spot_imgspot_img
Jumat 14 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 89

AHY Sebut Banjar Punya Potensi Besar, Sudarsono Perkuat Kolaborasi di Kunci Bersama Summit 2026

0
Banjar, FOKUSjabar.id
Caption: Para bupati, Wali Kota dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono. (istimewa/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Para kepala daerah kembali menggelorakan semangat memperkuat kolaborasi lintas batas dalam gelaran Kunci Bersama Summit 2026 di Casa Grande Ballroom, Marlynn Park Jakarta, Senin (27/07/2026).

Wali Kota Banjar, Sudarsono, menghadiri langsung forum strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan dari kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah tersebut.

Baca Juga: Aksioma Desak Kejari Banjar Segera Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DPRD Jilid 2

Mengusung tema sinergi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, Kunci Bersama Summit 2026 menjadi wadah penting untuk menyatukan potensi daerah. Serta merumuskan langkah percepatan pembangunan kawasan.

Momentum strategis ini juga menandai penandatanganan kerja sama antara anggota Kunci Bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT BIJB Kertajati, serta KADIN Indonesia.

Kerja sama tersebut mencakup sektor ketahanan pangan, UMKM, digitalisasi, pariwisata, investasi daerah, hingga peningkatan kapasitas SDM dan pelayanan publik.

Selain itu, kesepakatan ini juga mengarah pada pemanfaatan aset daerah, pengelolaan lingkungan hidup, serta penyusunan studi kebijakan kawasan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan keyakinannya bahwa Kunci Bersama mampu menjadi motor penggerak utama kawasan perbatasan.

Porensi Beasar dari Kolaborasi Kunci Bersama

AHY menilai anggota Kunci Bersama menyimpan potensi besar yang bisa berkembang optimal melalui kolaborasi. Ia mencontohkan Kabupaten Kuningan, Kabupaten Ciamis, dan Kota Banjar yang berpeluang besar menjadi koridor hijau dan pangan.

Sementara itu, Wali Kota Banjar Sudarsono menegaskan bahwa Kunci Bersama Summit 2026 menjadi momentum krusial untuk mempererat sinergi antaranggota.

“Potensi besar yang dimiliki setiap anggota sepatutnya disinergikan dalam sebuah kerja sama yang harmonis. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis dapat membangun ekosistem dan kemajuan kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Sudarsono menambahkan, kerja sama lintas wilayah ini membuka peluang investasi baru, memperluas konektivitas ekonomi, serta mendongkrak kesejahteraan masyarakat di perbatasan.

Sejumlah pejabat mendampingi Wali Kota Banjar dalam acara tersebut. Antara lain Sekretaris Daerah Kota Banjar, Asisten Kemasyarakatan dan Kesra. Kemudian hadir juga Kepala DPMPTSP, Kepala Dinas KUKMP, Kepala Bappelitbangda, Kabag Pemerintahan, serta Ketua KADIN Kota Banjar.

(Agus Purwadi)

Baznas Kabupaten Tegal Studi Tiru UPZ Desa ke Ciamis, Tertarik Model Penghimpunan Zakat

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Keberhasilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis membangun jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa kembali menyedot perhatian daerah lain.

Jajaran Baznas Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, bertandang ke Kabupaten Ciamis untuk mempelajari secara langsung strategi penghimpunan zakat berbasis desa tersebut, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: 62 Mahasiswa INU Ciamis Resmi Terjun KKN-IK 2026, Pemkab Titip Pesan Bangun Desa

Ketua Baznas Kabupaten Tegal, Ahmad Rofiqi, menjelaskan bahwa pimpinan dan timnya memfokuskan kunjungan studi tiru ini untuk membedah sistem pembentukan UPZ Desa. Langkah terobosan Baznas Ciamis ini tergolong istimewa dan belum banyak beroperasi di daerah lain.

“Kami datang ke Baznas Kabupaten Ciamis dengan tujuan studi tiru. Hal yang paling istimewa di sini adalah optimalisasi pembentukan UPZ Desa. Program seperti ini belum kami miliki dan mungkin juga belum banyak diterapkan di Baznas lain di Indonesia,” ujar Ahmad Rofiqi.

Rofiqi mengungkapkan bahwa jaringan UPZ di Kabupaten Tegal saat ini baru menjangkau lingkungan pemerintah daerah, sekolah/madrasah, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), serta rumah ibadah. Sementara itu, wilayah pedesaan menyimpan potensi zakat, infak, dan sedekah yang melimpah namun belum tergarap maksimal.

“Potensi zakat di desa sebenarnya sangat besar. Karena itu, salah satu tujuan utama kami datang ke Ciamis adalah mempelajari bagaimana proses pembentukan UPZ Desa agar penghimpunan zakat bisa menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah,” katanya.

UPZ Desa Berjalan Secara Sistematis

Pemaparan jajaran Baznas Ciamis memberikan gambaran jelas bahwa pembentukan UPZ Desa berjalan secara sistematis serta taat pada regulasi resmi.

“Dari pemaparan tadi kami mengetahui bahwa pembentukan UPZ Desa tidak dilakukan secara instan. Ada proses dan tahapan yang harus dilalui. Insyaallah, jika kami mengikuti tahapan tersebut, kami optimistis dapat menerapkannya di Kabupaten Tegal,” ungkapnya.

Rofiqi pun menaruh harapan besar agar jalinan silaturahmi kedua lembaga ini terus berlanjut. Pihaknya membutuhkan pendampingan berkelanjutan dari Baznas Ciamis saat merealisasikan pembentukan UPZ Desa di 287 desa se-Kabupaten Tegal.

“Kami berharap komunikasi dan kerja sama ini terus berlanjut. Alhamdulillah, pimpinan dan Kepala Pelaksana Baznas Kabupaten Ciamis siap memberikan pendampingan kepada kami dalam proses pembentukan UPZ Desa,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Baznas Kabupaten Ciamis Lili Miftah menegaskan bahwa Program Infak Desa senantiasa menjadi magnet utama bagi daerah luar yang datang berkunjung. Keunggulan program ini terletak pada kecepatan penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan.

“Ketika daerah lain lebih banyak fokus pada instrumen penghimpunan, Infak Desa di Ciamis justru mengedepankan kecepatan dampak sosial di lapangan. Formula inilah yang membuat banyak pemerintah daerah datang untuk belajar ke Ciamis,” ujar Lili.

Konsistensi Merawat Tradisi Gotong Royong

Lili menerangkan, konsistensi masyarakat dalam merawat tradisi gotong royong menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Kebiasaan warga menyisihkan sisa uang belanja harian dalam nominal kecil mampu terhimpun menjadi dana komunal berdaya guna tinggi.

“Kami bangga dengan gerakan ini. Petugas menghimpun koin-koin dari tabungan warga desa, namun dana komunal tersebut mampu membantu membangun rumah layak huni, membiayai pengobatan warga sakit, dan memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Inilah kekuatan gotong royong yang tumbuh di Ciamis,” katanya.

Lili menambahkan, hingga pertengahan 2026, Baznas Kabupaten Ciamis terus menerima kunjungan kerja dari berbagai kabupaten/kota lintas provinsi.

“Selain dari Jawa Tengah, kunjungan juga datang dari Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera hingga Aceh untuk mempelajari tata kelola zakat, terutama model pembentukan UPZ Desa dan pengelolaan Program Infak Desa yang berhasil meningkatkan penghimpunan sekaligus mempercepat penyaluran manfaat kepada masyarakat,” pungkasnya.

(Mia)

Musik Karaoke Liar di Situ Cibeureum Tasikmalaya Tuai Protes Warga, Kelurahan Siapkan Aturan Tegas

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Keterangan foto: Suasana musyawarah warga di Aula Kantor Kelurahan Tamanjaya membahas warung karaoke di Situ Cibeureum yang membuat warga geram.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Situ Cibeureum di Kelurahan Tamanjaya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, yang selama ini menjadi ikon wisata air nan asri, mendadak memanas.

Bukannya menyajikan ketenangan, kawasan wisata ini justru memicu konflik akibat dentuman musik bising dari warung-warung karaoke liar.

Baca Juga: Gotong Royong Warga Parungponteng dan Satgas TMMD ke-129

Puncak kekesalan masyarakat akhirnya memicu musyawarah sengit di aula Kelurahan Tamanjaya, Senin (27/7/2026).

Plt Lurah Tamanjaya, Abay Bayani, memimpin langsung rapat yang menghadirkan warga, pemilik warung, tokoh agama, hingga aparat keamanan tersebut. Namun, suasana musyawarah berjalan sangat alot dan diwarnai aksi saling bantah.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kelurahan Tamanjaya, Ustaz Ayub, melontarkan kritik pedas saat merespons klaim para pemilik warung. Para pengusaha berdalih telah meredam suara bising musik mereka.

Ustaz Ayub mematahkan argumen tersebut karena ia masih kerap mendengar dentuman musik malam meski letak rumahnya jauh dari danau.

“Saya yang rumahnya jauh saja masih bisa mendengarnya. Di forum ini, semua seperti tidak jujur menyampaikan fakta,” tegas Ustaz Ayub di hadapan peserta rapat.

Lemahnya Penegakan Hukum

Sikap saling melempar alasan ini melukai perasaan warga sekitar. Selain mengalami kelelahan fisik akibat gangguan tidur saban malam, warga merasa pihak berwenang mengabaikan jeritan hati mereka.

Di tengah suasana yang kian tegang, Ketua LPM Kelurahan Tamanjaya, Rudianto, S.Pd.I., membongkar akar masalah yang sebenarnya. Ia melihat persoalan Situ Cibeureum melampaui masalah volume suara yang terlalu keras semata.

Rudianto menilai lemahnya penegakan hukum dan pengawasan operasional menjadi pemicu utama. Longgar izin bangunan hingga bebasnya aktivitas malam membuat para pemilik warung seolah kebal hukum.

“Kalau aturan ditegakkan disertai sanksi yang jelas, persoalan seperti ini tidak akan terus berulang,” ujar Rudianto.

Ia menambahkan bahwa pembiaran terhadap pelanggaran kecil pada akhirnya meledakkan kemarahan sosial warga Tamanjaya.

Guna meredam situasi yang kian meruncing, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tamanjaya, Ali, turun tangan menenangkan peserta musyawarah. Ia meminta semua pihak menahan emosi dan memprioritaskan kerukunan antarwarga.

Melalui mediasi tersebut, Plt Lurah Abay Bayani akhirnya menutup rapat dengan merumuskan komitmen bersama. Pihak kelurahan bakal menerbitkan aturan ketat yang mencakup pembatasan jam operasional, penetapan batas volume suara, serta sanksi tegas bagi para pelanggar.

Langkah tegas dari Kelurahan Tamanjaya ini kini menjadi ujian nyata bagi penegakan aturan di lapangan. Warga Tasikmalaya menantikan janji pemulihan ketenangan di Situ Cibeureum agar fungsi kawasan wisata ramah publik ini kembali seperti semula.

(Abdul Latif)

Farhan Ungkap Modus Transaksi Narkoba Sistem Tempel di Kota Bandung

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap temuan memalukan saat memimpin patroli malam Minggu di sejumlah titik Kota Bandung.

Petugas mendapati sekelompok pemuda malah menggunakan pos keamanan lingkungan (Pos Kamling) di kawasan Braga sebagai tempat mabuk-mabukan. Mirisnya, para pemuda tersebut sama sekali bukan warga lokal.

Baca Juga: Bandung Kini Punya Bluebird Prime, Naik Taksi Premium dengan Mobil Listrik BYD E6

“Pemuda masuk ke pos kamling bukannya menjaga, malah mabuk. Itu ada di Braga, Kelurahan Braga. Dan ketika saya cek, ternyata mereka bukan warga Braga,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2026).

Farhan menganggap kejadian ini sebagai tamparan keras sekaligus bahan evaluasi mendalam bagi sistem pengamanan wilayah. Ia menegaskan pentingnya menumpas peredaran minuman beralkohol ilegal yang merusak fungsi fasilitas umum.

“Temuan menarik, ngerakeun, ya. Makanya konsumsi alkohol ilegal ini betul-betul mesti kita berantas. Ngerakeun pisan. Jadi saya juga malu ceritanya,” katanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama aparat penegak hukum berjanji menindak tegas jaringan peredaran dan konsumsi miras ilegal yang memicu potensi gangguan ketertiban.

“Peredaran dan konsumsi minol ilegal akan kita bongkar habis,” ucapnya.

Sinergi Bersama BNN

Tak cuma fokus memberantas miras ilegal, Pemkot Bandung juga mempererat sinergi dengan BNN Kota Bandung dan BNN Provinsi Jawa Barat untuk membongkar peredaran narkotika serta obat keras di kawasan rawan.

Farhan menjelaskan bahwa jajaran petugas di lapangan mulai mengendus berbagai modus baru transaksi obat-obatan terlarang tanpa tatap muka langsung.

Farhan menggambarkan, pelaku umumnya meminta pembeli mengirimkan uang via transfer perbankan. Setelah itu, penjual menempelkan barang di lokasi tersembunyi seperti area taman atau batang pohon.

“Kalau misalkan ada seseorang pesan narkotika atau obat keras, tidak langsung ketemu. Janjian di taman A, ditempel di pohon nomor sekian. Dia transfer, terus mengambil barangnya di taman tersebut tanpa bertemu dengan orang,” jelasnya.

Menurut Farhan, transaksi dengan sistem tempel ini menambah tantangan bagi petugas di lapangan. Kendati begitu, Pemkot Bandung dan aparat kepolisian optimistis dapat membongkar jaringan tersebut.

“Nah, itu bukan hal yang mudah untuk diungkap. Tapi insyaallah, bersama penegak hukum, mudah-mudahan bisa segera terungkap,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Bandung Kini Punya Bluebird Prime, Naik Taksi Premium dengan Mobil Listrik BYD E6

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Layanan taksi premium Bluebird Prime kini resmi hadir di Kota Bandung -Ist- (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Layanan taksi premium Bluebird Prime kini resmi mengaspal di Kota Bandung. Kehadiran armada baru ini menawarkan pengalaman perjalanan ekstra nyaman sekaligus menambah opsi mobilitas warga Kota Kembang.

Bluebird Prime melengkapi keberadaan taksi reguler Bluebird yang selama ini melayani kebutuhan transportasi harian masyarakat. Jika armada reguler menyasar perjalanan rutin, Bluebird Prime secara khusus membidik pelanggan yang mengutamakan ruang kabin lebih lega dan kenyamanan tinggi.

Baca Juga: Air Mulai Seret di Sejumlah Wilayah Bandung, Mobil Tangki Terus Bergerak Bantu Warga

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono, menilai karakteristik mobilitas masyarakat di setiap kota memang berbeda-beda. Kendati demikian, masyarakat tetap menempatkan aspek keamanan, kenyamanan, serta keandalan sebagai prioritas utama.

“Di Bandung, kami melihat mobilitas masyarakat yang semakin dinamis, baik untuk aktivitas profesional, pendidikan, maupun waktu bersama keluarga,” kata Andre, Senin (27/7/2026).

Berlandaskan dinamika tersebut, perusahaan menghadirkan Bluebird Prime untuk memberikan standar pelayanan yang lebih tinggi. Layanan ini tetap mengusung reputasi kualitas Bluebird yang telah memenangkan kepercayaan publik selama lebih dari lima dekade.

Di wilayah Bandung, operasional Bluebird Prime mengandalkan armada kendaraan listrik BYD E6. Mobil listrik ini menyajikan ruang kaki lebih lapang, kapasitas bagasi yang besar, serta kabin yang jauh lebih luas ketimbang armada reguler.

Penggunaan mobil berbasis baterai ini juga menciptakan suasana dalam kabin yang sangat senyap, sehingga penumpang bisa menikmati perjalanan dengan lebih tenang.

Peluncuran Bluebird Prime sekaligus memberikan kepastian bagi pelanggan yang ingin mengendarai mobil listrik BYD E6. Warga dapat melakukan pemesanan langsung melalui aplikasi MyBluebird dengan memilih opsi Bluebird Prime.

Skema Fixed Price

Pengguna dapat memilih skema Fixed Price (harga pasti sejak awal) maupun memakai tarif argometer sesuai kebutuhan perjalanan.

Selain menggunakan aplikasi digital, masyarakat juga bisa memesan Bluebird Prime lewat saluran call center, pangkalan resmi, atau menyetop armada langsung saat melintas di jalan.

Manajemen Bluebird menegaskan bahwa layanan ini sangat cocok menunjang berbagai ritme aktivitas masyarakat. Pilihan ini menjawab kebutuhan perjalanan di sela jadwal kerja yang padat, acara keluarga, momen kumpul bersama kawan, hingga perjalanan pulang usai beraktivitas seharian.

Langkah ekspansi Bluebird Prime ke Bandung menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk terus memperluas ragam layanan transportasi. Tentunya layanan yang selaras dengan kebutuhan warga di pelbagai kota operasional.

Guna menyemarakkan peluncuran ini, Bluebird menghadirkan beragam penawaran promo menarik bagi pelanggan yang bertransaksi menggunakan kartu kredit BCA, BNI, DBS, UOB, serta saldo GoPay.

Masyarakat dapat mempelajari syarat dan ketentuan promo tersebut secara lengkap melalui tautan bbg.id/bbprime.

(Yusuf Mugni)

Air Mulai Seret di Sejumlah Wilayah Bandung, Mobil Tangki Terus Bergerak Bantu Warga

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Wali Kota Bandung Farhan. (Foto: Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kota Bandung. Kawasan Bandung Timur dan Utara, khususnya Ujungberung serta Cibiru, memegang potensi tertinggi menghadapi ancaman kekeringan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membenarkan munculnya potensi kekeringan tersebut, terutama di kawasan Bandung bagian timur. Meski begitu, armada mobil tangki sejauh ini sukses menyalurkan air bersih secara merata kepada warga.

Baca Juga: Begal Jadi Sorotan, Pemkot Bandung Hidupkan Lagi Semangat Siskamling

“Sampai sejauh ini kekeringan ada, tapi bisa teratasi dengan baik melalui distribusi tangki air di daerah-daerah. Tidak ada keluhan. Semuanya terpenuhi,” kata Farhan, Senin (27/7/2026).

Farhan mengungkapkan bahwa penyusutan air bersih mulai terasa saat memasuki musim kemarau. Sejumlah kendaraan tangki bahkan memanfaatkan sumber mata air di wilayah Bandung Timur demi memenuhi kebutuhan warga setempat.

“Sudah mulai. Apalagi di sana ada sumber mata air yang dieksploitasi oleh tangki-tangki. Jadi untuk masyarakat memang ada yang seret, tapi aman sejauh ini,” katanya.

Menurut Farhan, wilayah Bandung Timur rutin menghadapi problem kekeringan saban kemarau tiba. Pemkot Bandung pun mengambil langkah siaga dengan mengirim pasokan air secara berkala ke lokasi pemukiman.

“Hampir setiap hari minimal satu mobil tangki dikirim ke salah satu RW. Sejauh ini terpenuhi,” ucapnya.

Belum ada Laporan Darurat Kekeringan di Kota Bandung

Kendati pasokan air mulai berkurang, Farhan menegaskan pihaknya belum menerima laporan status darurat kekeringan di wilayah Kota Bandung.

“Belum ada laporan darurat. Memang biasanya di wilayah timur yang paling ramai,” ujarnya.

Farhan menjelaskan bahwa fenomena kemarau ini mengulang pola tahun sebelumnya. Pemkot Bandung kembali mengandalkan keandalan distribusi tangki agar kebutuhan harian warga tetap aman.

“Tahun lalu ada, tapi kita bisa tangani dengan tangki,” ungkapnya.

Guna memperkuat ketersediaan air, Pemkot Bandung juga menerima bantuan Sarana Air Bersih (SAB) dari berbagai pemangku kepentingan. TNI Angkatan Darat serta jajaran anggota DPRD menyalurkan dukungan infrastruktur air tersebut melalui jalur aspirasi.

“Untuk SAB juga kita dibantu TNI AD. Banyak pisan, alhamdulillah,” katanya.

Farhan menambahkan bahwa PDAM Kota Bandung memimpin operasional distribusi mobil tangki ke perumahan warga. Sementara itu, pembangunan sarana air bersih mengandalkan berbagai kolaborasi lembaga.

“Kalau tangki dari PDAM. Kalau SAB dari berbagai macam sumber,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Aksioma Desak Kejari Banjar Segera Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DPRD Jilid 2

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Masa Aksioma geruduk Kejari Banjar. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Puluhan massa dari Aksi Reformasi Pemuda dan Mahasiswa (Aksioma) kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar, Senin (27/7/2026).

Kedatangan mereka bertujuan menuntut kejelasan perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi pimpinan serta anggota DPRD Kota Banjar jilid 2.

Baca Juga: Konflik di Banjar Berakhir Damai, Wali Kota Tanggung Biaya Pengobatan Seluruh Korban

Presiden Aksioma, Dimyati, menegaskan bahwa kelompoknya akan memberikan batas waktu kepada pihak kejaksaan. Jika Kejari Banjar tak kunjung mengumumkan tersangka baru hingga batas waktu tersebut, Aksioma mengancam siap menguasai kantor jaksa.

Dimyati menilai penanganan kasus ini memiliki dasar hukum yang sangat kuat. Putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap atas dua terpidana sebelumnya menjadi bukti sah pelanggaran hukum tersebut.

“Kalau nanti tidak ada progres, terutama tidak ada pengumuman tersangka baru, kami siap menduduki Kejaksaan. Nanti kami rapat dulu menentukan tenggat waktunya, mungkin sekitar satu bulan. Kalau tetap tidak ada perkembangan, kami akan melakukan aksi lagi,” katanya.

Belum Ada Tanda-tanda Penetapan Tersangka Baru

Iai meluapkan kekecewaannya lantaran kejaksaan sempat mengklaim proses penyidikan sudah menembus angka 90 persen. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda penetapan nama tersangka baru.

“Waktu kita kesini kan mereka bilang sudah 90 persen. Kok sampai hari ini belum ada tersangka baru yang diumumkan,” tegasnya.

Mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar Lukman Hakim Tuasikal, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Budi Prakoso memberikan tanggapannya. Ia menegaskan bahwa penyidik terus menjalankan tahapan penyidikan serta memenuhi petunjuk dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Budi menjelaskan bahwa timnya telah melakukan ekspos perkara pada Juni 2026 sesuai arahan Kejaksaan Agung. Hasil ekspos tersebut mewajibkan penyidik melakukan pendalaman materi sebelum melangkah ke penetapan hukum berikutnya.

“Kami masih berproses melakukan pendalaman sesuai petunjuk pimpinan. Untuk materi pendalaman tidak dapat kami sampaikan karena merupakan bagian dari materi penyidikan,” ujar Budi.

Ia menyampaikan penghargaan atas kepedulian masyarakat dan elemen Aksioma yang terus mengawal penegakan hukum di Kota Banjar.

“Kami berharap doa dan dukungan dari masyarakat Kota Banjar agar proses penyidikan ini dapat berjalan lancar dan secepatnya sesuai harapan,” katanya.

(Agus Purwadi)