spot_imgspot_img
Minggu 29 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 90

Persiapan Tarling Dedi Mulyadi dan Gus Muwafiq di Tasikmalaya

0
dedi mulyadi gus muwafiq tasikmalaya@fokusjabar.id
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Gus Muwafiq akan hadiri acara tarling di Lapangan Desa Tanjungpura Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya.(Nanang Yudi/fokusjabar.id)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan KH. Achmad Muwafiq atau yang lebih di kenal Gus Muwafiq akan hadir pada acara tarawih keliling (Tarling). Di lapangan Desa Tanjungpura Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (25/2/2026) malam.

Kehadiran Dedi Mulyadi dan Gus Muwafiq tentunya sangat dinantikan oleh warga Desa Tanjungpura khususnya dan umumnya Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya.

Pantauan FOKUSJabar.id, aparat keamanan dari Polres Tasikmalaya Kota, Kodim 0612 Tasikmalaya, Satuan Brigade Mobil (Brimob). Satpol PP, BPBD dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya terlihat sudah berjaga-jaga di sekitar lokasi.

Baca Juga: Catat! Viman Alfarizi Ramadhan Rencana Bangun PDAM Kota Tasikmalaya

Panggung pentas dan sound system pun sudah tertata begitu rapi di sebelah utara lapangan Desa Tanjugpura. Para pedagang juga sudah nampak terlihat di lokasi.

“Tentunya kehadiran Kang Dedi Mulyadi dan Gus Muwafiq sangat di nantikan warga. Dan ini sejarah tempat ini bisa hadir dua tokoh besar,” ungkap Sulistia salah seorang warga Kecamatan rajapolah.

Sulistia mengaku bahwa dia sangat ngefans kepada Dedi Mulyadi dan Gus Muwafik. Kedua tokoh tersebut selalu menyampaikan untuk selalu mencintai Indonesia.

“Gus Muwafiq seorang penceramah yang saya kagumi, dalam tausiahnya selalu mengajak untuk menghargai. Sejarah bangsa Indonesia,” ucapnya.

Maksudnya, kata dia, Gus Muwafiq selalu mengingatkan terhadap semuanya untuk selalu menghargai budaya Indonesia. Yang terlahir dari nenek moyang bangsa Indonesia.

Baca Juga: Selama Ramadan Santri Idrisiyyah Tasikmalaya, Kultum Setelah Sholat Dzuhur

“Gus Muwafiq dalam tausiahnya selalu saja mengingatkan kita semua untuk menjadi bangsa yang bangga akan budaya nenenk moyangnya. Juga selalu menyampaikan sejarah Islam Indonesia,” tuturnya.

Dengan demikian, Sulistia menegaskan kehadiran Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Gus Muwafiq sangat begitu serasi. Karena kedua tokoh tersebut sangat mencintai dan menjaga budaya yang ada di Indonesia.

“Tentunya kami sangat begitu senang, apalagi di bulan suci ramadan 1447 hijriyah ini. Kecamatan Rajapolah kedatangan Kang Dedi Mulyadi dan Gus Muwafiq,” pungkasnya.

(Nanang Yudi)

70Mai Point Buka Gerai Perdana di Cihampelas Bandung

0
bandung@fokusjabar.id
Brand teknologi keselamatan berkendara 70Mai Point Indonesia resmi membuka gerai pertama di Jalan Cihampelas nomorb102-104, Kecamatan Coblong, Kota Bandung Rabu (25/2/2026).(fokusjabar.id/YusufMugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Brand teknologi keselamatan berkendara 70Mai Point Indonesia. Resmi membuka gerai pertama di Jalan Cihampelas no 102-104, Kecamatan Coblong, Kota Bandung Rabu (25/2/2026). Setelah sebelumnya sukses membuka empat store di Jakarta.

Brand Manager Marketing 70mai Indonesia, Deodato Esperanza, mengatakan kehadiran gerai di Bandung bukan tanpa alasan. Selain dikenal sebagai kota besar dengan mobilitas tinggi, permintaan warga Bandung terhadap produk dashcam cukup tinggi.

“Dari media sosial dan e-commerce, banyak yang request agar kita buka di Bandung. Banyak juga yang ingin lihat langsung produknya, mencoba fiturnya, dan tahu kualitas rekamannya secara langsung,”kata Deodato Rabu (25/2/2026).

Baca Juga: Kondisi Terbaru Kebun Binatang Bandung, 711 Satwa Sehat

Deodato menjelaskan, di tengah lalu lintas kota besar yang padat dan dinamis. Dashcam kini bukan lagi sekadar aksesori tambahan, melainkan bagian dari gaya hidup berkendara yang lebih aman dan modern.

Meski sejumlah mobil baru terutama mobil listrik sudah dibekali dashcam bawaan, kebutuhan perangkat tambahan tetap tinggi. Banyak pengguna menginginkan fitur lebih lengkap seperti perekaman depan-belakang, kamera interior, hingga fitur surveillance. Yang tetap aktif saat mobil dalam kondisi parkir.

“Dashcam bawaan biasanya hanya merekam bagian depan. Sementara banyak konsumen yang ingin perlindungan ekstra, termasuk rekaman belakang dan dalam kabin. Atau fitur pengawasan saat mobil mati,” jelas Deodato.

Fitur-fitur tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat urban yang ingin lebih tenang saat berkendara. Maupun saat meninggalkan kendaraan di area publik.

Dashcam Jadi Gaya Hidup

Lebih lanjut Deodato menyampaikan, bahwa di beberapa negara Asia seperti Malaysia dan Thailand. Penggunaan dashcam bahkan telah menjadi kebutuhan umum, terutama untuk klaim asuransi dan pembuktian kejadian di jalan.

Di Indonesia sendiri memang belum ada regulasi khusus yang mewajibkan penggunaan dashcam. Namun, kesadaran masyarakat mulai tumbuh seiring meningkatnya mobilitas dan potensi risiko di jalan raya.

Baca Juga: Pemprov Jabar Ambil Alih Penanganan Korban Kekerasan di Maumere

“Dashcam bisa jadi bukti kuat jika terjadi kecelakaan atau insiden. Ini membantu menghindari kesalahpahaman dan memberikan rasa aman. Apalagi di kota besar dengan mobilitas tinggi dan kemacetan, dashcam itu penting untuk keamanan berkendara,” ujarnya.

Deodato menambahkan, bahwa Kota Bandung jadi titik awal ekspansi di Jawa Barat. Melihat antusiasme yang tinggi di Jakarta, 70Mai optimistis Bandung akan menunjukkan respons serupa.

“Kita buka beberapa poin di Jakarta dan ekspektasinya sesuai. Untuk Bandung, semoga antusiasnya juga besar sehingga kita bisa memperbanyak beberapa poin lagi di sini,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

​Catat! Viman Alfarizi Ramadhan Rencana Bangun PDAM Kota Tasikmalaya

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan.(Istimewa)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan bahwa pemerintah Kota Tasikmalaya. Saat ini tengah meniti jalan serius menuju kemandirian pengelolaan air bersih dengan rencana membangun PDAM secara mandiri. 

Langkah Viman Alfarizi Ramadhan tersebut, tujuannya yaitu untuk memastikan pelayanan kebutuhan dasar warga Kota Tasikmalaya semakin optimal dan berdaulat.

​Karena selama ini, air bersih bagi warga Kota Tasikmalaya. Masih di pasok oleh Perumda Air Minum Tirta Sukapura yang merupakan milik Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga: Selama Ramadan Santri Idrissiyyah Tasikmalaya, Kultum Setelah Sholat Dzuhur

Viman juga menegaskan bahwa proses transisi ini di lakukan secara terukur dan tidak terburu-buru. Sebagai langkah awal, pemerintah Kota Tasikmalaya telah menyiapkan fondasi birokrasinya.

​”Sebelum nanti dibangun PDAM Kota Tasikmalaya, terlebih dahulu sudah kita dirikan UPTD Amal. Yang berada di Dinas PUTR,” ungkap Viman Alfarizi kepada wartawan usai menghadiri Musrenbang di Aula PUTR, Rabu (25/02/2026).

​Nantinya, lanjut dia, UPTD ini akan bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sebelum akhirnya resmi berdiri sebagai perusahaan daerah (PDAM) yang mandiri.

​Kemandirian tentunya butuh sumber daya, dan berdasarkan berbagai kajian kelayakan. Yang telah di kantongi pemerintah, kata Viman, sejumlah lokasi strategis telah di petakan sebagai sumber air utama.

​”Kecamatan Mangkubumi dan Indihiang akan menjadi titik vital pemanfaatan sarana air minum,” jelasnya.

​Pemkot Tasikmalaya, Viman menegaskan, telah membangun berbagai SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di sejumlah kecamatan untuk memperkuat jaringan pipa.

Siap Cerai Dengan Perumdam Tirta Sukapura

​Langkah bercerai secara administratif dari Perumda Air Minum Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya. Bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan demi kenyamanan warga Kota Tasikmalaya.. 

“Ada tiga alasan utama di balik kebijakan tersebut antara lain, Pengelolaan Mandiri. Pemkot memiliki kendali penuh atas infrastruktur air bersih di wilayahnya sendiri,” tegasnya.

Baca Juga: Baznas Tetapkan Zakat Fitrah Ramadan 1447 H Tasikmalaya Rp37.500 per Jiwa

​Kualitas Layanan, Viman menambahkan, tetu akan mempercepat respon terhadap keluhan warga terkait kualitas dan distribusi air. dan perluasan jangkauan. Juga target percepatan perluasan sambungan pipa baru ke wilayah yang selama ini belum teraliri air bersih.

​”Mudah-mudahan saja, kita bisa secepatnya mewujudkan berdirinya PDAM Kota Tasikmalaya itu,” harap Viman.

​Dengan persiapan yang matang dan identifikasi sumber air yang sudah jelas. Mimpi warga Kota Tasikmalaya untuk memiliki pengelola air bersih sendiri kini tinggal menunggu waktu.

 (Abdul Latif)

‎Anggaran Pembangunan KDMP Sindangwangi Pangandaran Diduga Tidak Transparan

0
pangandaran@fokusjabar.id
Kondisi pembangunan KDMP di desa Sindangwangi, kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran.(Sajidin/fokusjabar.id)

‎PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran di duga tidak transparan.

‎Gedung yang di bangun tepat di depan kantor Desa itu tidak memasang papan informasi anggaran pembangunan. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam mengetahui berapa jumlah yang di gunakan dalam membangun gedung tersebut.

‎Kepala desa Sindangwangi, Kursin mengaku tidak mengetahui secara pasti biaya anggaran yang di gunakan. Menurutnya, pihak desa tidak terlibat dalam pembangunan Program strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo itu.

Baca Juga: Diskominfo Pangandaran Perkuat Identitas Digital Desa Lewat Program Saba Desa

‎”Duka euy, Abi gen teu terang. Desa mah henteu terlibat (Enggak tahu, pihak desa tidak terlibat),” ujar Kursin e konfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp Rabu, (25/2/2026).

‎‎Sementara itu, Ketua karang taruna bina remaja Desa Sindangwangi, Padna membenarkan tidak adanya papan informasi yang di terpasang. 

‎Dia juga menyayangkan pembangunan KDMP yang menggunakan uang rakyat itu di kelola secara tidak transparan.

‎‎”Itu kan uang kami, uang rakyat yang di kelola oleh pemerintah melalui pihak ketiga. Harusnya transparan sejak awal pembangunan, berapa uang yang di gunakan untuk pembangunan KDMP,” tegas Padna.

‎Sebelum pembangunan di mulai, dia juga menyebut, pihak pengembang sama sekali tidak ada sosialisasi terkait total nilai penggunaan anggaran untuk pembangunan KDMP.

Baca Juga: Belum Diresmikan, Jembatan Sodongkopo Sudah Jadi Ikon Baru Pangandaran

‎”Ya benar, saya sebagai masyarakat meminta semua pembangunan yang menggunakan duit rakyat harus transparan,” tambahnya.

‎‎Sekedar informasi, papan informasi merupakan bagian dari keterbukaan informasi publik. Hal ini sangat penting supaya masyarakat bisa saling mengontrol jalannya pembangunan agar tidak terjadi penyimpangan

‎Hal ini juga memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (dan perubahannya), serta Permen PU No. 29/PRT/M/2006.

(Sajidin)

Selama Ramadan Santri Idrisiyyah Tasikmalaya, Kultum Setelah Sholat Dzuhur

0
tasikmalaya@fokusjabar.id
Kegiatan ramadan santri dan santriwati Pondok Pesantren Tarekat Idrissiyyah Tasikmalaya.(Dokumen Pribadi)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Selama bulan suci ramadan 1447 H, santi dan santriwati Pesantren Tarekat Idrisiyyah, mengisi kegiatan dengan menyampaikan kuliah tujuh menit (Kultum) setelah sholat dzuhur berjamaah di Masjid Al-Fatah, Jalan Pagendingan Desa Jatihurip Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya.

Tujuan dari kegiatan kultum ramadan santri dan santriwati Idrisiyyah yaitu untuk melatih public speaking juga belajar menyampaikan ilmu yang telah di pelajari di pondok pesantren Tarekat Idrisiyyah.

Hal tersebut di sampaikan, Deputy CEO Bidang Pendidikan Idrisiyyah Tasikmalaya, Ustadz Adang Nurdin M.S. Menurutnya, kegiatan kultum santri dan santriwati. Materinya yang di sampaikan adalah ilmu tauhid, fikih dan tasawuf.

Baca Juga: Menjadi Seorang Guru, Pendidik dan Motivator

“Kegiatan kultum santri dan santriwati Pondok Pesantren Tarekat Idrisiyyah di laksanakan selama bulan suci ramadan 1447 Hijriyah, setiap ba’da sholat dzuhur berjamaah,” ungkap Ustadz Adang Nurdin, Rabu (25/2/2026).

Jadi, lanjutnya, kegiatan kultum supaya santri dan santriwati mempersiapkan dan kembali mengulang pembelajaran yang telah di pelajari.

“Yang telah menyampaikan Kultum dari santriwati di antaranya Zakiatunnisa Oktifany dan Alya Putri Yusuf denga judul ‘cari cinta illahi dari jejak sang nabi’,” jelasnya.

Selanjutnya, yaitu M Saputra Jasim dengan tema menghargai nikmat dan meningkatkan iman di bulan Ramadhan. Jadi, kata Ustadz Adang Nurdin, semua perwakilan santri dan santriwati tiap angkatan untuk menyampaikan Kultum.

“Semoga di bulan ramadan yang penuh berkah dan pengampunan ini, kita semuanya dalam melaksanakan ibadah saum senantiasa selalu ada dalam lindungan Allah SWT, Amiin ya robal alamin,” tuturnya.

Meningkatkan Kecintaan Kepada Allah SWT

Selain itu, Ustadz Adang Nurdin juga menjelaskan bahwa, ada dua cara untuk lebih meningkatkan kecintaan terhadap Allah SWT. Di bulan ramadan yang penuh berkah dan pengampunan.

Baca Juga: Guru Harus Bisa Belajar Dengan Mau Mendengarkan Peserta Didik

“Yaitu, pertama kita semua harus mengenali Allah SWT dengan cara belajar dan hadir melalui rutinitas pengajian. Juga untuk selalu mendekatkan diri dengan ulama yang di yakini ma’rifatullah (Mengenal Allah SWT),” jelasnya.

Yang kedua, kata Ustadz Adang Nurdin, yaitu dengan cara membersihkan hati. Supaya qalbunya pantas dan layak di tumbuhi kecintaan kepada Allah SWT.

“Di bulan suci ramadan ini, semoga kita semuanya mendapatkan Maghfirah juga mampu melawan segala bentuk hawa nafsu dunia. Yaitu dengan selalu mengingat Allah SWT, amin ya robalalamin,” pungkasnya.

(Nanang Yudi)

Jalan Bergelombang, Masyarakat Cibatu Tagih Janji Bupati Garut

0
janji bupati garut fokusjabar.id
(foto: Ist)

GARUT, FOKUSJabar.id: Satu tahun pemerintahan Bupati/Wakil Bupati Garut Jawa Barat (Abdusy Syakur Amin/Putri Karlina) mendapat sorotan sejumlah elemen masyarakat.

Masyarakat Kecamatan Cibatu menagih janji Bupati Garut tentang perbaikan jalan. Di mana di beberapa titik kondisinya bergelombang sehingga membahayakan pengguna jalan. Khususnya pengguna sepeda motor.

BACA JUGA:

Jalan Raya Menuju Cibatu Garut ‘Bikin Bete’ Pengendara

Mereka berharap, janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati Garut segera di realisasikan.

“Masyarakat menilai kinerja Pak Bupati kurang memuaskan setelah satu tahun menjabat. Sehingga menimbulkan kekecewaan,” kata tokoh muda Kecamatan Cibatu, Jajang, Rabu (25/2/2026).

Sebelumnya, tukang Ojek di Cibatu, Ajang mengungkapkan, sepanjang Jalan Letjen H. Mashudi (Cibatu-Garut) bergelombang (tidak rata). Panjangnya sekitar 2 km dari arah Kampung Pabrik Desa Wanakerta hingga eks Pasar Cibatu Desa Keresek.

Kondisi tersebut bisa menjadi pemicu kecelakaan jika para pengendara, khususnya pemotor tidak/kurang hati-hati.

Penyebabnya, selain jalan sudah turun juga banyak tambalan. Sehingga kondisi jalan menjadi tidak rata (bergelombang).

“Sudah mulai turun dan banyak tambalan. Jika tidak hati-hati bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” katamua.

Menurut Dia, memasuki belokan Kampung Pabrik, para pengendara sudah mulai mengurangi laju kendaraanya. Jika terlalu kencang, maka akan oleng ke arah kiri maupun kanan.

Jalan tersebut sudah lama di biarkan bergelombang. Untuk itu, Dia meminta Bupati dan Wakil Bupati Garut segera memperbaikinya. Jika tidak, kondisinya akan semakin parah.

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina secara terbuka mengakui kegagalannya dalam memimpin setelah genap satu tahun menjabat.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Panen Raya Jagung di Mekarmukti Jaga Stabilitas Pangan

Menurut Dia, saat ini tidak ada perubahan signifikan yang di rasakan masyarakat Garut selama setahun kepemimpinannya.

“Ritme kerja birokrasi terlalu lambat (slow) dan tidak sebanding dengan tantangan yang ada. Kami mohon maaf,” tegas Putri Karlina.

(Bambang Fouristian)

Pembangunan PLTS 100 MW Kota Banjar di Lahan Sengketa?

0
PLTS Kota Banjar fokusjabar.id
Wali Kota Banjar, Sudarsonon (foto: Ist)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Wali Kota Banjar Jawa Barat (Jabar), Sudarsono memastikan adanya rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 MW.

Proyek tersebut di garap oleh PLN Indonesia Power dengan nilai investasi mencapai Rp1,4 hingga 1,5 trilyun.

BACA JUGA:

Kritik Keras GMNI Kota Banjar, Kartu Berdaya Hanya Slogan

Sudarsono menyebut, pembangunan PLTS akan di lakukan di kawasan Perkebunan Mandalare, Kecamatan Pataruman dengan kebutuhan lahan sekitar 134 hektar.

Dia menegaskan, lahan tersebut merupakan milik pemerintah. Sehingga tidak akan mengganggu lahan warga.

“Nilainya sekitar Rp 1,5 triliun dan lokasinya di Mandalare. Insya Allah aman, tidak akan mengganggu lahan warga,” kata Sudarsono kepada wartawan.

Menurutnya, pihak PLN Indonesia Power sudah melakukan survei dan kajian sejak 2023. Saat ini proyek masih dalam tahap persiapan perizinan dan studi kelayakan.

Sudarsono berharap, pembangunan PLTS dapat membuka lapangan kerja baru. Sekaligus memenuhi kebutuhan energi listrik di Kota Banjar.

Namun, klaim tersebut di tanggapi berbeda oleh Serikat Petani Pasundan (SPP) Kota Banjar.

Dewan Pengurus Harian SPP, Mahardika menegaskan lahan Mandalare bukan milik pemerintah. Melainkan berstatus Tanah Negara yang sedang bersengketa dengan petani penggarap.

“Perlu di tegaskan bahwa Tanah Negara bukanlah milik PTPN, Pemkot atau Pemprov. Lahan ini berstatus sengketa dengan para petani penggarap yang tergabung di SPP Kota Banjar,” kata  Mahardika, Rabu (25/6/2026).

BACA JUGA:

Disdik Banjar Tanggapi Kritik GMNI Soal Anak Putus Sekolah

Dia menambahkan, petani sudah menggarap lahan tersebut lebih dari tujuh tahun. Pemerintah di minta lebih selektif dalam menentukan lokasi proyek agar tidak menimbulkan konflik dengan masyarakat.

“Silakan laksanakan proyek tersebut jika bermanfaat untuk warga Kota Banjar. Tapi jangan di lahan para petani yang sedang berjuang untuk kesejahteraan keluarganya,” tegas Dia.

(Budiana Martin)