spot_imgspot_img
Minggu 11 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Panen Raya di Bandung, Utusan Khusus Presiden Janji Tindak Lanjuti Aspirasi Petani

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persoalan sarana dan prasarana pertanian hingga perlindungan lahan sawah produktif menjadi fokus perhatian Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono.

Demikian di sampaikan Mardiono saat menghadiri panen raya padi bersama Kelompok Tani Mandiri di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung Jawa Barat (Jabar), Minggu (11/10/2026).

BACA JUGA:

Harga Telur Anjlok ke Rp20.000 per Kg, Peternak Ayam di Bandung Terhimpit Biaya Pakan

Dalam kegiatan tersebut, Mardiono berdialog langsung dengan para petani untuk menyerap aspirasi sekaligus mendengarkan berbagai kendala di lapangan.

Pihaknya mencatat seluruh masukan dan akan menindaklajuti sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan ketahanan pangan.

“Hari ini saya menghadiri panen raya di Desa Tegalluar yang di prakarsai Kelompok Tani Mandiri. Tadi para petani sudah menyampaikan aspirasinya. Insyaallah akan segera di tindaklanjuti,” kata Mardiono.

Menyerap langsung suara petani, kata dia, merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional sebagaimana di amanatkan Presiden Prabowo Subianto dalam program Asta Cita.

Pangan bukan sekadar kebutuhan pokok,  tetapi juga menyangkut harkat dan martabat bangsa.

Mardiono menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat agar tidak terjadi salah paham terkait program kerja yang di canangkan Presiden.

“Presiden menginginkan agar hambatan yang di hadapi petani bisa langsung di dengar. Sebaliknya, program kerja pemerintah juga dapat tersampaikan dengan jelas kepada rakyat,” kata dia.

Potensi Melimpah, Alat Mesin Masih Kurang

Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Sumber Tani Jaya, Rizal mengungkapkan,  Kecamatan Bojongsoang memiliki sekitar 1.500 hektare lahan padi yang memproduksi ratusan ton beras untuk memasok kebutuhan berbagai daerah. Termasuk Jakarta dan Cianjur.

Meski wilayah Kabupaten Bandung tergolong surplus beras, para petani masih terkendala keterbatasan alat dan mesin pertanian. Seperti mesin pemanen dan traktor untuk persiapan musim tanam berikutnya.

BACA JUGA:

West Java Expo 2026 Bidik Transaksi Rp750 Miliar, Pengusaha Kopi Incar Kontrak 2 Juta Dolar

“Kabupaten Bandung ini surplus padi, tetapi pascapanen kami sering kesulitan karena mesin pemanennya masih sangat kurang,” kata Rizal.

Dia berharap pemerintah bisa memperkuat dukungan sektor pertanian melalui perbaikan sarana-prasarana serta perlindungan lahan produktif melalui kebijakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

(LIN)

spot_img

Berita Terbaru