spot_imgspot_img
Sabtu 3 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 79

Dukung Kerja Kader Posyandu Pamalayan, Asep Rahmat Beri Laptop

0
Asep Rahmat fokusjabar.id
Penyerahan bantuan laptop oleh Herawati istri Asep Rahmat di desa pamalayan

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Asep Rahmat memberikan bantuan satu unit laptop dan satu unit printer untuk mendukung aktivitas administrasi dan pelaporan kader Posyandu Desa/Kecamatan Pamalayan.

Bantuan tersebut di serahkan oleh istri Asep Rahmat, Herawati kepada TP Posyandu Desa Pamalayan di Aula Desa setempat, Selasa (15/09/2026).

BACA JUGA:

Bukan Sekadar Beasiswa, UPZ Darussalam Ciamis Siapkan Duta Zakat Kampus

Herawati mengatakan, bantuan laptop di berikan untuk membantu kader Posyandu dalam menjalankan berbagai pekerjaan administrasi. Termasuk pelaporan kegiatan dan administrasi PKK.

“Ini untuk membantu kegiatan Posyandu di Pamalayan. Terutama untuk pelaporan PKK dan administrasi,” kata Herawati.

Menurutnya, kebutuhan perangkat pendukung menjadi bagian penting dalam menunjang pekerjaan kader.

Ia juga membuka peluang untuk membantu kebutuhan internet apabila nantinya di perlukan dalam proses pelaporan.

“Kalau untuk internet nanti bisa di ajukan ke Kominfo. Insyaallah Kang Asep bisa membantu,” ujarnya.

Kepala Desa Pamalayan, Agus Lutfi Mansur menyambut baik bantuan tersebut.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Asep Rahmat dan Herawati karena telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan kader Posyandu di wilayahnya.

“Alhamdulillah, kami dari Pemerintah Desa Pamalayan mengucapkan terima kasih kepada Kang Asep yang sudah membantu Posyandu,” kata Agus.

Ia menyebut, keberadaan laptop akan sangat membantu kader dalam menyelesaikan pekerjaan administrasi yang selama ini menjadi salah satu kendala.

“Selama ini Posyandu meminjam laptop ke Sekdes. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa menggunakan langsung laptop atas bantuan dari pak Asep Rahmat,” ujarnya.

Ketua TP Posyandu Desa Pamalayan, Reni Robiah Adawiyah, mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut.

Reni mengatakan, sebelumnya TP Posyandu Desa Pamalayan belum memiliki laptop khusus untuk menunjang pekerjaan kader.

Mereka masih mengandalkan laptop pribadi dan melakukan pencetakan dokumen di kantor desa.

BACA JUGA:

UPZ Darussalam Seleksi 21 Calon Mahasiswa UID, Hafalan Al-Qur’an jadi Syarat

“Sebagai TP Posyandu Desa Pamalayan, kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pak Asep sebagai anggota Dewan di Ciamis yang barusan sudah di wakilkan oleh Ibu Herawati,” ujar Reni.

Ia berharap, laptop tersebut dapat menunjang pekerjaan kader. Khususnya dalam membuat laporan dan menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi Posyandu.

“Ini sangat bermanfaat, sangat membantu pekerjaan kami sebagai Posyandu Desa Pamalayan. Alhamdulillah,” katanya.

(Mia)

Bukan Sekadar Beasiswa, UPZ Darussalam Ciamis Siapkan Duta Zakat Kampus

0
Darussalam Ciamis fokusjabar.id
Ketua UPZ Darussalam Ciamis, Ahmad Agung

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Program beasiswa dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis di Universitas Islam Darussalam (UID) tidak hanya di arahkan untuk membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan.

Para penerima beasiswa juga di proyeksikan menjadi penggerak zakat di lingkungan kampus.

BACA JUGA:

UPZ Darussalam Seleksi 21 Calon Mahasiswa UID, Hafalan Al-Qur’an jadi Syarat

Ketua UPZ Darussalam, Ahmad Agung mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan kolaborasi dengan Baznas Kabupaten Ciamis untuk membentuk program Duta Zakat Kampus.

Gagasan tersebut akan melibatkan mahasiswa penerima beasiswa Baznas sebagai bagian dari gerakan edukasi dan pengumpulan zakat, infak serta sedekah di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.

“Insyaallah kami ke depan juga berkolaborasi dengan Baznas Kabupaten Ciamis untuk membuat program semacam Duta Zakat Kampus,” ujar Ahmad Agung di UID Ciamis, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, apabila program tersebut terealisasi, jumlah Duta Zakat Kampus akan semakin bertambah.

“Mereka yang jumlahnya 10 orang tahun ini dan di tambah 10 yang tahun 2025 menjadi 20 orang. Ini menjadi Duta Zakat yang siap bekerja sama dengan UPZ Darussalam,” jelasnya.

Para mahasiswa tersebut nantinya di harapkan ikut mendorong kesadaran masyarakat kampus untuk menunaikan zakat sekaligus memperkuat pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah.

Ahmad menilai, konsep tersebut menjadi bagian penting dari pembinaan penerima beasiswa.

Bantuan pendidikan tidak berhenti pada dukungan biaya kuliah. Tetapi juga di arahkan untuk membentuk mahasiswa yang memiliki kepedulian sosial dan mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

BACA JUGA:

Kebun Karet PT Bantardawa Utama Putra di Ciamis Kebakaran

“Kita akan membina terus mereka agar mereka menjadi mahasiswa yang bisa mengisi ruang publik di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Ia berharap, para penerima beasiswa mampu berkembang menjadi mahasiswa yang unggul dalam keilmuan, keagamaan dan kepemimpinan.

Dengan begitu, program beasiswa Baznas dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi penerima tetapi juga bagi masyarakat.

(Mia)

UPZ Darussalam Seleksi 21 Calon Mahasiswa UID, Hafalan Al-Qur’an jadi Syarat

0
Mahasiswa UID fokusjabar.id
UPZ Darussalam Seleksi 21 Calon Mahasiswa penerima Beasiswa Baznas

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sebanyak 21 calon mahasiswa Universitas Islam Darussalam (UID) Ciamis mengikuti seleksi penerima beasiswa dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dari seluruh peserta, sebanyak 10 mahasiswa nantinya akan di pilih untuk menerima beasiswa tahun 2026.

Ketua UPZ Darussalam, Ahmad Agung mengatakan, proses seleksi di rancang untuk melihat lebih jauh kesiapan calon penerima. Penilaian tidak hanya menyangkut kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga prestasi dan kemampuan keagamaan.

BACA JUGA:

Bukan Lagi Sekadar Tempat Baca Buku, Perpustakaan Ciamis Dituntut Jadi Ruang Belajar Modern

“Alhamdulillah, tahun ini pendaftarnya cukup banyak. Dari 21 orang ini kami adakan seleksi,” ujar Ahmad Agung di UID Darussalam Ciamis, Selasa (15/9/2026).

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam seleksi yakni kemampuan hafalan Al-Qur’an.

Calon penerima minimal memiliki hafalan juz tertentu. Sementara beberapa peserta memiliki hafalan yang lebih banyak.

“Minimal hafal juz satu atau juz 30. Ada yang hafal sampai tiga juz, ada yang sudah lima juz,” katanya.

Selain kemampuan hafalan, kondisi ekonomi keluarga juga menjadi pertimbangan. Program tersebut di prioritaskan bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Sehingga bantuan yang di berikan dapat menunjang keberlanjutan pendidikan mereka.

Setelah lolos tahap administrasi, peserta menjalani beberapa rangkaian tes. Di antaranya, tes tertulis berupa 20 soal pilihan ganda dan lima soal esai yang berkaitan dengan pengetahuan bisnis serta program Baznas.

Peserta juga mengikuti wawancara untuk menggali motivasi mereka dalam mengikuti program beasiswa.

Mereka di minta menjelaskan alasan mendaftar, kesiapan menerima bantuan serta rencana yang akan di lakukan setelah memperoleh beasiswa.

“Kenapa dia siap menerima dana Baznas, kenapa dia bisa mendaftar sebagai mahasiswa penerima. Alasannya apa, kemudian tindak lanjut ke depan seperti apa?,” jelas Ahmad.

Tahapan seleksi juga di lengkapi dengan psikotes. Tes tersebut di lakukan untuk melihat kesiapan peserta dari sisi psikologis sebagai penerima manfaat program beasiswa.

BACA JUGA:

Maulid Nabi di Ciamis Jadi Momen Bahagia, 2 Pasangan Menikah Gratis dan 65 Anak Dikhitan

Ahmad berharap, mahasiswa yang nantinya terpilih tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga wisuda. Tetapi juga berkembang menjadi generasi yang unggul dalam berbagai bidang.

Menurutnya, dukungan Baznas melalui program beasiswa tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan akademik sekaligus membangun karakter keagamaan dan kepemimpinan.

“Kita akan membina terus mahasiswa ini agar mereka menjadi mahasiswa yang bisa mengisi ruang publik di Kabupaten Ciamis,” pungkasnya.

(Mia)

Penetapan Ketua Kadin Kota Tasik Muhamad Abdul Karim Cacat Hukum?

0
Muhammad Abdul Karim fokusjabar.id
Angga Krismeidina, bersama tim, Saat memberikan keterangan kepada Media di Langgam Coffee & Book (fokusjabar/Seda)

TASIKMAYA,FOKUSJabar.id: Penetapan Muhammad Abdul Karim sebagai Ketua Kadin Kota Tasikmalaya terpilih melalui forum yang di gelar Sabtu (12/9/2026) lalu oleh Kadin Jawa Barat menuai pertanyaan besar.

Pasalnya, proses tersebut di nilai tidak sesuai dengan mekanisme Musyawarah Kota (Mukota) ke-V Kadin dan di duga cacat hukum serta administrasi.

BACA JUGA:

Misteri Sertifikat Tanah Carik di Bumi Perkemahan Situ Cibeureum Tasikmalaya

Demikian di sampaikan Angga Krismeidina, juru bicara tim pemenangan Fauzan Wahyu Noor, salah satu bakal calon Ketua Kadin Kota Tasikmalaya yang sebelumnya di nyatakan tidak lolos dalam proses seleksi calon Ketua Kadin Kota Tasikmalaya.

Ia menuturkan, persoalan utama terletak pada status forum yang di gelar di Hotel Grand Metro. Menurutnya, agenda yang tercantum dalam undangan bukanlah Mukota namun agenda pertemuan silaturahmi.

“Acara kemarin itu bukan Mukota Kadin, tapi pertemuan biasa yang di sebut dalam undangan silaturahmi,” ungkap Angga Krismeidina saat press konferensi, Senin (14/9/2026) malam.

Dia mempertanyakan dari mana dasar hukumnya, tiba-tiba Muhammad Abdul Karim di tetapkan sebagai Ketua Kadin Kota Tasikmalaya 2026-2031.

“Kalau mau memilih Ketua Kadin seharusnya di lakukan melalui forum Mukota, berdasarkan mekanisme organisasi yang berpedoman kepada AD/RT organisasi,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, Panitia Mukota ke-V Kadin yang sebelumnya di bentuk sesuai ketentuan organisasi mengundurkan diri. Sehingga agenda Mukota tidak dapat begitu saja di lanjutkan. Terlebih hanya pertemuan agenda silaturahmi.

“Awalnya di agendakan sebagai forum silaturahmi, lalu berubah menjadi rapat anggota dan berujung pada pembentukan kepanitiaan Mukota baru dan pemilihan Ketua. Ini kegiatan yang aneh tidak sesuai ketentuan organisasi Kadin,” katanya.

“Rapat anggota ini kemudian membentuk panitia Mukota baru. Panitia yang baru pada hari yang sama langsung melakukan proses pemilihan ketua. Padahal agenda awalnya bukan Mukota Kadin, tapi hanyalah silaturahmi,” tegas Dia.

Menurutnya, jika forum tersebut di paksakan menjadi Mukota ke-V Kadin dan di gunakan untuk memilih ketua, maka seluruh hasil maupun produk pemilihannya wajib kita pertanyakan baik secara hukum maupun administrasi.

BACA JUGA:

Mukota Kadin Tasikmalaya Diwarnai Dinamika, Muhamad Abdul Karim Akhirnya Terpilih Aklamasi

Selain masalah status agenda, Dirinya juga menyoroti pembentukan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC).

Ia menyebut, terdapat persoalan dalam komposisi kepanitiaan karena yang di tunjuk mendadak saat itu  bukan berasal dari jajaran Pengurus Kadin Kota Tasikmalaya tapi anggota biasa.

“Perlu di ketahui, dalam ketentuan organisasi, mengatur bahwa unsur SC dan OC dan kepanitiaan Mukota Kadin harus berasal dari jajaran kepengurusan  bukan dari anggota,” paparnya.

“Yang di tunjuk dadakan menjadi Ketua OC saat itu Ketua HIPMI Tasikmalaya. Ini internal dan dapurnya Kadin Kadin. Tapi kenapa organisasi lain bisa mengatur?,” ucap Angga.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar masalah teknis kepanitiaan. Tetapi ini sudah menyangkut legitimasi proses Mukota Kadin dan keputusan yang di hasilkan telah melabrak aturan organisasi.

“Sudah jelas sejak awal, pertemuan tertulis agenda silaturahmi, tapi kemudian di arahkan menjadi forum yang di manfaatkan dalam mengambil keputusan untuk memiliki Ketua,” imbuhnya.

Dia menyebut, sebenarnya banyak persoalan yang tidak sesuai dengan aturan organisasi dalam proses Mukota pemilihan Ketua Kadin Kota Tasikmalaya periode 2026-2031.

BACA JUGA:

MTB Genap 6 Tahun, Viman Dorong Jadi Mitra Strategis Pemerintah Kota Tasikmalaya

“Perlu di ketahui bersama, Muhamad Abdul Karim itu tidak memenuhi syarat untuk maju mencalonkan diri sebagai Ketua. Dia tidak tercatat sebagai anggota Kadin Kota Tasikmalaya dua tahun berturut-turut. Termasuk mundurnya SC dan OC juga agenda silaturahmi malah di jadikan Mukota Kadin. Ini sudah keterlaluan. Terlalu ugal-ugalan dan terlalu banyak aturan yang di labrak,” ucapnya.

“Kami sebagai anggota Kadin mempertanyakan keabsahan proses penetapan Muhammad Abdul Karim sebagai Ketua Kadin Kota Tasikmalaya serta meminta seluruh proses pemilihan di kembalikan pada mekanisme organisasi agar sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku dalam organisasi,” pungkasnya.

(Seda)

5 Kandidat Siap Bawa HMI Tasikmalaya Lompat Lebih Tinggi

0
HMI Tasikmalaya fokusjabar.id
Ketua Umum HMI Cabang Tasikmlaya Nazmi Nurazkia

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Dinamika pergerakan mahasiswa di Tatar Galunggung kembali memasuki babak baru. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya resmi menggeliat melalui helatan akbar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-42.

​Sebagai organisasi mahasiswa Islam tertua, agenda tahunan ini bukan sekadar rutinitas pergantian tampuk kepemimpinan.

BACA JUGA:

Misteri Sertifikat Tanah Carik di Bumi Perkemahan Situ Cibeureum Tasikmalaya

Konfercab ke-42 menjadi momentum krusial untuk melahirkan nakhoda progresif yang siap menjawab tantangan zaman di Tasikmalaya.

​Restu dan Harapan dari Sang Petahana

​Ketua Umum HMI Cabang Tasikmalaya, Nazmi Nurazkia menyampaikan harapan besar agar hajat demokrasi internal ini dapat berjalan sukses, damai dan melahirkan keputusan yang maslahat bagi organisasi maupun masyarakat luas.

​”Saya mohon doa dan dukungannya dari seluruh masyarakat Tasikmalaya, para senior dan juga para alumni (KAHMI) agar Konfercab ke-42 ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ungkap Nazmi.

​Setelah melalui proses penjaringan dan verifikasi berkas yang ketat, Konfercab kali ini mengerucutkan lima nama bakal calon ketua umum terbaik.

Mereka adalah Rendi Rizki Sutisna, Dian Purnama, Dikri Rizki Ramadhan, Ahmad Riza Hidayat dan Aji Samiaji.

​Kelima figur mumpuni ini di yakini membawa formula segar untuk meningkatkan kualitas kaderisasi serta mengakselerasi cita-cita mulia HMI dalam mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.

​Apresiasi untuk Solidaritas Komisariat dan Panitia

​Kesuksesan suksesi kepemimpinan ini tentu tidak lepas dari peran aktif seluruh pengurus komisariat di bawah naungan HMI Cabang Tasikmalaya yang konsisten mendelegasikan kader-kader unggulannya.

BACA JUGA:

Bukan Cuma Pintar, Al Muttaqin Tasikmalaya Ingin Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak

​Apresiasi tinggi juga di sematkan kepada jajaran Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC).

Kerja keras mereka dari meja administrasi hingga hari persidangan memastikan roda organisasi tetap berjalan di atas rel konstitusi.

​Kini, seluruh mata kader hijau hitam dan publik Tasikmalaya tertuju pada panggung Konfercab ke-42. Gagasan progresif seperti apa yang akan di eksekusi oleh ketua umum terpilih nanti.

(Abdul Latif)

Kebun Karet PT Bantardawa Utama Putra di Ciamis Kebakaran

0
PT Bantardawa Putra Utama fokusjabar.id
Personel Damkar saat memadamkan api

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Lahan perkebunan karet milik PT Bantardawa Putra Utama di Dusun Sukadana Desa Bantardawa Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) kebakaran.

Di duga api berasal dari pembakaran rumput yang di tinggal pergi oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

BACA JUGA:

Maulid Nabi di Ciamis Jadi Momen Bahagia, 2 Pasangan Menikah Gratis dan 65 Anak Dikhitan

Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi pengendalian dan penanganan kebakaran, Trisyanto menyebut, kebakaran lahan perkebunan karet milik PT Bantardawa Utama Putra tidak meluas ke area lainya karena kesigapan personel Damkar pos WMK Banjarsari.

Menurut Trisyanto, kobaran api pertama kali di ketahui warga muncul di tengah perkebunan. Kejadian itu langsung di laporkan ke pos Damkar WMK Banjarsari.

“Kejadian kebakaran itu Senin (14/9/2026) malam,” kata Trisyanto, Selasa (15/9/2026).

Dia mengatakan, kejadian kebakaran itu berhasil di padamkan berkat kecepatan laporan yang langsung di respon petugas pos Damkar WMK Banjarsari.

“Api yang sedang membakar lahan itu hanya dalam beberapa waktu berhasil di kuasai dan tidak sampai meluas ke area lahan karet lain nya,” kata Dia.

BACA JUGA:

Krisis Air Bersih Meluas di Ciamis, 1,36 Juta Liter Bantuan Disalurkan ke 44 Desa

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada kebakaran. Mengingat saat ini musim kemarau masih terjadi dan cuaca cukup terik.

“Jangan membakar sampah sembarangan apalagi tidak di tunggui dan ketika berada di hutan jangan buang puntung rokok dalam kondisi masih menyala,” pungkasnya.

Kebakaran lahan perkebunan bukan “bencana alam” semata. 80 persen di sebabkan oleh ulah manusia. Sisanya 20 persen di perparah oleh cuaca.

Mencegah lebih murah dari memadamkan. Menjaga lebih mudah dari memulihkan.

(Husen Maharaja)

Persib Baandung Luncurkan Jersey Khusus ACL Two 2026/2027

0
jersey persib bandung fokusjabar.id
Persib Luncurkan Jersey Khusus untuk Tampil di ACL Two 2026/2027. (Media Officer Persib)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Menyambut keikutsertaan Maung Bandung pada AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027, Persib Bandung resmi meluncurkan jersey khusus yang akan di kenakan pada kompetisi antarklub Asia tersebut.

Mengusung semangat “Edankeun di Asia”, jersey ini menjadi representasi tekad skuad Maung Bandung untuk membawa identitas Bandung sekaligus kebanggaan Indonesia ke panggung yang lebih luas.

BACA JUGA:

Persib Bandung Kalah dari Persija Jakarta, Ini Kata Igor Tolic

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan mengatakan, bagi Persib perjalanan ke Asia bukan hanya tentang pertandingan dan hasil akhir. Tetapi juga tentang sejarah, identitas, dukungan Bobotoh serta tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik ketika membawa nama Indonesia.

Perjalanan ini juga akan di bersamai oleh Indofood melalui Indomie yang kembali mendukung Persib di kompetisi Asia musim 2026/2027 untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

“Bagi kami, tampil di Asia adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Persib berangkat dari Bandung, tetapi ketika berada di panggung Asia, kami membawa harapan yang lebih luas,” kata Adhitia.

Karena itu, Persib ingin menjalani perjalanan ini dengan rendah hati, bekerja sebaik mungkin dan terus belajar dari setiap pertandingan.

Adhitia juga bersyukur karena perjalanan ini tidak di jalani sendiri.

“Ada Bobotoh yang selalu memberikan dukungan serta para mitra yang terus berjalan bersama Persib. Semoga kebersamaan ini menjadi energi positif bagi tim untuk memberikan yang terbaik dan membuat masyarakat Indonesia bangga,” ujar Adhitia.

BACA JUGA:

Jelang El Clasico Lawan Persija, Pelatih Persib Igor Tolic Bidik Tiga Poin di GBK

Kompetisi ACL Two menjadi kesempatan bagi Maung Bandung untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman dan menunjukkan karakter Persib di tengah persaingan klub-klub Asia.

Jersey Home dan Away

Jersey Home untuk tampil di Asia masih menggunakan warna biru yang merepresentasikan kesetiaan dan hubungan kuat Persib dengan Bobotoh.

Warna tersebut membawa sejarah, harapan dan semangat yang terus di wariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Jersey Away hadir dalam warna Putih yang merepresentasikan ketulusan dan kesetiaan dukungan yang tidak mengenal batas.

Dukungan Bobotoh tidak berhenti ketika Persib meninggalkan Bandung, tetapi turut menyertai tim ketika tampil di berbagai tempat. Termasuk di negeri seberang.

Kedua jersey tersebut menghadirkan grafis berbentuk perisai yang merepresentasikan keteguhan dan kesungguhan dalam menghadapi setiap tantangan.

Elemen ini sekaligus menjadi simbol semangat Persib Bandung untuk terus berjuang dan menjaga identitasnya di tengah persaingan.

Dari sisi material, jersey ACL Two 2026/27 menggunakan Jacquard yang di rancang untuk memberikan kombinasi kekuatan, bobot yang ringan, elastisitas serta kenyamanan ketika di kenakan dalam aktivitas pertandingan.

Karakteristik tersebut semakin terlihat melalui struktur rajutan 3D pada materialnya. Jika di perhatikan lebih dekat, terdapat titik-titik kecil yang saling terhubung satu sama lain.

Detail ini membawa makna tentang perjalanan Persib. Di mana setiap elemen menjadi bagian dari keseluruhan yang lebih besar.

Pemain, pelatih, klub, Bobotoh, Bandung, mitra dan masyarakat Indonesia saling terhubung dalam satu perjalanan.

(Arif)