spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8259

Hasan Siap Perluas Pemasaran di Cirebon

0
Pemasaran
Cagub Jabar TB Hasanuddin saat mengunjungi rumah produksi rotan di Kabupaten Cirebon (foto IST)

CIREBON,FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin (Hasan) mengunjungi rumah-rumah produksi rotan dan bertemu para pengusaha rotan di Desa Tegal Wangi, Weru, Kabupaten Cirebon, Jumat (20/4/2018).

Kepada mereka (pengusaha rotan) Hasan menyampaikan kesiapannya untuk memperluas pemasaran hasil produski rotan lebih luas lagi, dan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga mancanegara.

Tidak hanya itu, Hasan pun siap memberikan solusi yang dihadapi pengusaha rotan, seperti persoalan perizinan yang akan dipermudah, hingga regenerasi perajin rotan, dengan memberikan pelatihan dan pembinaan.

“Tempat ini sangat potensial bagi berkembangnya lapangan kerja bagi masyarakat Cirebon melalui industri kreatif rotan, sehingga pemerintah harus hadir dan mencarikan solusi atas kendala yang dihadapi,” kata Hasan usai blusukan di Kampung Produksi Rotan, Desa Tegal Wangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.

BACA JUGA: Wow! Pemasaran Kopi Baleka Garut Tembus Pekanbaru Riau

Dia menjelaskan, melalui program BogaGawe yang akan digulirkan bersama pasangannya Anton Charliyan, pengusaha rotan dan berbagai pelaku industri rumahan lainnya di Jabar akan dibantu permodalan. Permodalan itu penting untuk mengembangkan usahanya, baik melalui koperasi, maupun bank daerah Jawa Barat.

“Jika ini terus berkembang dengan skala lebih besar, berapa lapangan kerja yang akan tercipta, dan akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” jelas dia.

Sementara itu, salah satu pengusaha rotan Sumarca berpesan agar Hasan terus mempertahankan eksistensi produksi rotan di Kabupaten Cirebon saat terpilih menjadi Gubernur Jabar nanti.

Menurut Sumarca, industri rotan di daerahnya sangat potensial untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan. Namun memang membutuhkan dukungan optimal dari pemerintah daerah.

“Kang Hasan dan Kang Anton sebagai Purnawirawan Jendral, kami yakin akan mampu mempertahankan industri rotan agar jangan sampai hilang, ekspor bahan baku jangan sampai lolos dan tidak terjadi penyelundupan,” ungkap dia.

Selain itu, para pengusaha juga mengeluhkan sulitnya mendapat bahan baku rotan yang terganjal perizinan, dan penyelundupan rotan secara ilegal keluara negeri.

Hal itu, kata Sumarca, mengakibatkan semakin berkurangnya pasokan rotan ke Kabupaten Cirebon. Padahal, dalam UU No.3 Tahun 2014 tentang Perindustrian dan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.44 tahun 2012, telah tertuang larangan ekspor bahan baku kayu dan rotan, sebagai bentuk pengembangan industri kreatif rotan di Indonesia.

Dia berharap, di tangan Hasan, perizinan dibuat lebih gampang (simpel), serta berbagai kesulitan pengusaha rotan bisa terselesaikan, terutama
kaitannya dengan pelatihan dan marketing yang mengikuti trend masa kini seperti digitalisasi marketing,” kata dia.

(LIN)

Atasi Angka Kematian Bayi, RSUD Ciamis Akan Tingkatkan Sarana Kegawatdaruratan Anak

0
Direktur RSUD Ciamis dr Aceng Solehudin

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis akan meningkatkan sarana dan prasarana kegawatdaruratan anak. Hal ini mengingat sarana yang sudah ada masih belum menjawab kebutuhan ideal.

Direktur Umum RSUD Ciamis dr. Aceng Solehudin mengatakan, selain jumlah dokter yang masih kurang sarana untuk kegawat daruratan anak, ruang NICU (Neonatal Insentive Care Unit) yang dimiliki RSUD baru lima unit harus ditambah termasuk ruang HICU.

“Bayi yang gawat darurat tidak bisa disamakan dengan pasien dewasa dengan dilayani di UGD dibarengkan dengan pasien umum dewasa. Harus khusus, kalau tidak di ruang NICU (Neonatal Insentive Care Unit) ya semi ICU atau yang dinamakan HICU,” papar dr Aceng, Jumat (20/4/2018) usai pada wartawan di ruang kerjanya.

Keterbatasan sarana ini acapkali menjadi sebab munculnya keluhan pasien. Seperti yang baru-baru ini muncul dan menjadi sorotan yakni peristiwa meninggalnya bayi bernama Azkar putera pasangan Uus Usman Hidayat (22) dan Enok Siti Nurwahidah (22) warga Dusun Sukawening Desa Sukamanah Kec. Cipaku.

Bayi Azkar yang mengalami panas kejang ditindak dan dirawat selama dua jam di Rumah Sakit Permata Bunda Ciamis, karena kondisinya memburuk maka Azkar dirujuk ke RSUD Ciamis, namun sayang pada saat itu ruangan untuk kegawatdaruratan anak penuh. Pihak RSUD Ciamis menyarankan agar keluarga membawa ke rumah sakit lain. Keluraga hendak membawa bayi Azhar ke rumah sakit di Tasikmalaya, namun sayang diperjalanan bayi Azhar meninggal.

Karena masalah ini pun RSUD Ciamis menjadi tertuding. Banyak pihak yang mempertanyakan pelayanan RSUD Ciamis. “Atas keluhan itu kami (RSUD) tidak mengaku benar seratus persen, tetapi kami juga tidak salah seratus persen. Sarana kami masih sangat terbatas, dan ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan. Sekalipun tidak seratus persen salah, kami mengaku kami belum paripurna dan atas nama lembaga saya juga mendatangi rumah bayi Azkar dan memimpin tahlil di rumahnya, ” ujar dr.Aceng.

Sebelumnya Azkar memang dilahirkan di RSUD Ciamis pada Jumat (13/04) pukul 09.40 WIB dengan persalinan normal. Setelah pulang ke rumah pada Sabtu (14/04) bayi azkar mengalami kejang, lalu mendapat perawatan di Rumah Sakit Permata Bunda. Selama dua jam di rawat di Rumah Sakit Permata Bunda Azkar kondisinya memburuk dan dirujuk ke RSUD Ciamis, namun sayang fasilitas kegawatdaruratan anak pada hari itu penuh.

“Jadi prinsipnya bukan ditolak, fasilitas kami memang kurang, sehingga tidak bisa menampung, sekali lagi saya jelaskan tadi bayi kritis tidak bisa disamakan penangannnya dengan pasien umum dewasa di UGD,” ujar Aceng.

Selaku pimpinan di RSUD Ciamis dr. Aceng Solahudin juga selalu membriving seluruh staf untuk menerapkan sikap BPIS (Bila Pasien Itu Saya). “Saya minta semua staf terutama tenaga medis untuk menerapkan BPIS, menganggap jika pasien itu dirinya, dan jika pasien itu keluarganya, bukan orang lain, jadi ada tanggungjawab penuh. Nah kalau kaitan dengan keterbatasan sarana kan lain cerita, itu akan kita benahi ke depan,” kata Aceng.

Keluhan orangtua dari Azkar bayi berusia meninggal setelah dua jam dirawat di Rumah Sakit Permata Bunda ini, menjadi sorotan banyak elemen termasuk mahasiswa. Aceng memandang itu sikap kritik yang membangun dan pihaknya mengaku belum paripurna. “Semua masukan akan menjadi bahan evaluasi termasuk masukan dari teman-teman mahasiswa,” ujar Aceng.

Sementara itu Kepala Dusun Sukawening Desa Sukamanah Kecamatan Cipaku, Ujang Sirojul Falah atas nama kepala lingkungan dan keluarga meminta agar meninggalnya bayi bernama Azkar putera dari pasangan Uus Usman Hidayat dan Enok Siti Nurwahidah tidak dibesar-besarkan. “Maaf kang, ibunya sampai nangis ke saya karena jadi banyak kedatangan tamu baik wartawan dan pihak lain menanyakan perihal anaknya, itu malah jadi menambah kesedihan keluarga. Dia sudah tidak apa -apa, dan tidak menyalahkan rumah sakit juga,” kata Ujang.

Ujang juga membeberkan bahwa sebelum Enok Siti melahirkan Azkar sebagai kepala lingkungan membantu semua persiapan administrasi termasuk berkordinasi dengan pihak RSUD Ciamis. “Semua siap, dan Jumat bu Enok melahirkan secara normal, bahkan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun karena sudah ditanggung oleh BPJS. Sekali lagi saya meminta bahwa keluarga tidak ada yang namanya tuntutan, juga tidak mau ini dibesar-besarkan,” ujar Ujang. (DH)

Di Hari Kartini, Guru Honorer Deklarasi Dukung Yossi-Aries dan Hasanah

0
Ika Hasanuddin (foto IST)
Ika Hasanuddin (foto IST)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, hari ini ribuan tenaga honorer yang terdiri dari guru, tenaga kesehatan, tenaga administrasi atau Tata Usaha (TU) mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 2 Yossi Irianto-Aries Supriatna dan Cagub-Cawagub Jabar nomor urut 2 Tb Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah).

Deklarasi para tenaga honorer Kota Bandung yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) itu di lakukan dalam acara Silaturahmi FHK2I Jabar bersama Bunda Hebring Ineu Purwadewi Sundari (Istri Aries) dan Bunda Hasanah Ika Hasanuddin (Istri Hasan) di Kawasan Jalan Burangrang, Kota Bandung, Jumat (20/4/2018).

BACA JUGA:

Hardiknas 2026, Sekolah Sungai Cimanuk Garut Prihatin 19 Ribu Anak Putus Sekolah

Ketua FHK2I Jawa Barat Iman Supriatna mengatakan, pilihan mendukung Hebring salah satunya karena sejak awal Ineu (istri calon Wakil Wali Kota Bandung Aries) berkomitmen mendukung perjuangan para guru honorer di Jawa Barat maupun di Kota Bandung dengan kapasistasnya sebagai Ketua DPRD Jabar.

“Seluruh honorer Kategori 2 di Kota Bandung semua sepakat mendukung dan memenangkan pasangan Hebring di Pilwalkot Bandung dan Hasanah di Pilgub Jabar,” kata Iman mewakili para tenaga honorer yang hadir.

Iman mengungkapkan, ada sekitar 36.900 tenaga honorer yang siap memenangkan pasangan Hebring dan Hasanah.

Dia berharap dukungan mereka tersebut di balas dengan komitmen Hebring dan Hasanah untuk memperjuangkan nasib para tenaga honorer yang belum di angkat menjadi PNS.

“Padahal kami bersama PNS sama-sama mengabdi untuk pemerintah dan masyarakat. Tapi selama ini nasib honorer seperti tak ada yang memperhatikan. Ini yang membuat kami kecewa. Kami berharap Hebring dan Hasanah lebih tajam lagi memperhatikan tenaga honorer,” kata dia.

Titin (50) Seorang guru honorer bercerita bahwa para tenaga honorer memiliki tugas dan kewajiban yang sama dengan para ASN atau PNS.

Namun dari sisi penghasilan dan kesejahteraan, ibarat bumi dan langit. Dia mencontohkan para PNS gajinya paling kecil sudah di atas Rp2 juta. Belum lagi mereka memperoleh dana sertifikasi yang bisa mencapai Rp9 juta per orang.

“Berbeda dengan honorer, yang sudah S2 saja hanya dapat Rp150 ribu. Semoga ini bisa menjadi pertimbangan pemerintah ke depan. Kami doakan Hebring dan Hasanah menang. Insya Alloh doa kami di ijabah karena kami termasuk orang-orang terdzolimi,” tegas Titin yang sudah menjadi tenaga honorer selama 32 tahun.

Bunda Hebring yang juga Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari akan berupaya memperjuangkan keinginan dan harapan para tenaga honorer tersebut.

Ineu mengaku sangat mengapresiasi perjuangan para tenaga honorer yang berhasil mendorong revisi Undang-undang (UU) ASN.

Bunda Hasanah, Ika Hasanudin pun akan menyampaikan keluhan para tenaga honorer tersebut kepada suaminya yang juga calon Gubernur Jawa Barat Tb Hasanudin.

Bahkan, Ika siap berdiri paling depan memperjuangkan kesejahteraan para tenaga honorer terutama para guru.

“Saya tidak enak dengan istilah guru honorer. Buat saya, guru adalah guru. Rasanya naif sekali bila negara tidak hadir dalam memberikan kesejahteraan bagi para guru. Saya akan jadi orang pertama yang membisiki suami saya (Hasanudin) untuk memperjuangkan para guru honorer,” kata Ika.

Dia mengaku terenyuh atas kegigihan para guru honorer yang memperjuangkan kesejahteraannya. Dia mengaku kerap sedih setiap kali mendengar para guru honorer yang hanya menerima honor sebesar Rp150 ribu per bulan.

“Guru saya juga sampai sekarang masih honorer. Saya sedih. Saya bisa merasakan betapa ikhlasnya para guru mendidik anak-anak kita. Tanggungjawabnya berat. Guru adalah aset bangsa yang menciptakan karakter anak-anak kita,” tutur Ika.

(LIN)

Dengan “Jabar Lecir” Cawagub Jabar Uu Janjikan Jalan di Jabar Mulus

0
Cawagub Jabar nomor urut 1 Uu Ruzhanul Ulum bersama sopir angkot (foto IST)
Cawagub Jabar nomor urut 1 Uu Ruzhanul Ulum bersama sopir angkot (foto IST)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pasangan calon Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) siap meningkatkan kemantapan jalan di Jawa Barat melalui program ‘Jabar Lecir’. Melalui program tersebut, pasangan ini akan memaksimalkan peran Pemprov Jabar untuk memperbaiki setiap jalan yang rusak.

Demikian diungkapkan Cawagub Jabar nomor urut 1 Uu Ruzhanul Ulum saat bertemu komunitas sopir angkot di Bogor, Jumat (20/4/2018). Dalam pertemuan itu, Uu menerima sejumlah keluhan dari sopir angutan umum itu, khususnya mengenai banyaknya jalan yang rusak.

Dia mengatakan, melalui Jabar Lecir, Pemprov Jabar akan membantu perbaikan jalan di setiap kabupaten kota. Jika ada jalan rusak, Pemprov Jabar melalui APBD akan memberi bantuan ke pemerintah kabupaten/kota untuk perbaikannya. Alokasi anggaran dari APBD provinsi itu khusus digunakan untuk perbaikan infrastruktur.

“Kalau kerusakannya di jalan provinsi, jelas kami yang akan memperbaiki. Karena kami yang membangun,” kata dia.

Menurut dia, kemantapan jalan sangat diperlukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, program inipun sejalan dengan program kerja pemerintah pusat yang fokus pada infrastruktur.

“Jadi perbaikan jalan-jalan yang rusak ini sudah ada di program Jabar Lecir,” jelas Uu.

Uu pun mengapresiasi pekerjaan sebagai sopir angkot dengan peran yang vital di masyarakat. Sebab para sopir ini sangat menunjang aktivitas warga dalam berbagai hal. Bahkan bisa dibilang ikut menggerakkan perekonomian, memperlancar proses pendidikan untuk anak sekolah.

“Bayangkan kalau tidak ada sopir angkot, orang ke pasar, mau bawa barang dagangannya bagaimana, begitupun dengan anak sekolah yang akan pergi ke sekolahnya,” jelas dia.

Keberadaan angkot sangat diperlukan khususnya bagi warga menengah ke bawah. Jadi, kata dia, pekerjaan sebagai sopir angkot ini terhormat, terlebih kaitannya dengan jasa terhadap pengguna angkutan umum.

Perwakilan komunitas sopir angkot di Bogor, Eman Hidayat mengatakan, selama ini pihaknya direpotkan oleh buruknya kondisi jalan.

Dia mencontohkan kerusakan parah terjadi di jalur Cibedug, Pasir Muncang, Kabupaten Bogor. Hal ini sangat merugikan karena memperpendek usia kendaraannya.
Selain itu, waktu tempuh pun menjadi semakin lama.

“Pemerintah tolonglah kami, perhatikan jalan-jalan, diperbagus. Agar mobil kami tidak cepat rusak,” kata Eman.

(LIN)

Jumlah Impor Berkurang dengan Pererat Komunikasi

0
Impor
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kiri) bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo (tengah). (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, apabila komunikasi antar daerah dijalin dengan baik, maka untuk memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia tidak perlu membuka kran impor komoditas.

“Kalau ada sejumlah komoditas itu ada di daerah, mengapa kita harus impor. Boleh jadi kita (melakukan impor) karena tidak ada komunikasi antar Kepala Daerah,” kata Aher.

Dia yakin, beberapa komoditas tidak harus diimpor lantaran barang-barang yang dibutuhkan masyarakat itu ada di daerah sekitar. Setiap kebutuhan tidak perlu dicari ke negara lain.

“Karena barang yang kita butuhkan itu ada di sekitar kita. Mengapa harus impor kalau kemudian dengan kerjasama sesama daerah bisa menyelesaikan permasalahan,” ujar Aher.

BACA JUGA: Kebijakan Relaksasi Impor Buah, Asosiasi Tunggu Respon

Dia menyebut, Assosiasi Pemerintan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang telah dibentuk sejak tahun 2000, ialah satu wadah yang dapat mempererat komunikasi dan silaturahmi antar kepala daerah. Sehingga berdampak kepada ekonomi secara nasional.

“Di APPSI, banyak hal kita lakukan termasuk kerjasama daerah yang sangat kuat untuk memenuhi komoditas. Itu satu hal dan banyak hal lainnya,” ucapnya.

Aher menegaskan, kepada seluruh daerah kabupaten/kota untuk terus berupaya melakukan produksi dengan selalu menyediakan kebutuhan pangan masyarakat daerah.

Dia juga mengajak kepada seluruh kepala pemerintah provinsi di seluruh Indonesia untuk senantiasa aktif berkomunikasi dalan hal pemenuhan komoditas di daerah.

“Pemerintah daerah kabupaten/kota itu merupakan sub sistem pemerintah provinsi. Dan pemerintah provinsi harus menjadi sub sistem dari pergerakan nasional,” tegasnya.

(Ibenk/Bam’s)

Bom Perang Dunia II Ditemukan di KBRI Berlin

0
Perang Dunia
ilustrasi (web)

JERMAN, FOKUSJabar.id: Kepolisian Jerman menemukan bom peninggalan Perang Dunia II didekat gedung Kedutaan Besar RI di Berlin, Kamis (19/4/2018). Akibat temuan itu, KBRI menutup sementara operasionalnya selama proses evakuasi berlangsung mulai hari ini, Jumat (20/4).

“Sehubungan dengan pemberitahuan dari Kepolisian Berlin mengenai ditemukannya bom peninggalan Perang Dunia II di sekitar KBRI Berlin, maka pada hari Jumat, 20.04.2018, KBRI Berlin tidak beroperasi dan akan melakukan pelayanan kembali pada Senin, 23.04.2018,” bunyi pernyataan KBRI Berlin, seperti dilansir CNN.

Di Jakarta, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Christiawan Nasir, menyatakan seluruh WNI yang ada di Jerman terutama Ibu Kota Berlin diimbau untuk menjauhi lokasi temuan bom dan meninggalkan tempatnya jika terletak sekitar 800 meter dari lokasi temuan bom.

BACA JUGA: Mortir Sisa Perang Dunia 2 Diledakan

“Kami sudah memberitahukan kepada seluruh WNI kalau KBRI tidak buka untuk sementara waktu karena ada permintaan evakuasi dari otoritas Jerman,” kata Arrmanatha kepada media di kantornya.

Bom buatan Inggris seberat 500 kilogram ditemukan di pusat kota Berlin saat pengerjaan proyek infrastruktur di Heidestrasse, Mitte. Seluruh gedung yang berjarak 800 meter dari lokasi temuan diminta untuk dievakuasi.

Juru bicara kepolisian Martin Halweg mengatakan belum jelas berapa lama proses evakuasi ini akan berlangsung. Lewat akun Twitter-nya polisi juga menyatakan bom dalam kondisi aman dan tidak membahayakan.

(Agung)

Inggris Larang Penjualan Sedotan Plastik

0
Sedotan
ilustrasi (web)

INGGRIS, FOKUSJabar.id: Pemerintah Inggris melarang penjualan produk plastik seperti sedotan, pengaduk minuman dan korek kuping. Larangan tersebut diajukan Perdana Menteri Theresa May karena sampah plastik menjadi tantangan lingkungan terbesar di dunia yang mengancam kehidupan laut.

Pemerintah May telah melarang penggunaan bulir-bulir plastik (microbeads) dalam kosmetik dan produk lainnya. Termasuk kantong plastik berbayar yang telah mengurangi distribusi sembilan miliar kantong plastik.

“Di dunia, pemerintah Inggris memimpin dalam isu ini,” kata May, seperti dilansir CNN.

BACA JUGA: Berkat Inovasi Simon, Air Hujan Menjadi Air Layak Minum dengan Kualitas Baik

Sedotan

“Publik Inggris telah menunjukkan semangat dalam kebijakan kantong plastik berbayar dan larangan bulir-bulir plastik. Hari ini kita mengajukan rencana ambisius untuk mengurangi sampah plastik dari sedotan, pengaduk dan korek kuping,” kata May dalam pertemuan para pemimpin negara-negara Persemakmuran di London, Kamis (18/4/2018).

May bersama Menteri Lingkungan Inggris Michael Gove telah meluncurkan Rencana Lingkungan 25 tahun untuk mengakhiri sampah plastik. Mereka berencana bekerja sama dengan industri untuk memastikan tiap dampak ekonomi pada perusahaan di sektor plastik akan diatasi.

Bencana lingkungan yang disampaikan kampanye Ocean Rescue menyebut jutaan burung dan lebih dari 100.000 mamalia laut mati tiap tahun karena menyantap atau terbelit sampah plastik.

(Agung)