TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tasikmalaya memilih cara yang tidak biasa untuk merayakan hari jadi mereka yang hampir menginjak usia tiga dekade di Indonesia. Alih-alih menggelar pesta pora yang konsumtif, lembaga pembiayaan ini justru turun langsung ke lapangan untuk menanam 500 pohon di daerah rawan kekeringan dan krisis air bersih.
Jajaran direksi bersama ratusan karyawan PNM Cabang Tasikmalaya memadati kawasan Cipeusar, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026). Mereka mengusung misi tunggal, yakni menanam 500 bibit pohon demi mengamankan pasokan air tanah bagi warga sekitar.
Baca Juga: Bupati Cecep Restui KPU Kota Tasikmalaya Tempati Gedung Pemkab
Aksi penghijauan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 PNM ini juga menggandeng Lurah Sukajaya Andri Tatang Sunara, serta jajaran personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.
Solusi Jangka Panjang untuk Wilayah Rawan Kekeringan dan Erosi
Manajemen PNM memilih Kelurahan Sukajaya sebagai lokasi penanaman bukan tanpa pertimbangan matang. Selama ini, wilayah Purbaratu kerap menjadi “langganan” krisis air bersih setiap kali musim kemarau panjang tiba. Cuaca panas ekstrem sering membuat sumur-sumur warga kering kerontang dan mengancam produktivitas lahan pertanian lokal.
Selain ancaman kekeringan, lokasi Cipeusar yang berhimpitan langsung dengan daerah aliran Sungai Citanduy juga memicu risiko erosi tanah yang tinggi.
“Kami ingin perayaan ulang tahun tidak sekadar seremonial, tetapi memberi dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Kepala Cabang PNM Tasikmalaya, Ara Koswara, di sela-sela aksi penanaman, Minggu (31/5/2026).
Guna mengatasi ancaman ekologis tersebut, PNM sengaja menanam jenis pohon kayu keras dan pohon kelapa. Kedua varietas tanaman ini memiliki reputasi prima dalam mengikat molekul air di dalam tanah sekaligus memperkokoh struktur lereng untuk mengantisipasi tanah longsor di sepanjang bantaran sungai.
Aksi penanaman pohon ini sekaligus mempertegas konsistensi PNM Cabang Tasikmalaya dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sebelumnya, mereka juga sukses menggebrak publik lewat gerakan Re3 (Reduce, Relove, Restyle) yang menyalurkan pakaian layak pakai ke Yayasan Mentari Hati.
“Prinsipnya sama, keberlanjutan. Kalau Re3 untuk keberlanjutan sosial, tanam pohon untuk keberlanjutan ekologis,” ucap Ara Koswara.
Komitmen Merawat Pohon Demi Menjaga Stabilitas UMKM
PNM menyadari bahwa menanam bibit hanyalah sebuah langkah awal. Tantangan yang lebih besar terletak pada komitmen merawat pohon-pohon tersebut hingga tumbuh besar. Oleh sebab itu, PNM mengajak kelompok tani dan warga setempat untuk ikut memonitor perkembangan tanaman secara berkala.
Lurah Sukajaya, Andri Tatang Sunara, melayangkan apresiasi mendalam atas kepedulian PNM terhadap kelestarian lingkungan di wilayahnya.
“Sukajaya butuh banyak pohon untuk menjaga resapan air. Apalagi kemarau tahun lalu cukup panjang. Terima kasih PNM sudah peduli,” ungkap Andri Tatang Sunara.
Sebagai lembaga yang fokus pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), PNM melihat benang merah yang kuat antara bencana alam dan stabilitas ekonomi warga. Ketika kekeringan atau banjir melanda suatu wilayah, para pelaku usaha kecil merupakan kelompok yang paling awal merasakan dampak penurunan omzet.
“Kalau lingkungannya rusak, UMKM juga susah berkembang. Karena itu kami mulai dari hal kecil yang berdampak panjang,” pungkas Ara.
Melalui tema besar “Tumbuh Bersama, Lestari Bersama”, PNM Tasikmalaya menyuntikkan harapan baru bagi masa depan ekologi Purbaratu. Investasi hijau ini diharapkan mampu memastikan anak cucu di masa depan tidak perlu lagi menjerit akibat kesulitan mengakses air bersih.
(Abdul Latif)



