spot_imgspot_img
Senin 30 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 92

Diskominfo Pangandaran Perkuat Identitas Digital Desa Lewat Program Saba Desa

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana program jemput bola "Kominfo Saba ‎Desa di desa Cigugur.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Pangandaran kembali menggelar program jemput bola Kominfo Saba Desa, Selasa (24/02/2026). Kali ini, tim menyambangi Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, dengan fokus utama pada pemanfaatan domain desa.id sebagai situs resmi pemerintahan desa.

Desa Cigugur menjadi lokasi ketiga pendampingan dalam rangkaian Kominfo Saba Desa, setelah pelaksanaan sebelumnya di Desa Selasari dan Desa Babakan. Melalui program ini, Diskominfo mendorong desa-desa memperkuat identitas digital sekaligus meningkatkan kualitas layanan informasi publik.

Baca Juga: Awal Ramadan 2026, Harga Kebutuhan Pokok di Pangandaran Relatif Stabil

Dalam kunjungan tersebut, Diskominfo menegaskan bahwa kepemilikan website dengan domain resmi desa.id bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan dasar bagi pemerintahan desa yang modern, transparan, dan kredibel. Domain desa.id berfungsi sebagai identitas legal desa di ruang digital.

Berbeda dengan domain komersial seperti .com, .net, atau .org, ekstensi desa.id dikelola secara eksklusif dan diakui resmi oleh Pemerintah Republik Indonesia. Pengelolaan ini memberikan jaminan keabsahan identitas instansi sekaligus meningkatkan keamanan informasi.

Kepala Diskominfo Pangandaran Tonton menjelaskan, pemanfaatan domain desa.id membuat penyebaran informasi desa menjadi lebih terpercaya.

“Dengan domain desa.id, transparansi anggaran, layanan informasi publik, hingga promosi potensi desa seperti UMKM dan pariwisata dapat tersampaikan secara valid dan akuntabel,” ujar Tonton.

Pentingnya Keberadaan Website Desa

Ia menambahkan, keberadaan website resmi membantu masyarakat membedakan informasi sah dari pemerintah desa dengan informasi palsu. Langkah ini sekaligus menjadi upaya mitigasi penyebaran hoaks yang kerap mengatasnamakan desa.

Selain sosialisasi regulasi, program Kominfo Saba Desa di Cigugur juga memberikan pendampingan teknis. Diskominfo memfasilitasi prosedur pendaftaran dan aktivasi domain desa.id, serta membekali perangkat desa dengan dasar pengelolaan konten website.

Diskominfo Kabupaten Pangandaran menargetkan seluruh desa di wilayah Kabupaten Pangandaran secara bertahap memiliki dan mengelola website resmi desa.id secara aktif sebagai pusat layanan informasi publik yang akuntabel.

“Kami berharap literasi digital perangkat desa terus meningkat. Dengan begitu, desa tidak hanya siap menghadapi tantangan era digital, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Tonton.

(Sajidin)

Baznas Tetapkan Zakat Fitrah Ramadan 1447 H Tasikmalaya Rp37.500 per Jiwa

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Ketua Baznas Kota Tasikmalaya H. Nasihin (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Badan Amil Zakat Nasional Kota Tasikmalaya menetapkan besaran zakat fitrah Ramadan 1447 Hijriah/2026 sebesar Rp37.500 per jiwa. Ketentuan ini menjadi pedoman resmi bagi masyarakat muslim Kota Tasikmalaya dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah.

Baznas menetapkan angka tersebut melalui musyawarah penetapan zakat fitrah yang berlangsung di Sekretariat Baznas Kota Tasikmalaya. Forum ini melibatkan Pemerintah Kota Tasikmalaya, Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, Dinas KUMKM Perindag, Majelis Ulama Indonesia Kota Tasikmalaya, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.

Baca Juga: Satpol PP Tasikmalaya Matangkan Strategi RKPD 2027, Fokus Tertib dan Pelayanan

Ketua Baznas Kota Tasikmalaya H. Nasihin menjelaskan, besaran zakat fitrah tersebut setara dengan 2,5 kilogram beras atau 3,5 liter, atau dapat dibayarkan dalam bentuk uang sebesar Rp37.500.

“Zakat fitrah merupakan kewajiban setiap muslim di bulan Ramadan. Besarannya kami tetapkan melalui musyawarah agar sesuai dengan kondisi dan harga kebutuhan pokok di daerah,” ujar Nasihin, Selasa (24/2/2026).

Baznas menargetkan penerimaan zakat fitrah tahun 2026 mencapai Rp28 miliar. Nasihin menyebutkan, target tersebut mengacu pada jumlah penduduk muslim Kota Tasikmalaya yang mencapai 760.051 jiwa.

“Jika dikalikan Rp37.500 per jiwa, potensi zakat fitrah di Kota Tasikmalaya mencapai sekitar Rp28 miliar,” jelasnya.

Ia menegaskan, petugas Unit Pengumpul Zakat (UPZ) DKM atau panitia zakat fitrah di setiap masjid akan menghimpun zakat dari masyarakat. Setelah itu, panitia menyalurkan zakat kepada penerima yang berhak di lingkungan masing-masing.

Masyarakat Sudah Dapat Menunaikan Zakat Fitrah Sejak Swal Ramadan

Baznas mengatur pola distribusi zakat fitrah dengan porsi utama bagi fakir dan miskin sebesar 66 persen. Sisa pengalokasiannya untuk bantuan sarana dan kegiatan keagamaan di UPZ DKM atau panitia zakat fitrah sebesar 10 persen, serta untuk amil di tingkat UPZ DKM sebesar 6,5 persen.

Selain zakat fitrah, Baznas juga mengajak masyarakat menyalurkan infak sebesar Rp2.000 per jiwa. Infak tersebut akan mendukung program pengentasan kemiskinan di Kota Tasikmalaya.

“Kami mengimbau masyarakat yang membayar zakat melalui UPZ DKM atau panitia zakat fitrah agar sekaligus menyalurkan infak Rp2.000 untuk membantu program penanganan kemiskinan,” tutur Nasihin.

Ia menambahkan, masyarakat sudah dapat menunaikan zakat fitrah sejak awal Ramadan hingga menjelang pelaksanaan salat Idulfitri. Baznas mendorong warga membayar zakat lebih awal agar distribusi kepada mustahik berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Kami mengajak kaum muslim menunaikan zakat fitrah sedini mungkin melalui UPZ DKM di masjid masing-masing atau langsung ke kantor layanan Baznas Kota Tasikmalaya,” katanya.

Dalam pendistribusian zakat fitrah, Baznas mengacu pada delapan golongan penerima (ashnaf) sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an, dengan prioritas utama fakir dan miskin.

“Delapan ashnaf itu meliputi fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Mereka semua berhak menerima zakat fitrah,” pungkas Nasihin.

(Seda)

Antisipasi Lonjakan Harga, Bulog dan Pemkot Bandung Sidak Pasar Kosambi

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Perum BULOG Kantor Cabang Bandung bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Satgas Saber Pelanggaran Pangan, dan Kodim Kota Bandung menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kosambi, Selasa, (24/2/2026). (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Perum BULOG Kantor Cabang Bandung bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Satgas Saber Pelanggaran Pangan, dan Kodim Kota Bandung menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kosambi, Selasa (24/2/2026).

Sidak ini bertujuan memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN). Aparat ingin memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang tetap terjangkau.

Baca Juga: Awal Ramadan, Polres Cimahi Bongkar 54 Kasus Narkoba dan Amankan 70 Tersangka

Pemimpin Perum BULOG Cabang Bandung Ashville Nusa Panata bersama Kepala Disdagin Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin, unsur Satgas Pangan, serta perwakilan Kodim Kota Bandung langsung memimpin sidak.

Tim turun langsung mengecek harga dan stok sejumlah komoditas strategis. ulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, cabai, hingga daging sapi dan daging ayam.

Ronny Ahmad Nurudin menyampaikan hasil monitoring menunjukkan kondisi pasokan bahan pokok di Pasar Kosambi masih aman, sementara harga relatif terkendali.

“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Bulog, Satgas Pangan, dan pengelola pasar melakukan pemantauan. Ketersediaan bahan pokok aman dan harga masih dalam batas terjangkau,” ujarnya.

Tren Harga Berangsur Stabil

Ia menambahkan, beberapa komoditas yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan harga kini mulai menunjukkan tren stabil, bahkan sebagian sudah berangsur turun.

“Dibandingkan awal menjelang Ramadan yang sempat naik, saat ini beberapa harga mulai turun. Secara umum kondisi masih terkendali,” jelasnya.

Sementara itu, Ashville Nusa Panata memastikan stok beras di gudang Bulog Bandung berada dalam kondisi mencukupi. Ia menegaskan Bulog terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta TNI-Polri untuk menjaga stabilitas pangan.

“Bulog bersama Pemerintah Kota dan TNI-Polri rutin memantau harga dan ketersediaan. Sidak hari ini kami lakukan secara mendadak dan langsung turun ke lapangan,” kata Ashville.

Ia mengungkapkan, stok beras Bulog Bandung saat ini mencapai lebih dari 20 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya selama lima hingga enam bulan ke depan.

Selain menjaga stok yang ada, Bulog juga terus menyerap gabah petani dari berbagai daerah guna memperkuat cadangan pangan.

“Dengan stok yang tersedia saat ini dan penyerapan gabah yang terus berjalan. Kami pastikan pasokan aman untuk lima sampai enam bulan ke depan. Alhamdulillah, suplai lancar,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Satpol PP Tasikmalaya Matangkan Strategi RKPD 2027, Fokus Tertib dan Pelayanan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara dalam melalui Forum Perangkat Daerah yang digelar di Aula Satpol PP

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tasikmalaya mempercepat penyusunan strategi kerja menuju tahun anggaran 2027. Langkah ini diwujudkan melalui Forum Perangkat Daerah yang digelar di Aula Satpol PP, Selasa (24/02/2026), guna mematangkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Forum mengusung tema “Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pelayanan Publik untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat.” Kegiatan ini tidak sekadar agenda tahunan, melainkan ruang sinkronisasi kebijakan agar upaya penegakan ketertiban berdampak langsung pada kesejahteraan warga Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Hujan Tak Surutkan Kepedulian, TNI dan HDCI Berbagi di Taman Kota Tasikmalaya

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara menekankan pentingnya perencanaan berbasis data dan capaian terukur. Ia mengingatkan agar forum perencanaan tidak berhenti pada seremonial.

“Kami tidak ingin Musrenbang atau forum perencanaan hanya menjadi omon-omon. Harus melahirkan rancangan yang terarah dan terukur untuk kemajuan Kota Tasikmalaya,” tegas Diky.

Ia juga mengakui berbagai capaian pembangunan yang telah Satpol PP raih, namun menegaskan masih banyak pekerjaan rumah yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar penyelesaiannya tepat sasaran.

Menjawab tantangan tersebut, Kepala Satpol PP Kota Tasikmalaya Yogi Subarkah memaparkan dua agenda utama yang akan menjadi fokus kinerja pada 2027. Pertama, Program Peningkatan Ketenteraman dan Ketertiban Umum untuk menciptakan iklim kota yang kondusif sehingga aktivitas ekonomi masyarakat berjalan tanpa gangguan. Kedua, Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah guna memperkuat tata kelola internal agar Satpol PP semakin adaptif dan profesional.

“Rencana ini sejalan dengan misi besar Kota Tasikmalaya dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Yogi.

Melalui forum ini, setiap evaluasi kebijakan tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga responsif terhadap dinamika sosial di lapangan. Targetnya jelas: mewujudkan Kota Tasikmalaya yang religius, inovatif, maju, dan berkelanjutan.

Dengan perencanaan yang lebih terukur, harapannya Satpol PPtidak hanya berperan sebagai penegak aturan. Namun juga menjadi mitra masyarakat dalam menjaga kenyamanan dan ketertiban kota.

(Abdul)

Awal Ramadan 2026, Harga Kebutuhan Pokok di Pangandaran Relatif Stabil

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Awal Ramadhan, Harga Bapokting di Pangandaran Aman

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Memasuki awal Ramadan 2026, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran mencatat harga kebutuhan pokok masyarakat berada dalam kondisi relatif stabil. Pemantauan rutin di sejumlah pasar binaan belum menunjukkan lonjakan maupun penurunan harga yang berarti.

Pelaksana Tugas Sekretaris Diskopdagin Pangandaran, Supendi, menyampaikan hasil pemantauan harga selama beberapa hari terakhir masih konsisten dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga: Belum Diresmikan, Jembatan Sodongkopo Sudah Jadi Ikon Baru Pangandaran

“Hasil monitoring di pasar-pasar binaan menunjukkan harga kebutuhan pokok masih stabil. Belum terlihat perubahan signifikan,” ujar Supendi, Selasa (24/2/2026).

Berdasarkan data Diskopdagin, harga beras medium tercatat Rp13.000 per kilogram, sementara beras premium berada di angka Rp14.500 per kilogram. Harga gula pasir juga stabil di kisaran Rp18.000 per kilogram.

Untuk komoditas minyak goreng, harga minyak goreng curah Rp19.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan premium berada di harga Rp18.500 per liter. Sementara itu, harga tepung terigu Rp8.000 per kilogram.

Harga komoditas protein hewani juga terpantau stabil. Harga daging sapi Rp130.000 per kilogram, daging ayam ras Rp38.000 per kilogram, dan telur ayam ras berada di angka Rp30.000 per kilogram.

“Pergerakan harga daging dalam beberapa hari terakhir relatif stabil. Kalau ada perubahan, naik atau turunnya tidak signifikan,” jelas Supendi.

Sementara itu, harga komoditas cabai bervariasi. Harga cabai merah Rp40.000 per kilogram, cabai hijau Rp20.000 per kilogram, cabai rawit Rp80.000 per kilogram, dan cabai keriting berada di angka Rp45.000 per kilogram.

Untuk komoditas bawang, bawang merah tercatat Rp42.000 per kilogram, sedangkan harga bawang putih Rp35.000 per kilogram.

Meski kondisi harga masih terkendali, Diskopdagin Pangandaran memastikan pemantauan pasar akan terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi potensi gejolak harga selama Ramadan.

“Kami terus berkoordinasi dengan para pedagang di pasar binaan. Untuk ketersediaan barang, saat ini masih aman,” pungkas Supendi.

(Sajidin)

Belum Diresmikan, Jembatan Sodongkopo Sudah Jadi Ikon Baru Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Penampakan jembatan Sodongkopo Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Jembatan Sodongkopo di Kabupaten Pangandaran ramai dipadati warga saat waktu ngabuburit. Meski sudah selesai dibangun dan menjadi magnet baru bagi pengunjung, jembatan tersebut belum diresmikan secara resmi oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Ketiadaan peresmian itu terlihat dari prasasti yang terpasang di sisi depan jembatan. Prasasti hanya memuat nama bangunan, ruas jalan, koordinat, panjang jembatan, sumber pendanaan, serta tahun pembangunan. Tidak tampak tanda tangan Gubernur Jawa Barat pada prasasti tersebut.

Baca Juga: Kerap Bermasalah, Bupati Pangandaran Cek Drainase dan IPAL di Kawasan Wisata

Warga sekitar mengakui kawasan jembatan kini menjadi titik favorit menjelang berbuka puasa. Aktivitas berburu takjil hingga berfoto ramai mewarnai suasana sore hari.

“Kalau sore ramai sekali. Banyak yang cari takjil dan foto-foto di sini. Tapi sepertinya jembatan ini memang belum resmi,” ujar Ujang, warga di lokasi, Selasa (24/2/2026).

Sebelumnya, Dedi Mulyadi sempat meninjau langsung Jembatan Sodongkopo. Momen tersebut terekam dalam video akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71.

Dalam video tersebut, Dedi Mulyadi datang mengendarai sepeda motor bersama rombongan. Ia mengenakan pakaian serba putih dan langsung mendapat sambutan antusias ratusan warga sekitar.

Sepanjang akses menuju jembatan, warga memadati sisi jalan untuk menyapa Gubernur. Dengan sikap ramah, ia membalas sambutan warga dengan senyuman dan jabat tangan. Antrean kendaraan, kerumunan warga, serta bentang Jembatan Sodongkopo terlihat jelas dalam rekaman tersebut.

“Tak ada lagi cinta yang menguatkan selain cinta warga Jawa Barat. Thanks badag untuk anda sekalian,” tulis Dedi Mulyadi dalam keterangan video.

Dalam unggahan lain, Dedi Mulyadi juga menyampaikan sejumlah arahan penataan kawasan. Ia meminta pemasangan lampu warna-warni di atas jembatan agar tampil lebih estetis pada malam hari. Selain itu, ia mengusulkan pembangunan pos pengamanan serta penyediaan lahan parkir untuk menunjang kenyamanan pengunjung.

Hingga kini, warga masih menantikan peresmian resmi jembatan yang sudah menjadi ikon baru dan pusat aktivitas masyarakat Pangandaran tersebut.

(Sajidin)

Penyidikan Jilid II Bergulir, Kejari Banjar Periksa 19 Saksi Kasus Tunjangan DPRD

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Kantor Kejaksaan Negeri Kota Banjar (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Kejaksaan Negeri Kota Banjar memastikan proses penyidikan kasus tunjangan perumahan dan transportasi anggota DPRD Kota Banjar jilid II terus berjalan. Penangan assumes perkara ini masuk tahap pengembangan untuk mengungkap pihak-pihak yang di duga terlibat.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Budi Prakoso, menjelaskan bahwa penyidikan jilid II dimulai setelah terbitnya surat perintah penyidikan dari Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar pada 6 Februari 2026.

Baca Juga: Kritik Keras GMNI Kota Banjar, Kartu Berdaya Hanya Slogan

“Surat perintah penyidikan tersebut berkaitan dengan pengembangan perkara tunjangan perumahan dan transportasi pimpinan serta anggota DPRD Kota Banjar periode 2017–2021,” ujar Budi, Selasa (24/2/2026).

Ia mengungkapkan, sejak 10 Februari 2026 tim penyidik telah memanggil dan memeriksa 19 orang saksi. Para saksi berasal dari unsur eksekutif maupun legislatif yang memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.

“Sebanyak 19 saksi sudah kami mintai keterangan. Proses pemanggilan dan pendalaman akan terus berlanjut terhadap saksi-saksi lain sesuai kebutuhan penyidikan,” jelasnya.

Budi menegaskan, penyidikan jilid II berawal dari tahapan penyelidikan pada Januari 2026. Berdasarkan hasil pengumpulan alat bukti serta gelar perkara, tim penyidik memutuskan meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan.

“Setelah kami lakukan penyelidikan dan gelar perkara, penyidik menemukan cukup bukti sehingga perkara ini naik ke tahap penyidikan,” tegasnya.

Menanggapi desakan sejumlah mantan anggota DPRD Kota Banjar yang meminta agar penyidik memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan peraturan wali kota (Perwal) terkait tunjangan tersebut, Budi menegaskan bahwa seluruh proses masih berjalan sesuai mekanisme hukum.

“Saat ini kami fokus membuat terang perkara. Penyidikan masih berlangsung dan kami berharap prosesnya berjalan lancar hingga menemukan titik terang,” pungkasnya.

(Agus Purwadi)