spot_imgspot_img
Sabtu 15 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8166

Program Sakola Gratis Hasanah Direspon Positif Praktisi Pendidikan UPI

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Komitmen pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Hasanah, Tubagus Hasanuddin (Kang Hasan) dan Anton Charliyan (Kang Anton) pada sektor pendidikan mendapat apresiasi dari praktisi dan akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Uyu Wahyudin.

Menurut Uyu, visi misi pasangan Cagub-Cawagub nomor urut 2, yakni Sawelas Asih sangat merakyat dan formula tepat untuk membawa Jawa Barat ke arah yang lebih baik.

“Saya menilai Hasanah adalah pasangan ideal dengan kapasitas dan kemampuan membawa Jawa Barat lebih baik. Kang Hasan atau Kang Anton juga memiliki kemampuan baik di bidang pemerintahan, keamanan maupun pendidikan,” kata Uyu di Bandung, Kamis (15/3/2018).

Uyu mengatakatan, Hasan berkarir di bidang militer hingga puncaknya masuk pada lingkaran Istana hampir 11 tahun. Di mulai saat Hasan menjadi Ajudan Wakil Presiden Try Sutrisno, kemudian ajudan Presiden Baharudin Jusuf Habibie dan Abdurahman Wahid (Gusdur) hingga menjadi Sekretaris Militer di era Presiden Megawari dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Begitupun dengan Anton yang juga mantan Kapolda Jabar, tentunya sangat memagami karakter dan situasi keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jabar.

“Ini menarik lantaran baru pertama kali pasangan gubernur dan wakil gubernur dari unsur TNI dan Polri. Selain itu, dengan pengalaman Kang Hasan yang pernah mendampingi kepala negara, tentunya ini menjadi bekal bila nanti Insya Alloh menjadi pemimpin Jawa Barat,” imbuhnya.

Uyu mengatakan bahwa masyarakat Jabar sangat membutuhkan pemimpin yang mampu memberikan rasa aman. Terlebih, kata dia, saat ini marak isu radikalisme, terorisme dan aksi-aksi kejahatan lain yang tentunya membutuhkan sosok yang mengantisipasi hal tersebut.

Selain itu, dengan latar belakang militer dan TNI berpangkat jendral tentu sangat memudahkan dalam memberi kebijakan lantaran satu komando.

“Tetapi mereka tidak otoriter, lantaran mampu menempatkan diri, kapan harus berkompromi, dan kapan harus tegak lurus,” jelas dia.

Kaitannya dengan pendidikan di Jabar, Uyu menilai hal itu menjadi konsen pasangan Hasanah. Menurutnya dengan program unggulan yang dimiliki Hasanah, yakni Sakola Gratis mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA akan berdampak pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat.

Saat ini, kata Uyu, catatan kualitas pendidikan di Jabar cukup memprihatinkan. Angka partisipasi sekolah di Jabar rendah, angka putus sekolah tertinggi, dan rata-rata lama sekolah juga buruk.

Padahal dunia usaha sangat berkepentingan terhadap pendidikan berkualitas karena mereka membutuhkan tenaga kerja handal. Karena itulah, kualitas pendidikan yang baik juga bisa menyelesaikan masalah perekonomian di Jabar.

“Bahkan lulusan SLTA Jabar hanya nomor dua di atas Papua, kan ini ironis. Maju mundurnya sebuah bangsa ditentukan pendidikan, runtuhnya pendidikan tinggal menunggu runtuhnya negara. Itulah mengapa kita harus memilih pemimpin yang komitmen pada dunia pendidikan,” tegasnya.

Untuk diketahui, selain program Sakola Gratis (Pendidikan Gratis), pasangan Hasanah pun memiliki enam program unggulan lainnya, yakni Jabar Sebeuh (Jabar Kenyang), Boga Gawe (Punya Kerja), Imah Rempeug (Rumah Kokoh), Jabar Cageur (Jabar Sehat), Turkamling (Keamanan Lingkungan), dan Molotot.com (Pengawasan Pemerintahan).

(LIN)

Pastikan SRA Direalisasikan, Netty Heryawan Kunjungi SMAN 1 Indramayu

0
(HUMAS JABAR)

INDRAMAYU, FOKUSJabar.id : Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggenjot implementasi program Sekolah Ramah Anak (SRA) tingkat SMA/SMK.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan pihak sekolah yakni dengan memasang plang SRA yang di dalamnya tercantum tiga nomor telpon yang dapat dihubungi siswa jika terjadi kekerasan. Ketiga nomor tersebut milik Kepala Sekolah, P2TP2A dan Unit PPA kepolisian setempat.

” Para siswa kita dorong agar berani melapor pada guru atau orang dewasa yang diyakini bisa memberikan bantuan jika ada indikasi terjadi kekerasan, narkoba, pergaulan bebas dan sebagainya,” ujar Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, Netty Heryawan, Rabu (14/3/2018).

Hal tersebut juga menjadi early warning system bagi orang-orang yang berniat melakukan kejahatan, kekerasan, percobaan menawarkan narkoba maupun hal-hal yang dapat merusak di lingkungan sekolah.

Netty mengimbau pada para guru untuk melakukan dialog dengan para siswa guna menghadirkan proses belajar mengajar yang menyenangkan. Dengan begitu, peserta didik merasa betah di sekolah.

Selain itu, para guru hendaknya mengajari tanda-tanda kedewasaan, kesehatan reproduksi dan konsep diri. Hal itu sangat penting agar siswa dapat mengenali tindakan apa saja yang termasuk kekerasan dan dampak negatif yang bisa timbul pada dirinya.

Menurut Netty, pihaknya melakukan roadshow ke SMA dan SMK di Jawa Barat untuk memastikan bahwa program SRA telah diimplementasikan secara merata. Dengan begitu, sekolah tidak lagi menjadi penjara bagi siswa dan mampu membentuk karakter peserta didiknya.

” Sekolah bukan hanya tempat untuk transfer knowledge, tapi juga membentuk karakter dan akhlaqul karimah,” beber Netty.

Kepala SMAN 1 Indramayu, Hendhy Mukatmirah mengaku, sekolah dibawah binaanya telah menjadi SRA berbasis bebas kekerasan. Baik itu kekerasan dari guru maupun dari siswa senior.

” Disini tidak kenal bullying. Tidak ada kekerasan dari guru ke murid, kekerasan antar siswa,” ungkap Hendhy.

Sehari sebelumnya, Selasa (13/03/18), Netty Heryawan mengunjungi SMAN 1 Kota Bekasi, Jalan KH. Agus Salim No200 Kota Bekasi.

(Bam’s)

Tekan Jumlah Pengangguran, Wali Kota Tasikmalaya Buka Wirausaha Baru

0
Kurangi Penggangguran, Walikota Buka WUB. (FOKUSJabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Sejauh ini angka pengangguran di Kota Tasikmalaya masih terbilang cukup tinggi, yakni 6,89 persen.

Untuk menekan jumlah pengangguran tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya meluncurkan program Wirausaha Baru.

” Bidikan dan tematik kita lima tahun kedepan yakni mengurangi angka pengangguran. Dengan begitu, berdampak terhadap menurunnya angka kemiskinan masyarakat,” kata Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, Rabu (14/3/2018).

Budi mengaku, angka 6,89 persen memang cukup tinggi sehingga perlu mendapat perhatian serius.

” Lima tahun kedepan kita akan menciptakan wirausahawan baru sebanyak lima ribu orang. Tahun ini, siap ciptakan seribu wirausahawan yang ditangani di beberapa OPD yang ada di lingkungan Pemkot Tasikmalaya,” tutur Budi.

Faktor utama dalam mengurangi pengangguran, salah satunya membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan berkualitas.

” Komitmen kita dalam meningkatkan SDM yang berkualitas yakni menciptakan kualitas kesehatan yang baik dan mendorong pendidikan yang berkualitas sehingga SDM semakin berkualitas. SDM tidak hanya berbicara kuantitas tapi kualitas yang kita harapkan agar mampu memiliki daya saing di era globalisasi saat ini,” pungkasnya.

(Seda/Bam’s)

Peduli UKM, BRI Luncurkan Rumah Kreatif BUMN

0
Rumah Kreatif BUMN yang Diluncurkan BRI Tasikmalaya

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat, untuk itu pengembangan sektor ini pun harus mendapatkan perhatian besar dari Pemerintah agar keberlangsungan UKM ini terus bergeliat di tengah gempuran dan persaingan ketat produk-produk ekspor pasar global.

Menyadari hal itu BRI sebagai salah satu BUMN berusaha mengambil peran untuk meningkatkan peran UKM dalam pertumbuhan perekonomian masyarakat. Wujud nyata kepedulian BRI kepada UKM adalah dengan meluncurkan program Rumah Kreatif BUMN.

”Rumah kreatif Tasikmalaya yang diresmikan Desember tahun lalu, menjadi tempat pelaku UKM untuk mendapatkan edukasi dengan melalui pelatihan dalam peningkatkan kualitas produk, standarisasi produksi, packaging,branding, sistem pengelolaan keuangan permodalan, akses pemasaran dengan sistem online dan pengelolaan e-commerse,” kata Pimpinan BRI Cabang Tasikmalaya Argogung M Putranta

Lanjutnya, sejak diresmikan rumah kreatif Tasikmalaya di jalan Siliwangi No 51 Kec. Tawang Kota Tasikmalaya yang diprakarsai BRI Cab. Tasikmalaya, sudah ratusan pelaku UKM yang telah menjadi mitra binaan RKM BRI”kita terus berkomitmen untuk memajukan usaha pelaku UMKM mitra binaan BUMN dengan pelatihan, BRI akan mengupayakan agar hasil-hasil produk UMKM binaan bisa dipasarkan secara global dengan mengintegrasikan digitalisasi dengan masuk situs Blanja.com agar pemasaran semankin luas,”tuturnya.

Menurutnya, sedikitnya ada sekitar 900 UKM yang telah menjadi mitra binaan BRI Tasikmalaya sejak dibukanya program RKM Tasikmalaya setiap hari selalu ada pelatihan bagi pelaku UKM, lebih dari 200 kali dilaksanakan pelatihan, ini sejalan dengan langkah pemerintah untuk memperkuat sektor UMKM yang menjadi kekuatan dan penggerak perekonomian Bangsa.

Dia menjelaskan, BRI terus mendorong pertumbuhan perekonomian bangsa salah satunya dengan membangun kemitraan para pelaku UKM di Tasikmalaya dalam mengembangkan produk-produk dan membantu sistem pemasaran dengan menghadirkan rumah kreatif Tasikmalaya dari program RKB, pembentukan RKB Tasikmalaya guna menfasilitasi para pelaku UKM yang ada di Kota/Kab.Tasikmalaya sebagai wadah serta pusat data dan informasi usaha untuk mengedukasi,pengembangan dan digitalisasi UKM.

(Seda/dar)

Persib Ulang Tahun, Gomez Ingin Persib Juara

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung hari ini (14/3/2018) berulang tahun ke-85, Pelatih Persib Roberto Carlos Mario Gomez turut menyampaikan ucapan dan harapan bagi tim berjuluk Maung Bandung ini.

Gomez menuturkan, dengan bertambahnya usia tim Persib menjadi semakin besar dan dia pun ingin menambah catatan prestasi tim Maung Bandung di sepak bola nasional maupun internasional.

“Ya saya tahu hari ini adalah ulang tahun Persib untuk yang ke-85. Saya harapkan yang terbaik untuk klub dan Bobotoh, ini tim besar karena itu saya harap kita bisa meraih hasil yang terbaik di musim ini,” kata Gomez, Rabu (14/3/2018).

Gomez menambahkan, perkembangan yang lebih baik ini diharapkan tidak hanya bagi tim Maung Bandung. Namun, untuk semua element yang ada kaitannya dengan Persib.

“Saya juga berharap perkembangan di musim ini tidak hanya terjadi di dalam performa klub tapi juga di semua sektor,” ucapnya.

(Arif/DAR)

Pemprov Jabar Sambut Baik Dua Kebijakan Kementrian PAN RB

0
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa, (fota web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik dua rencana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) yang akan mengatur tambahan pensiunan PNS serta cuti pendampingan melahirkan PNS laki-laki selama satu bulan.

Sekda Jabar Iwa Karniwa mendukung penuh kebijakan pertama soal cuti alasan penting (CAP) selama satu bulan bagi PNS laki-laki mendampingi istri melahirkan sepanjang tidak disalahgunakan PNS.

“Jika diterapkan, ya harus benar-benar untuk mendampingi istri,” tegas Iwa di Bandung, Rabu (14/3/2018).

Menurut dia, kebijakan tersebut memiliki efek psikologis yang baik bagi suami, istri dan buah hati, mengingat kehadiran suami di tengah proses ibu baru melahirkan selama ini bisa dikatakan tidak begitu penuh.

“Istri ada support. Ini menciptakan suasana keluarga yang tenang dan damai bagi psikologis serta pertumbuhan anak,” kata dia.

Iwa mengatakan bahwa selama ini PNS tidak diatur untuk mengambil CAP panjang saat istri melahirkan. Pendampingan hanya dilakukan saat istri akan melahirkan dan setelah melahirkan perannya digantikan oleh kerabat.

“Selama ini memang belum diatur, setelah melahirkan suami tetap kerja,” jelas Iwa.

Meski cuti satu bulan bagi PNS agak menganggu proses pekerjaan di kantor secara lahiriah. Namun secara teknis hal itu bisa diatasi dengan melimpahkan pekerjaan pada staf yang posisinya lebih tinggi.

“Akan ada jalan keluar, namun cuti itu harus benar-benar dimanfaatkan untuk mendampingi istri dan bayinya,” tegas dia.

Kemudian kaitannya dengan rencana menaikan pensiunan bagi PNS, Iwa menilai bahwa kebijakan itu bisa menjawab kekhawatiran PNS yang setelah pensiun, penghasilannya turun drastis.

“Penghasilan biasa 100 persen, saat pensiun menjadi 10 persen bahkan 5 persen, sementara kebutuhan lebih besar,” kata Iwa.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan apresiasi pusat dan keberpihakan pada PNS. Sebab dengan perubahan itu, selain membantu naiknya angka pensiun, kondisi APBN pun tidak akan terlalu berat.

“Ini juga harus menjadi perhatian bagi PNS agar merencanakan pensiun sejak jauh-jauh hari agar tidak kaget, pendapatan berapapun seperlima atau sepertiganya harus ditabung,” imbuh Iwa.

Untuk diketahui, Pemprov Jabar setiap tahunnya mencatat rata-rata 300 sampai 500 PNS pensiun. Angka tersebut, kata Iwa, sudah tepat, mengingat beban belanja pegawai Pemprov Jabar bisa berkurang.

“Sejak saya di Asda IV itu, targetnya menurunkan belanja pegawai dari 30 persen menjadi 7 persen, sekarang sudah tercapai belanja pegawai hanya 7-8 persen, artinya belanja puklik lebih besar,” jelas dia.

(LIN)

Ngantuk, Sopir Truk Terperosok di Alinayin Ciamis

0
Truk yang dikendarai Ahmad warga Tasikmalaya mengalami kecelakaan terperosok diparit pinggir jalan raya Ciamis-kawali tepatnya turunan Alinayin Desa Jelat Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. (HUSEN MAHARAJA)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Truk yang dikendarai Ahmad warga Tasikmalaya mengalami kecelakaan terperosok ke parit di Jalan raya Ciamis-Kawali tepatnya turunan Alinayin Desa Jelat Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis,Rabu (14/3/2018). Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun truk rusak dan lalu-lintas sempat macet.

Menurut Ucen warga sekitar, kecelakaan berawal saat itu truk melaju dari arah Kawali (Utara) menuju Kota Ciamis (Selatan) tiba-tiba di lokasi kejadian oleng kesebelah kiri jalan.

“Karena tiba-tiba oleng saya duga supirnya mengantuk,” ucapnya.

Dadang mengatakan, karena diduga supirnya mengantuk saat mobil oleng kekiri jalan tidak bisa menguasai laju kendaraanya.

“Mobil truk itu mengantam tebing dan terperosok diparit pinggir jalan raya,”jelasnya.

Dadang melanjutkan, tidak berapa lama setelah mobil truk tersebut mengalami kecelakaan warga berdatangan untuk menolong.

“Supir hanya mengalami shok ringan dengan kejadian kecelakaan yang menimpanya,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/DAR)