PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, terang-terangan mengaku berganti tim jagoan pada gelaran Piala Dunia 2026. Mantan pemain Produta Bandung ini memilih pindah haluan mendukung Timnas Brasil setelah melihat performa lesu tim kesayangannya terdahulu.
Soleh membeberkan bahwa ia sejak lama menjadi pendukung fanatik Cristiano Ronaldo dan Timnas Portugal. Namun, melihat peta persaingan saat ini, ia terpaksa realistis.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Kadis Disdikpora Pangandaran Pernah Nyaris Berseragam Persib
“Saya sebenarnya memiliki fanatisme ke Portugal dan Ronaldo. Tapi melihat performa Portugal sekarang yang kurang optimal, boleh lah saya sekarang berpindah ke lain hati ke Brasil,” ujar Soleh, Rabu (1/7/2026).
Meskipun sudah berganti dukungan, Soleh berseloroh belum menghafal seluruh nama bintang baru Selecao saat ini. Ia hanya mengingat ciri fisik salah satu pemain kunci yang ia sebut sebagai titisan Lionel Messi di skuad Brasil.
Prediksi Final Klasik Amerika Selatan: Brasil Tekuk Argentina 2-1
Menatap babak krusial, Soleh memprediksi laga final ideal akan mempertemukan dua musuh bebuyutan dari Amerika Selatan, yakni Brasil melawan Argentina. Berdasarkan tren permainan dalam beberapa laga terakhir, ia meyakini Tim Samba akan mengangkat trofi juara.
“Prediksi saya, melihat performa sekarang, laga Brasil sama Argentina akan berjalan sangat ramai. Jika keduanya bertemu di final, skornya 2-1. Brasil yang tetap keluar sebagai pemenang,” tegasnya.
Rancang Agenda Nobar Skala Kabupaten Demi Picu Bakat Lokal
Dukungan Soleh untuk sepak bola tidak sebatas bualan. Mantan penggawa tim legendaris San Pasko Kalipucang ini langsung merancang wacana nonton bareng (nobar) berskala kabupaten untuk memeriahkan demam Piala Dunia 2026 di Pangandaran.
Ia mengaku sudah mendiskusikan rencana matang tersebut bersama Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Arman. Pihak dinas akan menggandeng Kelompok Kerja Guru (KKG) Olahraga se-Kabupaten Pangandaran untuk mengeksekusi teknis acara di lapangan.
Soleh menegaskan, agenda nobar ini memikul misi besar sebagai pemicu semangat anak-anak muda di Pangandaran agar lebih serius menekuni dunia sepak bola. Ia ingin euforia turnamen tertinggi jagat raya tersebut menginspirasi masyarakat dalam memajukan pembinaan usia dini, seperti yang tengah berjalan di SSB Persib Junior Kecamatan Mangunjaya. Melalui atmosfer nonton bareng ini, Soleh berharap Pangandaran bisa melahirkan talenta emas yang mampu menembus kompetisi nasional hingga internasional.
(Sajidin)



