spot_imgspot_img
Minggu 29 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 91

KrediOne-Bank Ganesha Kolaborasi Tingkatkan Inklusi Keuangan

0
KrediOne Bank Ganesha fokusjabar.id
KrediOne-Bank Ganesha Kolaborasi Tingkatkan Inklusi Keuangan (foto: dok)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: PT Inovasi Terdepan Nusantara (KrediOne) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Bank Ganesha melalui loan channeling.

Penandatanganan perjanjian kerja sama di lakukan di Kantor Pusat Bank Ganesha, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).

BACA JUGA:

bank bjb dan Indomaret Jajaki Kolaborasi Maksimalkan Layanan Perbankan 

Kerja sama strategis tersebut dalam upaya memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat unbanked, underserved dan pelaku UMKM.

Mereka yang belum terjangkau layanan perbankan masih menjadi perhatian utama dalam mendorong peningkatan ekonomi nasional.

CEO KrediOne, Kuseryansyah mengatakan, kerja sama strategis dengan Bank Ganesha sebagai wujud komitmen mendorong pemerataan akses dan meningkatkan inklusi keuangan bagi individu dan pelaku UMKM di Indonesia.

Kolaborasi tersebut sejalan dengan kebijakan regulator yang mendorong kemitraan antara industri perbankan dan penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau Pinjaman Daring (Pindar) sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembiayaan nasional.

Dia berharap, skema channeling mampu memperluas jangkauan pembiayaan sekaligus mempercepat inklusi keuangan. Khususnya bagi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan akses kredit formal.

“Kerja sama ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas peran industri pinjaman daring sebagai platform pembiayaan digital yang adaptif dan inovatif terhadap kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha UMKM,” kata Dia.

“Kolaborasi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan industri perbankan terhadap model pembiayaan digital. Bagi kami, ini adalah milestone penting di awal tahun 2026 sekaligus momentum untuk meningkatkan inklusi keuangan, memperluas dampak, menghadirkan akses kredit bagi individu dan UMKM yang lebih cepat, tepat sasaran dan tetap berlandaskan pada tata kelola yang kuat,” Kuseryansyah menambahkan.

BACA JUGA:

Bank bjb dan PT Geo Dipa Energi (Persero) Jalin Kerja Sama Strategis di Bidang Perbankan

Presiden Direktur Bank Ganesha, Setiawan Kumala menegaskan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi untuk turut serta dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Terutama di segmen masyarakat yang selama ini belum terlayani oleh perbankan.

“Kerja sama strategis ini dapat di lakukan secara efektif dan efisian melalui digitalisasi pembiayaan dengan tetap memperhatikan prinsip kehatian-hatian,” katanya.

Menurut Dia, kolaborasi KrediOne dan Bank Ganesha hadir di tengah masih terbukanya ruang inklusi keuangan nasional. Khususnya pada segmen masyarakat dan pelaku UMKM yang masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan formal.

Kedua institusi berkomitmen mengembangkan kemitraan strategis secara berkelanjutan melalui penguatan penyaluran pembiayaan, penerapan tata kelola yang baik serta penerapan inovasi teknologi terhadap layanan pembiayaan digital guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai informasi, KrediOne merupakan LPBBTI yang menyediakan akses pendanaan multiguna bagi masyarakat Indonesia.

Sejak berdiri tahun 2019 hingga Januari 2026, KrediOne telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp13 trilyun kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

BACA JUGA:

Modal Bank dan Regulasi Perbankan, Pilar Penting Stabilitas Ekonomi

KrediOne berkomitmen menghadirkan layanan pembiayaan digital yang mudah di akses, berstandar tinggi dalam pengelolaan data serta berperan aktif dalam memperluas inklusi dan literasi keuangan. Sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia.

(Cita Amalia)

Kondisi Terbaru Kebun Binatang Bandung, 711 Satwa Sehat

0
Satwa Kebun Binatang Bandung fokusjabar.id
(foto. bandung.go.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kondisi terkini satwa di Kebun Binatang Bandung di pastikan dalam keadaan baik dan terawat. Hasil pemantauan terbaru menunjukkan seluruh satwa beraktivitas normal dengan kebutuhan dasar yang terpenuhi.

Pemantauan di lakukan pada 24 Februari 2026 guna memastikan situasi tetap kondusif.

BACA JUGA:

Antisipasi Lonjakan Harga, Bulog dan Pemkot Bandung Sidak Pasar Kosambi

Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa kesejahteraan satwa menjadi perhatian utama.

Langkah monitoring ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut pascapengamanan aset yang di laksanakan pada 5 Februari 2026.

Pemeriksaan di lakukan untuk memastikan tidak ada dampak terhadap kondisi hewan yang berada di area Kebun Binatang Bandung.

Dari hasil pengecekan, satwa-satwa terlihat aktif bergerak di dalam kandang masing-masing.

Tidak di temukan tanda-tanda gangguan kesehatan maupun perilaku yang mengkhawatirkan.

Petugas memastikan proses pemberian pakan berjalan sesuai jadwal. Asupan makanan untuk setiap jenis satwa di berikan sesuai kebutuhan dan standar perawatan.

Selain itu, perawatan rutin tetap di laksanakan oleh tim pengelola. Pemeriksaan kesehatan dan kebersihan kandang menjadi bagian dari agenda harian.

Lingkungan kandang pun tampak bersih dan tertata. Area sekitar satwa di rawat agar tetap mendukung kenyamanan dan keamanan hewan.

BACA JUGA: Galian Kabel Dikeluhkan Warga, Wali Kota Bandung Tuntut Kepastian Waktu

Secara keseluruhan, terdapat 711 individu satwa yang berada dalam pengawasan di kawasan Kebun Binatang Bandung. Seluruhnya berada dalam kondisi stabil berdasarkan laporan terbaru.

Pemkot Bandung menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan secara berkala. Evaluasi rutin akan dilakukan guna memastikan seluruh satwa tetap sehat dan terawat.

Upaya ini diharapkan dapat menjaga kualitas pengelolaan kebun binatang sekaligus memastikan perlindungan satwa tetap menjadi prioritas utama.

(Jingga Sonjaya)

Perkuat Riset dan Inovasi, Bupati Garut Gandeng BRIN

0
Bupati Garut Brin fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin berkunjung ke Kantor Pusat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026).

Kunjungan tersebut sebagai langkah strategis untuk mempercepat pembangunan daerah.

BACA JUGA:

Bupati Garut Bakal Bangun Pabrik Pakan di Lokasi Lahan Pertanian

Selain itu untuk mengoordinasikan pengembangan riset dan implementasi teknologi guna mengoptimalkan potensi Kabupaten Garut.

Bupati Garut di terima Deputi Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi dan Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi, Agus Haryono.

Syakur mengaku bangga atas sambutan hangat dari pihak BRIN. Menurutnya, kolaborasi tersebut adalah kunci untuk melompat lebih jauh melalui inovasi yang tepat guna.

“Kami merasa tersanjung dan berharap bisa terealisasi. Pasalnya, Garut butuh akselerasi, inovasi dan implementasi teknologi bagi kemajuan di masa yang akan datang,” tegas Syakur.

Bupati menekankan pentingnya pendampingan dari para ahli di BRIN untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan berbasis pada data riset yang akurat.

Sebelumnya dalam acara Rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025, Kabupaten Garut meraih penghargaan IDSD melalui perolehan nilai indeks sebesar 3,85.

Deputi Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi berharap, capaian tersebut menjadi titik awal penguatan berbagai sektor di Garut.

BACA JUGA:

Bupati Garut Evaluasi Pengelolaan Wisata Pantai Santolo

“Garut mendapatkan sertifikat terkait IDSD. Kami berharap, data Kabupaten Garut bisa kita perkuat melalui kolaborasi bersama antara BRIN dengan Kabupaten Garut untuk berbagai macam sektor yang perlu diperkuat,” katanya.

Selain fokus pada tata kelola daerah, kerja sama ini juga menyasar sektor ekonomi kreatif dan kewirausahaan.

Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Agus Haryono menyatakan kesiapannya untuk membantu komersialisasi riset lokal Garut.

“Kami dengan senang hati nantinya bisa memfasilitasi riset inovasi yang ada di Kabupaten Garut untuk bisa di komersialkan melalui skema pembinaan start up untuk Kabupaten Garut. Semoga nanti menular meningkatkan perekonomian di Kabupaten Garut,” ungkapnya.

Kabupaten Garut terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi melalui transformasi digital dan inovasi daerah yang berkelanjutan.

(Bambang Fouristian)

Pemprov Jabar Ambil Alih Penanganan Korban Kekerasan di Maumere

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Dedi Mulyadi Tiba di Maumere, Pastikan Korban Dugaan Kekerasan Kembali ke Jabar

MAUMERE,FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke Maumere, Kabupaten Sikka, untuk memastikan pemulangan warganya yang diduga menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual. Langkah ini menegaskan keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melindungi keselamatan warganya.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi tiba di Maumere,Senin (23/2/2026) dan langsung mengoordinasikan proses pemulangan agar berjalan aman serta terpantau hingga para korban kembali ke daerah asal.

Baca Juga: Pemprov Jabar Bergerak Cepat Selamatkan 12 Warga Korban Dugaan TPPO di NTT

Sebanyak 12 warga Jawa Barat masuk dalam rombongan pemulangan. Mereka terjadwalkan berangkat dari Labuan Bajo menuju Jakarta, Rabu (25/2/2026), lalu melanjutkan perjalanan ke Bandung. Satu korban lainnya telah lebih dulu meninggalkan NTT.

Setibanya di Bandung, para korban akan menjalani penanganan lanjutan dengan menempati Rumah Perlindungan Sementara milik UPTD PPA di bawah DP3AKB Provinsi Jawa Barat. Pendampingan meliputi asesmen psikologis, layanan kesehatan, serta penguatan pemulihan sosial.

Dalam penjemputan tersebut, Dedi Mulyadi bersama Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. Pemerintah provinsi juga melibatkan Polda Jawa Barat melalui Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang.

Proses Hukum

Dedi Mulyadi menegaskan, dugaan tindak kekerasan dan pelecehan seksual tersebut akan diproses sesuai hukum. Para korban akan memberikan keterangan sebagai saksi untuk mengungkap peristiwa yang mereka alami.

Ia juga menyoroti pentingnya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, terus mendorong penciptaan lapangan kerja di dalam daerah agar warganya tidak berangkat ke luar tanpa kejelasan tujuan.

“Jangan lagi ada warga Jawa Barat yang pergi tanpa arah dan perlindungan. Karena itu, kami akan memperbanyak kesempatan kerja di Jawa Barat,” tegas KDM.

Sebelumnya, total 13 warga Jawa Barat mengalami dugaan kekerasan dan pelecehan seksual saat bekerja di Maumere. Mereka berasal dari Purwakarta, Cianjur, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan perlindungan, pendampingan, serta pemenuhan hak para korban setelah kembali ke daerah asal.

(Jingga Sonjaya)

Wagub Jabar Ajak Pengusaha Besar Gandeng UMKM Agar Naik Kelas

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Wagub Jabar Erwin saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Japnas Jabar periode 2025–2030 di Hotel Grand Preanger, Kota Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mendorong pengusaha besar dan menengah untuk mengambil peran nyata dalam memperkuat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ajakan tersebut ia sampaikan kepada jajaran Jaringan Pengusaha Nasional Jawa Barat sebagai upaya membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Erwan menilai pertumbuhan ekonomi tidak akan berjalan optimal tanpa sinergi antara pelaku usaha skala besar dan kecil. Menurutnya, kolaborasi, pendampingan, serta transfer pengetahuan menjadi kunci agar UMKM mampu naik kelas dan memiliki daya saing lebih kuat.

Baca Juga: Pemprov Jabar Bergerak Cepat Selamatkan 12 Warga Korban Dugaan TPPO di NTT

Pesan itu ia tegaskan saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Japnas Jabar periode 2025–2030 di Hotel Grand Preanger, Kota Bandung, Senin (23/2/2026). Momen tersebut ia manfaatkan untuk menekankan peran strategis komunitas pengusaha dalam pembangunan ekonomi.

“Pengusaha besar dan menengah harus menjadi mentor dan menurunkan ilmunya kepada UMKM. Kita harus tumbuh bersama, karena tidak akan ada pengusaha besar tanpa keberadaan pengusaha kecil,” ujar Erwan.

Potensi Ekonomi Jabar

Ia juga memaparkan potensi ekonomi Jawa Barat yang sangat besar. Selain menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jawa Barat didukung ekosistem industri dan UMKM yang terus berkembang.

Hingga akhir 2025, jumlah UMKM di Jawa Barat mencapai 5,4 juta unit, menjadikannya yang terbesar secara nasional. Dari jumlah tersebut, usaha mikro mendominasi sebesar 85,02 persen, diikuti usaha kecil 13,60 persen, serta usaha menengah dan besar 1,38 persen. Mayoritas UMKM bergerak di sektor kuliner dan perdagangan.

“Saya berharap pengusaha di Japnas dapat membangun kolaborasi nyata dengan UMKM di Jawa Barat,” katanya.

Erwan menegaskan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan Japnas untuk memperkuat daya saing ekonomi daerah. Ia optimistis kepengurusan baru Japnas Jabar mampu melahirkan program konkret yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan penciptaan lapangan kerja.

“Saya yakin kuncinya ada pada jejaring kolaborasi lintas sektor,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

Pemprov Jabar Bergerak Cepat Selamatkan 12 Warga Korban Dugaan TPPO di NTT

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (Jabrprov)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat merespons dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa 12 warganya di Nusa Tenggara Timur. Pemerintah daerah memastikan perlindungan menyeluruh sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap keselamatan dan pemulihan korban.

Belasan korban dilaporkan mengalami kekerasan, pelecehan seksual, intimidasi, hingga dipaksa bekerja di luar kontrak pada sebuah tempat hiburan malam di Maumere, Kabupaten Sikka. Informasi tersebut mendorong koordinasi lintas daerah agar proses penyelamatan berjalan aman dan sesuai prosedur.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Harga, Bulog dan Pemkot Bandung Sidak Pasar Kosambi

Pemprov Jabar mengerahkan pendampingan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Jawa Barat di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Jawa Barat. Pendampingan mencakup proses hukum, pemulihan psikologis, hingga reintegrasi sosial.

Kepala DP3AKB Jabar Siska Gerfianti menyampaikan bahwa penanganan kasus ini mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi berkoordinasi dengan Ketua Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), Suster Ika, yang terlibat dalam proses penyelamatan.

Kasus terungkap setelah salah satu korban mengirim pesan WhatsApp pada 20 Januari 2026 untuk meminta pertolongan. Korban mengaku mengalami tekanan berat, depresi, serta pembatasan ruang gerak selama bekerja.

Sehari kemudian, Suster Ika bersama TRUK-F berkoordinasi dengan Polres Sikka melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak untuk melakukan penyelamatan secara persuasif dan prosedural.

Penjemputan Langsung ke NTT

Sebagai tindak lanjut, Dedi bersama Kepala DP3AKB Jabar, Tim Hukum Jabar Istimewa, Direktorat PPA dan PPO Polda Jawa Barat, serta Bupati Purwakarta dan Bupati Cianjur, melakukan penjemputan langsung ke NTT. Proses penjemputan dimulai Minggu, 22 Februari 2026, dan para korban dijadwalkan tiba di Jawa Barat pada Rabu, 25 Februari 2026.

Setibanya di daerah asal, para korban akan menerima pendampingan hukum, asesmen psikologis, penyediaan rumah aman dan layanan kesehatan. Serta menerima program rehabilitasi dan reintegrasi sosial sebelum kembali ke keluarga.

“Pendampingan kami siapkan secara komprehensif agar korban pulih. Kemudian dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan bermartabat,” ujar Siska, Selasa (24/2/2026).

Pemprov Jabar menegaskan sikap tegas terhadap praktik perdagangan orang dan segala bentuk eksploitasi terhadap perempuan. Perlindungan korban dan pemulihan menyeluruh menjadi prioritas utama.

(Jingga Sonjaya)

Diskominfo Pangandaran Perkuat Identitas Digital Desa Lewat Program Saba Desa

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana program jemput bola "Kominfo Saba ‎Desa di desa Cigugur.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Pangandaran kembali menggelar program jemput bola Kominfo Saba Desa, Selasa (24/02/2026). Kali ini, tim menyambangi Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, dengan fokus utama pada pemanfaatan domain desa.id sebagai situs resmi pemerintahan desa.

Desa Cigugur menjadi lokasi ketiga pendampingan dalam rangkaian Kominfo Saba Desa, setelah pelaksanaan sebelumnya di Desa Selasari dan Desa Babakan. Melalui program ini, Diskominfo mendorong desa-desa memperkuat identitas digital sekaligus meningkatkan kualitas layanan informasi publik.

Baca Juga: Awal Ramadan 2026, Harga Kebutuhan Pokok di Pangandaran Relatif Stabil

Dalam kunjungan tersebut, Diskominfo menegaskan bahwa kepemilikan website dengan domain resmi desa.id bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan dasar bagi pemerintahan desa yang modern, transparan, dan kredibel. Domain desa.id berfungsi sebagai identitas legal desa di ruang digital.

Berbeda dengan domain komersial seperti .com, .net, atau .org, ekstensi desa.id dikelola secara eksklusif dan diakui resmi oleh Pemerintah Republik Indonesia. Pengelolaan ini memberikan jaminan keabsahan identitas instansi sekaligus meningkatkan keamanan informasi.

Kepala Diskominfo Pangandaran Tonton menjelaskan, pemanfaatan domain desa.id membuat penyebaran informasi desa menjadi lebih terpercaya.

“Dengan domain desa.id, transparansi anggaran, layanan informasi publik, hingga promosi potensi desa seperti UMKM dan pariwisata dapat tersampaikan secara valid dan akuntabel,” ujar Tonton.

Pentingnya Keberadaan Website Desa

Ia menambahkan, keberadaan website resmi membantu masyarakat membedakan informasi sah dari pemerintah desa dengan informasi palsu. Langkah ini sekaligus menjadi upaya mitigasi penyebaran hoaks yang kerap mengatasnamakan desa.

Selain sosialisasi regulasi, program Kominfo Saba Desa di Cigugur juga memberikan pendampingan teknis. Diskominfo memfasilitasi prosedur pendaftaran dan aktivasi domain desa.id, serta membekali perangkat desa dengan dasar pengelolaan konten website.

Diskominfo Kabupaten Pangandaran menargetkan seluruh desa di wilayah Kabupaten Pangandaran secara bertahap memiliki dan mengelola website resmi desa.id secara aktif sebagai pusat layanan informasi publik yang akuntabel.

“Kami berharap literasi digital perangkat desa terus meningkat. Dengan begitu, desa tidak hanya siap menghadapi tantangan era digital, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Tonton.

(Sajidin)