spot_imgspot_img
Senin 12 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8185

Orang Malaysia Paling Banyak Berkunjung ke Jabar

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Perkembangan pariwisata di Jabar tidak lepas dari banyaknya kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) maupun wisatawan nusantara (Wisnus). Data BPS menunjukkan  Wisman terbanyak yang datang ke Jabar berkebangsaan Malaysia sebesar 70,26 persen dari jumlah keseluruhan Wisman yang datang ke Jabar. Jumlah terbanyak ke dua berkebangsaan Singapura.

Pada Maret 2018 Wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 10.326 orang. Jumlah itu lebih besar ketimbang pada Februari 2018 sebanyak 8.645 orang. Tetapi jumlah itu masih sedikit jika dibanding Maret 2017 yang mencapai 12.381 orang.

“Kemungkinan orang Malaysia datang ke Jabar ini untuk berbelanja, selain untuk berwisata. Karena Malaysia ingin menjadikan negaranya sebagai pusat busanan muslim di dunia. Bahan-bahan busana mulim ini kan banyak di Jabar,” Kata Ketua BPS Jabar Dody Herlando beberapa waktu lalu.

Selanjutnya untuk Wisman berkebangsaan Singapura yang datang ke Jabar pada Maret 2018 sebanyak 3.269 orang. Sementara jumlah Wisman berkebangsaan Saudi Arabia yang terkecil, hanya 11 orang pada Maret 2018.

Jumlah keseluruhan Wisman yang datang ke Jabar ini sebesar 15.566 orang. Kebanyak dari mereka masuk ke Jabar melalui Bandara Husein Sastranegara, sebagian kecil masuk melalui Pelabuhan Muarajati Cirebon.

(Ibenk/DAR)

JelangLebaran Wisman Malaysia Diprediksi Serbu Pasar Baru

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang ke Jawa Barat (Jabar) lebih dari 70 persen dari keseluruhan jumlah Wisman yang datang ke Jabar pada Maret 2018.

Beberapa waktu lalu Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar memprediksi Wisman berkebangsaan Malaysia akan kembali menyerbu Jabar khususnya Pasar Baru Kota Bandung.

“Kemungkinan Wisman Malaysia ini akan menyerbu Pasar Baru untuk membeli bahan-bahan busana muslim. Pariwisata mereka itu ingin menjadi pusat busana muslim di dunia, setiap tahun pasti jumlah Wisman Malaysi yang ke Jabar selalu mendominasi,” kata Kepala BPS Jabar Dody Herlando di KOTA Bandung.

Mengutip dari data BPS Jabar, Wisman Malaysia sebanyak 10.509 orang, 70,26 persen dari jumlah keseluruhan Wisman yang datang ke Jabar yaitu 15.566 orang. Jumlah terbanyak ke dua berkebangsaan Singapura, sementara jumlah yang terkecil Wisman berkebangsaan Saudi Arabia.

(Ibenk)

Pembangunan Kolam Retensi dan Masjid Terapung Digenjot 24 Jam

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa memastikan proyek Kolam Retensi dan Mesjid Al Jabbar, Gedebage, Bandung semakin dikebut guna memenuhi target. Terlebih proyek tersebut menjadi salah satu konsentrasi Pemprov Jabar , mengingat anggaran yang dialokasikan sangat tinggi.

“Kami pantau terus percepatannya, kedua proyek ini akan sangat bermanfaat bagi Kota Bandung,” kata Iwa saat mengunjungi proyek, Kamis (17/5/2018).

Kolam retensi yang dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum senilai Rp96 milyar, menjadi lokasi pertama yang dikunjungi Iwa. Saat ini, kata dia, proyek itu menunjukkan kemajuan fisik cukup signifikan. “Dari laporan pelaksana proyek sampai Mei 2018, realisasi fisik sudah mencapai 60 persen dari target 56 persen, jadi ada surplus,” kata Iwa.

Pekerjaan pembuatan kolam yang rencananya akan menjadi pengendali banjir di kawasan itu sekaligus penampungan Masjid Raya Al Jabbar itu saat ini tengah dikebut lewat penambahan jam kerja.

“Pengerjaannya dilakukan dari berbagai sisi, Alhamdulillah cuaca saat ini sangat mendukung,” paparnya.

Namun masih ada sekitar 11 bidang lahan dengan luas kurang lebih 4 hektar di lokasi tersebut belum dibebaskan.

Plh Gubernur Jabar ini mengaku sudah menyiapkan anggaran, sementara pihak Kecamatan Gedebage dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) menuntaskan administrasi pembebasan lahan.

“Urusan lahan ini ditargetkan selesai bulan ini juga. Tugas kami mendorong BPN dengan data-data pendukung, salah satunya salinan surat tembusan permohonan penetapan lokasi kolam retensi Gedebage,” kata dia.

Dengan kondisi tersebut, Iwa memastikan proyek yang akan menampung sekitar 210 ribu meter kubik air itu bisa dituntaskan sesuai jadwal (Desember 2018). Meski masih ada sedikit kendala di lahan, Iwa memastikan hal itu bisa diselesaikan.

“Dananya ada di Dinas Bina Marga dan Penatan Ruang,” kata Iwa.

Sementara untuk proyek Masjid Raya Al Jabbar (Masjid Terapung), menurut dia, proyeknya sudah menunjukkan perkembangan yang jauh lebih baik dibanding tiga bulan sebelumnya. Biasanya defiasinya bisa minus 10 persen, sekarang hanya minus 4 persen.

Cuaca yang diprediksi sudah masuk kemarau, membuat kontraktor PT Wika Gedung bisa menggenjot pengerjaan fisik. Saat ini pengerjaan sudah memasuki pembangunan tiang pancang hingga pengecoran fondasi utama. Pengerjaan bisa dilakukan hingga 24 jam. Berhenti hanya untuk solat, berbuka puasa, sehabis tarawih kembali dikerjakan hingga sahur. Dengan dikebutnya pekerjaan, Iwa optimistis defiasi minus pada awal Mei ini bisa positif pada Juni mendatang.

“Paling yang harus dipersiapkan itu terkait kuota impor baja dan kaca, dari sekarang karena kebutuhannya terbilang cukup besar. Jadi ketika Oktober rangka dipasang barangnya sudah ada,” kata dia.

Sementara itu, Kadis Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar M Guntoro mengatakan, proyek yang ditangani pihaknya bekerjasama dengan BBWS Citarum menunjukan perkembangan positif dan diharapkan tuntas akhir tahun.

“Mudah-mudahan akhir Desember, kolam dan masjid tuntas bersama-sama,” kata Guntoro.

Pada 2018 ini, pihaknya sudah menganggarkan Rp100 milyar untuk pembebasan lahan. Namun karena masih ada kebutuhan sisa lahan di proyek kolam retensi dan masjid terapung,pihaknya akan menganggarkan di APBD Perubahan 2018.

“Anggaran untuk lahan kurangnya sekitar Rp33 milyar, nanti akan dianggarkan di perubahan,” kata dia.

Pihak kontraktor Wika Gedung memaparkan proyek masjid yang menelan biaya Rp511 milyar tersebut sudah memasuki tahap pembesian, dimana pengecoran fondasi utama ditarget selesai pekan ini.

“Ada pemasangan 100 titik pancang namun sementara kita hentikan karena tengah melakukan pengecoran. Ini tidak boleh ada getaran,” tuturnya.

Kontraktor juga memasang tower crane guna memudahkan lalu lintas perpindahan material, rencananya dua tower crane akan dipasang kembali guna makin mempercepat pekerjaan fisik yang kini mencapai 36 persen.

(LIN)

Kegaduhan Jangan Terulang di Debat Pilgub

0
Debat
Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto (kanan) dan Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat (kiri). (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat (Jabar) tidak ingin suasana gaduh kembali terjadi di debat terbuka Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar yang ketiga nanti.

Ketua Bawaslu Jabar, Harminus Koto mengimbau kepada seluruh Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar agar mematuhi aturan dan tata tertib yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar.

“Bawaslu mengimbau dalam debat ketiga nanti, seluruh Paslon mematuhi aturan serta tata tertib KPU yang sudah ada,” kata Harminus Koto di Kantornya Jalan Turangga Buah Batu Kota Bandung.

Sementara Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat mengaku bahwa KPU kecolongan sehingga terjadi kegaduhan akibat dari pernyataan dan kaos yang menyinggung pergantian presiden 2019 yang dilontarkan Paslon nomor urut 3 Sudrajat-Syaikhu (Asyik).

“Paslon boleh membawa atribut kampanye tapi berbahan halus. Kalau botol, papan yang berbahan keras lainnya dilarang. Tapi atribut yang dibawa Asyik itu tidak sesuai dengan tata tertib,” ujar Yayat.

Atas kejadian tersebut, KPU Jabar akan lebih memperketat pemeriksaan kepada setiap Paslon dan tamu serta penonton yang akan hadir di debat terbuka terakhir nanti. KPU juga akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh tim pemenangan Paslosn.

(Ibenk/Bam’s)

Ini Klarifikasi SDN 085 Ciumbuleuit‎ Terkait Tuduhan Lecehkan Pemimpin Negara

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : SDN 085 Ciumbuleuit mengklarifikasi unggahan Satyowati Pancasiwi di akun media sosial Facebook‎ terkait penutupan gambar Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang dideskripsikan sebagai tindakan tidak menghormati kepala negara.

Foto tersebut diunggah Satyowati Pancasiwi di akun Facebook miliknya pada 13 Mei 2018 lalu.

‎”Kami di SDN 085 Ciumbuleuit, adalah pegawai negeri yang taat dan hormat pada peraturan yang berlaku. Kami tegaskan, tidak ada maksud dan tujuan dari kami untuk tidak menghormati atau melecehkan pemimpin negara seperti yang dimaksud dalam postingan Facebook atas nama Satyowati Pancasiwi,” ujar Kepala SDN 085 Ciumbuleuit, Sri Sukoati dalam surat bercap dan bermaterai yang diterima wartawan, Kamis (17/5/2018).

Sri mengatakan, ‎penutupan gambar Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, dilakukan dalam rangka mensterilkan ruangan dari berbagai alat saat pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada 3-5 Mei 2018 lalu. Dan diantaranya yang disterilkan yakni gambar-gambar tokoh nasional dan berbagai alat peraga yang sekiranya bisa membantu siswa menjawab soal USBN.

“Jadi penutupan itu, semata untuk mensterilkan ‎ruangan saat USBN berlangsung. Namun saat USBN selesai, kami belum sempat merapikan ruangan dan mencopot semua kertas yang menempel di alat peraga di semua ruang kelas karena keterbatasan personil. Kami hanya memiliki satu orang penjaga sekolah,” terangnya.

Sedangkan terkait kewajiban seluruh siswi di SDN 085 Ciumbuleuit mengenakan jilbab sejak masuk kelas IV seperti yang dituduhkan di akun Facebook Setyowati Pancasiwi, dengan tegas Sri membantahnya. ‎Sri menyebut jika pihaknya tidak pernah menerapkan aturan tersebut meski sebagian besar siswi di sekolahnya merupakan muslim.

“Aturan yang mewajibkan siswi mengenakan jilbab saat masuk kelas IV itu tidak benar. Kami hanya mengimbau setiap siswi mengikuti ‎kegiatan keagamaan berupa shalat Dhuha dan tausyiah dari guru Agama setiap Jumat untuk menanamkan karakter dan akhlak mulia. Dan saat kegiatan keagamaan tersebut, kami anjurkan siswi gunakan mukena atau pakaian muslim atau jilbab. Dan kami tidak pernah kenakan sanksi jika ada siswi yang tidak berjilbab dalam aturabn berseragam di sekolah,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Pendatang ke Kota Bandung Akan Didata Secara Lengkap

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Menjelang tahun ajaran baru ditambah dengan maraknya aksi teror di berbagai wilayah di Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus melakukan berbagai langkah antisipatif. Salah satunya dengan melakukan pendataan kepada setiap pendatang yang tiba di Kota Bandung.

“Siapapun yang datang ke Kota Bandung, harus didata secara lengkap. Ini akan membuat kita mudah untuk bekerja. Apalagi di bulan Juli mendatang, Kota Bandung dipastikan akan kedatangan sejumlah mahasiswa baru dari seluruh Indonesia,” ujar Penjabat Wali Kota Bandung, M Solihin saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Kamis (17/5/2018).

Sebagai kota pendidikan, Kota Bandung dipastikan akan banyak menerima sejumlah mahasiswa baru dari luar kota yang akan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Kota Bandung. Dan untuk memastikan kedatangannya untuk berkuliah, aparat kewilayahan pun akan melakukan pendataan.

“Kita ingin memastikan maksud dan tujuan para pendatang ini ke Kota Bandung. Apakah kuliah, bekerja atau apa. Kita akan lakukan pendataan secara lengkap,” terangnya.

Pendataan yang dilakukan terhadap para pendatang tersebut, lanjutnya, menjadi salah ‎satu upaya pihaknya mengantisipasi aksi teror di Kota Bandung. Pihaknya pun sudah meminta setiap tokoh agama dan aparat kewilayahan untuk menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah mereka masing-masing.

“Masyarakat harus saling mengenal, saling tolong menolong, dan bergotong royong dalam kebaikan. Mari kita jaga lingkungan agar suasana tetap kondusif. Kita tidak mau teror yang terjadi di Surabaya, Sidoarjo, maupun Riau, terjadi di Kota Bandung,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Jam Kerja ASN Disesuaikan, Pelayanan Masyarakat Tetap Maksimal

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Selama bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan penyesuaian jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 336 tahun 2018 tentang penetapan jam kerja ASN, TNI, dan Polri pada bulan Ramadhan. Meski demikian, Pemkot Bandung menegaskan jika penyesuaian jam kerja tersebut tidak akan mengurangi pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung, Yayan A Brillyana‎ menuturkan, selama Ramadhan, jumlah jam kerja ASN adalah 32,50 jam perminggu. Sehingga bagi ASN yang berdinas selama 5 hari kerja, untuk Senin-Kamis, jam kerja dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB dengan jam istirahat selama 30 menit pada pukul 12.00 WIB sampai 12.30 WIB. Khusus hari Jumat, jam kerja dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB dengan jam istirahat pada pukul 11.30 WIB sampai 12.30 WIB.

‎Untuk ASN ang berdinas 6 hari kerja seperti pegawai rumah sakit, Puskesmas dan sekolah, juga mengalami penyesuaian. Untuk hari Senin sampai Kamis dan hari Sabtu, jam kerja dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Sedangkan hari Jumat hinga pukul 14.30 WIB.

“Meski ada penyesuaian jam kerja, pelayanan publik tetap berjalan optimal. Masyarakat hanya perlu menyesuaikan dari sisi waktu untuk memperoleh layanan. Ini tidak mengendorkan semangat dalam melayani masyarakat,” ujar Yayan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Kamis (17/5/2018).

Sesuai dengan amanat Penjabat Wali Kota Bandung, M Solihin, lanjut Yayan, pihaknya mengingatkan kembali para ASN untuk berkerja sebaik-baiknya dalam melayani masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu bentung tanggung jawab ASN kepada masyarakat.

‎”Bekerja dengan ikhlas dalam melayani masyarakat pun merupakan salah satu bentuk ibadah di bulan Ramadhan ini. Jadi bukan hanya salat dan puasa saja,” tegasnya.

(ageng/bam’s)