spot_img
Rabu 24 Juli 2024
spot_img
More

    Soal Bisnis di Lapas, Mahfud: Saya Tak Perlu Turun Tangan!

    JAKARTA,FOKUSJabar.id: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, angkat bicara soal dugaan monopoli bisnis di lembaga pemasyarakatan yang turut melibatkan putra Menteri Hukum dan HAM, Yamitema Tirtajaya Laoly.

    Mahfud menyebut, belum tentu menteri yang dimaksud adalah Menkumham Yasonna Laoly.

    “Kan nyebutnya putra seorang menteri, bukan putra Menkumham. Tapi kita gak tahu menterinya siapa,” ungkap Mahfud di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Kamis (4/5/2023).

    Dugaan keterlibatan Yamitema memonopoli bisnis di dalam lapas diungkap akun anonim @PartaiSocmed pada 1 Mei 2023.

    Ia mengungkapkan Yamitema merupakan Direktur Utama Jeera Foundation yang mengelola semua usaha milik koperasi lapas, mulai dari toko dan kantin. Semua kegiatan ekonomi di dalam lapas hanya boleh dipegang yayasan tersebut.

    Bahkan, akun anonim itu turut mengungkap nama Yamitema tertulis sebagai jajaran direksi di yayasan tersebut. Yayasan Jeera kemudian membentuk perusahaan bernama PT Natur Palas Indonesia.

    Ada pula dokumen surat perjanjian kerja sama kemitraan antara PT Natur Palas Indonesia dengan koperasi di Rumah Tahanan Negara Kelas I Bandung. Kesepakatan itu diteken pada 2 Maret 2020.

    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu pun mengaku sudah mendengar penjelasan yang disampaikan Yasonna ke publik.

    BACA JUGA: KPK Perpanjang Masa Penahanan Yana Mulyana

    “Itu kan sudah dijelaskan oleh Pak Yasonna. Ya, silakan (ditindak). Tapi, kata Pak Yasonna (putranya tidak terlibat). Ya, silakan sajalah,” kata dia, melansir IDN.

    Lebih lanjut, menurut Mahfud, perkara keterlibatan putra Yasonna dalam monopoli bisnis di dalam lapas adalah isu yang menyangkut teknis. Oleh karena itu, ia tidak akan turun tangan.

    “Tak perlu turun tangan Menko (Polhukam) karena tindakannya susah jelas, korbannya sudah jelas. Itu urusan sederhana, sehingga Pak Menko tak perlu turun tangan,” kata dia.

    Menurutnya, isu tersebut bisa rampung di tingkat teknis oleh pejabat eselon I.

    Sementara, Yasonna membantah putranya terlibat di Yayasan Jeera. Namun, ia membenarkan adanya keberadaan yayasan tersebut.

    “Yayasan ini memang ada. Tapi, dia (Yamitema) gak ada di situ. Yayasan itu kerja sama dengan koperasi lapas, melatih para warga binaan untuk menjadi barista. Jadi, kalau kalian ke lapas, ada produk-produk (terbuat) dari kulit, mereka (yayasan) memberikan pelatihan itu,” kata menteri yang berasal dari PDI Perjuangan tersebut di Istana Kepresidenan pada Selasa (2/5/2023).

    Yasonna pun menegaskan informasi yang disampaikan akun anonim dan aktor Tio Pakusadewo adalah suatu kebohongan besar.

    “Ah bohong besar itu, gak ada, nanti ada keterangan dari kalapasnya,” kata dia.

    Lebih lanjut, Yasonna malah mengungkit soal kelakuan Tio selama menjalani masa penahanan di Lapas Klas I Cipinang. Ia seolah menyebut Tio membongkar dugaan adanya keterlibatan putra Yasonna lantaran dulu ia kecewa pernah diberhentikan dari posisi pelatih di Jeera Foundation.

    Yasonna menyebut Tio diberhentikan karena melakukan kesalahan fatal. Namun, ia tak menjelaskan apa kesalahan yang pernah dilakukan oleh Tio.

    Tio juga pernah masuk dalam straft cell atau sel khusus bagi warga binaan yang terbukti melakukan kesalahan di rutan. “Tapi karena dia melakukan pelanggaran berat, diberhentikan. Bahkan dia pernah dimasukkan ke straft cell. Nanti biar karutan (kepala rutan) yang menjelaskan,” kata dia.

    (Agung)

    Berita Terbaru

    spot_img