spot_imgspot_img
Minggu 31 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Paddleboard Jadi Primadona Baru di Pantai Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Agenda liburan ke Pantai Pangandaran, Jawa Barat, terasa kurang mumpuni tanpa menjajal keseruan olahraga air paddleboard. Wahana petualangan ini kian meroket menjadi aktivitas favorit para pelancong, khususnya di sekitar kawasan Pos 1 Pantai Barat Pangandaran.

Puluhan wisatawan secara bergantian menaiki papan paddleboard, Minggu (31/5/2026) pagi. Banyak pengunjung bahkan rela mengantre di tepi pantai demi merasakan sensasi mengayuh dayung di atas permukaan laut yang tenang sembari menyapu pemandangan cakrawala.

Baca Juga: Long Weekend, 7.328 Kendaraan Padati Pantai Pangandaran

Paddleboard menyajikan petualangan unik yang membedakannya dari wahana air konvensional. Para wisatawan dapat memilih opsi berdiri tegap atau duduk santai di atas papan seluncur khusus, lalu mengayuh dayung menuju area perairan yang lebih teduh untuk menikmati desau angin dan deburan ombak dari sudut pandang berbeda.

Pihak pengelola menempatkan faktor keselamatan pada prioritas tertinggi. Sebelum menyentuh air, instruktur memberikan edukasi mengenai teknik dasar keseimbangan. Seluruh pelancong juga wajib mengenakan jaket pelampung (life jacket) sepanjang aktivitas dan mendapat pengawalan langsung dari pemandu ahli.

Pemandu Paddleboard Pangandaran, Gungun, mengungkapkan bahwa minat pelancong lokal maupun luar daerah terus merangkak naik, terutama kala memasuki masa akhir pekan dan musim libur panjang (long weekend).

“Untuk weekend dan long weekend, alhamdulillah antusias wisatawan bermain paddleboard cukup tinggi. Banyak yang penasaran dan ingin mencoba langsung,” kata Gungun saat memantau aktivitas di Pantai Barat Pangandaran.

27 Pemandu Bersertifikat

Gungun menguraikan bahwa wahana ini sebenarnya sudah mengaspal di pesisir Pangandaran sejak tahun 2021. Namun, popularitasnya melonjak tajam dalam kurun dua hingga tiga tahun terakhir berkat masifnya unggahan foto estetis serta lanskap video udara menggunakan drone yang beredar luas di media sosial.

“Ramainya mulai terasa beberapa tahun terakhir. Apalagi sejak banyak dokumentasi drone yang menampilkan keindahan Pantai Pangandaran dari atas. Itu membuat semakin banyak orang tertarik mencoba,” ujarnya.

Ia meminta para pelancong tidak perlu memelihara rasa cemas secara berlebihan, termasuk bagi mereka yang tidak memiliki kecakapan berenang. Manajemen menyiagakan 27 pemandu yang sudah mengantongi sertifikasi tingkat nasional untuk memberikan pengawasan melekat di atas air.

“Wisatawan tidak perlu khawatir, termasuk yang tidak bisa berenang. Kami menyediakan pelampung dan pemandu yang selalu siaga mendampingi,” tutur Gungun.

Selain menikmati papan kayuh ini, para pengunjung Pantai Barat Pangandaran juga masih bisa menjajal opsi hiburan air lainnya seperti mengendarai jetski atau mendayung perahu kayak.

Daftar Harga Paket dan Fasilitas Dokumentasi Estetis

Bagi pelancong yang tertarik menguji keseimbangan di atas ombak, pemesanan tiket dapat berjalan langsung di area Pos 1 Pantai Barat Pangandaran atau dengan menghubungi akun Instagram resmi Pangandaran Paddleboard.

Pihak pengelola menawarkan beberapa variasi paket sewa menarik yang ramah di kantong:

  • Paket Single Paddle (Rp 250.000): Fasilitas meliputi satu unit paddleboard, pendampingan pemandu pribadi, pelampung keselamatan, pasokan air mineral, serta layanan dokumentasi standar menggunakan telepon genggam.
  • Paket Tandem/Dua Orang (Rp 350.000): Fasilitas mencakup satu papan untuk dua peserta sekaligus, instruktur pengawal, rompi pelampung, air mineral, serta paket dokumentasi foto gawai.
  • Paket Tambahan Dokumentasi Drone (Rp 250.000): Layanan khusus sesi foto dan perekaman video sinematik dari udara selama satu ketahanan baterai drone (berdurasi sekitar 25-30 menit). Tim akan mengirimkan seluruh file asli kepada konsumen melalui tautan Google Drive.

Seorang pelancong asal Jakarta, Dea (27), membagikan pengalamannya yang baru pertama kali mencicipi olahraga air ini selama masa liburannya di Pangandaran.

“Ini pertama kali coba. Awalnya takut, tapi ternyata seru banget. Rasanya ingin main lagi,” ungkap Dea.

Gadis berumur 27 tahun ini merasa durasi sewa selama 1,5 jam berlalu begitu cepat karena ia sangat menikmati setiap kayuhan di tengah laut.

“Jadi, enggak terasa sudah satu setengah jam. Karena ternyata seru banget,” kata Dea.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru