spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8235

Kyai Priangan Timur Nyatakan Dukungan untuk Cawagub Dedi Mulyadi

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Para ulama, kyai dan guru ngaji dari Priangan Timur, Jawa Barat menyatakan dukungan untuk Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dukungan tersebut berupa komitmen untuk memenangkan Pasangan Calon (Paslon) no4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Pilgub Jawa Barat.

Rombongan yang dipimpin oleh Kyai Abdul Aziz dari Kabupaten Tasikmalaya tersebut menyambangi kediaman Dedi Mulyadi. Tepatnya di Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Jum’at (27/4/2018) malam.

“Kami niatkan bersilaturahmi dan menyatakan dukungan kepada pasangan nomor 4 di Pilgub Jabar,” kata Kyai Aziz, Sabtu (28/4/2018).

Dia melanjutkan, pihaknya bersama para ulama se-Priangan Timur telah melakukan ijtihad. Hasilnya, meski seluruh pasangan calon dinilai baik. Akan tetapi, pasangan calon nomor 4 memiliki lebih banyak keunggulan.

Sehingga, proses ijtihad tersebut menurutnya melahirkan natiijah (kesimpulan) bahwa pasangan DM4Jabar akan mampu melahirkan kemashlatan bagi warga Jawa Barat.

“Semua pasangan kita telaah satu per satu. Hasil ijtihad dan telaah itu berkesimpulan bahwa pasangan nomor 4 paling cocok dan paling layak untuk Jawa Barat,” ungkapnya.

Kiai Aziz juga mengkonfirmasi proses tabayyun (klarifikasi kritis) yang terjadi antara para ulama Priangan Timur dengan Dedi Mulyadi. Hasil tabayyun tersebut menurut dia, semakin menguatkan hasil ijtihad sebelumnya.

“Dalam kesempatan ini juga menjadi majelis tabayyun bagi kami para ulama dengan Kang Dedi Mulyadi. Selama ini, ada informasi yang tidak lengkap tentang beliau, terutama tentang pembangunan di Purwakarta. Saat kami tanyakan secara langsung, justru ternyata nilai islami yang telah beliau perjuangkan selama ini,” ucapnya.

Atas tabayyun tersebut para ulama tersebut be-ittifaq (sepakat) untuk melabuhkan dukungan kepada Dedi Mulyadi. Apalagi, Ketua Presidium KAHMI Jawa Barat itu selama ini dikenal sebagai santri Kyai Ma’ruf Amin, Rais Am PBNU.

“Konsep Kang Dedi sama sekali tidak bertentangan dengan syari’at Islam. Justru beliau makmum terhadap ajaran Wali Songo, budaya ditempat sebagai salah satu piranti mengamalkan syari’at Islam,” katanya.

(Adie/Bam’s)

Diputus Pekan Depan, Gracia Indri Optimis Jadi Janda Muda

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Sidang cerai pasangan selebritis presenter cantik, Gracia Indri – David NOAH akan diputus pekan depan.

Penggugat Gracia Indri optimis, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bale Bandung akan mengesahkan status jandanya.

Penasehat Hukum Gracia, Rohman Hidayat menjelaskan, keyakinan itu muncul karena proses sidang yang sudah berjalan telah membuktikan sangkaan Gracia soal kekerasan rumah tangga yang dilakukan David.

“Kemarin kesimpulan. Intinya, gugatan yang kita ajukan itu adalah soal KDRT dan tidak memberi nafkah. Sejauh ini dua hal itu terbukti bahwa David itu melakukan kekerasan rumah tangga dan tidak memberi nafkah,” ujar Rohman, Sabtu (28/4/2018).

Maka dari itu, lanjut Rohman, pihaknya optimis Majelis Hakim akan mengabulkan permohonan penggugat. “Dari hal itu memperkuat keyakinan kita bahwa perceraiannya bisa terjadi,” katanya.

Selama proses persidangan, Rohman menyebutkan sudah melampirkan bukti berupa foto – foto bagian tubuh Gracia yang menjadi pelampiasan emosi David. Bahkan, telah diperkuat oleh dua saksi dari Gracia Indri.

“Ada bukti foto kekerasan yang kita lampirkan, bukti bukti transfer dari Gracia ke David. Yang pasti kita menghadirkan dua saksi yang mengetahui paska kejadian,” katanya.

Sebelumnya, dalam dakwaan gugatan cerai dengan register perkara nomor 285/Pdt.G/2017/PNBdg Gracia Indri yang ditandatangani penasehat hukum Rohman Hidayat, memaparkan bahwa perselisihan dan pertengkaran menjadi penyebab gugatan cerai menjadi pilihan terakhir.

Dalam perjalanannya, perselisihan antara Gracia dengan David hanya berlangsung damai, karena dianggap sebagai ujian.

“Tetapi, kehidupan rukun dan damai tidak berlangsung lama, karena antara tergugat kerap terjadi perselisihan dan pertengkaran yang bermuara pada terciptanya perbedaan prinsip, sehingga tidak adanya harapan untuk didamaikan,” papar Rohman dalam gugatannya.

(Adie/Bam’s)

Lembaga Survei IDM Jelaskan Alasan Duet Gerindra – PKS Moncer

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi menilai, politik identitas di Jawa Barat yang kuat menjadi alasan utama Pasangan Calon (Paslon) Sudrajat – Ahmad Syaikhu unggul dalam survei.

Hasil survei di Pantura, tren elektabilitas Sudrajat – Syaikhu disebut paling moncer dibanding Paslon lain dengan persentase 31,2 persen. Disusul Paslon Deddy – Dedi 26,3 persen, Hasanah 20,7 persen, sedangkan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum 11,3 persen.

” Soal politik identitas yang kuat di Jawa Barat dan tim Asyik mengedepankan itu dengan Kang Ajat sebagai orang Sunda, Syaikhu asal Cirebon. Itu yang mengangkat,” ujar Firman di Bandung Jawa Barat.

Tidak hanya itu, lanjut Firman, konstalasi politik Nasional Gerindra dengan PKS yang sedang terjadi, punya pengaruh ke Jawa Barat. Terlebih, Gerindra yang mengusung Prabowo maju di Pilpres 2019, mempunyai ambisi kuat mengamankan suara Jawa Barat.

“Ditambah dengan atmosfer politik secara nasional sedang mengarah ke sana (identitas), jadi istilahnya itu, ada korelasi dengan Pilgub Jabar. Korelasinya sangat tinggi,” terangnya.

IDM menjalankan survei di 18 Kabupaten dan sembilan kota di Jawa Barat. Dari jumlah DPT 31,7 Juta, sebanyak 2,178 orang dipilih menjadi responden dengan metodologi Multistage Random Sampling dengan margin of error kurang lebih 2,1 persen dan mempunyai tingkat kepercayaan 95 persen.

(Adie/Bam’s)

Ini Cara KPU Garut Sukseskan Pilkada Serentak 2018

0
Sosialisasi KPU Garut sukseskan Pilkada Serentak 2018

GARUT, FOKUSJabar.id : Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 27 Juni 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi kepada calon pemilih (masyarakat).

Sosialisasinya itu sendiri kata Humas Media Center KPU Kabupaten Garut, Susan A Fitri, di lakukan marathon ke setiap kecamatan, sekolah, komunitas-komunitas, KPU Korner, KPU Mapay Lembur, jalan sehat seribu perempuan dan video contest dengan tema “ Pilkada Garut Mantap.”

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Bakal Tanam 500 Pohon di Hari Bumi Sedunia

Tujuannya agar masyarakat ikut berperan aktif menyukseskan Pilkada Serentak sekaligus mengingatkan mereka agar tidak Golongan Putih (Golput).

Hari ini, pihaknya melakukan sosialisasi di Kecamatan Pasirwangi, Leuwigoong dan Kecamatan Cilawu.

” Kami terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar saat pelaksanaannya nanti mereka ikut serta dalam pemilihan,” kata Susan kepada FOKUSJabar, Sabtu (28/4/2018).

Menurut Susan, untuk kegiatan jalan sehat seribu perempuan, pelaksanaannya bertempat di Lapang Ciateul, Jalan Proklamasi Garut, Minggu (29/4/2018) besok .

“ Acara ini gratis dan terbuka untuk umum (khusus kaum perempuan). Tiketnya dapat di ambil di Kantor KPU Garut,” ucapnya.

Sementara lomba video contest di laksanakan 18 Mei mendatang dan para pemenangnya akan di umumkan 24 Mei.

Kegiatan tersebut lanjut Susan, terbuka untuk umum, perorangan dan kelompok. Syaratnya, calon peserta asli warga Kabupaten Garut. Durasi video-nya 1-3 menit, diupload di Instagram (Ig) masing-masing peserta. Total hadiahnya jutaan rupiah.

” Calon peserta harus asli warga Garut,” pungkas Susan.

(Bam’s)

Survei IDM: Asyik Unggul di Priangan, Pantura dan Pamalayon

0
KPU
foto web

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub-cawagub) Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) menyalip dua pasangan cagub-cawagub Jabar yang selama ini selalu bersaing ketat, yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi).

Meroketnya elektabilitas pasangan Asyik dinilai sebagai dampak dari pergerakan kader PKS yang juga Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang mulai massif mensosialisasikan pasangan Asyik.

Demikian terungkap dalam pemaparan hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terkait elektabilitas pasangan cagub-cawagub di Pilgub Jabar 2018. IDM membagi wilayah survei menjadi tiga teritorial, yakni Pantura (kabupaten/kota di wilayah pantai utara), Periangan (kabupaten/kota di Bandung Raya dan Priangan Barat dan Timur), serta Pamayon (daerah penyangga Ibu Kota seperti Bogor, Depok, dan Bekasi).

Survei ini dilakukan pada 15-31 Maret terhadap 2.178 responden dengan metode multistage random sampling dengan tingkat kesalahannya ± 2,1 persen.

Berdasarkan hasil survei itu, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) selalu berada di posisi atas, baik untuk tingkat popularitas maupun elektabilitas. Untuk tingkat popularitas, Asyik rata-rata meraih 80 persen di tiga teritorial tersebut.

Asyik mengalahkan pesaingnya pasangan Rindu di angka 78,4 persen, Deddy Mizwar-Dedi 83,2 persen dan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan 74, 1 persen. Sedangkan untuk elektabilitas, Asyik pun unggul di tiga teritorial itu, yakni 31,2 persen di Pantura, 35,6 persen di Priangan, dan 33,3 persen di Pamayon.

“Kedua adalah Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi yang meraih 26,3 persen di Pantura dan 21,6 persen di Pamayon. Sedangkan di Priangan, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum berada di posisi 2 dengan 25,3 persen pilihan responden,” kata Direktur Eksekutif IDM Bin Firman Tresnadi di Bandung, Jumat (27/4/2018).

Sementara itu, Ketua Tim Media pasangan Asyik Ronni Kusumah mengatakan, raihan kandidatnya ini tidak terlepas dari dua sosok yang mendukung, yakni Prabowo Subianto dan Ahmad Heryawan. Terlebih, menurut dia selama ini Ahmad Heryawan terus bergerak memenangkan Asyik.

“Kami juga terus begerak, terutama memperluas kantung-kantung suara,” jelas dia.

(LIN)

Baznas Jabar Genjot Potensi Zakat Rp17,6 Trilyun

0
ketua Baznas Jabar Arief (foto Budi)
ketua Baznas Jabar Arief (foto Budi)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Arief Ramdhani mengungkapkan, potensi Zakat di Provinsi Jawa Barat mecapai Rp17,6 Triliyun per tahunnya. Namun angka itu belum bisa terelaisasi karena pengelolaan zakat di beberapa kabupaten/kota di Jabar masih belum optimal.

“Setelah dihitung oleh Baznas pusat dan ahli ekonomi, ternyata Jabar potensinya terbesar di Indonesia. Sementara kita mencapai Rp1 trilyun pun belum,” kata Arief di Pusdai Jabar, Jumat (27/4/2018).

Menurut dia, belum optimalnya pengelolaan zakat di Jabar disebabkan beberapa faktor, salah satunya, masih ragunya beberapa kabupaten/kota dalam menyalurkan zakatnya melalui Baznas.

BACA JUGA:

Polisi Jaga Peringatan Kenaikan Yesus Kristus di Kota Banjar

“Ini terus kita dorong. Kita bergerak, dan kita berupaya membangun kesadaran masyarakat agar zakat semunya bisa disalurkan melalui Baznas,” jelas dia.

Selain itu, faktor tingkat kesadaran dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai Baznas pun menjadi kendala. Padahal, Baznas hadir sebagai fasilitator untuk memudahkan masyarakat menyalurkan zakatnya.

“Kalau dikelola sendiri hanya sebatas diberikan begitu saja. Melalui Baznas, selain mendapatkan bantuan, sipenerima pun diberikan edukasi, sepertihalnya pelatihan yang bisa dijadikan bekal oleh mereka,” kata dia.

(Budi/LIN)

Single “Ada Luka” Budi Cilok Dirilis

0
ada luka budi Cilok (ilustrasi LIN)
ada luka budi Cilok (ilustrasi LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Penyanyi Budi Cilok luncurkan single ketiga bertajuk ‘Cinta” di Kopilurs Omalia, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat (27/4/2018).

Musisi yang punya suara mirip Iwan Fals dan dikenal dengan lagu-lagunya bertema lingkungan, sosial hingga kritikan itu mengaku sudah lama membuat single berjudul ‘Ada Luka’.

“Tahun 2013, lagu ini sudah saya ciptakan. Sebelum akhirnya diluncurkan, banyak teman yang meminta Ada Luka ini dikeluarkan, dan sekarang momennya mungkin,” kata Budi.

Kaitannya dengan lagu yang di luar kebiasaannya itu, dia mengaku mengalir saja, terlebih tema apapun dia buat tergantung inspirasi yang didapat.

Sepertihalnya lagu Ada Luka yang terinspirasi dari kehidupannya sendiri. Lagu tersebut menyimpan pesan bahwa hidup jangan selalu ingin bahagia, sebab menurut dia, dari luka pun bisa membuahkan hasil manis.

“Cinta yang dibawa di lagu Ada Luka ini mencakup semua, termasuk cinta lingkungan, teman dan apapun. Bahkan cinta seorang ayah terhadap anaknya, tidak fokus pada kisa dua sejoli,” kata dia.

Budi menyebut bahwa penggarapan single Ada Luka dilakukan oleh tim atas dasar udunan, pertemanan dan hobi yang sama. Artinya tidak mengeluarkan biaya mahal.

“Jadi membuat karya lagu bagus bisa juga dengan budget minimalis. Yang penting itu berkarya dan punya tekad besar. Mulai dari proses rekaman hingga video klip dilakukan secara udunan (berbarengan),” kata dia.

Sementara itu, divisi marketing Sandi mengatakan, untuk mendapatkan single Ada Luka milik Budi Cilok bisa didapat di Musik Mobile (Musmob) store. Musmob ini akan berkeliling ke berbagai tempat, atau bisa juga mendapatkannya secara online, di intagram Musmob_id.

“Selain di komunitas dan kampus-kampus, kami pun sediakan pasilitas membeli secara online,” jelas Sandi.

(LIN)