spot_imgspot_img
Jumat 14 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 91

Bupati Garut Minta ASN Tingkatkan Disiplin

0
Bupati garut ASN fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin menekankan pentingnya peningkatan disiplin dan evaluasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menanggapi berbagai sorotan publik dan jajaran pimpinan DPR RI terkait efektivitas kinerja ASN, Syakur menyampaikan bahwa masukan tersebut harus di jadikan bahan evaluasi bersama.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Mahasiswa KKN ITG Tingkatkan Produktivitas Desa

Menurutnya, evaluasi perlu terus di lakukan meskipun banyak ASN yang telah bekerja dengan penuh dedikasi.

“Gak ada salahnya kita melakukan evaluasi apakah itu benar atau mungkin sebaliknya,” kata Bupati saat Apel Gabungan di Lapangan Setda, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (27/7/2026).

Dia menjelaskan, pemanfaatan teknologi informasi saat ini memungkinkan pimpinan memantau kehadiran ASN secara real-time.

Berbeda dengan sistem manual pada masa lalu, jejak digital absensi kini dapat di akses dengan cepat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kedisiplinan pegawai.

Bupati menyebut, langkah tersebut sejalan dengan penerapan UU ASN yang menitikberatkan pada sistem penilaian berbasis kinerja.

BACA JUGA:

TPU Eureunsono Dipagar Pemdes Sukaluyu, Ini Harapan Warga

“Oleh sebab itu, saya mengingatkan terkait dengan absen jadi catatan,” tegas Bupati.

Berdasarkan data, Pemerintah Kabupaten Garut per 27 Juli 2026, dari total 25.871 ASN, sebanyak 20.768 ASN (80 persen) tercatat hadir tepat waktu di unit kerjanya masing-masing.

Meski angka tersebut menunjukkan peningkatan di bandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, Bupati menilai capaian tersebut masih perlu terus di tingkatkan.

BACA JUGA:

5 Pilar Rancangan Fondasi Pemerintahan DOB Garut Utara

Bupati Garut juga mengapresiasi kepada sejumlah perangkat daerah yang mencatatkan tingkat kehadiran ASN di atas 95 persen selama Juni 2026. Yakni, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Pertanian.

Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi kedisiplinan serta kinerja seluruh ASN secara berkala.

Hal itu untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan dan akuntabel.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Dorong Mahasiswa KKN ITG Tingkatkan Produktivitas Desa

0
Bupati Garut KKN fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin lepas 378 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Garut (ITG) Tahun 2026 di Yayasan Al Musaddadiyah Garut, Jalan Mayor Syamsu, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (27/7/2026).

Syakur menyebut kondisi terkini Kabupaten Garut yang memiliki populasi sekitar 2,8 juta jiwa dan merupakan daerah dengan luas wilayah terbesar ketiga di Jawa Barat.

BACA JUGA:

TPU Eureunsono Dipagar Pemdes Sukaluyu, Ini Harapan Warga

Menurut Bupati Garut, Kota Intan saat ini masih memerlukan perhatian. Khususnya pada sektor kesehatan, pendidikan dan ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Syakur menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membantu mengurai berbagai persoalan tersebut. Mengingat persentase masyarakat Garut yang menempuh pendidikan sarjana baru mencapai sekitar 3 persen.

Karena itu, kehadiran mahasiswa di nilai sangat strategis untuk mempercepat pembangunan daerah.

“Mahasiswa yang melaksanakan KKN ke daerah itu akan banyak membantu akselerasi pembangunan,” kata Syakur.

Pihaknya mengajak para mahasiswa KKN untuk terjun langsung ke tengah masyarakat dan menjadi agen perubahan.

Menurutnya, mahasiswa memiliki kemampuan lebih cepat dalam memahami perkembangan zaman. Sehingga dapat membantu masyarakat beradaptasi melalui edukasi dan pemanfaatan teknologi.

Bupati Garut KKN fokusjabar.id
Foto bersama Bupati Garut dan mahasiswa KKN ITG

“Pendidikan, pengetahuan, wawasan dan sikap mereka seperti apa? Padahal di dunia ini sudah banyak berubah dan yang cepat mengidentifikasi perubahan dan menyesuaikan perubahan adalah mahasiswa. Bantu masyarakat dengan edukasi, didik, buka wawasan agar cara berpikir mereka lebih aware. Sehingga teknologi bukan menjadi ancaman namun menjadi peluang,” ungkap Bupati Garut.

Syakur berharap, para mahasiswa mampu meningkatkan produktivitas dan kreativitas masyarakat desa melalui penerapan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Rektor ITG, Hilmi Aulawi menjelaskan, KKN Tahun 2026 di ikuti oleh 378 mahasiswa yang terbagi ke dalam 17 kelompok.

Para peserta akan melaksanakan pengabdian di Kecamatan Cigedug dan Kecamatan Cikajang mulai 27 Juli hingga 29 Agustus 2026.

BACA JUGA:

Sungai Bukan Tempat Sampah, SSC Garut Ajak Warga Jaga Lingkungan

Hilmi menyampaikan, seluruh program kerja telah di susun berdasarkan hasil observasi lapangan. Sehingga pelaksanaannya di fokuskan pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.

Di antaranya, pengelolaan sampah, pengembangan website desa, digitalisasi UMKM serta pengembangan sarana dan prasarana infrastruktur desa.

“Mereka semua sudah miliki program kerja. Sehingga Insyaallah pada saat penerapannya nanti, Anak-anak begitu sampai ke lapangan bisa langsung bekerja. Jadi sudah tidak lagi berbicara. Kita masuk ke level eksekusi,” katanya.

Rektor ITG berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik almamater, memperkuat solidaritas serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat selama pelaksanaan KKN.

(Bambang Fouristian)

Kenalkan Dokter Spesialis Telinga Unik, Bos Koi Hartono Soekwanto Ajak Irfan Hakim Intip Terapi Dr. Veronica Janty

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Kenalkan Dokter Spesialis Telinga Unik, Bos Koi Hartono Soekwanto Ajak Irfan Hakim Intip Terapi Dr. Veronica Janty

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dunia pengobatan alternatif di Indonesia terus menunjukkan perkembangannya. Salah satu sosok yang menjadi sorotan adalah Dr. Veronica Janty, pakar yang berhasil membawa praktik akupunktur di Indonesia ke level yang jauh lebih tinggi melalui metode auricular acupuncture atau terapi tusuk jarum khusus pada area telinga.

Pengusaha ternama yang juga dikenal sebagai tokoh komunitas koi, Hartono Soekwanto (Bos Koi), turut mengenalkan sosok Dr. Veronica kepada masyarakat luas agar keahliannya semakin dikenal publik, termasuk oleh kalangan selebriti tanah air seperti Irfan Hakim.

Baca Juga: Bos Koi Hartono Soekwanto Ungkap Manfaat Sarang Lebah dan Kroto, Pangan Bergizi Masa Depan

Momen perkenalan dan edukasi kesehatan tersebut berlangsung di kawasan Kota Baru Parahyangan (KBP), Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (26/7/2026).

Inovasi Metode Aurikular Akupunktur

Hartono Soekwanto mengungkapkan bahwa jika praktik akupunktur konvensional pada umumnya menyebarkan tusukan jarum ke berbagai bagian tubuh, Dr. Veronica justru menemukan formula yang lebih spesifik.

Lewat studinya, Dr. Veronica membuktikan bahwa jaringan saraf dari seluruh organ tubuh manusia mulai dari paru-paru, jantung, hingga sistem pencernaan terintegrasi secara sempurna pada daun telinga.

Melalui pemetaan titik saraf di telinga tersebut, Dr. Veronica mampu menstimulasi kesembuhan berbagai penyakit dari satu pusat. Kehebatan klinisnya ini menarik perhatian banyak pasien dari berbagai kalangan.

“Banyak penderita stroke yang mendatangi tempat praktiknya untuk memulihkan fungsi gerak tubuh, mengatasi masalah lambung kronis (gut health dan GERD), hingga membantu menyukseskan program diet sehat,” ucapnya.

Antusiasme dan Dialog Interaktif Irfan Hakim

Dalam kesempatan di KBP Padalarang tersebut, artis Irfan Hakim terlihat sangat antusias menyaksikan langsung prosedur terapi yang dilakukan Dr. Veronica pada seorang pasien.

“Jadi Dr. Veronica Janty, ini tusuk jarum prosedurnya gimana, Bu? Kenapa harus di telinga?” tanya Irfan Hakim penasaran.

Dr. Veronica menjelaskan metode auricular acupuncture berfokus pada titik-titik akupunktur di telinga untuk meregulasi sistem tubuh. Mulai dari saraf, aliran darah, hingga hormon.

“Saya mengambilnya khusus di telinga karena di sini seluruh organ tubuh bisa terproyeksi,” ujar Dr. Veronica.

Dalam sesi demonstrasi tersebut, Dr. Veronica memasang sekitar 10 titik jarum pada telinga pasien yang memiliki keluhan untuk mengurangi nafsu makan berlebih. Serta merangsang perbaikan sistem pencernaan.

“Kita coba untuk tidak terlalu bernafsu terhadap makan dan juga untuk merespons pencernaannya. Sehingga tubuh dan stamina lebih terjaga,” ungkap Dr. Veronica.

Penjelasan Ilmiah Reaksi Tubuh Saat Ditusuk Jarum

Irfan Hakim juga sempat menanyakan beberapa reaksi fisik yang terjadi pada pasien. Seperti munculnya warna kemerahan pada telinga setelah ditusuk jarum.

Dr. Veronica meluruskan bahwa perubahan warna tersebut merupakan reaksi alami tubuh. Rangsangan dari akupunktur berfungsi melancarkan aliran darah melalui proses vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah), sehingga timbul efek kemerahan.

Terkait perbedaan rasa sakit antara telinga kiri dan kanan, Dr. Veronica menjelaskan bahwa sensitivitas saraf tiap sisi telinga bisa berbeda-beda. Jika terjadi keluhan nyeri fisik (pain) di bagian tubuh sebelah kanan, biasanya telinga kanan akan terasa lebih sensitif.

“Kalau saya nusuk sebelah kanan, berarti otak kiri yang merespons. Namun kalau dari telinga ke organ tubuh (bukan ke otak), jalurnya searah,” jelas dokter yang telah berpraktik sejak tahun 2014 ini.

Praktik 12 Tahun di Kota Bandung

Pengalaman selama 12 tahun berkarier membuat Dr. Veronica sangat sigap. Kemudian beliau sangat presisi dalam menentukan titik-titik penusukan, meski harus tetap memperhitungkan kondisi klinis pasien secara cermat.

Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi atau merasakan langsung manfaat terapi auricular acupuncture ini, Dr. Veronica Janty membuka praktiknya di Jl. Hegar Asih II No. 48, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.

(IrfansyahRiza)

FOKSI Jabar Gelar Rakerprov Perdana Persiapan Porprov XV

0
FOKSI Jabar fokusjabar.id
Rakerprov FOKSI Jabar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Persiapan pelaksanaan eksebisi Porprov XV Jabar menjadi fokus bahasan pada Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Jawa Barat di Aula KONI, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Minggu (26/7/2026).

Rapat Kerja Provinsi perdana ini di hadiri 18 perwakilan Kota/Kabupaten di Jawa Barat.

BACA JUGA:

FIFA Resmi Cabut Registration Ban Persib Bandung, Registrasi Pemain Kembali Dibuka

Ketua Umum Pengprov FOKSI Jawa Barat, Uung Tanuwidjaja menuturkan, rakerprov merupakan agenda tahunan sebagai amanah dari AD/ART organisasi.

Pelaksanaan rakerprov menjadi ajang evaluasi program kerja yang sudah di jalankan sekaligus merancang rencana kerja ke depan.

“Ini rakerprov pertama sejak kami di lantik pada Januari 2026 sekaligus moment penting bagi Kabaddi untuk makin maju dan berkembang di Jabar,” kata Uung.

Sebagai cabang olahraga baru di Jawa Barat, Uung mengaku jika di butuhkan usaha ekstra mengembangkan Kabaddi.

Untuk itu, kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak harus semakin di tingkatkan untuk semakin ‘membumikan’ olahraga Kabaddi di Tanah Pasundan.

FOKSI Jabar fokusjabar.id
Ketua Umum FOKSI Jabar, Uung Tanuwidjaja

“Kami dari kepengurusan provinsi terus melakukan upaya. Salah satunya dengan menambah kepengurusan FOKSI kota/kabupaten di Jabar. Pada momen rakerprov ini pun, kita melantik empat pengurus yang baru. Sehingga total sudah 18 daerah,” Uung menambahkan.

Selain dari sisi penataan organisasi, persiapan eksebisi Porprov XV Jabar pada bulan November 2026 pun menjadi fokus bahasan utama. Tidak hanya persiapan pelaksanaan tetapi juga persiapan setiap FOKSI kota/kabupaten sebagai kontingen peserta.

Dari 18 pengcab FOKSI kota/kabupaten, mereka sudah menyatakan kesiapan mengikuti eksebisi Porprov XV Jabar. Sebagian besar kota/kabupaten sudah melakukan seleksi atlet yang di persiapkan untuk memperkuat tim Kabaddi masing-masing pada eksebisi Porprov XV Jabar.

“Kita tidak menampik jika masih ada beberapa kendala yang di hadapi pengcab untuk menghadapi eksebisi Porprov XV Jabar. Kita cari solusi bersama. Tapi para pengcab sangat antusias menyambut Porprov XV Jabar meski Kabaddi masih cabor eksebisi,” kata Uung.

BACA JUGA:

Igor Tolic Beberkan Rencana Besar Persib, Pemain Muda Siap Unjuk Gigi di Piala Presiden 2026

Tiga bulan menuju perhelatan Porprov XV Jabar, FOKSI Jabar terus melakukan berbagai upaya agar pelaksanaan eksebisi berjalan dengan lancar.

Mulai dari koordinasi dengan pihak KONI Jabar sebagai Panwasrah Porprov XV Jabar, PB Porprov XV Jabar – Kota Bekasi sebagai tuan rumah hingga sosialisasi pertandingan Kabaddi di seluruh Jabar.

“Sebelum pelaksanaan eksebisi Porprov XV Jabar di bulan November 2026, setidaknya ada beberapa agenda yang akan kami lakukan. Di antaranya, simulasi pertandingan sebagai rangkaian Kabaddi Road to Porprov Jabar, sosialisasi dan pelatihan pelatih di beberapa kota/kabupate hingga refreshment wasit,” katanya.

“Dengan berbagai upaya itu, kami berharap pelaksanaan pertandingan eksebisi kabaddi pada Porprov XV Jabar bisa berjalan lancar dan sukses melahirkan prestasi untuk Jabar,” pungkasnya.

(ageng)

Gotong Royong Warga Parungponteng dan Satgas TMMD ke-129

0
Parungponteng Tasikmalaya fokusjabar.id
Warga bersama TNI bergotong royong membersihkan rumput yang menempel di bahu jalan

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Bagi warga Desa Parungponteng, jalan baru bukan sekadar jalur penghubung. Melainkan lembaran harapan baru yang di rajut bersama keringat kebersamaan antara TNI dan rakyat.

​Ada pemandangan yang menghangatkan hati di bawah terik matahari Kampung Pasir Nete Desa Parungponteng. Ketika hamparan aspal hitam masih menyisakan kehangatan, derap langkah kaki warga berpadu seirama dengan seragam loreng prajurit TNI.

BACA JUGA:

Tugu Koperasi Tasikmalaya Resmi Direvitalisasi dan Jadi Cagar Budaya Nasional

​Bukan lagi suara mesin penggilas atau deru truk material yang terdengar, melainkan gelak tawa, canda ringan dan dentingan alat-alat sederhana.

Satgas TMMD Ke-129 TA 2026 Kodim 0612/Tasikmalaya bersama masyarakat setempat turun tangan, bahu-membahu membersihkan sisa material dan merapikan bahu jalan demi kenyamanan bersama.

​Bukan Sekadar Membangun Fisik, Ini Tentang Merawat Asa

​Bagi warga, memiliki jalan yang mulus adalah mimpi lama yang akhirnya menjadi nyata. Namun, Satgas TMMD paham betul bahwa tugas mulia seorang prajurit tidak berhenti begitu saja saat roda gilas meninggalkan lokasi.

“Kami sangat menantikan jalan mulus sampai ke depan halaman rumah. Alhamdulillah mimpi itu terwujud,” kata Mak Eha, warga sekitar.

​Pembangunan infrastruktur hanyalah wadah. Nyawa dari sebuah pembangunan sesungguhnya terletak pada kepedulian.

Lewat aksi bersih-bersih ini, sisa tanah, batuan dan material yang berserakan di singkirkan agar jalan desa benar-benar aman dan nyaman d ilalui anak-anak yang hendak ke sekolah atau para petani yang membawa hasil bumi.

​Di sinilah makna kemanunggalan TNI dan rakyat menemukan wujud tertingginya. TNI hadir bukan sekadar sebagai pembangun, tetapi sebagai saudara yang merangkul warga untuk bersama-sama mencintai kampung halaman mereka.

​Gotong Royong: Denyut Nadi yang Tak Pernah Padam

​Di tengah arus modernisasi yang kerap mengikis kepedulian sosial, Desa Parungponteng membuktikan bahwa semangat gotong royong tidak pernah mati.

BACA JUGA:

Milangkala ke-394, Saatnya Tasikmalaya Meneguhkan Semangat Gotong Royong Membangun Daerah

​Antusiasme warga yang membludak di sepanjang sisi jalan menjadi bukti otentik. Mereka tidak hanya duduk manis sebagai penonton atau penerima manfaat.

Dengan cangkul, sapu lidi dan semangat swadaya, warga melebur bersama Satgas TMMD, merasa memiliki setiap jengkal aspal yang terbentang.

Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim mengatakan, ruh dari TMMD ke-129 untuk membangkitkan kembali jiwa gotong royong di kalangan masyarakat.

Untuk itu, TNI selalu bersama sama dengan masyarakat melakukan berbagai kegiatan positif di lingkungan masyarakat. Rasa kebersamaan dan gotong royong terus di pupuk untuk kembali tumbuh di lingkungan masyarakat.

​Program TMMD Ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya telah meninggalkan lebih dari sekadar beton dan aspal. Ia meninggalkan warisan paling berharga. Yakni, ikatan emosional yang erat.

​Ketika aspal nantinya mendingin dan mengeras seiring waktu, semangat kebersamaan yang terjalin di Kampung Pasir Nete di yakini tidak akan pernah ikut memudar.

Karena pada akhirnya, jalan yang kokoh lahir dari kerja keras. Namun desa yang maju hanya bisa terwujud dari hati yang bersatu.

(Abdul Latif)

Tiang Lampu Mercusuar di Cikidang Pangandaran Rusak Diterjang Gelombang

0
lampu mercusuar Pangandaran fokusjabar.id
Tiang Mercusuar

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Kondisi tiang lampu mercusuar berwarna merah di pintu masuk Pelabuhan Muara Sungai Cikidang, Pangandaran Jawa Barat (Jabar) rusak parah di terjang gelombang tinggi sejak Minggu (26/7/2026) malam.

‎Tiang setinggi belasan meter itu masih berdiri, namun struktur penopangnya di bagian bawah sudah tidak stabil.

BACA JUGA:

Menjaga Pesisir, Merawat Masa Depan: Aksi Nyata 5.000 Mangrove PT PNM Tasikmalaya di Pangandaran

‎Ketua SAR Barakuda Kabupaten Pangandaran, Sakio menjelaskan, kerusakan terjadi pada bagian penyangga.

‎”Yang mercusuar atau lift merah pintu masuk pelabuhan yang samping kanan ini penyangganya putus satu di terjang gelombang. Ini goyang, ini sangat membahayakan. Ini terjadi sudah dari hari kemarin, kata Sakio, Senin (27/7/2026).

‎Sakio mengatakan, badan tiang besi berwarna merah itu juga terlihat oleng setiap kali gelombang besar datang.

‎”Nah ini mercusuar itu sangat goyang ya. Kecepatannya lumayan nih goyangnya di saat datang gelombang,” tambah Sakio.

‎Menurut Sakio, gelombang tinggi sangat membahayakan bagi para nelayan. Para nelayan yang melaut harus pandai membaca arus gelombang.

‎”Untuk masuk Sungai Cikidang muara Sungai Cikidang ini nelayan sangat kesulitan. Untuk masuk pelabuhan juga sama harus membaca gelombang dulu,” kata Sakio.

BACA JUGA:

Gelombang Tinggi Hantam Pangandaran, Lampu Navigasi di Muara Sungai Cikidang Rusak

‎Menurut Sakio, cuaca saat ini masih berkabut tebal dan gelombang tinggi. Beberapa perahu nelayan harus ekstra hati-hati saat melintas di antara dua tiang suar.

‎”Harus membaca gelombang benar-benar ya. Karena gelombangnya sangat besar,” pungkas Sakio.

(Sajidin)

Menjaga Pesisir, Merawat Masa Depan: Aksi Nyata 5.000 Mangrove PT PNM Tasikmalaya di Pangandaran

0
PT PNM Tasikmalaya Pangandaran fokusjabar.id
PNM Cabang Tasikmlaya menanam 500 bibit pohon mangrove di area pesisir Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id : ​Garis pantai Samudra Hindia di Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) menyimpan cerita tentang perjuangan hidup.

Di sini, deburan ombak bukan sekadar pemandangan. Melainkan ancaman abrasi dan intrusi air laut yang menghantui keseharian para nelayan dan warga pesisir.

BACA JUGA:

Gelombang Tinggi Hantam Pangandaran, Lampu Navigasi di Muara Sungai Cikidang Rusak

​Namun, secercah harapan kini mengakar kuat di lumpur pesisir. Bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PT PNM Cabang Tasikmalaya menghadirkan gerakan PNM Green Impact bertema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”, dengan menanam 5.000 bibit mangrove jenis Rhizophora secara serentak.

​Selama ini, PT PNM di kenal sebagai pilar utama penggerak ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan modal usaha bagi pelaku ultra mikro dan ibu-ibu prasejahtera lewat program Mekaar.

Namun ada filosofi kuat yang di pegang. Yakni, ekonomi yang tangguh tidak akan berdiri di atas lingkungan yang rapuh.

​Pemimpin Cabang PNM Tasikmalaya, Ara Koswara menegaskan, kawasan Kalipucang membutuhkan intervensi ekologis yang serius karena kerusakan pesisir berbanding lurus dengan runtuhnya kesejahteraan masyarakat.

​”PNM Green Impact adalah wujud nyata kepedulian kami. Kami tidak hanya fokus pada permodalan usaha nasabah. Tetapi juga bertanggung jawab menjaga ruang hidup tempat mereka tinggal dan mencari nafkah,” ujar Ara.

​Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pesisir Pangandaran

​Aksi penanaman ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong yang melibatkan berbagai elemen strategis. Mulai dari BUMN, pemerintah daerah, aparat keamanan hingga relawan.

​Pemerintah dan Tokoh Lokal

Kegiatan tersebut di hadiri Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Pangandaran, Trisno, Camat Kalipucang Ruhendi, Wadandim Kalipucang, Asep Saepudin dan Kepala Desa Pamotan, Andi Suandi.

​Dukungan Lapangan

Melibatkan 30 Relawan Tagana di bawah komando Nana Suryana serta dukungan penuh dari Rini Purnamasari (Manager Regional Mekaar Tasikmalaya II) dan Hatta Hidayat (Manager Bisnis ULaMM).

BACA JUGA:

Susi Pudjiastuti Minta Pemda Pangandaran Beri Insentif dan Benahi Fasilitas Pacuan Kuda Legok Jawa

Menurut Trisno, langkah ini sebagai teladan konkret dalam memperkuat ketahanan kawasan pesisir Pangandaran dari ancaman bencana ekologis.

​4 Manfaat Utama Penanaman 5.000 Mangrove bagi Ekosistem dan Warga

​Program ini di rancang bukan sekadar seremoni musiman. Melainkan investasi jangka panjang yang menghadirkan multi-manfaat.

​Perisai Alami Abrasi

Akar mangrove yang rapat berfungsi sebagai benteng peredam gelombang ekstrem serta penahan intrusi air asin ke sumur warga.

​Rumah Keanekaragaman Hayati

Kawasan mangrove yang subur menjadi spawning dan nursery ground (tempat pemijahan serta pembesaran) bagi ikan, udang dan kepiting bakau.

​Dongkrak Ekonomi Nelayan

Pulihnya ekosistem laut otomatis meningkatkan hasil tangkapan nelayan serta membuka peluang pengembangan ekowisata berbasis komunitas.

​Paru-Paru Biru (Carbon Sink)

Mangrove berperan aktif menyerap emisi karbon untuk menstabilkan iklim global dan menghasilkan udara yang lebih bersih.

​Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, PT PNM Cabang Tasikmalaya bersama Tagana dan Pemdes Pamotan akan terus melakukan pemantauan dan perawatan berkala untuk memastikan seluruh bibit tumbuh optimal.

BACA JUGA:

Susi Pudjiastuti Dorong Pacuan Kuda Pangandaran Masuk Kalender Nasional

​Langkah kecil yang di gagas oleh PT PNM Cabang Tasikmalaya ini membuktikan bahwa BUMN tidak hanya hadir untuk kinerja finansial yang cemerlang.

Tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan ekologis yang tinggi. Karena pada akhirnya, menjaga alam adalah cara terbaik untuk mengamankan masa depan generasi mendatang.

(Abdul Latif)