spot_img
Rabu 17 Juli 2024
spot_img
More

    Pastikan SRA Direalisasikan, Netty Heryawan Kunjungi SMAN 1 Indramayu

    INDRAMAYU, FOKUSJabar.id : Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggenjot implementasi program Sekolah Ramah Anak (SRA) tingkat SMA/SMK.

    Salah satu upaya yang dapat dilakukan pihak sekolah yakni dengan memasang plang SRA yang di dalamnya tercantum tiga nomor telpon yang dapat dihubungi siswa jika terjadi kekerasan. Ketiga nomor tersebut milik Kepala Sekolah, P2TP2A dan Unit PPA kepolisian setempat.

    ” Para siswa kita dorong agar berani melapor pada guru atau orang dewasa yang diyakini bisa memberikan bantuan jika ada indikasi terjadi kekerasan, narkoba, pergaulan bebas dan sebagainya,” ujar Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, Netty Heryawan, Rabu (14/3/2018).

    Hal tersebut juga menjadi early warning system bagi orang-orang yang berniat melakukan kejahatan, kekerasan, percobaan menawarkan narkoba maupun hal-hal yang dapat merusak di lingkungan sekolah.

    Netty mengimbau pada para guru untuk melakukan dialog dengan para siswa guna menghadirkan proses belajar mengajar yang menyenangkan. Dengan begitu, peserta didik merasa betah di sekolah.

    Selain itu, para guru hendaknya mengajari tanda-tanda kedewasaan, kesehatan reproduksi dan konsep diri. Hal itu sangat penting agar siswa dapat mengenali tindakan apa saja yang termasuk kekerasan dan dampak negatif yang bisa timbul pada dirinya.

    Menurut Netty, pihaknya melakukan roadshow ke SMA dan SMK di Jawa Barat untuk memastikan bahwa program SRA telah diimplementasikan secara merata. Dengan begitu, sekolah tidak lagi menjadi penjara bagi siswa dan mampu membentuk karakter peserta didiknya.

    ” Sekolah bukan hanya tempat untuk transfer knowledge, tapi juga membentuk karakter dan akhlaqul karimah,” beber Netty.

    Kepala SMAN 1 Indramayu, Hendhy Mukatmirah mengaku, sekolah dibawah binaanya telah menjadi SRA berbasis bebas kekerasan. Baik itu kekerasan dari guru maupun dari siswa senior.

    ” Disini tidak kenal bullying. Tidak ada kekerasan dari guru ke murid, kekerasan antar siswa,” ungkap Hendhy.

    Sehari sebelumnya, Selasa (13/03/18), Netty Heryawan mengunjungi SMAN 1 Kota Bekasi, Jalan KH. Agus Salim No200 Kota Bekasi.

    (Bam’s)

    Berita Terbaru

    spot_img