GARUT, FOKUSJabar.id: Dede NUrochim (alm) adalah sosok pemberani sekaligus pembuka jalan besar masa depan Garut Utara (Gatra) Jawa Barat (Jabar).
Semasa hidupnya Dia memiliki prinsip, tidak semua pejuang harus berdiri di depan panggung sejarah. Namun ada sebagian yang memilih tetap berjalan di belakang layar untuk menjaga cita-cita agar tidak padam.
BACA JUGA:
Perjuangan Didin Umarzen Sang Pengarah Garut Utara Tetap Dikenang
Menurutnya, perjalanan panjang perjuangan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Garut Utara tidak lahir dalam satu malam. Namun di bangun oleh waktu yang panjang, oleh keyakinan yang tidak mudah runtuh dan oleh tangan-tangan pengabdian yang rela mengorbankan kenyamanan hidup demi sebuah cita-cita besar.
Dede Nurochim dalam perjalanan hidupnya di kenal sebagai pribadi yang sederhana, pekerja keras, aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Dalam kehidupan keluarga, Dia di dampingi Ny. Mumun Munawaroh dan di karuniai lima orang anak yang menjadi bagian dari warisan kehidupan, keteladanan dan perjuangan yang di tinggalkannya.
Dede Nurochim memilih jalan usaha mandiri sebagai seorang wiraswasta. Namun pengabdian hidupnya tidak berhenti pada urusan pribadi dan keluarga.
Ada ruang yang selalu Dia sisihkan untuk masyarakat, ada waktu yang selalu di sediakan untuk perjuangan dan ada tenaga yang selalu di berikan untuk kebersamaan.
Almarhum Dede Nurochim aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan aktivitas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
BACA JUGA:
Mengenang Uu Amarullah Sang Pejuang Sejati CDOB Garut Utara
Jejak terbesar yang Dia tinggalkan adalah pengabdiannya dalam perjuangan besar masyarakat Garut Utara.
Almarhum Dede Nurohim tercatat sebagai deklarator DOB Kabupaten Garut Utara, tim perumus perjuangan dan Wakil Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra).
Dirinya termasuk bagian dari orang-orang yang sejak awal ikut membuka jalan perjuangan lahirnya cita-cita besar masyarakat Garut Utara.
Ketika jalan masih panjang, ketika tantangan masih berat dan ketika perjuangan belum banyak di yakini, Dia tetap berdiri serta bertahan.
Dalam perjalanan panjang perjuangan masyarakat Garut Utara, Dede Nurohim bersama Uu Amrullah (alm) di kenal sebagai dua tangan perjuangan yang dengan penuh dedikasi membersamai langkah perjuangan yang di pimpin Holil Aksan Umarzen.
Keduanya menjadi bagian dari orang-orang yang memilih hadir dalam kerja-kerja perjuangan.
Bukan hanya saat keadaan mudah. Tetapi juga ketika perjuangan memerlukan pengorbanan.
Dan berbagai aktivitas organisasi menjadi bagian dari jejak pengabdian yang mereka jalani, ada waktu yang di korbankan, ada tenaga yang diberikan dan ada kenyamanan hidup yang di sisihkan.
Semua itu Dia jalani dengan ketulusan, keyakinan bahwa Garut Utara memiliki masa depan yang layak di perjuangkan.
19 Desember 2024, Dia berpulang menghadap Allah SWT. Namun demikian, orang-orang yang mengabdikan hidupnya dengan tulus tidak pernah benar-benar pergi.
Dede Nurochim tinggal dalam jejak perjuangan, tinggal dalam kenangan dan tinggal dalam cita-cita yang terus di lanjutkan.
Nama Dia akan tetap menjadi bagian dari perjalanan panjang sejarah Garut Utara. Karena sejarah besar selalu di bangun oleh orang-orang sederhana yang memilih berjuang tanpa banyak minta di kenang.
“Perjuangan boleh berganti generasi. Namun ketulusan pengabdian akan selalu menemukan jalannya dalam sejarah.”
(Bambang Fouristian)



