BANDUNG, FOKUSJabar.id : Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung mengaku telah memiliki instrumen dalam menangani kemiskinan. Salah satunya dengan membagi kategori warga miskin dalam empat desil atau batas.
“Yakni desil sangat miskin, miskin, rentan miskin dan hampir miskin. Setiap desil itu memiliki cara penanganan yang berbeda-beda, tidak bisa disamakan,” ujar Kepala Dinsosnangkis Kota Bandung, Tono Rusdiantono saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Jumat (25/5/2018).
Untuk kategori desil sangat miskin, lanjut Tono, merupakan warga yang tidak memiliki kemampuan sama sekali untuk berdaya sendiri. Warga dalam kategori ini, tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan penghasilan.
“Untuk kategori desil sangat miskin ini, solusinya yakni dengan sumbangan. Ini karena dia sangat tidak mampu untuk berusaha,” tambahnya.
Sementara untuk kategori desil miskin, dinilai masih memiliki kemampuan untuk berusaha meski menghadapi berbagai keterbatasan. Untuk kategori desil miskin, pihaknya memiliki solusi dengan memberikan mereka peluang untuk mempermudahnya berusaha.
“Jadi untuk kategori desil miskin, kita berikan mereka kail atau peluang berusaha. Kita tidak mau membuat mereka malas, itu bahaya. Jangan sampai pemerintah menjerumuskan warganya dengan menjadikan mereka malas,” terangnya.
Lalu untuk dua kategori desil lain, pihaknya pun sudah memiliki berbagai program yang ditawarkan, Yakni melalui pelatihan kerja, penyaluran kerja hingga bantuan modal usaha. Semua program yang disiapkan, bisa diakses warga dengan syarat yang relatif mudah dan secara cuma-cuma.
“Pada saat ini, hampir seluruh program Pemkot Bandung difokuskan pada penanggulangan kemiskinan. Warga tinggal punya kemauan dan kita dari pemerintah sudah siapkan semua fasilitasnya,” tegasnya. (ageng)



