spot_imgspot_img
Senin 12 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8167

KONI Kota Bandung Siapkan Psikologi Atlet Hadapi Porda Jabar XIII

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Setelah mengecek kesiapan atlet dari sisi kondisi fisik sebelum berlaga di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII/2018, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung pun mengecek kesiapan atlet dari aspek psikologi melalui pelaksanaan psikotes. Gelaran psikotes bagi atlet Pelatcab Porda Jabar XIII/2018 Kota Bandung sendiri digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu (25-27/5/2018), di sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung.

Ketua Bidang Sport & Medicine KONI Kota Bandung, Andi Mulyadi menuturkan, pihaknya mengundang sekitar 750 atlet untuk mengikuti psikotes yang digelar selama tiga hari tersebut. Dengan demikian, dalam satu hari pelaksanaan, sekitar 200 atlet diharapkan bisa mengikuti psikotes.

“Tes psikologi atau psikotes ini salah satu tahapan penting yang harus dilalui atlet sebelum mereka turun berlaga di Porda Jabar XIII. Kami berharap, minimal 600 atlet bisa ikut psikotes ini dari total 750 atlet yang kita undang,” ujar Andi saat ditemui di sela-sela pelaksanaan psikotes, Jumat (25/5/2018).

Pada psikotes tersebut, lanjut Andi, beberapa indikator kesiapan atlet menghadapi perhelatan multieven olahraga empat tahunan terbesar di Jabar akan dicek. Mulai dari kemampuan intelektual, kepribadian, kerjasama, ketangguhan mental, emosi, hingga motivasi.

Hsil dari psikotes sendiri, diakui Andi, akan menjadi pegangan tim psikolog saat mengecek kesiapan atlet secara psikologi menghadapi Porda Jabar XIII di Kabupaten Bogor pada Oktober 2018 mendatang. Tim psikolog KONI Kota Bandung akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi atlet berlatih dengan berbekal hasil psikotes tersebut.

“Ini yang berbeda dengan persiapan Porda Jabar XII tahun 2014 lalu, dimana kita hanya bersifat menunggu atlet yang datang untuk berkonsultasi ke tim psikolog. Untuk persiapan Porda Jabar XIII, tim psikolog yang akan mendatangi langsung atlet ke lokasi latihan dan menyerap berbagai keluhan untuk meningkatkan semangat dan motivasi mereka,” tuturnya.

Meski setiap atlet diwajibkan mengikuti kegiatan, namun hasil dari psikotes tidak lantas memengaruhi status atlet di Pelatcab Porda jabar XIII/2018 Kota Bandung. Hasil psikotes hanya akan menjadi bahan bvagi tim psikolog dalam penekanan sisi psikologis atlet sesuai dengan karakteristik kecabangannya masing-masing.

“Setiap cabang olahraga kan punya karakteristik sendiri sehingga ada aspek-aspek psikologi yang memang harus dimiliki si atlet. Seperti di catur, si atlet setidaknya harus memiliki aspek kognitif atau intelektual yang lebih baik jika dibandingkan cabang olahraga lain. Lalu di cabang olahraga beladiri, dimana atlet harus memiliki kontrol emosi yang baik. Jadi hasil psikotes tidak menentukan apakah atlet dicoret atau tidak, kewenangan itu ada di tangan pelatih masing-masing cabang olahraga,” tegasnya.

(ageng)

Kodim 0613 Ciamis Gelar Silaturahmi dengan Para Tokoh Masyarakat

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id : Sejumlah tokoh agama, masyarakat dan pemuda serta organisasi masyarakat (Ormas) bersilaturahim dengan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kodim 0613 Ciamis di Aula Makodim 0613 Ciamis Jalan Jendral Ahmad Yani Ciamis. Jumat (25/5/2018).

Menurut Dandim 0613 Ciamis Letkol. Arm Reza Nur Patria, kegiatan silaturahmi dengan komponen masyarakat se wilayah Kodim tersebut merupakan salah satu progam komunikasi sosial (Komsos) antara jajaran TNI dengan masyarakat.

“Kegiatan silaturahim ini bisa juga untuk menyampaikan program-program TNI terhadap masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah,” katanya.

Reza mengatakan, aparat keamanan (TNI) tidak bisa berbuat banyak tanpa bantuan dari masyarakat sehingga acara silaturahim tersebut bertujuan untuk lebih mempererat sinergitas TNI dan Masyarakat.

“Kami tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan dari tokoh agama, masyarakat dan komponen masyarakat lainya,” ucapnya.

Sementara itu terkait pengamanan Pilkada Ciamis yang akan digelar beberapa waktu yang akan datang lanjut Reza, jajaranya sudah menyiapkan 2/3 kekuatan untuk ikut membantu mengamankan jalannya Pilkada Ciamis tersebut.

“Kami sudah siap melaksankan pengamanan saat Pilkada nanti,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Asik! Buka Puasa di Prama Grand Preanger Bandung Berkesempatan Raih iPhone X

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Waktu berbuka menjadi waktu yang ditunggu dan kebahagiaan tersendiri bagi kaum muslim yang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Pada momen bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah ini, Prama Grand Preanger Bandung menambah kebahagiaan dengan menyiapkan paket berbuka puasa sekaligus berkesempatan mendapatkan satu unit iPhone X.

Marketing Communication Manager Prama Grand Preanger Bandung, Windy Hervidya menuturkan, mulai dari tanggal 17 Mei lalu hingga 14 Juni 2018, Prama Grand Preanger Bandung menyiapkan paket berbuka puasa dengan harga Rp175 ribu net per orang. Dengan harga tersebut, tamu dan pengunjung bisa menikmati berbagai pilihan menu berbuka puasa yang sudah disiapkan dengan konsep All You Can Eat.

“Selain bisa menikmati semua pilihan menu berbuka puasa, para tamu dan pengunjung pun memiliki kesempatan mendapatkan satu unit iPhone X yang akan kita undi di akhir periode,” ujar Windy saat ditemui di Prama Grand Preanger Bandung, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Jumat (25/5/2018).

Untuk berkesempatan mendapatkan satu unit iPhone X, lanjutnya, para tamu dan pengunjung tinggal berbuka puasa di Prama Grand Preanger Bandung dengan membeli paket berbuka puasa selama masa periode program yakni 17 Mei sampai 14 Juni 2018. Setiap pengunjung yang membeli paket berbuka puasa, akan mendapatkan satu kupon undian untuk mendapatkan iPhone X.

“Selain berkesempatan mendapatkan satu unit iPhone X, kita pun menyiapkan hadiah mingguan bagi tiga orang pemenang berupa voucher Food & Beverages (F&B) di Preanger Brasserie. Untuk pemenang mingguan ini, akan kita hubungi melalui nomor telepon di kupon undian yang sudah mereka masukkan,” terangnya.

Selain paket berbuka puasa yang berhadiah iPhone X serta tiga voucher F&B setiap minggu, lanjut Windy, berbagai paket menarik pun telah disiapkan Prama Grand Preanger Bandung di bulan suci Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah. Salah satunya diskon sebesar 60 persen dari harga publish untuk yang menginap di Prama Grand Preanger Bandung dan berlaku mulai tanggal 16 Mei sampai 7 Juni 2018.

“Jadi untuk yang mau menginap di tanggal tersebut, akan mendapatkan harga mulai dari Rp700 ribu net per kamar pe malam sekaligus mendapatkan hidangan sahur untuk dua orang. Untuk info lanjut dan atau reservasi, bisa menghubungi nomor telepon 022-4231631,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Tingkat Popularutas Calon Gubernur Jawa Barat Menurut Ilma

0
Konferensi Pers yang dilaksanakan Ilma Research and Consulting di Malaka Hotel, Kamis (24/5/2018). (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Lembaga survey Ilma Research and Consulting merilis hasil survey yang dilaksanakan pada 15-20 Mei 2018 di 80 desa/kelurahan yang meliputi 27 kabupaten/kota di Jawa Barat (Jabar).

Dari survey Ilma terkait popularitas Calon Gubernur (Cagub) Jabar menemukan bahwa Cagub Jabar yang paling dikenal masyarakat adalah nomor urut 4 Deddy Mizwar, 96,3 persen. Kemudian yang kedua adalah Cagub nomor urut 1 Ridwan Kamil 86,6 persen, lalu Cagub nomor urut 2 TB. Hasanudin 67,9 persen, dan Cagub nomor urut 3 Sudrajat 35,3 persen.

Pihak Ilma menjelaskan, masyarakat Jabar yang mengenal Deddy Mizwar sebagai aktor atau bintang iklan. Sementara Ridwan Kamil dikenal masyarakat Jabar karena pernah menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

“Ini adalah bentuk karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan tapi lagi-lagi ini bukanlah sebagai bentuk jaminan jika nanti pada 27 Juni 2018 bisa memenangkan pilihan masyarakat,” ujar seorang perwakilan Ilma Research and Consulting, Okan Darsiyah, saat menggelar konferensi pers di Malaka Hotel Kota Bandung, Kamis (24/5/2018).

Survey yang dilakukan Ilma ini mengambil populasi maayarakat Jaba yang berusia 17 tahun atau sudah menikah saat survey dilaksanakan. Metode yang digunakan Multistage Random Sampling dengan jumlah sampel 800 responden dan margin of error +3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara, Calon Wakil Gubernur Jabar yang paling dikenal masyarakat adalah Dedi Mulyadi 71,6 persen, kemudian Uu Ruzhanul Ulum 42,8 persen, Ahmad Syaikhu 36,4 persen, dan Anton Charliyan 33,1 persen.

(Ibenk)

Orang Miskin di Kota Bandung Ada 4 Desil

0
Ilustrasi (Foto Web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung mengaku telah memiliki instrumen dalam menangani kemiskinan. Salah satunya dengan membagi kategori warga miskin dalam empat desil atau batas.

“Yakni desil sangat miskin, miskin, rentan miskin dan hampir miskin. Setiap desil itu memiliki cara penanganan yang berbeda-beda, tidak bisa disamakan,” ujar Kepala Dinsosnangkis Kota Bandung, Tono Rusdiantono saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Jumat (25/5/2018).

Untuk kategori desil sangat miskin, lanjut Tono, merupakan warga yang tidak memiliki kemampuan sama sekali untuk berdaya sendiri. Warga dalam kategori ini, tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan penghasilan.

“Untuk kategori desil sangat miskin ini, solusinya yakni dengan sumbangan. Ini karena dia sangat tidak mampu untuk berusaha,” tambahnya.

Sementara untuk kategori desil miskin, dinilai masih memiliki kemampuan untuk berusaha meski menghadapi berbagai keterbatasan. Untuk kategori desil miskin, pihaknya memiliki solusi dengan memberikan mereka peluang untuk mempermudahnya berusaha.

“Jadi untuk kategori desil miskin, kita berikan mereka kail atau peluang berusaha. Kita tidak mau membuat mereka malas, itu bahaya. Jangan sampai pemerintah menjerumuskan warganya dengan menjadikan mereka malas,” terangnya.

Lalu untuk dua kategori desil lain, pihaknya pun sudah memiliki berbagai program yang ditawarkan, Yakni melalui pelatihan kerja, penyaluran kerja hingga bantuan modal usaha. Semua program yang disiapkan, bisa diakses warga dengan syarat yang relatif mudah dan secara cuma-cuma.

“Pada saat ini, hampir seluruh program Pemkot Bandung difokuskan pada penanggulangan kemiskinan. Warga tinggal punya kemauan dan kita dari pemerintah sudah siapkan semua fasilitasnya,” tegasnya. (ageng)

Masalah PMKS di Kota Bandung Tak Kunjung Usai, Ini Alasannya

0
Ilustrasi (Foto Web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung merilis sebanyak 172 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berada di jalanan di Kota Bandung. Jumlah tersebut berdasarkan pendataan pihaknya dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Dinsosnangkis Kota Bandung, Tono Rusdiantono menuturkan, dari total 172 orang PMKS tersebut, termasuk di dalamnya merupakan pengemis dan anak jalanan yang kerap meresahkan masyarakat. Pihaknya pun telah berupaya secara kontinyu untuk melakukan penertiban para PMKS di Kota Bandung.

“Sebagian besar PMKS yang ada di Kota Bandung ini merupakan pendatang dari luar Kota Bandung. Jadi meski kita telah lakukan penertiban, para PMKS ini terus berdatangan dari luar daerah. Ini yang menjadikan masalah PMKS ini seolah tak kunjung usai,” ujar Tono saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Jumat (25/5/2018).

Selain itu, lanjutnya, kebiasaan memberikan donasi kepada gelandangan dan pengemis di jalanan pun menjadikan masalah PMKS ini terus terjadi. Pihaknya pun mengimbau kepada warga maupun wisatawan untuk tidak mendidik mereka terus menjadi pengemis.

“Bantu kami dengan tidak memberikan donasi kepada gelandangan pengemis yang ada di jalanan. Jangan memberikan sumbangan atau barang kepada mereka yang tidak mempunyai izin karena itu yang mendidik dan membuat mereka betah di jalanan dengan mengemis,” terangnya.

Tono mengaku, cara tersebut dinilainya merupakan cara yang terbaik meski sempat ditentang karena dinilai kurang manusiawi. Pasalnya, jika para PMKS terus diberi sumbangan, mereka akan terus mengemis. “Memberikan donasi kepada gelandangan pengemis di jalanan justru tidak akan menyelesaikan masalah,” tambahnya.

Dinsosnangkis Kota Bandung pun terus melakukan upaya agar pada PMKS tidak kembali ke jalanan setelah dilakukan razia. Pihaknya memberikan pembinaan agar tidak lagi melakukan aktivitas mengemis di jalanan yang secara sosial merupakan perilaku kurang beradab serta bisa mengganggu ketertiban dan kondusivitas.

“Berbagai upaya kita lakukan agar mereka tidak kembali ke jalan. Mulai melakukan pembinaan edukasi terkait masalah kepribadian dan usaha. Jadi selain bisa memperbaiki diri, mereka pun bisa mendapatkan penghasilan untuk keluarganya,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Program Turkamling, Ini Kata Pengamat Lingkungan

0
pengamat lingkungan (foto ist)
pengamat lingkungan (foto ist)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Akademisi dan Pengamat Sosial Lingkungan Dr. Harjoko menilai bahwa hasil survei Ilma Research dan Consulting yang menempatkan Pasangan Hasanah unggul saat debat, relevan dengan apa yang terjadi di lapangan.

Menurut dia, Hasanah menyodorkan program yang sangat mudah dicerna publik dan melibatkan warga. Harjoko mencontohkan tentang program penyelesaian masalah Sungai Citarum di Jawa Barat. Hasanah menawarkan Turkamling yang menekankan pada penegakan hukum dan partisipasi warga.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, lingkungan di Jawa Barat merupakan hal vital yang harus segera diselesaikan oleh para pemimpin Jawa Barat ke depan. Terlebih kaitannya dengan masalah dua sungai utama, yakni Citarum dan Ciliwung.

Menurut dia, Jawa Barat membutuhkan pemimpin yang mampu melibatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut ada pada program Turkamling (Infrastruktur, Keamanan dan Lingkungan) yang diusung Cagub-Cawagub Jabar nomor urut 2 TB Hasanuddin (Hasan) dan Anton Charliyan.

“Menggerakan masyarakat untuk melindungi alam Jawa Barat dari kerusakan itu poin paling penting, dan melalui programnya Hasan melibatkan masyarakat,” kata Harjoko, Jumat (25/5/2018).

Harjoko menilai program yang digulirkan Hasanah tentang lingkungan sangat tepat di tengah permasalahan lingkungan di Jabar.

(LIN)