spot_imgspot_img
Sabtu 3 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 89

PNM Bawa 250 Perempuan UMKM Banjar Naik Kelas, Pembiayaan Capai Rp312 Miliar

0
BANJAR< FOKUSjabar.id
Keterangan foto: Suasana kegiatan Penguatan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar PNM Cabang Tasikmlaya di Aula Somahna Banjar Dibuana Kota Banjar.

BANJAR,FOKUSJabar.id: Ratusan ibu rumah tangga memadati Aula Somahna Banjar Dibuana, Kota Banjar, Sabtu (12/9/2026). Mereka mengikuti ajang Penguatan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar bentukan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tasikmalaya.

Mengusung tema “Perempuan Berdaya UMKM Naik Kelas, Bersama PNM Menuju Ekonomi Berkelanjutan”, acara ini merangkul 250 nasabah perempuan pilihan. Seluruh peserta mempelajari strategi bisnis untuk memperkuat fondasi ekonomi keluarga.

Baca Juga: Keluarga Besar Alumni Fakultas Ekonomi Unpad Angkatan 70 Silaturami ke Wali Kota Banjar

Sebanyak 19 stan UMKM lokal turut memamerkan ragam produk kuliner dan kerajinan tangan.

Sejumlah pejabat daerah menghadiri kegiatan ini, mulai dari Kepala Dinas KUKMP Kota Banjar Hj. Sri Sobariah, Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati, hingga perwakilan BRI, Pegadaian, BRI Life, dan BRINS.

Pembiayaan Tembus Rp312 Miliar dan Pendampingan Berkelanjutan

Pemimpin Cabang PNM Tasikmalaya, Ara Koswara, menegaskan bahwa PNM tidak sekadar menyalurkan modal usaha. Pihaknya memberikan pelatihan intensif agar nasabah mandiri secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah pada hari ini, kami dari PNM Cabang Tasikmalaya telah menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Usaha atau PKU Akbar yang dihadiri oleh nasabah-nasabah di Kota Banjar. Dan alhamdulillah di Kota Banjar ini kami sudah memiliki nasabah 101 ribu dengan total eksposur di angka Rp312 miliar,” kata Ara.

Ara menargetkan produk UMKM Kota Banjar memiliki daya saing tinggi hingga mampu menembus pasar internasional.

“Insyaallah ke depannya UMKM di Kota Banjar ini bisa lebih baik lagi. Saat ini para pelaku UMKM tidak hanya memiliki semangat luar biasa untuk terus berkarya, tetapi juga berpotensi besar menghasilkan produk berkualitas hingga nantinya UMKM bisa go international,” tegas Ara.

Apresiasi Pemerintah Daerah untuk Pemberdayaan Perempuan

Kepala Dinas KUKMP Kota Banjar, Hj. Sri Sobariah, menyambut positif komitmen PNM dalam membina para pelaku usaha perempuan. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi perempuan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang terlaksana di Banjar ini, dengan harapan nantinya PNM tidak sekadar memfasilitasi keuangan dengan pembiayaan, namun juga bisa memberdayakan perempuan-perempuan hebat di Kota Banjar agar perekonomian masyarakat bisa semakin maju,” tutur Sri.

Acara berakhir dengan sesi hiburan interaktif dan pembagian doorprize. Para peserta pulang membawa pengetahuan baru dan strategi bisnis untuk mengembangkan usaha mereka di Kota Banjar.

(Abdul Latif)

6 Tahun Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Pangandaran Patungan Bangun Sendiri

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: warga sedang gotong royong bangun jalan rusak

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Tak kunjung mendapat kepastian anggaran dari pemerintah, warga Dusun Liunggunung, Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, berinisiatif memperbaiki jalan rusak secara swadaya.

Akses jalan yang rusak parah selama kurang lebih enam tahun tersebut akhirnya dikerjakan warga dengan menggalang dana dari masyarakat dan donatur sejak Agustus 2026.

Baca Juga: 16.295 Orang Ikut Survei Reaktivasi KA Banjar-Cijulang, Harapan Besar untuk Ekonomi Pangandaran

Seorang warga Dusun Liunggunung, Usup Supriadi, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik kini telah memasuki segmen kedua pada titik kerusakan terparah.

“Ini dibangun sudah sebulan yang lalu, dari bulan Agustus kemarin. Sampai saat ini alhamdulillah sudah di segmen kedua, jalan yang paling parah. Ini sudah menghabiskan 54 sak semen,” ujar Usup saat dikonfirmasi di lokasi, Sabtu (12/9/2026) siang.

Patungan Warga hingga Pinjam Bahan ke Toko Material

Usup menjelaskan bahwa seluruh biaya perbaikan murni bersumber dari swadaya masyarakat lokal, pelaku usaha, hingga partisipasi pribadi sejumlah aparatur pemerintahan.

“Anggaran ini murni dari swadaya masyarakat, dari mulai masyarakat kecil sampai pengusaha. Banyak juga dari aparatur pemerintahan, namun dari uang pribadi. Sementara dari pihak pemerintah pusat belum ada anggaran yang pasti,” katanya.

Keterbatasan dana membuat pengerjaan berlangsung secara bertahap. Ketika pasokan material menipis sementara dana belum terkumpul, warga terpaksa berutang ke toko material setempat.

“Kadang kalau tidak ada uang, tapi mau jalan, kami pinjam dulu ke material. Nanti kalau sudah ada lagi uang terkumpul dari donatur, kami bayarkan,” ucap Usup.

Hingga saat ini, donasi yang terkumpul baru mencapai sekitar Rp5,8 juta dari total estimasi kebutuhan sebesar Rp25 juta. Besaran sumbangan bervariasi dengan donasi tertinggi senilai Rp600 ribu dan Rp500 ribu.

Akses Vital Penghubung Antardesa

Dari total jalan rusak sepanjang 1 kilometer dengan 700 meter dalam kondisi rusak parah warga baru mampu memperbaiki sekitar 100 meter pada titik terparah.

“Diambil titik yang paling parah saja yang kita perbaiki. Tapi masih banyak sekali yang kurang,” ujarnya.

Padahal, rute ini merupakan akses harian vital bagi petani, pedagang, dan anak sekolah di Desa Legokjawa, sekaligus jalan penghubung menuju Desa Batumalang, Kecamatan Cimerak.

Usup mewakili warga berharap Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mendengarkan aspirasi ini dan menurunkan bantuan anggaran.

“Kami mohon bantuan dari Ibu Bupati dan Pak Gubernur Jabar agar segera menindaklanjuti jalan-jalan desa seperti di kami ini. Ini jalan tidak terlalu panjang, cuma satu kilometer. Bagi pemerintah mungkin tidak terlalu susah,” Pungkas Usup.

(Sajidin)

Kalah dari Persija Jakarta, Luka Menalo Kecewa

0
Luka Menalo kecewa fokusjabar.id
Luka Menalo (kiri) foto: Arif

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Pemain Persib Bandung, Luka Menalo kecewa dengan hasil pertandingan pekan kedua kompetisi Super League 2026/2027 saat menghadapi Persija Jakarta.

Skuad Maung Bandung gagal meraih poin setelah takluk dengan skor tipis 2-1.

BACA JUGA:

Jelang El Clasico Lawan Persija, Pelatih Persib Igor Tolic Bidik Tiga Poin di GBK

Dua gol Persija di cetak A. Jeremejeff 41′ danMamut 90+5′. Sedangkan gol tunggal skuad Maung Bandung di cetak oleh Balsa Sekulić 81′.

Luka Menalo mangaku kecewa dan tidak mudah menerima kekalahan. Apalagi gol lawan di cetak saat memasuki tambahan waktu.

“Sungguh, ini hasil yang sangat sulit untuk di terima,” kata Luka Menalo.

Dalam pertandingan tersebut, Luka Menalo turun sebagai pemain pengganti dan tampil apik. Masuk di menit ke-63, ia mendapatkan dua peluang yang salah satunya menerpa tiang.

Luka Menalo juga membukukan assist untuk gol penyama kedudukan yang di ciptakan Balsa Sekulic saat pertandingan memasuki menit ke-81.

BACA JUGA:

Saddil Ramdani Bicara Soal Rumah Barunya Persebaya Surabaya

“Tidak banyak yang bisa saya sampaikan. Saya sangat kecewa hari ini dan sama sekali tidak bahagia dengan hasil pertandingan ini,” tambah Menalo.

Sementara itu, setelah pertandingan ini skuad Maung Bandung akan langsung fokus mempersiapkan diri untuk laga perdana AFC Champions League Two 2026/2027.

(Arif)

16.295 Orang Ikut Survei Reaktivasi KA Banjar-Cijulang, Harapan Besar untuk Ekonomi Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Ilustrasi by web

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Rencana reaktivasi jalur kereta api Banjar-Cijulang mendapat respons luas dari masyarakat. Sebanyak 16.295 responden berpartisipasi dalam survei mengenai pengaktifan kembali jalur kereta api tersebut.

Sebanyak 6.752 responden merupakan warga Kabupaten Pangandaran. Sementara 9.543 responden lainnya berasal dari luar daerah, termasuk wisatawan.

Baca Juga: Gempa M5.9 di Jakarta Terasa hingga Pangandaran

Hasil survei menunjukkan kelompok usia produktif 26–35 tahun mendominasi partisipan. Pada kelompok warga Pangandaran, persentase usia tersebut mencapai 37,3 persen, sedangkan dari kelompok luar daerah sebesar 31,1 persen.

Dari sisi pendapatan, mayoritas responden berpenghasilan Rp2 juta hingga Rp5 juta per bulan (41,7 persen warga Pangandaran dan 34,4 persen wisatawan). Dari aspek pekerjaan, PNS mendominasi warga lokal (25,4 persen), sementara pegawai swasta mendominasi warga luar daerah (28,1 persen).

Potensi Ekonomi Berbasis Cagar Budaya

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Ghaniyy Fahmi Basyah, menilai reaktivasi ini tidak sekadar menyediakan moda transportasi umum.

Jalur ini melintasi cagar budaya bersejarah seperti Jembatan Cikacepit dan Terowongan Wilhelmina yang berpotensi menjadi daya tarik wisata.

“Tumbuhnya wilayah regional berbasis cagar budaya akan membangkitkan sektor unggulan yang berdampak terhadap kontribusi nilai produksi bruto daerah,” kata Ghaniyy melalui pesan WhatsApp, Sabtu (12/9/2026).

Ia menambahkan bahwa jalur kereta ini memperkuat konektivitas antardaerah serta menekan kesenjangan ekonomi kawasan.

“Dengan hadirnya kereta api, akses antarwilayah akan lebih merata, pergerakan orang dan barang lancar, serta kesenjangan ekonomi antardaerah bisa ditekan,” ujarnya.

Responden Tersebar dari Jawa Barat hingga Papua

Responden asal luar daerah didominasi oleh warga Jawa Barat, seperti Ciamis, Banjar, Tasikmalaya, dan Bandung.

Survei ini juga menjangkau responden dari Jakarta, Kalimantan, Medan, Bali, Sulawesi, hingga Papua. Dari segi gender, kelompok warga Pangandaran didominasi perempuan (51,3 persen), sedangkan kelompok wisatawan didominasi laki-laki (66,6 persen).

Data survei dengan belasan ribu partisipan ini memperlihatkan besarnya harapan publik terhadap pengaktifan kembali KA Banjar-Cijulang. Proyek ini mampu memperkuat pariwisata, pelestarian cagar budaya, dan pertumbuhan ekonomi di Priangan Timur.

(Sajidin)

Cabai Rawit Domba Tembus Rp90 Ribu, Buncis Naik 2 Kali Lipat di Pasar Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Keberadaan Buncis dan Waluh hijau ( Labu Siam) di Pasar Manis Ciamis mulai langka

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sejumlah komoditas sayuran di Pasar Manis Ciamis, Jawa Barat, mengalami kenaikan harga signifikan, Sabtu (12/9/2026). Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai rawit domba yang menyentuh angka Rp90.000 per kilogram.

Selain lonjakan harga, beberapa jenis sayuran mulai langka dan menghilang dari lapak pedagang, seperti buncis dan waluh hijau (labu siam).

Baca Juga: Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Tabrak Pedagang Cilok di Ciamis hingga Gerobaknya Hancur

Kelangkaan dua komoditas ini diduga akibat dampak musim kemarau di tingkat petani. Banyak tanaman sayur mati meranggas sehingga pasokan ke pedagang terhenti.

Harga Buncis Melonjak Dua Kali Lipat, Stok Labu Siam Kosong

Para pedagang di Pasar Manis mengaku kesulitan mendapatkan pasokan buncis dan labu siam sejak empat hari terakhir.

“Untuk hari ini stok buncis di lapak saya hanya ada beberapa kantong kecil,” ujar Ujang, salah seorang pedagang di Pasar Manis Ciamis, Sabtu (12/9/2026).

Ujang menambahkan, stok labu siam di lapaknya bahkan sudah habis total karena pasokan dari bandar besar terhenti.

Ketersediaan buncis yang terbatas memicu lonjakan harga hingga dua kali lipat. Harga buncis yang semula Rp12.000 per kilogram melonjak menjadi Rp24.000 per kilogram.

Pedagang Keluhkan Berkurangnya Pasokan

Kondisi kelangkaan barang membuat para pedagang kesulitan memenuhi permintaan konsumen sehari-hari.

“Saya bingung harus menjual apa, padahal konsumen banyak yang mencari kedua barang itu (buncis dan labu siam),” ungkap Ujang.

Para pedagang berharap pasokan sayuran dari daerah penghasil kembali normal agar harga di pasar dapat stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

(Husen Maharaja)

Persib Bandung Kalah dari Persija Jakarta, Ini Kata Igor Tolic

0
Persib Bandung Persija fokusjabar.id
Pelatih Persib, Igor Tolic bersama Luka Menalo. (Arif)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Persib Bandung gagal meraih poin setelah takluk 2-1 dari Persija Jakarta pada pertandingan tandang Super League 2026/2027.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026), dua gol Persija di cetak A. Jeremejeff 41′ dan Mamut 90+5′.

BACA JUGA:

Saddil Ramdani Bicara Soal Rumah Barunya Persebaya Surabaya

Sedangkan gol tunggal skuad Maung Bandung di cetak oleh Balsa Sekulić 81′.

Setelah pertandingan, pelatih Persib Bandung, Igor Tolic menyampaikan permintaan maaf kepada Bobotoh karena gagal meraih poin dari kandang Macan Kemayoran.

“Pertama-tama, saya ingin meminta maaf kepada para fans,” kata Igor Tolic saat konferensi pers.

Lebih lanjut Igor Tolic mengatakan, pada pertandingan tersebut skuad Maung Bandung tidak tampil maksimal, sehingga sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama.

Memasuki 30 menit akhir pertandingan, Persib mulai tampil baik dan bisa menyamakan kedudukan melalui gol Balsa Sekulic.

“Dalam 60 menit pertama, kami bisa dibilang, tidak bermain dengan baik. Kemudian dalam 30 menit terakhir, ketika kami melakukan beberapa perubahan, kami menunjukkan bagaimana seharusnya kami bermain dalam pertandingan seperti ini,” ungkapnya.

“Saya pikir dalam 30 menit terakhir kami bermain lebih berani, kami ingin mencetak gol, melakukan pressing, berlari, meminta bola, dan berani mengambil risiko,” jelasnya.

Igor Tolic mengatakan, skuad Maung Bandung sebenarnya memiliki beberapa peluang, namun gagal dimaksimalkan dengan baik.

BACA JUGA:

Sandy Walsh: Suntikan Motivasi Bobotoh Luar Biasa

“Kami sebenarnya sempat punya peluang untuk membuat skor menjadi 1-1, tapi ada sedikit kesalahan,” ujarnya.

Igor Tolic menilai, Persija seperti tampilan di laga final saat menghadapi Persib, lantaran sudah lama tidak menang atas skuad Maung Bandung.

“Jadi secara keseluruhan, sekali lagi, jadi selamat untuk Persija.Bagi mereka pertandingan ini seperti final Liga Champions. Sudah cukup lama mereka tidak menang atas kami. Hari ini mereka sedikit lebih beruntung dan pantas meraih kemenangan,” jelasnya.

(Arif)

Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Tabrak Pedagang Cilok di Ciamis hingga Gerobaknya Hancur

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketpot : Kejadian laka lantas yang menimpa tukang cilok di jalan Jendral Sudirman Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Yoyo, seorang pedagang cilok, harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ciamis usai menjadi korban kecelakaan tabrak belakang saat sedang berjualan, Sabtu (12/9/2026) siang.

Korban sempat tidak sadarkan diri di atas trotoar Jalan Jendral Sudirman, tepatnya di dekat kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Baca Juga: Dua King Kobra Besar Saling Belit di Tumpukan Kayu, Damkar Ciamis Turun Tangan

Kecelakaan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka lecet di sekujur tubuhnya. Selain itu, roda atau gerobak cilok miliknya hancur berantakan akibat hantaman keras kendaraan tersebut.

DUgaannya sopir mobil mengantuk saat berkendara sehingga tidak melihat pedagang cilok yang sedang berjalan di tepi jalan.

Saksi kejadian, Yanyan, mengonfirmasi insiden kecelakaan lalu lintas yang menimpa pedagang cilok tersebut.

“Kejadian laka lantas yang mengakibatkan pedagang cilok itu luka tadi siang,” kata Yanyan, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Persikad Depok vs PSGC Ciamis di Liga 2 Malam Ini

Yanyan menjelaskan, peristiwa berawal saat korban sedang mendorong gerobak ciloknya menuju arah pusat Kota Ciamis. Secara tiba-tiba, sebuah mobil dari arah yang sama menghantam korban dari belakang di lokasi kejadian.

“Korban saat ini sudah ada di rumah sakit untuk perawatan tim medis,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)