spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8237

Jelang Ramadhan, Ribuan Jamaah Berdzikir di Pesantren Sirnarasa Ciamis

0
MANAQIB SIRNARASA. (FOKUSJabar/Boip)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sekitar 10 ribu jamaah ikhwan Tarekat Qodariyah Naqsabandiyah se-Indonesia datangi Pesantren Sirnarasa Kabupaten Ciamis. Mereka memanjatkan syukur sekaligus mendalami ilmu Agama Islam bagaimana tentang berdzikir dan bertaswuf menjelang bulan Suci Ramadhan.

Manurut Mubaligh kondang Jawa Barat, KH. Junjun, Manaqib Syech Abdul Qadir Jaelani ini terus dikembangkan sehingga menjadi wisata religi di Indonesia. Maksudnya, dalam bewisata ini para ikhwan tak hanya mencari sebuah kebahagiaan lahiriah saja, melainkan bahagia batiniah. Maka sangat tepat dengan berwisata rilegi ke pesantren Sirnarasa ini akan mendapatkan kebahagian yang hakiki.

Pimpinan Yayasan Pasantren Sirnarasa, KH Dadang menyampaikan 10 ribu jemaah yang hadir di pesantren Sirnarasa ini hadir dari berbagai pelosok nusantara. Diantaranya dari Jawa Tengah, Medan, Sumatra, Kalimantan dan berbagai daerah lainya hadir untuk berwisata religi. Wisata yang bertajuk religi untuk peradaban dubia, ini akan menjadi agenda tahunan pemerintah pusat menjelang bulan Ramadhan.

“Alhamdulillah, wisatawan mancanegara kemarin sudah sering datang diantaranya dari Amerika sudah menjadi program tahunan dari 9 negara bagian Amerika kemudian dari Singapura dari Malaysia ada silaturahim ke pesantren sirnarasa,” ucapnya.

Sementara Kabid Promosi Wisata Budaya dan Religi Kementrian Pariwisata RI, Wawan menjelaskan bahwa dengan adanya wisata religi ini dia menginginkan adanya sebuah daya tarik bagi para wisatawan dunia untuk berkunjung ke Indonesia. Karena sejauh ini terang dia, banyak sekali para wisatawan yang melakukan wisata religi ke pesantren Sirnarasa Kabupaten Ciamis ini.

“Akan kami jadikan agenda tahunan menjelang bulan Ramadhan untuk bermanaqib dan berdzikir di pesantren Sirnarasa Ciamis,” paparnya.

(Boip/Bam’s)

Ratusan Orang Peringati World Taiji & Qigong Day 2018 di Mall

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Komunitas Olahraga Taiji se-Bandung Raya kembali menggelar peringatan hari taiji dunia atau World Taiji & Qigong Day tahun 2018 di pusat perbelanjaan atau mall.

Sekitar 400 orang pegiat olahraga asal China melakukan senam taiji bersama dan berbagai kegiatan di Balarea Room, BTC Fashion Mall, Jalan Pasteur Kota Bandung, Jumat (27/4/2018).

Ketua Asosiasi Taiji Indonesia – Jabar, Yohanes Sunarya mengatakan, World Taiji & Qigong Day merupakan acara rutin yang digelar setiap tahun. Peringatan World Taiji & Qigong Day sendiri dilaksanakan pada setiap minggu terakhir di bulan April di setiap tahunnya.

“Bandung sendiri menjadi pelopor pelaksanaan World Taiji & Qigong Day di Indonesia yakni pada tahun 2013. Kalau di dunia sudah dilakukan sejak tahun 1999 yang diawali di Kansas City, Amerika Serikat,” ujar Yohanes saat ditemui di sela-sela acara, Jumat (27/4/2018).

Yohanes menambahkan, pelaksanaan peringatan World Taiji & Qigong Day tahun 2018 ini diikuti oleh sekitar 400 orang yang berasal dari sekitar 17 sasana atau klub olahraga Taiji se-Bandung Raya. Jumlah peserta yang ikut pun menurun dibanding tahun sebelumnya yang diikuti oleh sekitar 1000 orang.

“Tahun ini memang terbatas karena dilaksanakan di dalam ruangan atau indoor. Berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya yang kita laksanakan di luar ruangan atau outdoor yakni di lapangan Pajajaran Bandung,” tuturnya.

Salah seorang peserta yang merupakan Ketua Umum Srikandi Peradi Bandung, Vonny Noholo mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar setiap tahun. Bahkan dirinya secara pribadi mengaku sangat mendapatkan manfaat dari olahraga taiji yang secara rutin dia lakukan.

“Taiji itu sangat besar manfaatnya, khususnya bagi saya dan teman-teman di Srikandi Peradi yang berprofesi sebagai pengacara dengan beban kerja cukup berat dan menguras pikiran. Dengan taiji, kami merasa lebih tenang dan lebih damai. Ini seperti meditasi berjalan. Dengan kegiatan saat ini, ada dua manfaat yang diperoleh yakni selain kesehatan juga menjadi ajang silaturahmi bagi pegiat olahraga ini. Kita disini, ketemu bersama, berolahraga bersama dan sehat bersama,” papar Vonny.

Hal senada diungkapkan Iwan Setiawan yang merupakan pengurus dari Sasana Bandung Taiji Sport. Dirinya menilai jika perkembangan olahraga taiji, khususnya di Kota Bandung, sangat pesat. Olahraga taiji yang sebelumnya ‘hanya’ dilakukan orang tua, kini sudah mulai digemari dan dilakukan anak-anak muda bahkan anak kecil.

“Dengan kegiatan ini, taiji pun semakin bisa dikenal dan semakin banyak masyarakat yang melakukannya karena memang sangat bermanfaat. Kalau kami sendiri dari Sasana Bandung Taiji Sport, lebih mengarah kepada olahraga prestasi dimana mendidik atlet taiji untuk berlaga di single even maupun multieven kejuaraan karena taiji merupakan bagian dari wushu. Termasuk anak-anak kami saat ini sedang bersiap menghadapi Porda Jabar XIII pada Oktober 2018 nanti,” pungkas Iwan.

(ageng/bam’s)

Walhi Jabar : Masih Banyak Industri Buang Limbah ke Sungai Citarum

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ketua Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Dadan Ramdan menilai, penegakan hukum aparat terhadap pabrik yang membuang limbah ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum belum maksimal.

Dari pemantauan yang dilakukan Walhi Jabar, terdapat 750 pabrik atau industri membuang limbah ke DAS Citarum terjadi sudah lama tanpa ada sanksi berat.

“Hari ini praktik pembuangan limbah industri itu masih berjalan walaupun ada beberapa pabrik yang ditutup saluran pembuangan yang langsung ke sungai,” ujar Dadan di Bandung, Jumat (27/4/2018).

Dari beberapa kasus yang sudah ditindak, Satgas Citarum telah menemukan 10 pabrik yang buang limbah cair ke sungai di Cimahi dan dilaporkan ke Polda Jawa Barat dan Dinas Lingkungan Hidup.

Tidak hanya itu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat menutup sementara tiga pabrik di Kabupaten Bandung karena membuang limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ke sungai Citarum. Tiga perusahaan itu di antaranya, Express Laundry, Ciharuman Laundry dan Elvito Washing.

Tidak hanya tiga perusahaan itu, empat industri di Kota Cimahi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Karawang ditutup akibat membuang limbah. Industri dari Kota Cimahi yaitu PT Gede Indah yang beroperasi dalam pencelupan dan pewarna pakaian diketahui tidak memiliki izin lingkungan dan belum mengoperasionalkan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

Dari Kabupaten Purwakarta yaitu PT Sinar Sukses Mandiri yang bergerak dalam pencelupan kain yang menghasilkan limbah cair padat yang dibuang ke anak sungai Citarum. Dari Kabupaten Bandung yaitu PT Idola Selaras yang bergerak dalam produksi tekstil ini membuang limbah melebihi baku mutu. Sedangkan dari Kabupaten Karawang yaitu PT Surya Tekstile membuang limbah dari bak IPAL tidak sesuai prosedur.

“Tapi dari 750 industri itu masih terlalu banyak yang belum dilakukan penegakan hukum. Contohnya beberapa perusahaan seperti PT Kahatex dan Gistex, terus membuang limbah ke sungai. Kami melihat aparat belum maksimal dalam menegakkan hukum,” katanya.

Bahkan, lanjut Dadan, perusahaan yang ditindak aparat, masuk dalam kategori kecil. Lanjut Dadan, Berbeda dengan pabrik tekstil lainnya seperti PT. Kahatex yang beroperasi di Rancaekek Kabupaten Bandung, dibiarkan.

“Yang ditindak itu dibawah 10 dari 750, kebayangkan masih banyak. Bahkan, yang ditindak juga adalah perusahaan-perusahaan kecil yang akan bangkrut. Sedangkan industri yang masih skala besar produksinya dengan pembuangan limbah yang besar, masih beroperasi,” terangnya.

Sementara Tim Survei Penataan Ekosistem Sungai Citarum telah menemukan puluhan pabrik yang membuang berbagai jenis limbah cair ke aliran sungai Citarum. Tim yang terdiri dari Kodam III/Siliwangi, Dinas Lingkungan Hidup, pegiat lingkungan, dan relawan melakukan survei pada 17 Januari hingga 23 Januari 2018.

Untuk wilayah Kabupaten Bandung tercatat ada 31 pabrik yang paling banyak berlokasi di Dayeuhkolot dan Majalaya. Angka ini bagian dari 3.236 industri tekstil yang berada di kawasan sungai yang 90 persennya tidak memiliki IPAL.

Pencemaran yang terjadi di Sungai Citarum merupakan akumulasi dari pembiaran dan lemahnya penegakan hukum yang dilakukan selama puluhan tahun. Sedimentasi sebesar 7,9 juta ton per tahun masuk ke sungai Citarum akibat tingginya erosi yang terjadi di daerah hulu sungai akibat gundulnya hutan. Banjir menjadi langganan warga saat musim hujan tiba.

Selain limbah, sampah 500.000 meter kubik per tahun yang tidak dapat ditampung masuk ke sistem drainase dan sungai. Akhir tahun 2017, Tim Survei Kodam III Siliwangi mencatat sebanyak 20.462 ton sampah organik dan anorganik dibuang ke Sungai Citarum. Tinja manusia 35,5 ton per hari dan kotoran ternak 56 ton per hari. Termasuk 280 ton limbah kimia per hari serta limbah medis.

Hasil uji klinis Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung pada air dan ikan, ditemukan berbagai zat yang berbahaya, seperti Merkuri, Coliform, Besi, Mangan, Timbal, Sulfur, dan Klor. Padahal, Citarum mengaliri 12 wilayah administrasi kabupaten/kota. Citarum menyuplai air untuk kebutuhan penghidupan 28 Juta masyarakat, Sungai yang merupakan sumber air minum untuk masyarakat di Jakarta, Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Bandung.

(Adie/Bam’s)

Tuntaskan Malaria, Perusahaan Terkemuka se-Asia Pasifik Luncurkan M2030

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Beberapa perusahaan dan yayasan terkemuka di Asia Pasifik meluncurkan gerakan untuk menuntaskan penyakit Malaria (M2030). Dengan mengandalkan kekuatan jutaan konsumen untuk mengentaskan penyakit paling mematikan di dunia.

Bertepatan dengan Hari Malaria Sedunia, sebuah kolaborasi baru diluncurkan. Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran serta mendorong dukungan finansial bagi negara-negara di Asia Pasifik agar dapat mengentaskan Malaria di tahun 2030.

Prakarsa M2030 mempersatukan organisasi kesehatan Internasional, korporasi serta konsumen. Dimana sebagian kecil dari belanja/transaksi harian dapat memberikan kontribusi yang nyata untuk menanggulangi Malaria. Korporasi – korporasi yang tergabung dalam prakarsa ini berhak menggunakan tanda khusus M2030.

Sebagai imbalannya, mereka akan menjalankan kampanye untuk meningkatkan kesadaran serta mengumpulkan dana atau menyumbangkan sebagaian keuntungan dari penjualan produk ataupun layanan yang menggunakan tanda M2030 untuk program pengentasan Malaria.

Dana yang terkumpul dari mitra M2030 akan disalurkan melalui The Global Fund to fight AIDS, tuberculosis and Malaria. Selanjutnya digunakan untuk mendukung program pengentasan Malaria.

Peluncuran kemitraan M2030 oleh korporasi terkemuka di Asia, The Global Fund dan Asia Pacific Leader’s Malaria Alliance (APLMA) mendapat sambutan hangat dalam sebuah pertemuan di London baru-baru ini yang dihadiri oleh Kepala pemerintahan, pimpinan bisnis, filantropis serta peneliti.

“ Kami senang dapat menjadi salah satu mitra pioner M2030 dalam mendukung misi untuk mengentaskan Malaria dari Asia Pasifik di tahun 2030,” ungkap Chris Feng, CEO Shopee, platform belanja online terkemuka di Asia Tenggara, dalam keterangan persnya, Jumat (27/4/2018).

Para pemimpin dunia dan pakar kesehatan global yang menghadiri London Malaria Summit sepakat tentang pentingnya dilakukan lebih banyak aksi, tetapi juga berharap untuk melihat lebih banyak kemajuan di masa depan.

“Sebagai perusahaan yang berkomitmen menggunakan teknologi untuk memudahkan konsumen di kawasan ini, kami bertekad untuk ambil bagian dalam membantu meningkatkan kesadaran dan mengumpulkan dana untuk mendukung program pengentasan malaria. Kami berharap semua pengguna Shopee ikut mendukung gerakan ini,” katanya.

Ada unsur kegentingan di sini karena malaria masih menjadi salah satu penyakit yang paling mematikan bagi manusia di seluruh dunia, membunuh seorang anak setiap dua menit; tetapi juga ada harapan karena semakin nyata bahwa malaria dapat dilenyapkan.

“Sektor swasta dapat menyumbang dana, namun yang lebih penting adalah kemampuan mereka untuk menyelesaikan persoalan, kemampuan untuk berinovasi, serta kemampuan untuk menyuarakan dan melibatkan banyak pihak yang sangat diperlukan dalam melakukan advokasi,” tambah Peter Sands, Direktur Eksekutif The Global Fund.

(Adie/Bam’s)

Wakili Garut Event Ma’soem University Cup 2018, SMAN 6 Garut Favorite Juara

0
Tim Putri SMAN 6 Garut (merah) foto. Andian

GARUT, FOKUSJabar.id : Tim Basket putri SMAN 6 Garut di ajang Ma’soem University Cup 2018 digadang-gadang salah satu tim favorit juara.

Pertandingannya yang diikuti 29 tim putra dan 16 tim putri tersebut digelar di Lapang Al-Ma’soem, Jalan Cipacing No22 Jatinangor-Sumedang.

Coach SMAN 6 Garut, Tius mengatakan, tim putri SMAN 6 Garut mempunyai peluang menjadi juara pada event se-Jawa Barat tersebut.

” Peluang untuk jadi juara memang terbuka lebar,” kata Tius kepada FOKUSJabar, Jumat (27/4/2018).

Menurut Tius, meski kompetisi tersebut baru memasuki babak penyisihan, namun sebagian besar penonton dan kalangan staf pengajar yang ikut menyaksikan pertandingan memprediksi anak asuhnya merupakan kandidat juara.

” Prediksi para penonton itu dibuktikan saat Anjyta Zetrira dan kawan-kawan membungkam tim SMAN 3 Sumedang dengan skor pantastis,” imbuhnya.

Anak asuhnya tambah Tius, memiliki skill individu dan kerja sama tim yang sangat luar biasa. Mereka mengoleksi point 136 (Quarter 1 : 18-1, Quarter 2 : 32-5, Quarter 3 :  41-8 dan Quarter 4 : 45-8).

” Ini baru pertadingan awal. Selanjutnya 3 Mei 2018 mendatang, akan bertemu SMAN Balendah Bandung,” terangnya.

Sementara Kapten tim Basket SMAN 6 Garut, Anjyta Zetrira mengatakan, ini baru diawal laga. Pihaknya akan terus menjaga kekompalan sekaligus menjalankan skema permainan yang diinstruksikan pelatih.

” Kemenangan atas SMAN 3 Sumedang dijadikan modal guna menanggapi tangga juara,” singkat Anjyta.

(Andian/Bam’s)

Diduga OD Miras, PL di Hands Karaoke Dilarikan ke RSUD Ciamis

0
CIAMIS,FOKUSJabar.id: Seorang pemandu lagu (PL) di sebuah tempat karaoke di Jalan Letnan Samuji, Komplek Ruko, Kabupaten Ciamis dilarikan ke RSUD Ciamis.

PL itu dibawa ke RSUD karena diduga over dosis Miras saat melayani tamunya, Kamis (26/4/2018) malam.

“Kejadian itu berlangsung menjelang dini hari,” kata Agus (tokoh masyarakat).

BACA JUGA:

Dukung Generasi Emas 2045, bank bjb Saluran Peralatan Sekolah

Agus menyebut bahwa keberadaan tempat karaoke itu sudah meresahkan. Dirinya pun mengetahuinya saat memantau tempat tersebut dan ada yang diduga OD.

“Saat kami masuk bersama aparat kepolisian untuk memantau tempat itu, dari dalam room kelihatan seseorang membawa  perempuan yang tidak sadarkan diri,” ucapnya.

Tak berapa lama, perempuan yang diduga tak sadarkan diri itu dibawa ke luar ruangan dan semua pengungjung diperikaa polisi.

” Setelah memeriksa semuanya, polisi langsung membawa perempuan yang diduga OD dan tam sadarkan diri itu ke RSUD, ” jelas dia.

(Husen Maharaja/LIN)

Raih Penghargaan, Aher Sebut Media Berperan Penting

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Selama menjabat menjadi Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher)  berhasil mengoleksi sebanyak 272 penghargaan.

Aher menyebut bahwa keberhasilan itu tidak terlepas dari kinerja dan kerjasama yang baik seluruh komponen pegawaip masyarakat, pengusaha, komunitas dan media.

“Media tentu menjadi bagian penting dalam konteks Penta Helix, sehingga kita dapatakan penghargaan ini. Oleh karena itu, kita maknai penghargaan ini dengan pemaknaan yang sangat dalam,” kata Aher seusai menerima penghargaan tertinggi berupa Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden Republik Indonesia, Kamis (26/4/2018).

Sebagai rasa syukur, dirinya dan seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jabar menggelar sujud syukur di Masjid Al Muttaqin, Gedung Sate Bandung.

Aher menyebut, sujud syukur bersama ASN ini  merupakan cara merendahkan diri dihadapan Alloh SWT. Sebab selain berusaha mendapat penghargaa  dari manusia, yang paling penting mendapatkan penghargaan dari Alloh SWT.

Menurutnya, jika penghargaan dari Tuhan yang Maha Kuasa atas kerja yang sudah dilakukan dalam bentuk pahala dan dalam bentuk kebaikan di hari akhirat akan menjauhkan dari api neraka.

“Masuk dalam surga-Nya, saya kira itu yang paling penting. Atas dasar pemankanaan seperti ini maka yang harus kita lakukan berikutnya adalah mari kita pertahankan prestasi ini dan lebih baik lagi kalau kita tingkatkan,” pungkasnya.

(Ibenk/LIN)