spot_imgspot_img
Sabtu 3 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 80

Misteri Sertifikat Tanah Carik di Bumi Perkemahan Situ Cibeureum Tasikmalaya

0
Situ Cibeureum Tasikmalaya fokusjabar.id
Suasana Situ Cibeureum Kota Tasikmalaya yang kini terus menuai polemik

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Alih-alih di sambut suka cita, niat baik menghidupkan kembali fungsi Situ Cibeureum Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) sebagai bumi perkemahan justru memantik polemik panas.

Rencana mulia ini malah membuka kotak Pandora berisi karut-marut perizinan, bangunan komersial tak berizin, polusi suara karaoke hingga misteri tanah carik yang mendadak berubah status menjadi sertifikat pribadi.

BACA JUGA:

MTB Genap 6 Tahun, Viman Dorong Jadi Mitra Strategis Pemerintah Kota Tasikmalaya

Popularitas Situ Cibeureum sebagai destinasi rekreasi warga lokal kini menyimpan bara dalam sekam. Seiring menguatnya rencana revitalisasi, sejumlah masalah pelik yang selama ini terpendam akhirnya mencuat ke permukaan.

Warga sekitar mulai gerah dengan maraknya warung dan tempat hiburan yang memicu kebisingan akibat suara karaoke berintensitas tinggi.

​Selain itu, timbul tanda tanya besar mengenai bagaimana bangunan-bangunan komersial di kawasan tersebut bisa berdiri leluasa tanpa pengawasan ketat.

Dan isu paling krusial dan mengusik rasa keadilan publik adalah berpindahnya kepemilikan tanah carik di kawasan situ menjadi hak milik pribadi berbadan hukum sertifikat.

Mantan Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf angkat bicara dan meminta agar kejanggalan hukum ini di bongkar tanpa di tutup-tutupi.

Menurutnya, pembenahan tata ruang tidak boleh melangkahi aturan hukum yang berlaku.

​”Ini kan sangat janggal, kok tanah carik di Situ Cibeureum bisa di sertifikatkan,” tegas Yusuf.

​Ia mendesak agar Pemkot Tasikmalaya segera melakukan investigasi dan koordinasi lintas sektor.

Kendati demikian, Yusuf tetap memberikan dukungan penuh terhadap reaktivasi bumi perkemahan di kawasan tersebut, menyusul respons positif dari Sekda Provinsi Jawa Barat sebelumnya.

UMKM Naik Kelas dan Kepastian Hukum

​Di tengah panasnya polemik, proyek penataan ulang ini tetap membawa secercah harapan bagi perekonomian lokal.

BACA JUGA:

APBD Kota Tasikmalaya 2026 Defisit Rp27,4 Miliar, Viman Ungkap Cara Menyelesaikannya

Pemerintah di ingatkan agar tidak terjebak pada ambisi fisik semata, melainkan mengutamakan aspek keadilan sosial dengan poin-poin krusial:

​- Audit Tuntas Perizinan: Menyelesaikan sengkarut sertifikasi tanah carik dan menertibkan bangunan liar secara adil.

​- Pemulihan Ketertiban Umum: Menindak tegas aktivitas komersial yang mengganggu kenyamanan dan ketenangan warga.

​- Akselerasi UMKM Lokal: Memastikan pedagang kecil dan pelaku usaha sekitar di libatkan agar benar-benar naik kelas dan sejahtera.

​Kini, bola panas sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah. Apakah Situ Cibeureum akan kembali pada fungsi asri dan edukatifnya atau justru karam dalam pusaran konflik agraria.

(Abdul Latif)

Bukan Lagi Sekadar Tempat Baca Buku, Perpustakaan Ciamis Dituntut Jadi Ruang Belajar Modern

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ciamis (Dok. IG Dispusip)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Perpustakaan tak lagi cukup berfungsi sebagai tempat menyimpan dan membaca buku semata. Di tengah derasnya arus informasi digital, perpustakaan dituntut bertransformasi menjadi ruang belajar inklusif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern.

Pesan tersebut mengemuka saat peringatan Hari Kunjung Perpustakaan, Senin (14/9/2026). Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis menjadikan momentum ini sebagai pemantik untuk memperkuat budaya literasi warga.

Baca Juga: Maulid Nabi di Ciamis Jadi Momen Bahagia, 2 Pasangan Menikah Gratis dan 65 Anak Dikhitan

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis, Okta Jabal Nugraha, menegaskan bahwa Hari Kunjung Perpustakaan tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan semata.

“Harapan utama dari Hari Kunjung Perpustakaan adalah meningkatnya budaya membaca, minat dan kunjungan masyarakat ke perpustakaan. Perpustakaan juga harus semakin kuat fungsinya sebagai pusat atau sumber belajar yang inklusif bagi masyarakat,” ujar Okta pada Senin (14/9/2026).

Tanamkan Budaya Membaca Sejak Dini

Okta menilai kebiasaan membaca perlu tumbuh sejak usia dini. Generasi muda menjadi sasaran utama agar mereka tidak lagi menganggap membaca sekadar kewajiban akademis saat mengerjakan tugas sekolah.

“Bagaimana anak-anak semakin termotivasi menjadikan buku dan aktivitas membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Membaca harus menjadi kebiasaan, bukan hanya ketika ada kebutuhan tertentu,” tegasnya.

Transformasi Layanan Menghadapi Arus Digital

Perkembangan teknologi informasi membawa tantangan sekaligus peluang besar. Masyarakat kini dapat mengakses informasi secara cepat melalui internet. Oleh karena itu, perpustakaan harus menawarkan layanan inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman.

Perpustakaan modern perlu memfasilitasi kegiatan pembelajaran interaktif, ruang kreativitas, pelatihan literasi digital, hingga wadah kegiatan positif warga.

Okta menambahkan bahwa kenaikan angka kunjungan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan dan kelengkapan koleksi buku. Langkah ini menjamin masyarakat memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Benteng Informasi di Tengah Era Disrupsi

Kemampuan membaca, memilah, dan mengolah informasi menjadi benteng utama di tengah maraknya persebaran kabar bohong. Pemkab Ciamis terus memperluas akses perpustakaan agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Momentum Hari Kunjung Perpustakaan ini menjadi ajakan terbuka bagi keluarga, sekolah, serta komunitas untuk kembali memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Kehadiran ruang belajar yang adaptif harapannya mampu mencetak generasi Ciamis yang kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman.

(Mia)

Maulid Nabi di Ciamis Jadi Momen Bahagia, 2 Pasangan Menikah Gratis dan 65 Anak Dikhitan

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Nikah Massal Warnai Peringatan Maulid Nabi di Jatinagara Ciamis (Dok. Pemkab Ciamis)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Jatinagara, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, menghadirkan suasana berbeda tahun ini. Pihak penyelenggara memadukan momentum keagamaan tersebut dengan menggelar aksi sosial nikah massal gratis bagi warga.

Keluarga besar Syariful Amam bersama DKM Besar Al-Manar Jatinagara memusatkan seluruh rangkaian acara di Masjid Besar Al-Manar Jatinagara, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga: PSGC Ciamis Kalah dari Persikad, Coach Herkis Langsung Pasang Target Wajib Menang

Dua pasangan calon pengantin berhasil melangsungkan akad nikah secara resmi dan gratis. Agenda sosial ini rutin bergulir setiap tahun bersamaan dengan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi.

Apresiasi dari Pemerintah Kecamatan dan Desa

Camat Jatinagara, Adang Hartono, menyampaikan apresiasi atas kepedulian para tokoh dan pengurus DKM yang konsisten membantu kebutuhan masyarakat.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Syariful Amam serta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga nikah massal, khitanan massal, dan cek kesehatan gratis ini memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi amal kebaikan bagi para penyelenggara,” ujar Adang.

Kepala Desa Jatinagara, Jaja Sutarja, turut menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia berharap bantuan sosial ini memberikan kebahagiaan nyata bagi warga desa.

“Atas nama Pemerintah Desa Jatinagara, kami mengucapkan banyak terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini, terutama kepada keluarga besar Syariful Amam yang konsisten menyelenggarakan kegiatan ini setiap tahunnya. Semoga masyarakat yang merasakan manfaatnya dapat berbahagia dan senantiasa diberikan kesehatan,” tutur Jaja.

Rangkaian Khitanan Massal dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Ketua Pelaksana, Asep Imad Syarif, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk memupuk semangat gotong royong antarwarga.

“Harapan kami, kegiatan ini berjalan lancar dan dapat terus berlanjut setiap tahunnya, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” kata Asep.

Selain prosesi nikah massal, panitia juga menggelar khitanan massal yang diikuti oleh 65 anak. Empat dokter bersama tim medis dari Puskesmas Kecamatan Jatinagara dan Klinik Rawat Cahaya Hurip Waluya turun langsung melayani para peserta.

Masyarakat setempat juga mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan secara gratis. Penutup seluruh rangkaian bakti sosial tersebut kemudian dengan acara tabligh akbar.

(Mia)

PSGC Ciamis Kalah dari Persikad, Coach Herkis Langsung Pasang Target Wajib Menang

0
PSGC Ciamis sumsel

CIAMIS,FOKUSJabar.id: PSGC Ciamis menolak berlama-lama meratapi kekalahan dari Persikad Depok. Pelatih Heri Kiswanto langsung mengalihkan fokus tim demi merebut poin penuh pada pertandingan berikutnya.

Laskar Singacala harus mengakui keunggulan Persikad dengan skor 2-1 pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027. Hasil ini memaksa para pemain bekerja lebih keras untuk memperbaiki posisi di papan klasemen.

Baca Juga: Tanpa Kolam Standar Nasional, Siswa SD Ciamis Justru Borong 3 Medali Kejuaraan Selam

Heri menganggap kekalahan tersebut bukan akibat inferioritas permainan. Coach Herkis menilai anak asuhnya justru mampu menjaga stamina dan performa fisik secara konstan sepanjang laga.

“Secara permainan kita tidak kalah. Anak-anak stamina juga bagus. Cuma finishing di goal saja kita kurang,” ujar Heri usai memimpin sesi latihan di Stadion Galuh Ciamis, Senin (14/9/2026).

Pertajam Penyelesaian Akhir dan Evaluasi Efektivitas

Masalah efektivitas penyelesaian akhir menjadi fokus perbaikan utama. PSGC sejatinya menciptakan banyak peluang emas, tetapi barisan depan gagal mengonversinya menjadi gol.

Sebaliknya, Persikad tampil lebih klinis dengan memanfaatkan minimnya peluang untuk membobol gawang PSGC.

“Walaupun kita ada peluang, tapi mereka peluangnya sedikit malah jadi goal. Jadi fokus para pemain harus betul-betul ditingkatkan lagi,” tegasnya.

Heri menginstruksikan skuadnya untuk segera bangkit. Ia mengusung target wajib menang pada laga kandang mendatang agar tidak kembali kehilangan poin berharga.

“Kita harus bertekad ambil. Lawan gak boleh pulang dengan poin,” ujar Heri.

Pantau Kondisi Medis Kim Jelang Laga Berikutnya

Tim pelatih juga terus memantau perkembangan fisik Kim. Heri membuka peluang untuk menurunkan sang pemain jika tim medis memberikan rekomendasi aman.

“Insyaallah nanti. Itupun kalau kata dokter dan medis tidak ada masalah,” pungkasnya.

(Mia)

Tanpa Kolam Standar Nasional, Siswa SD Ciamis Justru Borong 3 Medali Kejuaraan Selam

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Giannes Praysta Sanjaya (Dok. Pelatih)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Keterbatasan fasilitas olahraga tak menghentikan langkah Giannes Praysta Sanjaya untuk mengukir prestasi tingkat nasional. Siswa SD Negeri 7 Ciamis yang membela Klub Sukahaji Akuatik Ciamis ini sukses memborong tiga medali pada ajang Cirebon Finswimming Open Tournament 2026, Minggu (13/9/2026).

Dalam kejuaraan nasional selam yang diikuti berbagai klub dari seluruh Indonesia tersebut, Giannes tampil sangat kompetitif.

Baca Juga: Tarung Derajat Ciamis dan Tasikmalaya Gelar Latihan Bersama Jelang Porprov 2026

Giannes sukses menyabet medali emas pada nomor 50 meter Snorkeling. Selain itu, ia juga mengamankan dua medali perak masing-masing dari nomor 50 meter Kick Bifins dan 100 meter Surface.

Latihan Keras di Tengah Keterbatasan Kolam

Pelatih Sukahaji Akuatik Ciamis, Rizcky Alviansyah, mengapresiasi peningkatan pesat anak didiknya sebagai buah dari kedisiplinan latihan.

“Alhamdulillah untuk kejurnas selam tahun sekarang ada peningkatan dari hasil latihan,” ujar Rizcky, Senin (14/9/2026).

Rizcky menyebut pencapaian ini sangat berkesan. Pasalnya, Kabupaten Ciamis hingga saat ini belum memiliki fasilitas kolam renang berstandar nasional untuk menunjang latihan atlet secara optimal. Keterbatasan ruang gerak tersebut terbukti tidak memadamkan semangat Giannes untuk menembus persaingan papan atas.

“Walaupun tempat latihan kita terbatas karena belum ada kolam standar nasional di Ciamis, tapi kita bisa membuktikan kerja keras anak didik kami,” katanya.

Harapan Dukungan Pembinaan Atlet Usia Dini

Rizcky berharap raihan prestasi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan sarana olahraga akuatik di Ciamis. Keberhasilan Giannes dapat menjadi pemicu lahirnya talenta-talenta muda baru.

“Alhamdulillah juga bisa meraih satu medali emas dan dua medali perak. Ini prestasi yang membanggakan dan layak diapresiasi untuk bibit atlet Ciamis agar bisa terus bertumbuh dan bersaing dengan daerah lain di Jawa Barat,” pungkasnya.

Pencapaian Giannes menegaskan besarnya potensi pembinaan atlet usia dini di Kabupaten Ciamis. Dukungan sarana yang lebih memadai dan program latihan terarah akan membuka jalan bagi atlet-atlet Ciamis untuk mencetak prestasi hingga kancah internasional.

(Mia)

Tarung Derajat Ciamis dan Tasikmalaya Gelar Latihan Bersama Jelang Porprov 2026

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Tarung Derajat Ciamis dan Tasikmalaya Gelar Latihan Bersama Jelang Porprov 2026

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pengurus Cabang Olahraga Tarung Derajat Kabupaten Ciamis menggelar sesi latihan bersama kontingen Kota Tasikmalaya di Gedung Kesenian Kabupaten Ciamis, Minggu (12/9/2026). Kedua tim memanfaatkan momentum ini sebagai ajang pemanasan intensif jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.

Langkah Evaluasi Teknis dan Kesiapan Atlet

Kepala Disbudpora Ciamis, Dian Budiana, menjelaskan bahwa agenda ini bertujuan mengukur sejauh mana kesiapan teknis para atlet di lapangan. Tim pelatih akan memetakan berbagai kekurangan yang muncul selama pertandingan untuk menentukan langkah perbaikan secara tepat.

Baca Juga: Shin Tae-yong Putus Rekor Buruk Persija vs Persib Bandung

“Yah, latihan tanding ini akan menjadi bahan evaluasi cabor untuk melihat aspek apa saja yang perlu ditingkatkan dan dibenahi untuk lebih mematangkan kualitas para atlet Ciamis,” ungkap Dian, Senin (14/9/2026).

Dukungan Pemerintah Daerah dan Harapan Prestasi

Dian menyambut baik inisiatif pengurus cabor yang terus bergerak aktif membangun sinergi antarwilayah lewat uji tanding interaktif ini. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap seluruh program pembinaan cabang olahraga potensial.

Pihaknya berharap ajang uji coba ini mampu memperkuat mental bertanding para atlet. Terlebih menjaga kebugaran fisik, serta mempererat tali silaturahmi antarolahragawan di Wilayah Priangan Timur.

Dian juga optimistis jajaran pelatih mampu menggembleng para petarung Ciamis hingga mencapai performa puncak saat laga resmi Porprov XV Jabar berlangsung.

Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dan konsistensi latihan. Terlebih semangat pantang menyerah agar para atlet Tarung Derajat Ciamis mampu menyumbangkan medali emas. Tentunya dapat membawa harum nama daerah di tingkat provinsi.

(Irfansyah)

Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Dicopot dari Menkeu

0
Purbaya@fokusjabar.id
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (web)

NASIONAL, FOKUSJabar.id: Purbaya Yudhi Sadewa resmi tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan. Setelah Presiden Prabowo Subianto mengambil keputusan pergantian kabinet pada Senin, 14 September 2026.

Pemberhentian tersebut menjadi salah satu perubahan penting dalam Kabinet Merah Putih. Karena terjadi ketika Purbaya masih menjalankan sejumlah agenda kedinasan sebagai Menteri Keuangan pada hari yang sama.

Pergantian Purbaya berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Beberapa jam sebelum pemberhentiannya diumumkan, Purbaya masih berada di Kompleks Parlemen, Jakarta. Untuk mengikuti rapat bersama Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Baca Juga: Beberapa Jam Sebelum Dicopot, Purbaya Siapkan Rp31,1 Triliun untuk Gaji PPPK

Dalam agenda tersebut, ia masih memberikan penjelasan terkait sejumlah persoalan keuangan negara dan kebijakan pemerintah.

Perhatian kemudian tertuju pada momen ketika Purbaya meninggalkan ruang rapat sebelum pembahasan selesai. Ia disebut menerima panggilan telepon ketika rapat berlangsung dan setelah itu meninggalkan lokasi.

Perubahan Susunan Kabinet

Tidak lama berselang, perubahan susunan kabinet diumumkan dan posisi Menteri Keuangan mengalami pergantian pada hari yang sama.

Rapat yang dihadiri Purbaya pada Senin, 14 September 2026. Berkaitan dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 dan Nota Keuangan.

Komite IV DPD juga membahas pelaksanaan Undang-Undang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 serta keterkaitannya dengan RPJMN 2025-2029. Pembahasan turut mencakup persoalan transfer ke daerah dan pengelolaan keuangan pemerintah daerah.

Dalam rapat tersebut, Purbaya masih menjalankan perannya sebagai Menteri Keuangan dengan memberikan tanggapan terhadap pertanyaan anggota DPD.

Salah satu isu yang dibahas adalah rencana pengalihan pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kepada pemerintah pusat mulai 2027.

Untuk kebutuhan tersebut, Kementerian Keuangan menyiapkan anggaran sekitar Rp31,1 triliun, dengan kebutuhan anggaran yang masih dapat mengalami perubahan.

Telephone Dari Istana

Peristiwa Purbaya meninggalkan rapat menjadi bagian penting dari kronologi pencopotannya. Laporan yang beredar menyebut ia menerima telepon dari pihak Istana ketika agenda bersama DPD masih berlangsung.

Setelah menerima panggilan tersebut, Purbaya keluar dari ruang rapat dan tidak kembali melanjutkan pembahasan hingga agenda selesai.

Pemberhentian Purbaya kemudian dikukuhkan melalui keputusan Presiden pada Senin, 14 September 2026. Pada hari yang sama, Presiden Prabowo melantik pejabat baru untuk mengisi posisi Menteri Keuangan.

Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri masa tugas Purbaya sebagai orang nomor satu di Kementerian Keuangan. Setelah sekitar satu tahun berada di posisi tersebut.

Purbaya sebelumnya mulai menjabat Menteri Keuangan setelah dilantik Presiden Prabowo pada Senin, 8 September 2025. Ia ditunjuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati dan sebelumnya dikenal sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Selama menduduki jabatan tersebut, Purbaya menjadi salah satu pejabat utama yang bertanggung jawab menjalankan kebijakan pemerintah di bidang keuangan negara.

Rombak Ratusan Pejabat

Menjelang pergantian dirinya, Purbaya masih melakukan sejumlah perubahan di internal Kementerian Keuangan. Pada Kamis, 10 September 2026, ia merombak ratusan pejabat di lingkungan kementerian.

Pejabat yang mengalami perubahan mencakup sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, fungsional, hingga posisi pada unit organisasi noneselon.

Perombakan internal tersebut dilakukan ketika Purbaya masih menyampaikan agenda penguatan kinerja Kementerian Keuangan. Fokus yang disampaikan mencakup peningkatan penerimaan negara, efektivitas belanja, pembenahan sistem perpajakan, serta percepatan peran APBN dalam mendukung perekonomian.

Pada kesempatan yang sama, Purbaya juga membantah adanya isu jual-beli jabatan. Di lingkungan Kementerian Keuangan dan menyatakan bahwa pengisian jabatan dilakukan berdasarkan profesionalitas.

Meski pencopotannya telah resmi, pemerintah hingga Senin, 14 September 2026, belum memberikan penjelasan terbuka. Mengenai alasan spesifik Presiden Prabowo memberhentikan Purbaya dari jabatan Menteri Keuangan.

Sejumlah analisis kemudian menghubungkan pergantian tersebut dengan berbagai persoalan selama masa kepemimpinannya. Mulai dari arah kebijakan ekonomi, pengelolaan fiskal, koordinasi kebijakan, hingga kondisi pasar.

Belum Ada Keterangan Resmi

Namun, hal-hal tersebut belum dapat dipastikan sebagai alasan pencopotan. Karena belum ada keterangan resmi dari Presiden maupun Istana yang menyatakan penyebabnya.

Masa jabatan Purbaya juga berlangsung ketika pemerintah menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Sejumlah kebijakannya diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan likuiditas dan berbagai langkah fiskal.

Di sisi lain, periode tersebut turut diwarnai perhatian terhadap kondisi rupiah, pengelolaan defisit anggaran, serta kepastian arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Baca Juga: Purbaya Mendadak Keluar Rapat DPD, Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Seluruh kondisi tersebut menjadi bagian dari latar belakang masa kepemimpinannya. Tetapi tidak dapat secara langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab pemberhentiannya.

Pencopotan pada Senin, 14 September 2026, menjadi perubahan kedua pada posisi Menteri Keuangan. Sejak pemerintahan Prabowo Subianto dimulai pada Oktober 2024.

Sri Mulyani sebelumnya meninggalkan jabatan tersebut pada September 2025 dan digantikan oleh Purbaya. Setahun kemudian, Purbaya kembali diberhentikan dari posisi yang sama sehingga terjadi pergantian Menteri Keuangan dalam waktu relatif singkat. (Berbagai Sumber)

(Jingga Sonjaya)