spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8234

Ini Solusi Dedi Mulyadi Sejahterkan Petani Kopi di Jabar

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Dedi Mulyadi mendengarkan keluhan seorang petani kopi di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Sabtu (28/4/2018).

Seorang petani kopi Nuri (52) mengatakan bahwa selama ini dirinya tidak mendapatkan advokasi dari pemerintah tentang pemeliharaan tanaman kopi. Nuri dengan petani kopi lainnya yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) mengaku pernah menerima bantuan benih kopi.

Namun, kata dia, pengawalan darinmulai pola tanam hingga kopi siap panen tidak didapatkannya.

Alhasil, harapan yang dijanjikan, yakni mendapatkan hasil panen kopi yang maksimal, yang ada justru tanaman kopinya layu sebelum berkembang.

“Karena tidak diurus jadi tanamannya mati. Pohon kopinya tidak dirawat. Padahal, kopi ini komoditas unggulan di Jawa Barat bahkan dunia,” tutur Nuri kepada Dedi Mulyadi.

Menyikapi keluhan tersebut, Dedi menyebut bahwa hal itu tidak akan terjadi jika ada advokasi.

Selain diangkat sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) Pemprov Jawa Barat, para petani kopi rakyat juga diberikan advokasi khusus. Pendampingan tersebut bisa dilakukan oleh para sarjana pertanian yang diberikan insentif oleh Pemprov Jabar.

“Kita tidak hanya berikan benih kopi, kita berikan pendampingan dari mulai masa tanam sampai panen. Pemprov Jabar nanti meminta bantuan para sarjana pertanian untuk itu,” katanya.

Dengan begitu, tidak akan ada lagi keluhan bahwa tanamannya layu sebelum berkembang.

Terlebih desa itu bisa memanfaatkan keunggulan produk yang dimilikinya, sepertihalnya kopi.

Outputnya, kesejahteraan dapat diraih oleh para petani kopi di Desa Kopi. Selain itu, manfaat branding positif dari produk kopi bisa mengundang wisatawan untuk mengunjungi desa tempat kopi berkualitas itu ditanam.

“Tetapi caranya tidak boleh dengan merambah hutan. Satu juta pohon kopi bisa kita tanam dengan memanfaatkan lahan perkebunan teh yang tidak produktif di wilayah ini,” kata Dedi.

(Adie/LIN)

Bertemu Hasan, Ketua Paguyuban Pasundan: Sharing Biasa Saja

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 Tubagus Hasanuddin (Hasan) menggelar rapat Tim Pemenangan bersama Paguyuban Pasundan, di Bandung, Sabtu (28/4/2018).

Nampak hadir dalam pertemuan itu Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi, Kader PDIP Ineu Purwadewi Sundari, dan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat Rafani Achyar.

Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi mengaku sengaja menggelar pertemuan, terlebih dirinya belum sempat bertemu langsung dengan Hasan.

Selain itu, dia pun ingin mengetahui kondisi Hasan menuju Pilgub Jabar 27 Juni 2018 nanti.

BACA JUGA:

Polisi Jaga Peringatan Kenaikan Yesus Kristus di Kota Banjar

“Kita kan belum pernah bertemu resmi bersama yang lainnya, juga ada MUI, ada dari PDIP dan yang lainnya. Kita hanya melakukan pertemuan dan sharing saja,” kata Didi seusai rapat.

Sementara itu, Hasan enggan memberikan keterangan terkait pertemuannya dengan Paguyuban Pasundan.

(Ibenk /LIN) 

Demiz: Masih Banyak PR untuk Kembangkan Ciletuh

0

SUKABUMI, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar (Demiz) mengaku bahwa masih banyak pekerjaan rumah (PR) untuk pengembangan Geopark Ciletuh, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi setelah ditetapkan sebagai Universal Global Geopark (UGG) oleh Unesco awal April lalu.

Demikian diungkapkan Demiz saat mengunjungi Ciletuh pada agenda kampanye Gubernur Jabar, Sabtu (28/4/2018).

“Terutama soal infrastruktur sebagai fasilitas penunjang pariwisata, seperti pemantapan jalan, dermaga dan lainnya, termasuk pembangunan dermaga baru di kawasan Palabuhanratu,” kata Demiz yang ikut menata dan menyiapkan Ciletuh sebagai UGG bersama Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Dia mengaku memiliki kewajiban untuk terus mengembangkan UGG Ciletuh Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi itu.

“Tentu saja itu akan menjadi perhatian khusus Saya jika terpilih nanti, karena Saya ikut membidagni lahirnya UGG ini” jelas dia.

Hal lain yang belum dilengkapi di UGG Ciletuh Palabuhanratu adalah pembangunan bandara seperti yang disyaratkan Unesco di kawasan Geopark.

“Bandara sudah ditentukan tempatnya di Cikembar. Sebelumnya ada dua pilihan yaitu Citarate dan Cikembar, namun akhirnya dengan berbagai pertimbangan, Cikembar yang ditentukan” ungkap Wagub Jabar periode lalu itu.

Dalam jangka panjang pun, kesiapan masyarakat Ciletuh harus terus dipersiapkan, terlebih saat ini daerahnya menjadi kawasan wisata dunia.

“Secara berkesinambungan masyarakat harus terus disiapkan untuk mengubah budaya dari masyarakat petani atau nelayan menjadi masyarakat melek pariwisata,” kata dia.

Lebih lanjut Demiz berharap, masyarakat setempat benar-benar bisa mengambil manfaat daru UGG.

” Jangan justru orang luar yang mengambil keuntungannya, sementara masyarakat setempat jadi penonton.

(LIN)

Temui Atlet Jabar di Korea, Aher: Kudu Gede Kawani!

0

GUMI, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyempatkan menemui 34 atlet asal Jabar yang tengah melakukan pemusatan latihan di Korea Selatan.

Aher menemui para atlet dan pelatih asal Korea dalam dua kesempatan pertama saat berada di Universitas Kyungwoon dan pusat olahraga Sangbuk di Gyeongsangbuk-do, Jumat (27/4/2018) malam.

Diberangkatkan oleh KONI Jabar, para atlet yang rata-rata peraih emas saat PON 2016 lalu itu akan mengikuti pemusatan latihan selama satu bulan ke depan.

Aher meminta agar para atlet asal Jabar ini bisa memanfaatkan kesempatan yang didapat untuk mengasah kemampuan selama di Korea.

“Provinsi Gyeongsangbuk-Do juga sangat memfasilitasi para atlet, dan pelatih, jadi lewat hubungan baik saya dengan gubernur di sini, kita sengaja menemui para atlet,” kata Aher, Sabtu (28/4/2018) waktu setempat.

Selain berterimakasih atas perjuangan para atlet selama PON lalu, Aher pun meminta para atlet agar tetap menjaga performa prestasi meski kompetisi besar sudah lewat.

“Atlet Jabar mah kudu gede kawani (harus punya keberanian yang kuat),” kata dia.

Momen pertemuan gubernur yang didampingi istri Netty Heryawan ini berlangsung hangat meski sangat sederhana.

“Senang soalnya seperti kedatangan orangtua sendiri, jadi mau minta foto sekalian,” kata Fadilla seorang atlet angkat berat.

Dia bersyukur atas perhatian pemerintah, karena bisa merasakan berlatih dan mempelajari kemajuan olahraga di Korea.

“Alhamdulillah, paling kami minta ke Pak Gubernur kalau bisa atlet-atlet berprestasi ini bisa menjadi pegawai pemerintah,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Jabar Yudha Munadjat Saputra mengatakan, para atlet yang dikirim KONI Jabar ini bukan dipusatkan untuk menghadapi Asian Games 2018.

“Bukan, justru ini sebagai persiapan kami menghadapi PON 2020 di Papua nanti,” paparnya.

Mereka yang berkesempatan di Korea datang dari cabor menembak, gulay, tinju, taekwondo dan Judo.

“Kebetulan pelatih mereka ini juga dari Korea. Kita persiapkan dari sekarang karena target kita bisa mempertahankan Jabar Kahiji,” pungkas Yudha.

(LIN)

Jabar Kirimkan 24 Atlet ke Kejunas Judo 2018

0
Foto (Ageng)
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Jawa Barat akhirnya memutuskan mengirim 24 atlet pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo 2018 di Palembang, Sumatera Selatan, 4-6 Mei 2018.

Ke-24 atlet tersebut dipilih setelah keluar sebagai juara di Kejurda Judo Jabar 2018 di GOR Tri Lomba Juang, Jalan Pajajaran Bandung, 27-28 April 2018.

Sekretaris Umum Pengprov PJSI Jabar Arnold Silalahi menuturkan, ke-24 atlet yang dikirim terbagi di tiga kelompok usia, yakni usia senior, junior (KU-21), dan kadet (KU-17).

“Kelompok senior kita kirimkan 12 atlet, delapan putra dan empat putri,” kata Arnold ditemui seusai pelaksanaan Kejurda Judo Jabar 2018 di GOR Tri Lomba Juang, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Sabtu (28/4/2018).

Kemudian kelompok junior dan kadet akan dikirimkan 12 atlet, yakni enam putra dan enam putri.

” Yang junior ini lebih kepada menambah jam terbang, sekaligus penambahan poin untuk persiapan PON XX 2020 di Papua,” jelas dia.

Khusus untuk kelompok senior, Kejurnas ini akan menjadi ajang seleksi terakhir pembentukan tim nasional Judo menjelang Asian Games 2018.

Saat ini, Jabar sudah menyumbangkan tiga atlet Judo di Pelatnas Asian Games 2018, yakni Szalsa Maulida di kelas -78 kilogram putri, Ikhsan Apriadi di kelas -73 kilogram putra, dan Horas Manurung di kelas -90 kilogram putra.

(Ageng/LIN)

Aher: Saya Sudah Meletakan Platform Kerjasama Luar Negeri untuk Gubernur Selanjutnya

0
DAEGU, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) memastikan bahwa pihaknya sudah membangun kerangka kerjasama luar negeri Pemprov ke depan.

Kerangka kerjasama luar negeri yang dibangun berupa skema sister province yang memungkinkan seluruh pola kerjasama mulai ekonomi, pendidikan hingga pertanian bisa berkembang jauh dan memiliki payung hukum.

Pola tersebut diawali dengan penandatanganan letter of intent, lalu meminta persetujuan DPRD untuk melangkah ke nota kesepahaman antar dua entitas provinsi, lalu ditidaklanjuti lebih teknis oleh organisasi perangkat daerah dan stakeholder terkait.

“Saya kira sudah terbentuk plaftformnya, dan tinggal dilanjutkan oleh gubernur selanjutnya. Karena nyamannya kerjasama lewat sister province, semua bentuk kerjasama ekonomi dan non ekonomi ada payung hukumnya,” kata Aher di Daegu, Korea Selatan, Sabtu (28/4/2018).

Skema ini, kata Aher, terbilang aman dan menguntungkan, semisal akan melakukan kerjasama bisnis maka pihak swasta oleh pihak luar negeri akan diarahkan pada partner swasta yang kredibel begitupun sebaliknya.

“Mereka bilang, bisa jadi pelaku bisnis di kami juga tidak profesional, jadi ketika yang seperti itu datang ke Indonesia kami akan bilang jangan,” tuturnya.

Meski terbilang singkat, dalam dua tahun terakhir Aher merunut hubungan Jabar dengan sejumlah provinsi atau negara bagian sudah kuat dan bisa berkembang.

Dia menunjuk Adelaide, Australia Selatan yang memiliki kerjasama budaya dan pendidikan, lalu Shizouka, Jepang lewat kerjasama ekonomi pertanian dan perdagangan.

Selain itu di benua Afrika hubungan dengan Maroko dan Sudan untuk perdagangan dan peternakan akan berjalan intens, lalu dengan Swedia untuk urusan transportasi hingga Belgia yang tertarik dengan produk-produk pertanian Jabar.

“Memang yang istimewa dan unik ini dengan Gyeongsangbuk-Do Korea. Sudah sejak 2010 tetap bertahan dan semakin meningkat,” terang dia.

Menurut dia, sejumlah kerjasama yang sudah dibangun harus tetap dipelihara. Salah satunya SDM di Jabar harus memiliki keseriusan jika kerjasama yang ada berupa inovasi tertentu.

” Misal ada pengembangan pohon jeruk yang di luar bisa bertahan lebih lama dan produksinya bisa lebih tinggi dibanding kita, hal seperti ini istimewa untuk dikembangkan dalam kerjasama,” tutur dia.

Aher pun memberi catatan khusus pada
Gyeongsangbuk-Do, Korea Selatan yang merupakan perjalanan luar negeri di sisa masa jabatannya.

“Bagi saya ini kunjungan yang terbaik, dari sisi penerimaan dan hubungan kerjasama dua provinsi ke depan,” pungkas Aher.

(LIN)

DPRD Kota Bekasi Pertanyakan Netralitas Sekda

0
fokusjabar.id asn ciamis
(FOTO: Ilustrasi/WEB)

BEKASI,FOKUSJabar.id: Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi Chairuman Juwono Putro menyebut bahwa kasus Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam hal ini Sekda Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji yang diduga tidak netral, sudah menjadi buah bibir di kalangan ASN di kota-kota di Jawa Barat.

Melansir Bekasimedia.com Jumat (27/4/2018), Chairuman yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PKS Jabar mengatakan, ASN di sejumlah kota di Jabar ternyata memantau perkembangan kasus ketidaknetralan Sekda Kota Bekasi yang juga menantikan proses selanjutnya.

“Jadi tidak hanya di Kota Bekasi, ASN lain di Jabar pun turut memantau. Pertanyaannya sama, yakni bagaimana tindak lanjutnya,” jelas dia.

BACA JUGA:

Polisi Jaga Peringatan Kenaikan Yesus Kristus di Kota Banjar

Hal itu terdengar di kalangan ASN Sukabumi, Kota Bandung hingga Kota Cirebon. Sudah menjadi isu di Jabar.

“Ini sikap Sekda yang tidak memberi teladan, padahal di saat yang sama, dia itu ketua majelis kode etik,” kata Chairuman seperti dilansir Bekasimedia.com.

Politis PKS itu pun mempertanyakan integritas dan netralitas seorang ketua majelis kode etik di Pemkot Bekasi yang justru terbelit kasus netralitas.

“Apa yang mau diharapkan, ketua majelis kode etiknya justru dipertanyakan integritas dan netralitasnya,” tutur dia.

(LIN)