang. Ia mengaku kenaikan harga bawang merah sangat membebani usahanya karena bahan baku utama produksi mengalami lonjakan signifikan, sementara harga jual produk tidak bisa ikut naik.

Baca Juga: Mobil Boks Terbakar di Kawasan Wisata Pangandaran, Barang Ritel Hangus 70 Persen

“Harga bahan pokok naik semua, terutama bawang merah. Itu bahan utama keripik bawang, tapi harga jual tidak bisa dinaikkan begitu saja,” ujar Ariz, Jumat (27/2/2026).

Ariz memperkirakan harga bawang merah masih berpotensi terus naik hingga mendekati Hari Raya Idulfitri. Kondisi tersebut membuat margin usaha semakin menipis dan menempatkan pelaku UMKM pada posisi sulit.

Dalam kondisi normal, Ariz biasa membeli bawang merah di kisaran Rp30 ribu per kilogram, bahkan terkadang lebih murah. Namun saat ini, harga bawang merah sudah menembus Rp40 ribu per kilogram dengan ketentuan pembelian minimal 10 kilogram.

“Kalau beli di bawah 10 kilogram, harganya bisa Rp42 ribu sampai Rp43 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Ariz berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah pengendalian harga agar lonjakan tidak semakin membebani pelaku usaha kecil.

“Kalau pun naik, semoga tidak terlalu tinggi. Jangan sampai melonjak tajam, karena bawang merah ini bahan baku utama keripik bawang,” pungkasnya.


(Sajidin)

Putri Karlina Targetkan Relokasi PKL dan Aktivasi Ekonomi

0
Putri Karlina PKL fokusjabar.id
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina

GARUT, FOKUSJabar.id: Wakil Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Putri Karlina berkunjung ke pusat perbelanjaan Garut Plaza (GP) di Jalan Guntur, Kecamatan Garut Kota, Jumat (27/2/2026).

Tujuannya, memantau persiapan Bazar Ramadan sekaligus mematangkan rencana pengalihan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari sepanjang Jalan Ahmad Yani ke area gedung.

BACA JUGA:

Putri Karlina Tinjau SLB-C Karya Bhakti dari Potensi Bencana

Putri Karlina menyoroti kondisi lantai 2 Garut Plaza yang di nilai masih belum optimal dan banyak ruang kosong.

Menurutnya, momentum Bazar Ramadan harus menjadi titik balik untuk meramaikan kembali pusat perbelanjaan GP.

“Kami melihat kapasitas di sini masih banyak yang kosong. Terutama di lantai dua. Maka dengan adanya event ini bisa mengisi dan meramaikan dengan perpindahan PKL,” kata Putri Karlina.

Program pengalihan PKL ke Garut Plaza di rancang agar para mereka memiliki tempat yang lebih layak dan representatif. Sementara akses publik di Jalan Ahmad Yani dapat kembali tertata rapi.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Pemuda dan Olahraga Akselerator Pembangunan

Wabup juga memberikan pesan khusus kepada para pelaku usaha yang akan berpartisipasi dalam event tersebut agar lebih jeli melihat peluang pasar dan menjual barang dagangan sesuai yang di minati pembeli.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut: Pemuda dan Olahraga Akselerator Pembangunan

0
Bupati garut pemuda fokusjabar.id
Kunker Bupati Garut ke Kantor Dispora

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Jumat (27/2/2026).

Syakur menyebut, peran krusial Dispora adalah menyiapkan generasi pemimpin masa depan. Selain itu menjadikan olahraga sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

BACA JUGA:

Putri Karlina Tinjau SLB-C Karya Bhakti dari Potensi Bencana

Menurutnya, pemuda merupakan komponen utama bangsa yang akan melanjutkan estafet tugas dari para seniornya.

“Mereka itu harus sudah paham dengan dinamika yang ada di masyarakat sekarang dan sudah memberikan kontribusi yang nyata. Karena akan ada waktunya mereka memegang kepemimpinan,” ungkap Syakur.

Bupati garut pemuda fokusjabr.id
Bupati Garut,Abdusy Syakur Amin

Sementara olahraga bukan sekadar gerakan fisik. Namun memiliki berbagai dimensi strategis. Yakni, olahraga pendidikan untuk pembentukan karakter.

Sementara olahraga prestasi sebagai wujud jati diri dan kebanggaan daerah serta olahraga rekreasi.

BACA JUGA:

Jalan Bergelombang, Masyarakat Cibatu Tagih Janji Bupati Garut

Bupati Garut menegaskan, olahraga rekreasi dapat menjadi salah satu instrumen kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Yang pasti olahraga di jadikan salah satu cara untuk mengakselerasi pembangunan di Kabupaten Garut,” imbuh Syakur Amin.

Bupati Garut berpesan secara khusus kepada seluruh jajaran pegawai Dispora. Dia mengibaratkan kantor Dispora sebagai rumah yang harus di jaga nama baiknya.

Untuk itu, Dia meminta para pegawai untuk bekerja dengan penuh pengabdian, dedikasi, loyalitas dan tidak melakukan perbuatan tercela.

BACA JUGA:

Bupati Garut dan DKP Jabar Bahas Pembangunan Cilauteureun

“Semestinya pemilik rumah harus menjaga kebersihan, keindahan, ketertiban dan kehormatannya. Nanti orang-orang tahu bahwa kantor ini di huni oleh pegawai yang berintegritas. Itu harapan saya,” tutup Syakur.

Sebelumnya, Bupati Garut menekankan pentingnya menjaga kebersihan secara menyeluruh selama bulan Ramadan.

Syakur membagi konsep kebersihan tersebut ke dalam tiga pilar utama. Yakni, kebersihan diri, kebersihan hati dan kebersihan lingkungan.

“Ramadan adalah waktu bagi kita untuk mengevaluasi diri. Mari kita jaga kebersihan. Khususnya kelestarian lingkungan. Dengan cara menjaga kebersihan diri, hati dan lingkungan. Sehingga ke depan Kabupaten Garut akan tetap aman, damai dan tenteram,” katanya.

(Bambang Fouristian)

Wali Kota Bandung Soroti Rendahnya Partisipasi Petugas Gaslah di Kebon Gedang

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Minimnya keterlibatan warga dalam berbagai program pemberdayaan mencuat dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-85 di Kelurahan Kebon Gedang, Jumat (27/2/2026). Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian Muhammad Farhan, yang menilai partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan program pemerintah di tingkat lingkungan.

Sorotan muncul setelah Ketua RW 06 menyampaikan keluhan terkait rendahnya keikutsertaan warga, termasuk belum adanya masyarakat yang bersedia menjadi petugas Gaslah. Farhan menegaskan persoalan ini tidak bisa dibiarkan karena berdampak langsung pada efektivitas pelaksanaan program kewilayahan.

Baca Juga: Kasus Korupsi PJU Cianjur, PN Bandung Didemo Mahasiswa

“Kita sedang melihat persoalan secara langsung. Ketua RW 06 tadi menyampaikan partisipasi dan pemberdayaan warga masih rendah, bahkan belum ada yang bersedia menjadi petugas Gaslah,” ujar Farhan.

Untuk mencari akar masalah, Farhan memastikan Pemerintah Kota Bandung akan melakukan pendalaman bersama DPRD Kota Bandung. Ia ingin memastikan apakah rendahnya minat warga berkaitan dengan pendekatan program yang belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami akan mendalami RW 06 lebih jauh. Bisa jadi program pemerintah kurang menarik atau kurang menyentuh kebutuhan warga,” katanya.

Selain isu partisipasi, forum tersebut juga membahas pelaksanaan Program Prakarsa yang berbasis pendataan hingga tingkat RW. Farhan menyebut pendataan rutin menjadi instrumen penting untuk memantau perubahan kondisi sosial dan ekonomi warga.

“Tiga bulan ke depan kita akan melakukan pendataan ulang,” ungkapnya.

Fondasi Utama dalam Menyusun Kebijakan

Menurut Farhan, pembaruan data menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran, mengingat kondisi masyarakat dapat berubah dalam waktu relatif singkat.

Dalam kesempatan yang sama, Farhan memaparkan capaian kepesertaan BPJS Kesehatan di wilayah Kebon Gedang. Berdasarkan data 2025, dari 1.534 warga RW 08, sebanyak 619 orang telah terdaftar sebagai peserta BPJS dengan tingkat keaktifan mencapai 78,45 persen.

“Angkanya sudah cukup baik, tapi target kita minimal 80 persen,” ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan keaktifan kepesertaan BPJS berbanding lurus dengan penguatan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Bandung.

“Semakin tinggi tingkat keaktifan, semakin kuat UHC. Artinya, tidak boleh ada warga Bandung yang tidak mendapatkan layanan kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, persoalan sanitasi turut menjadi perhatian. Hasil pendataan menunjukkan masih ada dua rumah yang belum memiliki septic tank. Pemkot Bandung memastikan persoalan tersebut segera ditangani melalui program intervensi yang tersedia.

Pemkot Bandung menegaskan pembaruan data dan intervensi kewilayahan akan terus berjalan secara berkelanjutan. Siskamling Siaga Bencana tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi kebijakan berbasis aspirasi warga.


(Yusuf Mugni)

OJK Restui Merger Empat BPR Priangan Timur, Perkuat Daya Saing dan Pembiayaan UMKM

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati, saat menyerahkan surat keputusan Terkait penggabungan empat Bank BPR di Kantor OJK Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya resmi memberikan persetujuan penggabungan empat Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah Priangan Timur ke dalam satu entitas, yakni PT BPR Nusamba Tanjungsari, yang berkedudukan di Kabupaten Sumedang.

Persetujuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-15/D.03/2026 tertanggal 20 Februari 2026. Melalui keputusan itu, empat BPR resmi melebur, yaitu PT BPR Nusamba Sukaraja, PT BPR Nusamba Plered, PT BPR Nusamba Singaparna, serta PT BPR Mitra Harmoni Indramayu.

Baca Juga: Kapolda Jabar Kunjungi Pesantren Cipasung Tasikmalaya, Perkuat Sinergi Ulama–Polri

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menjelaskan bahwa merger ini menjadi bagian dari agenda konsolidasi industri perbankan nasional yang berkelanjutan. Langkah tersebut bertujuan memperkuat struktur permodalan, meningkatkan daya saing, serta menjaga ketahanan BPR dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor riil, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Proses penggabungan telah melalui seluruh tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Termasuk penilaian permodalan, tata kelola, manajemen risiko, hingga perlindungan konsumen,” ujar Nofa, Jumat (27/2/2026) sore.

Menurutnya, penggabungan empat BPR ini telah memenuhi standar regulasi yang berlaku. Sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan daerah.

Memperkuat Perlindungan dan Kepercayaan Nasabah

Dengan efektifnya merger tersebut, seluruh hak dan kewajiban masing-masing BPR yang melebur secara otomatis beralih kepada PT BPR Nusamba Tanjungsari sebagai entitas penerima penggabungan. OJK memastikan nasabah tetap dapat bertransaksi seperti biasa tanpa perubahan hak maupun kewajiban.

“OJK mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan percaya terhadap layanan industri BPR. Konsolidasi ini justru kami arahkan untuk memperkuat perlindungan dan kepercayaan nasabah,” tegasnya.

Nofa menambahkan, OJK Tasikmalaya akan terus mendorong penguatan kelembagaan BPR melalui konsolidasi dan transformasi. Tujuannya agar industri keuangan semakin efisien, kompetitif, dan berdaya tahan, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Ia juga memaparkan kinerja BPR dan BPR Syariah di wilayah Priangan Timur sepanjang 2025 yang menunjukkan tren positif. Total aset tercatat tumbuh 3,81 persen secara tahunan menjadi Rp3,56 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 2,71 persen menjadi Rp2,51 triliun, sementara penyaluran kredit naik 5,62 persen hingga mencapai Rp2,81 triliun.

“Fungsi intermediasi tetap berjalan baik dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) yang terjaga dalam batas terkendali,” pungkasnya.


(Seda)

Kapolda Jabar Kunjungi Pesantren Cipasung Tasikmalaya, Perkuat Sinergi Ulama–Polri

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan foto bersama dengan Pimpinan Ponpes Cipasung KH. Ubaidillah Ruhiyat, saat bersilaturahmi ke Ponpes (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA FOKUSJabar.id: Nuansa sejuk dan khidmat Ramadhan menyertai kunjungan kerja Rudi Setiawan, Kapolda Jawa Barat, ke Pondok Pesantren Cipasung, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (27/2/2026).

Kedatangan jenderal bintang dua yang akrab disapa “Lodaya Satu” itu disambut langsung oleh Pimpinan Ponpes Cipasung, Ubaidillah Ruhiyat. Pertemuan berlangsung hangat dan substantif, menegaskan komitmen bersama antara kepolisian dan ulama untuk menjaga ketenteraman masyarakat selama bulan suci.

Baca Juga: Orangtua Siswa di Margalaksana Tasikmalaya Keluhkan Roti MBG Berjamur

Dalam dialognya, Kapolda menyampaikan apresiasi atas kiprah Ponpes Cipasung yang telah berdiri sejak masa penjajahan dan konsisten melahirkan tokoh-tokoh berkontribusi bagi bangsa. Ia menilai santri memegang peran strategis dalam merawat persatuan dan kesatuan nasional.

Kapolda juga menekankan pentingnya akhlakul karimah dan karakter kebangsaan bagi santri. Menurutnya, kecintaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi fondasi kuat bagi terciptanya Jawa Barat yang aman dan Indonesia yang kokoh.

“Kami ingin terus mendekatkan diri dengan ulama, tokoh agama, dan para santri yang berkarakter kebangsaan kuat. Ketika santri mencintai NKRI dan mengutamakan persatuan, Jawa Barat semakin indah dan Indonesia makin kuat,” ujar Rudi Setiawan.

Ia menambahkan, peran ulama dan pesantren terbukti besar dalam membangun peradaban bangsa. Karena itu, kepolisian memberi apresiasi atas kontribusi aktif para kiai, santri, dan lembaga pesantren dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kesiapan Polda Jabar Jelang Arus Mudik 2026

Pada kesempatan yang sama, Kapolda memaparkan kesiapan Polda Jabar menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Ia menjelaskan strategi pelayanan dengan menggandeng Dewan Masjid Indonesia Jawa Barat untuk mengoptimalkan masjid-masjid besar di jalur arteri sebagai Pos Pelayanan Mudik.

“Di pos masjid, kami siapkan layanan bagi pemudik, termasuk hidangan berbuka dan sahur yang sehat,” katanya.

Ia menyebut memilih menu sederhana seperti kukusan agar berkesan, menyehatkan, dan mendukung kenyamanan pemudik saat beristirahat serta beribadah.

Menanggapi hal itu, KH Ubaidillah Ruhiyat menyambut positif program strategis tersebut. Ia juga menitipkan harapan agar santri Cipasung yang bercita-cita menjadi anggota Polri mendapat fasilitasi yang baik.

“Insya Allah sinergi dan kolaborasi terus kita perkuat. Kami berharap santri yang ingin menjadi polisi dapat terfasilitasi. Polisi berlatar santri akan lebih humanis dan masyarakat cintai,” tuturnya.

Usai silaturahmi, Kapolda Rudi Setiawan bersama jajaran Pejabat Utama Polda Jabar melanjutkan pemantauan jalur provinsi Tasikmalaya–Garut via Salawu untuk memastikan kesiapan infrastruktur menjelang puncak arus mudik Lebaran 1446 Hijriah.


(Seda)

Ramadhan Jadi Ladang Rezeki, Pasutri Ciamis Bertahan Puluhan Tahun Olah Kolang Kaling

0

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Setiap datangnya bulan suci Ramadhan, pasangan suami istri Ade Suryaman (53) dan Yani (53) kembali menekuni usaha musiman mengolah biji buah aren menjadi kolang kaling. Aktivitas ini sudah mereka jalani puluhan tahun di Lingkungan Awirarangan, Kelurahan Linggasari, Kabupaten Ciamis.

Bagi pasangan ini, Ramadhan tidak hanya menjadi waktu meningkatkan ibadah, tetapi juga momentum mencari penghasilan tambahan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dari hasil penjualan kolang kaling, mereka memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari membeli pakaian Lebaran, membayar zakat fitrah, hingga mencukupi keperluan sehari-hari.

Baca Juga: Ratusan Pelajar, Lansia dan Jurnalis Ciamis Ikut Pesantren Ramadan

Sejak pagi hingga menjelang siang, Ade dan Yani bekerja tanpa henti. Yani tampak cekatan memisahkan biji aren yang telah direbus dan matang ke dalam wadah, sementara Ade sibuk memotong tandan buah aren sebelum memasukkannya ke dalam dandang perebusan.

“Alhamdulillah, sejak tahun 2018 saya bersama istri fokus mengolah kolang kaling setiap Ramadhan,” ujar Ade, Jumat (27/2/2026).

Ade mengungkapkan, tantangan terbesar saat ini terletak pada ketersediaan bahan baku. Pohon aren yang dulu banyak di sekitar kampung kini semakin langka.

“Dulu pohon aren berbuah banyak dan mudah kita dapatkan. Sekarang sudah sangat jarang,” katanya.

Meski permintaan pasar tetap tinggi setiap Ramadhan, kelangkaan bahan baku membuat harga kolang kaling ikut menyesuaikan. Ade mematok harga Rp8.000 per kilogram untuk pembelian dalam jumlah besar, sementara penjualan eceran mencapai Rp10.000 per kilogram.

Karena pasokan buah aren terbatas, Ade dan Yani tidak memproduksi kolang kaling dalam jumlah besar sekaligus. Mereka memilih mengolah sesuai pesanan agar bahan baku tetap tersedia.

“Kalau melihat stok aren di kebun, paling hanya cukup sampai pertengahan bulan puasa,” tuturnya.


(Husen Maharaja)