spot_imgspot_img
Selasa 13 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8154

Mantan Koruptor Tak Boleh Nyaleg, Dosen STAI : Negara Harus Bebas dari Koruptor

0
ilustrasi (web)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan larangan bagi para mantan koruptor untuk tidak mencalonkan sebagai anggota Legislatif di tahun 2019 mendatang. Larangan itu disambut baik kalangan akademisi di Tasikmalaya.

Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tasikmalaya Taufiq Rohman mengaku sangat mendukung larangan yang dikeluarkan KPU, sebab menurut dia, bangsa Indonesia harus bebas dari para koruptor yang jelas merugikan negara.

“Ide KPU sangat ideal, dan DPR harus memiliki wibawa serta tidak cacat selaku wakil rakyat. Maka harus bebas dari para koruptor dan mantan koruptor jangan dibiarkan kembali berulah mengambil uang rakyat,” ungkap Taufiq Rohman di Kampus STAI, Jalan Cilolohan, Kota Tasikmalaya, Sabtu ( 2/6/2018).

Negara ini, kata Taufiq, harus membangun fondasi yang kokoh. Dan bisa diawali dari para wakil rakyatnya yang menjadi contoh serta melahirkan generasi-generasi yang unggul dan memiliki mental dan moral yang paripurna.

“Jadi DPR ini jangan memberikan ruang bagi para koruptor dan penjahat untuk menjadi wakil rakyat. Jangan sesekali bangsa ini dipimpin oleh para koruptor. Seluruh elemen bangsa harus turun tangan dan menyatakan perang dengan siapapun yang akan merusak NKRI tercinta ini,” tegasnya.

(Nanang Yudi/LIN)

Koalisi AS Gempur Suriah, 12 Warga Sipil Tewas

0
ilustrasi (web)

SURIAH, FOKUSJabar.id: Sedikitnya 12 warga sipil Suriah tewas dalam serangan militer koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) terhadap kelompok teroris ISIS. Mereka yang tewas berasal dari satu keluarga.

“Serangan-serangan udara dan tembakan artileri (Jumat malam) oleh koalisi internasional di desa Hidaj, yang dikuasai ISIS di bagian selatan provinsi Hasakeh, menewaskan setidaknya 12 orang,” demikian disampaikan kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Right seperti dilansir AFP, Sabtu (2/6/2018).

Observatory yang berbasis di Inggris tersebut melaporkan warga sipil Suriah yang tewas adalah dua perempuan dan anak-anak yang berasal dari satu keluarga.

Sejauh ini, sudah 20 warga sipil yang tewas akibat serangan koalisi AS di sebelah timur Sungai Efrat dalam 24 jam terakhir.

Sebelumnya pada Kamis (31/5/2018) waktu setempat, delapan warga sipil tewas dalam serangan-serangan koalisi AS di provinsi Deir Ezzor, selatan Hasakeh.

Koalisi internasional yang dipimpin AS untuk memerangi ISIS telah melancarkan serangan-serangan udara di Suriah dan Irak sejak hampir empat tahun silam. Koalisi AS pada Jumat (1/6/2018) menyatakan, serangan-serangan udara tersebut secara tak disengaja, telah menewaskan 892 warga sipil.

(Agung)

Pansel JPTP Usulkan Tiga Nama untuk Sekda Kota Bandung

0
Plt. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung, Atet Dedi Handiman. (foto web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung merilis hasil akhir Seleksi Terbuka JPTP Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Rabu (30/5/2018) lalu. Tim Pansel menetapkan tiga nama untuk diajukan kepada Penjabat Sementara Wali Kota Bandung selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

Ketiga nama yang diusulkan sebagai Sekda Kota Bandung, yakni Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung Ema Sumarna, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung Mohamad Salman Fauzi, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Benny Bachtiar.

Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung Atet Dedi Handiman menuturkan, ketiga nama tersebut telah melewati serangkaian proses seleksi. Mulai dari seleksi administrasi, seleksi kompetensi bidang, seleksi kompetensi manajerial, dan wawancara akhir. Tahapan selanjutnya, PPK akan menentukan satu nama yang terpilih setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Hal yang dikoordinasikan seputar hasil seleksi dikaitkan dengan standar kompetensi yang sifatnya memang betul-betul dibutuhkan wali kota,” kata Atet saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Sabtu (2/6/2018).

Atet menambahkan, ada lima hal yang menjadi bahan pertimbangan PPK untuk memilih Sekda definitif, yakni kompetensi teknis, kompetensi manajerial, kompetensi bidang, kompetensi sosiokultural, dan rekam jejak. Ketiga orang yang lolos, masing-masing memiliki keunggulan kompetensi masing-masing.

“Walau mereka masuk tiga besar, tapi nilainya berbeda,” terangnya.

Dilansir dari laman bandung.go.id, Ema memperoleh nilai tertinggi secara administratif yakni 88. Lalu pada uji gagasan tertulis, Salman berada di peringkat pertama dengan nilai 79,14. Sementara Benny unggul pada seleksi kompetensi manajerial dengan nilai 81,818.

“Keputusan menjadi hak prerogatif Pak Wali Kota. Walaupun di pengumuman tiga besar tidak menggunakan nilai, tapi Pansel memberikan gambaran. Inilah kekurangan dan kelebihan dari masing-masing calon, itulah yang dikoordinasikan dengan provinsi,” tegasnya.

Selain berkoordinasi dengan Pemprov Jabar, PPK pun akan mempertimbangkan hasil rekomendasi dari lembaga-lembaga tertentu terkait rekam jejak dan integritas calon Sekda. Tim Pansel telah melayangkan surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Kita berharap (calon Sekda) tidak hanya baik dari sisi teknis, bidang, sosiokultural, dan manajerial, tetapi juga harus berintegritas dan harus menjadi panutan karena dia pimpinan tertinggi,” tambahnya.

(Ageng/LIN)

Bubos 2018 Kembali Digelar, Jalan Asia Afrika Ditutup

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Buka Bersama On The Street (Bubos) kembali digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di sepanjang Jalan Asia-Afrika Kota Bandung pada Sabtu (2/6/2018) mulai pukul 15.00 WIB. Jalan Asia Afrika sepanjang 2 km pun akan ditutup mulai pukul 12.00 WIB hingga acara selesai sekitar pukul 20.00 WIB.

Ketua Panitia Bubos 2018 Deni Nurdyana menuturkan, even Bubos 2018 digelar berbeda dengan kegiatan di tahun sebelumnya. Salah satunya, karena bertepatan dengan hari turunnya AL Quran (Nuzulul Quran) yakni tanggal 17 Ramadhan, gelaran Bubos 2018 akan dikhidmatkan oleh kegiatan khataman Alquran.

“Untuk jumlah peserta khataman Al Quran di awal acara BUBOS 2018 ini mencapai 300 kelompok pengajian dan panti asuhan yang sudah mendaftarkan diri,” kata Deni saat dihubungi, Sabtu (2/6/2018).

Deni menambahkan, Bubos 2018 diperkirakan akan diikuti oleh 12 ribu lebih masyarakat. Mereka akan makan bersama di sepanjang Jalan Asia Afrika, mulai dari depan Hotel Prama Grand Preanger hingga depan Alun-alun Bandung.

“Yang istimewa, pada kegiatan Bubos tahun ini akan diikuti oleh sekitar 30 komunitas non-Muslim dan beberapa komunitas di antaranya menyumbangkan makanan. Saya tidak menyangka banyak komunitas non-Muslim yang datang dan berpartisipasi, bahkan masuk dalam susunan kepanitaan,” terangnya.

Pihaknya tidak menolak tawaran komunitas tersebut untuk menyukseskan kegiatan karena partisipasi mereka akan menambah kesemarakan acara. Pihaknya menilai jika bantuan yang diberikan bukan dalam rangka ibadah namun lebih kepada kegiatan sosial.

“Makanya saya persilakan mereka berpartisipasi. Dan ternyata cukup banyak,” tambahnya.

Pada penyelenggaraan Bubos 2018 ini, pihak panitia mewajibkan setiap komunitas membawa minimal 25 orang ditambah 10 orang yang akan disantuni. Dengan demikian, dalam setiap komunitas minimal sebanyak 35 orang.

Selain itu, pihaknya pun mewajibkan komunitas yang membawa makanan untuk tidak membungkusnya dengan kertas maupun dus. Makanan yang dibawa diimbau menggunakan kotak makanan plastik atau misting sehingga tidak menimbulkan sampah.

“Kalau menggunakan dus, setelah selesai akan ditumpuk dan dibuang. Tapi kalau menggunakan misting, pasti dibawa pulang kembali. Kalau pun tidak mau dibawa pulang, bisa dikumpulkan dan nanti kami yang kelola,” tuturnya.

Dengan cara tersebut, Deni yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung ini berharap, bisa mendidik masyarakat dalam menekan produksi sampah. Pasalnya, berdasarkan catatan PD Kebersihan, produksi sampah Kota Bandung meningkat rata-rata 10 persen selama bulan Ramadan.

“Ayo buktikan, kita bisa berkegiatan tanpa menimbulkan sampah. Semoga ini juga bisa menjadi inspirasi. Meski demikian, kita tetap menyiapkan 100 petugas kebersihan lengkap dengan 100 gerobak sampah yang akan membersihkan acara seperti sedia kala,” tegasnya.

(ageng)

Brigez Ciamis Ajak Generasi Muda Tata Masa Depan di Jalan Benar

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: OKP Brigez DPC Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis sosialisasikan nilai puasa di bulan Ramadhan dengan seruan ‘Hari Gini Ga Puasa Kampungan’.

Hal tersebut dilakukan untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap OKP Brigez yang dikenal bringas, namun kini Brigez hadir dengan kegiatan-kegiata dan aksi sosial yang positif.

Ketua OKP Brigez DPC Sukamantri Kuswara mengatakan, pihaknya terus menggelar kegiatan positif dalam rangka hijrah. Bulan Ramadhan pun dianggap momen yang baik bagi generasi muda untuk menyerukan ajakan ibadah puasa lebih khusyuk.

“Kita bentangkan banner di Obyek Wisat Situ Wangi Kecamatan Kawali dengan seruan ‘Hari Gini Ga Puasa Kampungan’. Kita anak muda sudah patut bergerak untuk hal-hal yang positif dan dengan cara yang baik. Selain untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap Brigez, kita juga berharap menjadi manusia yang lebih baik, menata masa depan kita ke jalan yang benar,” jelas Kuswara, Sabtu (2/6/2018)

Sementara itu, Pembina Brigez Ciamis Andri Purwanto (Dhenboy) menjelaskan, Beigez pun akan menggelar kegiatan sosial 1000 takjil yang akan dibagikan di sepuluh titik Jalan Ciamis yang padat lalu lintas, lalu pihaknya akan menggelar buka bersama bersama anggota dari DPC atau 27 Kecamatan di Kabupaten Ciamis.

“Hingga kini yang tercatat anggota Briges sebanyak 1350 orang, Insya Alloh semua digerakan untuk kegiatan sosial, semua DPC bergerak untuk Bakti Sosial, pada Puncaknya nanti DPW Brigez Ciamis akan menggelar buka bersama di Geung Golkar Ciamis tanggal Minggu 11 Juni 2018 nanti,” ucap dia.

(Riza M Irfansyah/LIN)

bank bjb Dukung Tata Kelola Lingkungan

0
Bentuk IKBI, bank bjb Bareng First Movers Dukung Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: bank bjb yang tergabung dalam kelompok the First Movers on Sustainable Banking (kelompok delapan bank nasional yang mewakili 46 persen aset perbankan Indonesia) bersama WWF Indonesia mengumumkan terbentuknya Inisiatif Keuangan Berkelanjutan lndonesia (IKBI). Hal tersebut sebagai wujud nyata komitmen perbankan Indonesia dalam menerapkan praktik keuangan berkelanjutan yang inklusif pada sektor jasa keuangan.

Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan mengatakan, dengan terbentuknya IKBI, delapan bank dalam kelompok ‘First Movers’ tersebut akan memperoleh bimbingan terkait implementasi manajemen risiko lingkungan hidup dan tata kelola dari lembaga nirlaba yang sangat fokus terhadap antisipasi perubahan iklim, WWF. Penandatanganan komitmen sendiri sudah dilakukan delapan bank dan WWF di Jakarta pada Kamis (31/5/2018) lalu.

“Ini langkah nyata industri perbankan untuk mendukung tata kelola lingkungan yang berkelanjutan,” kata Ahmad Irfan, Sabtu (2/6/2018).

Dari proyek rintisan ini, lanjut Irfan, dihasilkan beberapa program. Mulai dari perbaikan kebijakan dan Standar Prosedur Operasi (Standard operating Procedure/SOP) pada masing-masing bank hingga perbaikan kualitas pembiayaan khususnya pada sektor usaha yang memiliki risiko lingkungan hidup dan sosial yang tinggi.

BACA JUGA: Merger bank bjb dan Bank Banten Persiapkan Ini

IKBI sendiri diharapkan berfungsi sebagai sarana bertukar pengalaman, sarana belajar antar pelaku industri jasa keuangan (IJK) sekaligus meluaskan prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan kepada IJK. Sebagaimana First Movers, IKBI bertujuan menguatkan kelembagaan, khususnya pada bidang manajemen risiko lingkungan hidup, sosial dan tata kelola

“Inisiatif ini pun dibangun untuk berkontribusi sekaligus menangkap peluang bisnis terhadap upaya pembangunan ekonomi Indonesia yang memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim dan berkontribusi langsung pada upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Nantinya, program tahun pertama IKBI akan berorientasi pada peningkatan portofolio hijau yang berkualitas dengan fokus pengembangan proyek pilot bersama para anggota, mitra strategis lainnya dan regulator,” tegasnya.

Ketua Badan Pengurus WWF Indonesia, Kemal Stamboel menambahkan, perbankan merupakan salah satu sektor jasa keuangan yang bisa berperan aktif dalam mewujudkan praktik-praktik berkelanjutan yang prolingkungan. Sektor jasa keuangan, tidak hanya berperan kunci dalam mendorong para nasabahnya menerapkan transformasi praktik berkelanjutan namun mampu menghidupkan kesejahteraan masyarakat terdampak dari suatu pembiayaan.

“Industri jasa keuangan perlu menetapkan skala prioritas dalam membangun suatu kebijakan sektoral yang berpengaruh mendorong kinerja keberlanjutan nasabahnya. Disamping itu, pengembangan model bisnis baru yang inovatif dan kolaboratif perlu menjadi urgensi program IKBI,” pungkas Kemal.

(Ageng/LIN)

Ratusan Penyandang Disabilitas Ikuti Tadarus Al Quran Braile

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ratusan penyandang disabilitas Tuna netra se Priangan timur ikuti tadarus Al Quran braile di Gor Jumantra, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan/Kabupaten Ciamis,Sabtu (2/6/2018).

Ketua Yayasan Sam’an Netra Mulya Ridwan Efendi mengatakan, kegiatan tadarus itu sebagai ajang silaturahim sesama penyandang disabilitas tuna netra yang ada di Priangan timur.

“Berbarengan dengan memperingati Nujulul Quran kami adakan tadarus ini,” kata dia.

Selain bersilaturahmi antara penyandang disabilitas tuna netra, kegiatan yang digagas yayasan Sam’an Netra Mulya tersebut pun untuk mencetak guru/ustadz yang bisa membaca Al Quraan braile.

“Dengan kegiatan ini diharapkan bisa mencetak ustadz yang paham Al Quran braile, sehingga bisa mengkaderisasi kepada penyandang disabilitas tuna netra yang lain. Karena selama ini ustadz /guru ngaji Al Quran braile masih minim,” ucapnya.

Adapun misi yang diemban yayasanya saat ini dan di kemudian hari kepada para penyandang disabilitas tuna netra ada tiga, yaitu Hafidz Quran, bisa bahasa arab dan pidato.

“Dengan adanya ustad yang sudah paham Al Quran braile mereka bisa mengaplikasikan ilmunya ditengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/LIN)