spot_imgspot_img
Minggu 31 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pelaku Pemalakan Pengendara Later B di Dago Bandung Ditangkap

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Aksi pemalakan terhadap pengendara mobil berpelat nomor B di kawasan Dago Atas, Kota Bandung, yang sempat viral di media sosial berujung pada penangkapan pelaku.

Pria yang di duga meminta uang kepada pengendara luar daerah saat euforia perayaan gelar juara Persib Bandung itu kini telah di amankan oleh kepolisian.

Kasus tersebut menyita perhatian publik setelah video kejadian beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman itu, pelaku terlihat menghentikan kendaraan yang melintas dan meminta sejumlah uang kepada pengemudi.

Baca Juga: Bandung Vintage Market Kembali Hadir Manjakan Pecinta Barang Antik

Peristiwa tersebut juga mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Melalui video yang di unggah di akun Instagram pribadinya pada Minggu, 31 Mei 2026, Dedi memastikan pelaku telah di amankan setelah ia berkoordinasi dengan jajaran kepolisian.

“Saya sampaikan mengenai kasus pemalakan premanisme di Kota Bandung di Dago, saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat. Pelakunya sudah di amankan di Polsek Coblong,” ujar Dedi.

Insiden pemalakan itu terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2026, di kawasan Dago Atas, Bandung. Berdasarkan video yang beredar, seorang pria menghentikan mobil berpelat nomor B yang sedang melintas di lokasi.

Setelah menghampiri kendaraan tersebut, pelaku sempat menanyakan asal daerah korban. Tak lama kemudian, ia meminta sejumlah uang dengan alasan sebagai “uang keamanan”.

Dalam video yang viral, pelaku juga di duga melakukan intimidasi terhadap korban. Ucapan tersebut terekam jelas dalam rekaman yang beredar luas di media sosial.

“Tambahin, tambahin, tambahin mau hancur di depan, udah koordinasi sama Demon.”

Pelaku kemudian kembali meminta uang kepada korban dan membebaskan nominal yang akan di berikan.

“Terserah berapa aja mau Rp 50 ribu mau berapa terserah. Ya terserah aja.”

Menindaklanjuti viralnya video tersebut, jajaran Polsek Coblong melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Coblong

Kapolsek Coblong Kompol Riki Erickson mengatakan pelaku saat ini telah di amankan dan proses penyelidikan masih terus berlangsung.

“Pelaku sudah kita amankan, jadi sudah kita amankan di Polsek Coblong dan sekarang sudah di lakukan penyelidikan,” kata Riki, Minggu, 31 Mei 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga aksi pemalakan itu di lakukan saat pelaku berada di bawah pengaruh minuman keras. Aparat juga mendalami dugaan bahwa uang yang di minta kepada korban akan di gunakan untuk membeli minuman keras kembali.

“Motifnya, jadi pada saat euforia tersebut mereka melakukan minum-minum bersama. Sehingga pada saat itu mungkin kekurangan uang atau bagaimana, mereka meminta uang untuk beli minuman lagi,” ujarnya.

Meski pelaku telah di amankan, penyelidikan masih terus di lakukan. Polisi mendalami sejumlah aspek dalam kasus tersebut, termasuk nominal uang yang sempat di berikan korban kepada pelaku.

Hingga saat ini, korban di ketahui belum membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian terkait peristiwa yang di alaminya.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi pun mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan premanisme kepada siapa pun, termasuk terhadap wisatawan maupun warga luar daerah yang berkunjung ke Jawa Barat.

“Seluruh warga Jawa Barat, jangan coba-coba melakukan pemalakan premanisme pada siapa pun, baik warga Jawa Barat maupun luar warga Jawa Barat yang berkunjung ke Jawa Barat,” tegasnya.

Tak ada Toleransi

Ia menegaskan pemerintah bersama aparat penegak hukum tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik premanisme yang berpotensi mengganggu ketertiban dan mencoreng citra daerah.

“Saya sampaikan, kita tidak akan segan-segan untuk memproses hukum agar kebiasaan buruk ini segera di hentikan,” tuturnya.

Selain memberikan peringatan, Dedi juga mengajak masyarakat untuk mencari penghasilan dengan cara yang baik dan halal serta tidak merugikan orang lain.

“Berusahalah dengan baik, masih terbuka cari rezeki yang halal dengan kerja keras. Di banding bergaya preman, mengganggu ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan orang,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Dedi menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang bergerak cepat dalam menangani kasus tersebut hingga pelaku berhasil di amankan.

“Saya ucapkan terima kasih pada Polsek Coblong, kemudian Poltabes Bandung yang telah menangani masalah ini dengan cepat,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru