spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8236

Laga Persib Kontra Persija Ditunda, Igbonefo: Ambil Positifnya Saja

0

BADUNG, FOKUSJabar.id: Operator kompetisi Liga 1 2018 PT Liga Indonesia Baru (LIB) akhirnya memutuskan pertandingan tunda Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung akan digelar pada 30 Juni 2018.

Keputusan tersebut diambil dengan berbagai macam pertimbangan, setelah sebelumnya pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (28/4/2018), namun batal karena berdekatan dengan perayaan may day.

Pemain belakang Persib Victor Igbonefo mengambil sisi positif dari ditundanya jadwal pertandingan menghadapi Persija. Dengan begitu timnya memiliki waktu cukup panjang untuk menghadapi laga selanjutnya.

Terlebih dalam waktu dekat Persib akan menghadapi Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (4/5/2018).

“Mungkin ada rencana Tuhan yang lebih baik. Jadi mengambil sisi positif saja. Game sudah dekat ditunda, mungkin ada sisi positifnya. Kita bisa fokus lebih mungkin. Saya juga bisa lebih bersiap lebih,” kata Igbonefo, Jumat (27/4/2018).

Igbonefo siap menjalankan semua keputusan yang diambil PT LIB terkait jadwal pertandingan.

“Kalau memang harus seperti itu, kita harus jalani, kita harus menjalani bagus dan tidaknya dalam kompetisi,” jelas dia.

(Arif/LIN)

Sinyal Aher Maju di Pilpres Semakin Kuat

0
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) seusai mengukuhkan para penjabat dibtujuh kabupaten kota (foto LIN)
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) seusai mengukuhkan para penjabat dibtujuh kabupaten kota (foto LIN)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ahamad Heryawan (Aher) semakin membulatkan tekadnya maju di Pilpres 2019 mendatang. Dirinya mengaku belum puas dengan capaian politik sampai saat ini.

Aher menjelaskan bahwa kepala daerah itu tidak boleh puas dengan masa kepemimpinan selama dua priode. Bahkan, kata dia, menjadi kepala daerah selama 10 tahun rasanya tidak cukup untuk membangun negri.

BACA JUGA:

Polisi Jaga Peringatan Kenaikan Yesus Kristus di Kota Banjar

Kemudian kaitannya dengan pencalonan presiden 2019 nanti, Aher menyebut bahwa tantangan ke depan akan selalu hadir, sehingga mengharuskan siapapun mengabdi kepada bangsa dan negara. Apalagi dia mengaku memiliki proyeksi dan cita-cita selanjutnya pasca-menjabar gubernur.

“Di mana pun harus siap, harus mengabdi. Jenisnya seperti apa, ya tunggu tanggal mainnya,” kata Aher di Bandung.

Terkait pengusungan PKS sebagai capres atau cawapres, Aher menyebut masih terjadi dinamika. Bahkan dia menyebut PKS turut mempertimbangkan dirinya untuk diusung di Pilpres 2019 .

“Pasti ada perkembangan-perkembangan. Tidak hanya dipikirkan saya pribadi, tapi oleh partai saya ke depan,” jelas dia.

Belakang dikabarkan bahwa Aher menjadi kandidat Cawapres paling kuat di internal PKS untuk mendampingi ketua umum Gerindra Prabowo Subianto. Sebab, selain gubernur dua periode, Aher pun gubernur terbaik dengan segudang penghargaan.

(LIN)

Bek Persib Pilih Fokus Hadapi Madura

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pertandingan tandang Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta batal digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (28/4/2018), karena alasan keamanan. Pasalnya, laga tersebut berdekatan dengan perayaan may day.

Menanggapi mundurnya jadwal pertandingan kontra Persija, pemain belakang Persib, Victor Igbonefo mengaku tidak ingin memikirkan hal tersebut dan fokus menghadapi Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (4/5/2018).

Saat ini pemain yang menggunakan nomor punggung 32 ini sudah mempersiapkan diri untuk laga tandang kontra tim berjuluk Laskar Sape Kerap.

“Kita harus lupakan laga tunda dan fokus untuk pertandingan berikutnya. Aku harap tidak mengganggu konsentrasi pemain,” kata Igbonefo, Jumat (27/4/2018).

PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi Liga 1 2018 akhirnya memutuskan pertandingan Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung akan digelar pada 30 Juni 2018. Keputusan tersebut diambil dengan berbagai macam pertimbangan.

(Arif)

Hubungan ‘Unik’ Jawa Barat-Gyeongsangbuk-Do Segera Diresmikan

0
(HUMAS JABAR)

GYEONGSANGBUK-DO,FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana meresmikan hubungan kerjasama dengan Provinsi Gyeongsangbuk-Do, Korea Selatan.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, meski hubungan kedua provinsi sudah berjalan baik sejak 2010 silam, namun sejatinya hungan itu masih ganjil.

Hubungan itu terasa ganjil mengingat biasanya Pemprov dengan provinsi lain di Asia atau Eropa menjalin kerjasama sister city atau sister province terlebih dahulu sebelum melangkah dalam bentuk kerjasama yang lebih teknis. Namun di sini justru terbalik, kerjasama dulu, MoU nya belum.

“Baru MoU olahraga, tapi belum sister province antara dua pemerintahan secara resmi. Sebagai adik, saya meminta kepada kakaknya supaya kerjasama yang sudah resmi ini ditingkatkan menjadi kerjasama sister province,” kata Aher dengan menyebut Gubernur Kim sebagai kakak dalam jamuan makan siang di rumah dinas Gubernur Gyeongsangbuk-Do Kim Kwan Yong, Jumat (27/4/2018)..

“Kami dulu merasa kerjasama biasa-biasa saja belum mendalam, tapi perkembangan demi perkembangan, atlet Jabar ke Gyeong, pelatih Gyeongsangbuk ke Jabar, jadi perannya susah dipisahkan,” kata Aher menambahkan.

Aher pun sangat mengapresiasi sekaligus terharu dengan sambutan Gubernur Kim dan jajarannya yang sangat luar biasa. Sejak tiba di provinsi tersebut untuk menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Kyungwoon, Aher dan rombongan diperlakukan sangat istimewa oleh tuan rumah.

Mulai dari menggelar jamuan siang berbalut hiburan dan menu khas di rumah dinas yang dikatakan Kim hanya dipakai mengundang tokoh spesial, kemudian Aher dan Netty Heryawan diboyong ke pemukiman kantor Gubernur dimana seluruh pegawai di sana sudah menunggu. Barisan para pemain alat musik menyenandungkan lagu-lagu Nasional hingga favorit Aher.

Setelah itu, rombongan pun diajak memasuki gedung megah berarsitektur kuno, namun memiliki fasilitas modern. Ada galeri seni, inovasi ekonomi kreatif, robot dan ruang-ruang modern serba terbuka yang ditegaskan Kim untuk mendekatkan layanan publik pada masyarakat.

Tidak hanya itu, Aher pun didaulat memberikan pidato dalam acara Welcome Reception Gyeongbuk Sport Festival ke-56 yang berlangsung megah dan meriah.

“Kami dari Jabar sangat gembira, di luar dugaan perhatian Pemerintah Gyeongsangbuk-Do ke Jabar sangat luar biasa,” kata Aher.

Sementara itu, Gubernur Kim Kwan Yong mengaku bahwa hubungan Indonesia-Korea Selatan yang sudah berjalan kuat 45 tahun itu mendorong pihaknya memberikan penghormatan pada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

“Apalagi jumlah penduduk Jawa Barat sama besarnya dengan jumlah penduduk Korea Selatan,” jelas Kim.

Meski kerjasama dengan Jabar masih sebatas bidang olahraga, namun, kata Kim, komitmen Gubernur Jabar dalam memperhatikan masyarakatnya terlihat kuat.

“Menurut saya, bapak sudah paham bagaimana mendorong masyarakat bersaing dalam dunia global ini. Saya menemui seorang gubernur yang memiliki wewenang dan komitmen kuat,” kata dia.

Pihaknya mengaku siap bekerjasama lebih jauh dengan Pemprov Jabar dimana rencananya pada 8 Mei mendatang dirinya akan datang ke Bandung. Gubernur Aher pun langsung menugaskan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jabar Eddy M Nasution dan Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Prov. Jabar Yudha Munajat Saputra untuk menyusun rencana kerjasama.

Eddy M Nasution menambahkan, hubungan kerjasama antara dua provinsi ini masih tidak jauh dari olahraga. Namun pihaknya lebih membidik bagaimana perkembangan keolahragaan di Gyeongsangbuk melahirkan kesadaran civil society yang kuat.

“Kerjasama tidak hanya soal olahraganya tapi memanfaatkan kerjasama ini untuk membangun masyarakat lewat event-event rutin,” jelas dia.

Menurut Edi, Jabar bisa belajar banyak dari format yang dikembangkan Gyeongsangbuk juga kota di negara lain yang berkembang setelah berhasil mengelola event olahraga yang mendorong keterlibatan penuh warga.

“Contohnya Muenchen, Sao Paulo, Beijing, bahkan Seoul sendiri. Ini juga membawa dampak ekonomi,” tegas dia.

(Dar/LIN)

180 Atlet Bersaing di Kejurda Judo Untuk Jadi Wakil Jabar

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sebanyak 180 atlet  dari 17 Pengcab PJSI Kota/Kabupaten di Jabar  ikut serta dalam  Kejurda Judo 2018 yang digelar di GOR Tri Lomba Juang, Jumat-Sabtu (27-28/4/2018). Kejurda itu sebagai ajang seleksi atlet untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo 2018 melalui sebuah ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Judo 2018.

“Pembagian kategori kelompok usia ini kami sesuaikan dengan Kejurnas Judo 2018 yang akan digelar di Palembang, Sumatera Selatan, pada 4-6 Mei mendatang. Peseta terbanyak pada kejurda kali ini, di KU17 tahun atau Kadet,” ujar Sekretaris Umum Pengprov PJSI Jabar, Arnold Silalahi, Jumat (27/4/2018).

Menurut Arnold kejurda kali ini dibagi dalam tiga kategori kelompok usia. Yakni Kelompok Usia 17 tahun (KU17-Kadet), Kelompok Usia 21 tahun (KU21-Junior), dan kelompok senior.

Meski menjadi ajang seleksi tim Judo Jabar untuk Kejurnas Judo 2018, namun pihaknya memastikan jika tidak semua juara di setiap nomor yang dipertandingkan di kejurda secara otomatis akan menjadi wakil Jabar di ajang kejurnas tersebut. Pihaknya akan memilih atlet yang benar-benar siap secara teknik dan fisik serta memiliki peluang untuk berprestasi dan bersaing di kejurnas.

“Kita sesuaikan juga dengan anggaran yang kami miliki dan bantuan dari KONI Jabar. Paling banyak kita akan kirimkan sebanyak 25 atlet untuk berlaga pada kejurnas nanti di Palembang. Kejurnas nanti di Palembang pun akan menjadi ajang seleksi terakhir bagi pembentukan timnas Judo Indonesia untuk Asian Games 2018,” terangnya.

Selain menjadi ajang seleksi, kejurda kali ini pun menjadi ajang pemanasan bagi setiap kota/kabupaten menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII pada Oktober 2018 di Kabupaten Bogor. Pasalnya, hampir semua atlet yang akan membela kota/kabupaten di Jabar di ajang Porda Jabar XIII/2018 turut serta pada kejurda kali ini.

“Jadi banyak keuntungan yang bisa diraih atlet maupun kota/kabupaten di ajang kejurda ini. Selain bisa berpeluang mewakili Jabar di kejurnas atau bahkan tampil di Asian Games 2018, juga bagi kota/kabupaten bisa memantau kekuatan lawannya di Porda Jabar XIII nanti. Bahkan kita pun berencana mengajukan ke PB PJSI kalau kejurda pun bisa masuk dalam hitungan poin, misalnya untuk poin pratama,” pungkasnya.

(ageng/DAR)

Puncak Perayaan KAA, Jalan Asia Afrika Ditutup Mulai Sabtu (28/4) Pagi

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kawasan Jalan Asia Afrika akan ditutup sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB pada Sabtu (28/4/2018) dan Minggu (29/4/2018). Penutupan itu karena ada kegiatan puncak peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar di Jalan Asia Afrika dan sekitarnya.

“Puncak peringatan KAA akan dibuka dengan Asia Africa Carnival di sepanjang Jalan Asia Afrika pada hari Sabtu yang akan dimeriahkan 2.867 peserta. Acara karnaval sendiri dimulai pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB. Setelah itu, dilanjutkan dengan acara Car Free Night sehingga sejak pukul 06.00 sampai 23.00 WIB, Jalan Asia Afrika akan ditutup,” kata Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung Yayan A. Brillyana di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Jumat (27/4/2018).

Dipastikan akan ada ribuan peserta karnaval bukan  hanya berasal dari Kota Bandung namun dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Tercatat, ada 15 daerah yang berpartisipasi seperti Aceh, Jambi, Lamandau, Manado, Nias, Subang, Ciamis, Majalengka, hingga Banjarmasin. Sementara untuk negara dari Asia dan Afrika yang dipastikan memeriahkan ajang tahunan tersebut sebanyak 15 negara.

Iring-iringan karnaval, akan melalui rute cukup pendek yakni hanya 1,2 km. Iring-iringan akan melalui Jalan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan Naripan, Jalan Tamblong, dan kembali ke Jalan Asia Afrika.

“Untuk hari Minggu, akan digelar ajang Unity Run atau lomba lari sejauh 6,3 km dan dimulai pukul 05.00 WIB dengan titik start dan finish di Jalan Asia Afrika. Untuk itu, pada hari Minggu, Jalan Asia Afrika akan ditutup sejak pukul 04.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB,” tambahnya,

Untuk ajang Unity Run sendiri, sebanyak 2.500 peserta sudah dipastikan berpartisipasi. Mereka berasal dari seluruh penjuru Indonesia serta perwakilan dari 11 negara. Peserta dari luar negeri diantaranya berasal dari Singapura, Vietnam, India, Somalia, Tanzania, Malaysia, Uganda, Australia, Amerika Serikat, dan Inggris.

“Berbagai acara yang digelar sebagai bagian dari upaya Pemkot Bandung menggelorakan semangat KAA. Semangat persatuan, kemerdekaan, dan perdamaian ingin terus kita gelorakan ke seluruh penjuru dunia sekaligus menguatkan posisi Kota Bandung sebagai ibu kota Asia Afrika. Bandung adalah kota dunia yang menyimpan sejarah yang amat penting. Karena konferensi itu, puluhan negara-negara di Asia dan Afrika terinspirasi untuk memperjuangkan kemerdekaan mereka,” tuturnya.

Untuk itu, Yayan mengimbau warga Bandung maupun para wisatawan untuk tetap menjaga ketertiban dan kebersihan Kota Bandung. Pihaknya tidak berharap jika acara dinodai dengan perilaku yang tidak mencerminkan perilaku yang beradab.

“Jangan buang sampah sembarangan, itu yang terpenting. Kita berharap semua warga Bandung juga wisatawan semakin dewasa dalam berperilaku. Kami pun berharap, datang ke lokasi pakai kendaraan umum. Kalau pun pakai kendaraan pribadi, kita sudah menyiapkan kantung-kantung parkir di beberapa titik. Seperti di Jalan ABC, Jalan Banceuy, Basemen Alun-alun Bandung, dan Jalan Belakang Factory,” pungkasnya.

(ageng/DAR)

Aher Raih Gelar Doktor Honoris Causa Bidang Olahraga dari Universitas Kyungwoon Korea

0
(HUMAS JABAR)

GUMI, GYEONGSANGBUK-DO, FOKUSJabar.idb Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) kembali mendapat penghargaan istimewa menjelang akhir masa jabatan.

Kini Aher mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Kyungwoon, di Gumi, Gyeongsangbuk-Do, Korea Selatan. Pemberian gelar tersebut dipimpin oleh Presiden Universitas Kyungwoon Han Sung Wok dalam upacara khusus yang dihadiri Gubernur Jabar Aher di Prime Hall, Universitas Kyungwoon, Gumi, Jumat (27/4/2018) waktu setempat.

Rektor Han Seong Wook mengatakanm pemberian gelar oleh perguruan swasta bergengsi di Korea Selatan ini lahir dari sejumlah alasan serta upaya Aher merintis kerjasama dengan provinsi Gyeongsangbuk-Do, terutama terkait pembinaan olahraga Jawa Barat sejak 2010 lalu hingga Jawa Barat meraih prestasi gemilang pada PON 2016 lalu.

“Gubernur Ahmad Heryawan memprakarsai MoU antara Jawa Barat dengan Gyeongsangbuk-Do. Sejak 2010, lalu pada 2011 atas kerjasama ini berlanjut dengan pengiriman pelatih asal Korea Selatan untuk melatih di Jawa Barat,” kata dia.

Kerjasama ini selanjutnya merajut hubungan persahabatan semakin erat antara dua gubernur. Hal ini ditandai dengan diberikannya gelar honoris causa pada Gubernur Gyeongsangbuk-Do Mr Kim Kwan Yong dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

“Gelar Doktor Honoris Causa ini adalah simbol persahabatan 2 provinsi,” tuturnya.

Gubernur Kim Kwan yang juga pernah mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Kyungwoon kemudian mendorong universitas tersebut memberikan gelar yang sama pada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

“Sehingga kedua gubernur ini menjadi berasal dari almameter yang sama,” paparnya.

Dalam pemberian gelar yang penuh dengan penerimaan dan sambutan hangat tersebut, Aher menerima gelar “DOCTOR OF PHILOSOPHY IN SAFETY SCIENCE HONORIS CAUSA”.
Bahkan kedatangan Aher ke Prime Hall pun langsung disambut meriah oleh ratusan mahasiswa yang hadir.

Gubernur Gyeongsangbuk-Do Kim Kwan hadir langsung menyaksikan dan memberikan sambutan khusus pemberian gelar pada Aher yang disebutnya sahabat lama dari Indonesia. Sebagai ketua komite olahraga, Kim menilai kerjasama antara provinsinya dengan Jawa Barat sebagai hal penting dan saling menguntungkan.

Gubernur  Jabar Aher mengaku sangat terharu dan mengapresiasi atas gelar bergengsi yang diberikan Universitas Kyungwoon. Menurutnya Doktor Honoris Causa bidang keolahragaan ini sangat bermakna karena kerjasama kedua belah pihak melahirkan kesan mendalam dan perselahabatan yang kuat.

“Saya tidak menyangka, karena penghormatan tidak hanya berhubungan antar provinsi. Tapi hubungan ini diperdalam dengan pemberian gelar honoris causa pada saya,” tuturnya.

Dia memuji Gubernur Kim yang pandai memelihara persahabatan, karena itu Aher memastikan kerjasama yang sudah dibangun selama ini harus dilanjutkan dan ditingkatkan. “Tidak ada kata lain selain harus dilanjutkan. Saat pertama kali kerjasama 2010 lalu, kini atlet Jawa Barat bisa jauh lebih maju dibanding provinsi lain,” paparnya.

Bahkan Aher menunjuk bahwa salah satu sukses PON 2016 lalu yakni sukses prestasi turut ditopang oleh hasil kerjasama kedua provinsi.

“Akibat persahabatan ini Jabar keluar sebagai juara umum PON 2016 lalu. Jadi kerjasama ini ke depan tidak bisa dihentikan. Bukan di bidang olahraga saja, bidang pendidikan, seni budaya, teknologi dan lainnya,” tegasnya.

Aher pun memastikan akan meminta salah satu kampus di Jabar untuk bekerjasama dengan Universitas Kyungwoon sepulang dati Korsel.

Gelar honoris causa dari kampus di Korea Selatan bagi Aher merupakan gelar kedua kali setelah sebelumnya pada 2011 lalu berasal dari Universitas Yongsan, Ulsan.

Hadir mendampingi dalam acara honoris causa di Kyungwoon yakni isteri gubernur Netty Heryawan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jabar Eddy M Nasution, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Jabar Yudha Munajat Saputra dan Ketua KONI Jabar Brigjen TNI Ahmad Saefuddin.

(LIN)